
"Bagaimana?" Tanya Alvaro dengan datar.
"Ini sangat buruk tuan, kondisi nona Amanda semakin hari semakin memburuk! Saya tidak yakin bahwa Nona Ananda akan bertahan selama satu tahun ini" Jelas dokter Yanto dengan wajah meyakinkannya agar Alvaro percaya bahwa Amanda memang benar-benar sakit.
"Kenapa kalian tidak becus merawatnya? Bukankah saya sudah mengatakan bahwa kalian harus bisa memperlambat sisa waktu umurnya, saya menyuruh anda untuk memberikan perawatan yang bagus bukan? Lalu mengapa saya harus mendengar berita buruk ini" Marah Alvaro dengan menatap tajam kearah dokter Yanto yang menurutnya tidak becus dalam menangani pasiennya.
"Maaf tuan, tapi saya bukan tuhan yang bisa menyembuhkan ataupun bisa memperlambat sisa umur nona Amanda. Karena saya hanyalah manusia biasa yang tidak memiliki kuasa seperti tuhan" Ucap dokter Yanto.
"Ck! Saya akan memindahkan tanggung jawab Amanda kepada dokter yang lebih profesional dari pada anda. Sebaiknya anda menyiapkan surat perpindahan tanggung jawab Amanda kepada dokter yang saya sendiri akan pilih, dan Dokter itu adalah dokter yang sangat profesional" Kesal Alvaro.
"Bukan saya tidak ingin menjalankan apa yang anda perintahkan pada saya tuan, hanya saja saya bukanlah anak buah anda ataupun karyawan anda dan lagi pula saya tidak bisa memberikan tanggung jawab atas kesembuhan nona Amanda kepada dokter lain! Karena nona Amanda hanya ingin saya yang merawatnya" Tutur dokter Yanto yang membuat Alvaro semakin kesal mendengarnya! rasanya Alvaro ingin sekali meninju wajah songong yang ditunjukkan oleh dokter Yanto tersebut.
Tapi Alvaro sadar, bahwa dia adalah orang yang berpengaruh di seluruh dunia. Jadi ia tidak bisa memukul seseorang tanpa adanya kesalahan pada orang tersebut terhadap dirinya.
"Perlukah saya beli rumah sakit kecil ini? Saya bisa saja menyuruh atasan anda untuk tidak memperkerjakan anda lagi! Karena anda tidak becus dalam menangani seorang pasien" Geram Alvaro.
"Jangan tuan, jangan menyuruh atasan saya untuk memecat saya... Saya akan menuruti perintah dari tuan tadi" Mohon dokter Yanto yang takut akan kehilangan pekerjaannya itu.
"Baik! Orang ku akan kemari lima belas menit lagi untuk memberikan berkas perpindahan tanggung jawab terhadap Amanda kepadamu" Balas Alvaro dengan datar lalu pergi begitu saja.
"Mengapa tuan itu sangat menakutkan? Hanya karena sebuah penyakit palsu yang direncanakan oleh nona Amanda saja hampir membuatku kehilangan pekerjaanku. Apa lagi jika ia mengetahui bahwa nona Amanda hanya berpura-pura sakit dan tidak bersungguh-sungguh tentang hal-hal yang bersangkutan dengan penyakitnya, maka sudah pasti aku tidak akan berada didunia ini lagi. Dan sudah dipastikan aku akan berpindah alam karena nya bukan" Gumam dokter Yanto.
"Sebaiknya aku pergi saja dari negara ini, agar suatu hari nanti ketika tuan Alvaro sudah mengetahui fakta tentang kebenarannya bahwa nona Amanda tidak benar-benar sakit! Dan aku ikut serta rahasiakan kebohongan ini maka aku pasti akan menanggung konsekuensinya juga bukan? Maka dari itu aku akan pergi dari negara ini! Dan tidak akan pernah kembali kedalam negara ini nantinya, Dan aku tidak perlu bersusah payah kembali untuk kabur jika suatu hari nanti kebohongan ini terbongkar" Kata dokter Yanto.
"Yaa! Aku harus segera pergi dari negara ini" Tekat dokter Yanto yang merasa takut akan kuasa Alvaro, ia sadar bahwa ia sudah salah besar menerima suap dari Amanda.
Ohh yaa, ngomong-ngomong kenapa Alvaro bisa berada dirumah sakit bersama Amanda? Bukankah tadi Alvaro tengah berada di perusahaan Kusuma Grup? Jawabannya karena saat Alvaro tengah santai tiba-tiba saja Amanda menelponnya dan mengatakan bahwa kepalanya terasa sangat sakit, Amanda meminta tolong kepada Alvaro untuk menjemputnya dan membawanya pergi kerumah sakit untuk memeriksakan kondisi tentangnya. Maka dari itu Alvaro berada di rumah sakit bersama dengan Amanda.
...*****...
...Callon...
