My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S1: Sebuah flashback (Williams)



"Kalian pasti salah orang... Aku bukanlah putri kalian... Aunty, kau tau? aku ini adalah seorang anak panti asuhan yang telah dibuang oleh keluargaku. Dan ketika aku beranjak dewasa aku mulai diadopsi oleh kakak ku yaitu ka Queena, itupun disaat aku berumur lima belas tahun jadi tidak mungkin aku adalah putri kalian" Jelas Sesillia lalu dengan mendekat kearah Queena dan menjauh kearah wanita cantik tersebut yang bernama Silsila yang mana mengaku sebagai ibu kandung dari Sesillia.


"Nakk... mungkin kau tidak mengenal kami, tapi kami mengenalmu nakk!! Kau putri kami, nmamu sebenarnya adalah Sesillia Arsyila Putri Williams. Kau adalah putri dari keluarga Williams" Ujar Gani dengan jujur tanpa berbohong bahkan itu bisa dilihat dari raut wajahnya yang sedang berbicara.


"Ka Queena, coba katakan pada mereka. Bahwa aku bukanlah putri mereka, kau pasti tau bukan ka? Kalau aku adalah anak panti asuhan yang kau adopsi!?Waktu aku masih bayi aku sudah berada di panti Asuhan... Bunda panti pasti sudah menceritakannya bukan kepadamu? Ka!! coba jelaskan kepada mereka. Bicaralah dan katakan pada mereka" Kata Sesillia sambil menatap manik mata Queena untuk meminta bantuan agar Queena mau mengatakan yang sebenarnya kepada kedua orang tua yang mengaku bahwa mereka adalah orang tua kandung dari dirinya itu.


"Sesillia, dengarkan kakak. Kau percaya bukan dengan apa yang setiap kakak ucapkan?" Tanya Queena yang membuat Sesillia kebingungan.


"Selama ini kakak tidak pernah berbohong padamu bukan? kau percaya kakak kan?"


"Aku sangat percaya dengan setiap ucapanmu ka" Jawab Sesillia dengan vepat walaupun dirinya dibuat bingung saat ini oleh Queena maupun yang lain.


"Kau tau Sesillia? Mereka berdua memang benar adalah orang tua kandungmu. Yang selama ini kau cari dan nantikan mereka, dan mereka punya cerita dibalik mengapa kau bisa berada di panti asuhan saat itu, dimana disaat kau masih bayi kau sudah terlantarkan di depan pintu panti saat itu... jadi dengarkan mereka dulu okey? Jangan menangis kakak sangat tidak suka jika melihatmu mengeluarkan air mata walau hanya setetes. Kau mengerti Sesillia?" Terang Queena dengan menghapus air mata Sesillia yang keluar dari pelupuk matanya... tapi tiba-tiba saja Sesillia menghindar dan mundur secara perlahan disaat Queena ingin menghapus air matanya.


"Tidak!!"


"Ini tidak mungkin ka! Aku bukanlah putri dari keluarga Williams. Aku hanyalah anak panti asuhan yang dibuang oleh keluargaku... Mereka bukanlah orang tuaku... Orang tua'ku sangat kejam sedangkan mereka sangat bertolak belakang" Gumam Sesillia dengan perlahan-lahan memundurkan langkah kakinya. Dan gumam'nya tadi masih bisa didengar oleh semuanya.


"Sesillia, dengarkan aunty dulu naaakkk!!" Kata Alea yang ingin mendekat kearah Sesillia tapi tiba-tiba saja Sesillia berlari menuju kamarnya dan tidak menghiraukan perkataan dari Alea maupun Queena.


"Sesilliaaaaa!!" Teriak Queena dengan memanggil Sesillia karena yang melihat Sesillia berlari menuju kamarnya dengan Isak-kan kecil yang keluar dari mulutnya yang sangat terdengar jelas.


"Aunty Silsila, uncle Gani, jangan khawatir aku yakin Sesillia pasti akan menerima kalian nanti... tapi saat ini biarkan Sesillia menenangkan dirinya terlibat dahulu sendiri" Pinta Queena yang dibalas anggukkan kecil oleh keduanya.


"Tidak apa naakk Queena... Aunty paham" Balas Silsila dengan menghapus kedua air matanya sambil tersenyum sendu membalas tatapan Queena.


