
...30 menit kemudian......
...Ruang Tamu...
"Hoammm" Hamuai Queena yang baru saja turun dari anak tangga.
"Aku ingin tidur kembali" Gumam Queena lalu berjalan menuju tempat dimana Alvaro tengah duduk, dan tanpa sadar Queenapun tiba-tiba saja membaringkan tubuhnya diatas sofa dan menaruh kepalanya tepat dipaha Alvaro.
"Queena"
"Al, kau tau aku masih mengantuk! Entahlah hari ini rasanya aku sangat-sangat mengantuk. Aku ingin tidur seharian" Kata Queena dengan memandang wajah Alvaro yang tengah menatapnya dengan tatapan aneh.
"Apa sekarang kau ingin menjadi putri tidur?" Tanya Alvaro dengan mengelus rambut panjang Queena dengan lembut dan merekapun tidak luput dari penglihatan Sesillia dan juga David.
Jadi tadi David memang disuruh datang oleh Alvaro entah karena apa, makanya David bisa berada di mansion Kusuma saat ini bersama dengan Sesillia secara tiba-tiba.
"Tidak tau"
"Bangunlah, kau belum sarapan sedari tadi bukan? Apa kau tidak merasa lapar?" Titah Alvaro dengan menyuruh Queena untuk bangun dan pergi bersarapan karena sedari pagi Queena belum mengisi perutnya dengan makanan sedikitpun.
"Tapi aku masih belum lapar Al" Tutur Queena dengan nada menolak untuk pergi makan.
"Bagaimana mungkin kau belum lapar sayang? Ini sudah sore, bahkan kau belum memakan apapun sedari pagi, bagaimana mungkin kau bisa tidak lapar" Tanya Alvaro yang semakin dibuat bingung oleh tingkah Queena saat ini.
"Aku sudah mengatakannya bukan? Bahwa aku tidak lapar" Lirih Queena dengan terduduk dan menatap wajah Alvaro dengan wajah memelas.
"Tidak bisa, kau harus makan sekarang. Ikut denganku, aku akan menyuapimu makan" Ajak Alvaro dengan perlahan membangunkan kembali tubuh Queena yang tadi terbaring di sisi nya.
"Al, aku tidak mau"
"Tidak ada penolakan"
...Ruang Makan...
"Duduk" Titah Alvaro pada Queena dan aku tidak mau Queena'pun duduk bersaman dengan David dan Sesillia yang juga ikut serta mengikuti keduanya ke ruang makan.
"Al"
"Al!"
"Ishhhhh, ah ya baiklah suamiku" Panggil kembali Queena.
"Hmmmm?" Dehem Alvaro tanpa menoleh kearah Queena karena dirinya tengah mengambilkan makanan untuk Queena sang istri.
"Jangan banyak-banyak! Aku sedang tidak ingin makan soalnya" Pinta Queena dengan nada sedikit kesal terhadap Alvaro.
"Hanya sedikit, tidak banyak. Jadi.... Buka mulutmu sekarang" Ujar Alvaro lalu menyuapkan Queena dengan makanan yang ia pegang.
"....."
"Muka mulutmu"
"....."
"Lagi"
"....."
"Sudah Al! Aku sudah kenyang" Tolak halus Queena pada Alvaro yang tengah menyuapinya.
"Tidak bisa! Kau baru makan tiga suap saja, bagaimana bisa kau sudah kenyang! Buka mulutmu"
"Tapi Al"
"....."
David dan Sesillia hanya bisa menonton saja drama Queena dan Alvaro tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, karena mereka berdua tidak ingin ikut campur dalam urusan rumah tangga Queena dan
Alvaro.
...15 Menit kemudian......
"Aku sudah kenyang"
"Baik"
"Bolehkah aku kembali tidur?" Tanya Queena dengan pelan.
"Ha?" Bengong David dan Sesillia bersamaan karena mendengar suara pelan Queena yang mengatakan ingin pergi tidur kembali, padahal jelas-jelas Queena baru saja selesai makan dan baru bangun pastinya. Dan kini Queena ingin kembali tidur.
"Kau baru makan sayang, mana bisa langsung pergi tidur? Makanan yang kau makan saja bahkan belum turun" Bingung Alvaro pada Queena.
"Tapi aku ingin tidur lagi"
"Tidak bisa. Sekarang bersiaplah dan ikut denganku" Tolak Alvaro.
"Kemana?"
"Bersiaplah terlebih dahulu! Baru aku akan memberitahumu" Tegas Alvaro.