'Halo tuan' jawab disebrang sana.
'Bawa dia ketempat biasa! Jangan biarkan dia lolos begitu saja'
'Baik tuan'
Tut.
"Bermimpilah untuk bisa lari dariku! Hehh, Kau yang memulainya bersama maka kau juga akan mengakhirinya bersama juga" Ucap seseorang dengan tersenyum devils.
...Mansion Alqueen...
"Apa Anna sudah bangun?" Tanya Zayyann yang baru saja pulang dari kantornya (Kantor cabang Atmadja Crop) karena saat ini jamnya untuk ia beristirahat.
Yaa, Zayyann memang terbiasa makan siang bersama dengan keluarganya dan tidak terbiasa makan diluar. Dari dulu Zayyann memang seperti itu tidak menyukai makanan luar dan hanya menyukai makanan yang dimasak oleh keluarganya saja terutama sang mama dan istrinya, berbeda dengan Zia yang menyukai semua masakan baik luar maupun dalam.
"Aku mendengar dari Alvaro bahwa Anna sedang tidur" Kata Zayyann kembali.
"Lalu dimana little boyku? Biasanya ia menyambutku jika aku pulang, dimana ia sekarang?" Tanya kembali Zayyann kepada Istrinya itu yang sibuk dengan pekerjaannya. Apa lagi jika bukan membereskan mansion Alqueen, walau sudah ada pembantu tapi Alea tetep membereskan mansion Alqueen entah itu apa tapi yang jelas yang ia bisa kerjakan.
"Aku tidak tau... Sepertinya ia sedang berada didalam kamarnya! Kau bisa melihatnya sendiri" Balas Alea kembali.
"Apa yang sedang ia lakukan? Tidak biasanya ia--" Ucap Zayyann tapi terpotong oleh ucapan Alea sang istri.
"Suamiku tercinta... Tidak bisakah kau diam sebentar? Mengapa sedari tadi kau tidak bisa diam dan terus bertanya kepadaku? Aku ini sedang sibuk, sebaiknya kau cek saja sendiri jika ingin tau mengenai kegiatan putramu dan keponakanmu tentang apa yang mereka lakukan sekarang" Kesal Alea lalu pergi begitu saja.
"Kenapa istriku sangat sensitif? Apa ia sedang datang bulan? Ck. Perempuan memang aneh" Gumam Zayyann yang tidak mengerti dengan mood istrinya itu bukan hanya istrinya tapi seluruh wanita mungkin.
"Daddy" Panggil seorang bocah kecil yang tampan siapa lagi jika bukan Aldo, yang datang dan langsung menghampiri sang daddy.
"Hay, boy kau dari mana?" Tanya Zayyann dengan menggendong tubuh mungil putranya itu kedalam gendongannya itu.
"Kamar aunty" Jawab Aldo.
"Auntymu sedang apa?" Tanya kembali Zayyann.
"Sedang bermain dengan hendphonenya, sambil ber vidio call dengan uncle Alvaro" Balas Aldo kembali.
"Daddy mengapa meja makannya belum ada satupun makanan? Aku ini sudah sangat lapar, lagi pula bukankah ini sudah waktunya makan siang?" Tanya Aldo dengan cemberut.
"Daddy juga tidak tau boy! Tidak biasanya jam segini mommy mu belum masak" Terang Zayyann dengan kebingungan.
"Nakk" Panggil Kiana yang baru saja datang bersama dengan Maura dan Alea di belakangnya.
"Mama, dimana makanannya?" Tanya Zayyann yang terus terang karena dirinya juga sangat lapar.
"Pergi carilah keluar saja, semua orang sekarang tengah sibuk untuk pergi menuju mansion Williams" Ujar Kiana yang diangguki oleh Alea dan Maura.
"Kenapa begitu ma? Tidak bisakah kalian memasakkan makanan untuk kami sebentar? Kami ini sudah sangat lapar" Pinta Zayyann yang menolak untuk makan diluar.
"Suamiku kali ini saja, pergilah keluar dan makan disana. Kami sedang sibuk menyiapkan acara untuk pernikahan Sesillia dan David" Sahut Alea.
"Sudahlah biarkan suamimu itu, nanti juga ia pergi makan sendiri! Sebaiknya kita pergi sekarang" Tungkas Kiana lalu pergi begitu saja dan diikuti oleh Alea dan Maura dibelakangnya.
"Maaa! Mamaaa!!"
"Sayang!! Tidak bisakah kalian memasakkan makanan untuk kami sebentar" Teriak Zayyann.
"Dahh, suamiku" Ucap Alea dengan tertawa kecil.
"Dahh, boy"
"Ck... Boy apa kau bisa masak?" Kesal Zayyann.
"Aku tidak bisa masak daddy, kenapa mommy dan Grendma tega dengan kita" Kata Aldo yang ikut kesal terhadap semua orang.
"Tidak tau"