
Setelah perdebatan antara Alvaro dan David tadi akhir merekapun kembali ke mansion utama dirgantara, mengapa ke mansion dirgantara? Karena Maura meminta Alvaro, Queena beserta David untuk menginap di mansion utama dirgantara sehari saja. Karena ia masih ingin bersama dengan Queena begitu juga Alvaro dan David makanya ketiganya menyetujui permintaan Maura itu.
...Mansion Dirgantara...
"Duduklah" Titah Alvaro dengan menyuruh Queena duduk di sofa.
"Terimakasih"
"Mommy" Panggil Queena.
"Iyaa, nakk." Jawab Maura dengan menatap wajah cantik Queena dengan tersenyum.
"Kira-kira berapa usia kandungan ku?" Tanya Queena yang memang belum dikasih tau tentang berapa usia kandungnya, bahkan ia juga belum dikasih tau bahwa ia tengah mengandung anak kembar.
"4 minggu nakk, dan empat calon baby" Balas Maura dengan tersenyum lembut.
"Empat baby?"
"Kau mengandung baby kembar empat" Kata Maura.
"Apa itu benar mommy?. Tanya Queena dengan memastikan.
"Tentu saja sayang" Celetuk Alvaro dengan tersenyum bangga karena bibit yang ia tanam bukan hanya menghasilkan satu melainkan empat sekaligus.
'Terimakasih tuhan karena engkau sudah memberikan empat bayi kepadaku! Terimakasih' Batin Queena.
"Sudah sebaiknya kalian Istirahatlah! Al bawa putri mommy ke kamar kalian. Biarkan ia beristirahat" Titah Maura yang diangguki oleh Alvaro.
"Baik mommy" Jawab Alvaro lalu pergi membawa Queena untuk masuk kedalam kamarnya.
"Satu hari bersama dengan tiga berita kebahagian" Gumam Maura dengan memandangi punggung Alvaro dan Queena yang sedikit menjauh. Ketika Maura bergumam David masih setia berada disampingnya dan bahkan mendengar gumaman kecil Maura.
"Maksudmu mommy?" Tanya David yang tidak mengerti dengan ucapan Maura.
"Satu hari! Dimana hari ini mommy mendapatkan tiga kabar bahagia sekaligus, yaitu pertama kau akan segera menikah, lalu kedua putriku Queena tengah hamil yang merupakan kabar bahagia, dan yang terakhir mommy akan mempunyai empat cucu sekaligus" Jelas Maura dengan tersenyum bahagia akan kabar yang ia dapatkan hari ini.
"Kau benar mommy! Hari ini adalah hari yang terbaik bukan?" Tutur David yang disetujui oleh Maura.
"Kau benar bakk, sudahlah sebaiknya kau masuk kedalam kamarmu ini sudah larut malam! Tidurlah lebih awal karena besok kita akan pergi melamar pujaan hatimu" Goda Maura lalu pergi begitu saja memasuki kamarnya yang berada dilantai bawah sedangkan kamar David dan Alvaro tentunya berada dilantai atas.
"Kau senang menggodaku mommy" Kata David.
...Kamar Alvaro...
"Gantilah pakaianmu! Dan pergilah tidur, kau sedang hamil tidak baik untuk kesehanmu jika kau tidur terlalu larut" Ujar Alvaro dengan mengeluarkan aura over protective nya.
"Ya-ya baiklah" Jawab Queena lalu pergi keruang ganti untuk mengganti pakaiannya dengan piyama tidur.
Setelah beberapa saat akhirnya Queena'pun kembali karena sudah selesai mengganti pakaiannya, begitu juga dengan Alvaro yang sudah mengganti pakaiannya dengan piyama tidurnya. Hanya saja Alvaro menggantinya didalam kamar mandi tadi ketika Queena masuk kedalam ruang ganti.
"Kemari!" Titah Alvaro pada Queena yang menyuruh Queena untuk berbaring disampingnya.