"Baiklah"
Setelah itu Queena pun pergi meninggalkan Alvaro, David dan Sesillia untuk mempersiapkan dirinya yang entah ingin Alvaro ajak kemana.
Penampilan Queena:
"Kau ingin mengajakku kemana Al?" Tanya lagi-lagi Queena pada Alvaro karena masih penasaran.
"Kantor"
"Kantor apa?"
"Perusahan sayang. Memangnya apa lagi? Memangnya kamu mau aku ajak ke kantor polisi? tidak kan" Terang Alvaro yang dibuat gemas oleh Queena.
"Untuk apa kau mengajakku kesana Al?"
"Menurutmu?"
"Al, aku bertanya padamu! Mengapa kau malah bertanya balik padaku" Gerutu Queena.
"Tentu saja untuk memantau mu, agar kau tidak kembali tidur dan satu lagi aku juga akan mengajakmu ke suatu tempat nanti setelahnya" Jelas Alvaro.
"Baiklah"
"Dimana Sesillia dan David?" Tanya Queena yang bertanya kepada Alvaro karena dirinya tidak melihat Sesillia dan David lagi.
"Mereka sudah pulang"
"Owhh"
"Sudah, sebaiknya kita berangkat"
"Baiklah, Al"
...*****...
...Dirgantara Company...
...Ruangan Alvaro...
"Sayang" Panggil Alvaro pada Queena yang sedang sibuk memakan cemilan yang diberikan oleh Alvaro tadi dengan menonton drama.
"Hmmm"
"Amanda dia..."
"Ada apa dengan Amanda?" Tanya Queena yang langsung menatap wajah Alvaro karena penasaran.
"Dia terkena kanker otak dan sudah memasuki stadium akhir/4" Cerita Alvaro.
"Apaaaaaaa" Teriak Queena yang terkejut karena mendengar perkataan Alvaro.
"Lalu, bagaiman keadaannya sekarang Al?"
"Yaa, Dia harus menjalankan perawatan rutin untuk memperpanjang sisa umurnya, dan... Dia juga minta padaku bahwa disaat-saat terakhirnya dia ingin berdua bersamaku. Bagaimana menurutmu?" Kata Alvaro lalu berjalan mendekat kearah Queena.
"....."
'Aku tidak tau, apakah Amanda benar-benar terkena kanker otak atau ia hanya berpura-pura saja! Tapi mengapa firasatku selalu mengatakan akan ada hal yang buruk padaku' Batin Queena.
"Kenapa kau diam?"
"Turuti saja permintaannya Al, bukankah kau mengatakan bahwa Amanda ingin berdua bersamamu disaat-saat terakhirnya?" Tutur Queena.
"Baik" Jawab Alvaro dengan nada sedikit kecewa, karena sebenarnya ia ingin mendengar bahwa Queena cemburu padanya tapi nyatanya Queena malah mengizinkannya.
"Kau kenapa?"
"Tidak ada" Balas Alvaro lalu pergi kembali menuju kursi kebesarannya dan melanjutkan kembali kerjanya.
'Aku tau Al! Apa yang sebenarnya kau tunggu dari jawabanku' Batin Queena dengan tersenyum simpul.
Lalu Queena'pun perlahan mendekati Alvaro yang kembali sibuk dengan pekerjaannya, dan setelah sampai di bangku kebesarannya Alvaro. Queena'pun langsung duduk diatas pangkuan Alvaro hingga membuat Alvaro terkejut akan tingkah Queena.
"Katakan, padaku bahwa kau menunggu jawaban dariku bahwa aku cemburu bukan?" Pinta Queena dengan tersenyum manis lalu melingkarkan tangannya di leher jenjang Alvaro.
"Tidak"
"Kau berbohong, apa kau ingin tau jawabanku yang sebenarnya? Hmmmm" Ujar Queena dengan nada mengejek.
"Jangan bergerak" Kata Alvaro.
"Kenapa?"
"Atau kau akan membangunkan sesuatu sayang" Jawab Alvaro dengan memperingati Queena yang terus saja bergerak dan tidak bisa berhenti.
"Apa? Bangunkan apa?" Tanya Queena dengan kebingungan karena mendadak ia menjadi tidak mengerti apa yang di maksud dengan Alvaro, padahal seharusnya sudah jelas dengan apa yang ia lakukan maka yang di maksud Alvaro suaminya membangunkan sesuatu itu ia sadar, nyatanya Queena malah menunjukkan wajah polosnya kepada Alvaro sang suami.
"Aku bilang jangan bergerak sayang" Pinta Alvaro dengan berusaha untuk tetap tenang dan baik-baik saja setelah apa yang Queena lakukan pada dirinya itu.