"Setelah besok pergi melamar Sesillia! Kita akan pergi berbelanja" Kata Alvaro dengan memeluk tubuh Queena yang tengah berbaring.
"Berbelanja untuk apa?" Tanya Queena yang tak paham.
"Untuk membeli susu hamil! buatmu dan calon anak kita. Aku juga akan membeli buah-buahan yang sehat beserta sayur-sayuran, karena kau sedang hamil jadi kau harus memakan itu setiap hari, agar kau tetap sehat" Jawab Alvaro.
"Kau menjadi over protective suamiku, tapi... Aku suka, Hahaha" Kata Queena dengan bercanda lalu menutupi dirinya dengan selimut.
"Jangan menutupi wajahmu dengan selimut, kau tidak akan bisa bernafas nanti" Tutur Alvaro dengan membuka selimut yang tengah menutupi wajah Queena.
"Al, berbaringlah aku ingin memeluk dirimu! Aku ingin pergi tidur" Pinta Queena pelan karena dirinya tengah mulai mengantuk.
"Baiklah, sekarang tidurlah dan pejamkan matamu" Tutur Alvaro dengan membaringkan tubuhnya lalu mengusap-usap pelan rambut Queena agar Queena cepat tertidur dan benar saja tak lama kemudian Queena'pun benar-benar tertidur.
'Terimakasih karena kau telah mau bertahan denganku! Dan kau sudah mau mengandung keturunanku, aku sudah mendapatkan kesempatan untuk menjagamu dengan baik maka aku pasti akan menjagamu dan melindungi'mu dengan sekuat tenagaku. Aku tidak akan pernah menyakitimu kembali dengan kata-kataku ataupun dengan tanganku! Karena aku mencintaimu' Batin Alvaro.
"Selamat malam anak-anak daddy, selamat malam juga mommy. Daddy mencintai kalian" Bisik pelan Alvaro diperut Queena yang masih rata itu lalu menciumnya dengan pelan setelah itu iapun langsung saja berbaring kembali untuk pergi menuju alam mimpi.
...*****...
...01:00...
Queena tiba-tiba saja terbangun dari tidurnya karena merasa lapar, padahal jelas-jelas sebelum ia pergi tertidur ia sudah lebih dulu mengisi perutnya ketika ingin pulang ke mansion tadi setelah dari rumah sakit, tapi ia justru kini malah menjadi lapar kembali. Mungkinkah itu efek dari bayi yang di kandung nya? Twins four dirgantara? Queena ingin membangunkan Alvaro tapi ia berfikir terlebih dahulu karena ia takut suaminya itu akan marah nanti jika ia membangunkannya tengah malam seperti ini, tapi ia juga tidak bisa menahan laparnya! Lalu dengan terus berfikir akhirnya Queena tetap memutuskan untuk pergi membangunkan Alvaro saja dari pada ia harus tidur dengan menahan lapar diperutnya.
"Suamiku" Panggil Queena dengan pelan.
"Sua--"
"Eeemmmm"
"Mengapa kau bangun?" Jawab Alvaro dengan nada seraknya, walaupun Alvaro tidur dengan sangat lelap tapi jika ada seseorang yang memanggilnya ketika ia tertidur ia tetap akan bisa mendengarnya bahkan jika itu sangat pelan! Tidak heran ketika Queena memanggil nama dirinya dengan pelan ia langsung terbangun.
"Aku lapar" Lirih pelan Queena.
"Lapar? Ini baru jam..... Jam satu? Kau lapar ditengah malam" Kata Alvaro dengan terduduk diatas kasurnya karena melihat Queena yang tengah terduduk pula.
"Hmm"
"Apa yang kau inginkan?" Tanya Alvaro dengan lembut, karena ia yakin bukan hanya Queena yang lapar tadi keempat calon anaknya pun ikut lapar.
"Aku ingin makan nasi goreng" Jawab Queena dengan antusiasnya, karena ternyata Alvaro tidak marah dengan'nya dan malah mempertanyakan apa yang ia inginkan.
"Baiklah, aku akan mencarinya keluar sekarang! Tunggulah disini dan berdoalah agar ada satu lestoran yang masih buka dijam seperti ini" Tutur Alvaro dengan bangun lalu pergi mengambil kunci mobilnya dan pergi melangkahkan kakinya.
"Tapi aku tidak ingin disini! Aku ingin ikut dan makan disana" Kata Queena yang memberhentikan langkah kaki Alvaro lalu Alvaropun langsung saja menatapnya.
"Angin malam tidak baik untuk kesehatanmu"
Ujar Alvaro dengan mendekatkan dirinya kepada Queena.
"Suamiku tapi aku ingin ikut denganmu dan pergi makan disana! Aku tidak ingin makan disini" Pinta Queena dengan wajah memelasnya.
"Aku tidak ingin kau dan Calon anak kita sakit nantinya sayang, Jadi diamlah disni" Terang Alvaro dengan memegang kedua bahu Queena.
"Tapi... Baiklah" Ujar Queena dengan pasrah walau sebenarnya ia ingin sekali pergi makan diluar di jam seperti ini, tapi ia tidak bisa membantah perkataan Alvaro ia takut nantinya Alvaro malah memarahinya.
"Menurutlah! Angin malam tidak baik untukmu kau mengerti?" Balas Alvaro dengan mengusap pelan rambut panjang Queena.
"Hmmm"
"Kalau begitu duduklah dan tunggu aku" Tutur Alvaro.
"Aku mengerti" Jawab Queena dengan tersenyum kecil, setelah melihat Queena menyetujui permintaannya akhirnya Alvaropun pergi keluar dari kamarnya untuk membeli makanan yang diinginkan oleh Queena.
Tapi ketika Alvaro baru saja sampai dibawah ia tidak sengaja bertemu dengan Maura yang habis dari arah dapur dengan memegang gelas ditangannya. Alvaropun langsung saja bertanya kepada Maura mengapa Maura tidak tidur.
"Mommy" Panggil Alvaro yang entah sengaja melihat Maura.
"Al? Kau ingin kemana nakk?" Tanya Maura yang melihat Alvaro turun dari tangga dengan memegangi kunci mobil miliknya.
"Aku ingin keluar pergi membeli nasi goreng untuk Anna! Katanya ia lapar" Jawab Alvaro.
"Ohh, lalu dimana Anna?"
"Diatas, sebenarnya ia ingin pergi ikut denganku dan makan diluar tapi aku melarangnya karena aku tidak ingin ia terkena angin malam" Jelas Alvaro.
"Al! Sebaiknya kau ajaklah Anna untuk makan diluar" Tutur Maura kepada sang putra.
"Kenapa?"
"Istrimu sedang mengidam Al! Atau lebih tepatnya itu keinginan calon anakmu, jika Anna meminta sesuatu kau harus menurutinya atau kau nantinya akan menyesal" Nasihat Maura.
"Menyesal kenapa?"
"Jika kau tidak menuruti permintaannya, maka nantinya kau akan mempunyai anak yang suka ileran, kau tidak ingin mempunyai anak yang ileran bukan?" Tanya Maura dengan menaikkan satu alisnya.
"Tentu saja tidak"
"Jadi pergilah kembali masuk kamar, dan ajaklah Anna pergi makan ditempat yang ia inginkan! Mommy tidak mau nantinya cucu-cucu mommy semua pada ileran. Hanya karena kau tidak menuruti apa yang calon cucu mommy inginkan" Ujar Maura lalu pergi masuk kedalam kamarnya kembali yang memang berada dibawah.
"Ileran? Tidak-tidak akut tidak ingin mempunyai anak yang selalu ileran" Gumam Alvaro lalu naik kembali keatas untuk menuju kamar miliknya dengan langkah yang terburu-buru.