"Hmmmm, bagaimana jika kalian berdua tinggal dulu disini... dan nanti kalian bisa menceritakan kejadian yang sebenarnya pada Sesillia jika ia sudah tenang" Sahut Zayynn yang merasa iba terhadap keluarga Williams, karena sudah kehilangan putri semata wayangnya yang sangat mereka cintai selama bertahun-tahun tapi ketika bertemu justru putrinya mereka tidak mau mengakui mereka.


"Terimakasih, nakk Zayynn" Balas Gani dengan tersenyum manis.


"Sama-sama"


...Kamar Sesillia...


"Hikssss... hikssss...."


"Hikssss... hikssss... Ka Queena pasti sedang berbohong kepadaku, hikssss... Aku bukanlah putri dari keluarga Williams... Karena... aku hanyalah putri dari panti asuhan yang sudah dibuang oleh keluargaku..." Gumam Sesillia dengan memandang foto masa kecilnya saat dirinya masih berada dipanti asuhan.


"Jika memang mereka adalah kedua orang tua kandungku... Lalu, Mengapa mereka membuangku? Hikssss... dan mengapa ingin mengambilku kembali ketika aku sudah beranjak dewasa? menapa... Hikssss... hikssss..." Isak Sesillia sambil memeluk kedua lututnya dan menangis dipojok kamarnya.


"Ka Queena, selalu berkata bahwa dunia ini tidak adil baginya. Dan sekarang aku juga percaya bahwa dunia memang tidaklah adil bagiku dan Ka Queena! Takdir? Hikssss... Takdir juga tengah mempermainkan diriku saat ini hikssss..." Tangis Sesillia yang semakin menjadi.


"Kapan ini berakhir, hikssss... hikssss..."


...Tokkk tokkk tokkk...


"Sesillia, apa kakak boleh masuk?" Tanya Queena yang berada didepan pintu kamar Sesillia saat ini.


"Masuk saja ka, hikssss..." Jawab Sesillia dengan buru-buru duduk diatas kasurnya dan buru-buru menghapus sisa air matanya juga.


...Ceklekkk...


"Sesillia" Panggil Queena dengan berhamburan memeluk tubuh Sesillia yang masih gemetar kecil karena menahani isak tangisnya itu.


"Sesillia tenanglah... Jangan menangis..." Kata Queena dengan mempererat pelukannya.


"Sini berbaringlah... Kakak tau kau pasti sangat capek saat ini" Tutur Queena dengan membaringkan Sesillia yang masih terisak dan tidak lupa ia juga ikut membaringkan tubuhnya disamping Sesillia dan memeluk erat tubuh Sesillia.


"Sesillia apa kau mau mendengar cerita mengapa kau bisa berada di panti asuhan saat kau masih bayi?" Tanya Queena yang ingin menceritakan tentang kisah dibalik Sesillia yang terbuang kepanti asuhan.


"Baiklah, maka dengarkan ini baik-baik"


...Flashback...


...19 Tahun yang lalu.......


...Hospital Dirgantara...



"Sayang kau ingin menamai siapa putri kecil kita ini?" Tanya seseorang wanita cantik yang baru saja melahirkan seorang putri kecil didalam keluarganya. Dan wanita tersebut yang tak lain adalah Silsila yang mana dirinya baru saja dipindahkan ke dalam ruang rawat karena ia baru saja melahirkan sosok bayi mungil yang cantik.


"Emmmm?"


"Sesillia Arsyila Putri Williams? Bagaimana... Apa kau suka sayang?" Tanya balik Gani sambil menatap wajah sang istri tercintanya Silsila, yang kian masih terlihat lelah pasca melahirkan seorang malaikat kecil keturunannya itu.


"Nama yang cantik seperti wajahnya... Aku menyukainya, namanya hampir mirip denganku" Jawab Silsila dengan tersenyum manis lalu mulai memandangi wajah mungil bayi perempuan itu yang tak lain adalah Sesillia.


"Putri papa yang cantik, kau pasti suka dengan nama yang papa berikan bukan? Hmmm...." Ucap Gani pelan dengan mengelus wajah imut Sesillia bayi.


"Sayang" Panggil Silsila.


"Ada apa sayang?" Tanya Gani lalu menatap wajah sang istri.


"Entah menapa firasatku mengatakan akan yang terjadi sesuatu nanti" Kata Silsila menatap wajah sang suami Gani dengan serius serta dengan raut wajah khawatir.


"Sayang dengarkan aku... itu hanyalah sebuah firasat saja. Yakinlah kalau nanti tidak akan pernah terjadi apa-apa kepada kita dan juga Sesillia" Ujar Gani dengan menarik Silsila kedalam pelukannya dengan sangat erat.


"Tapi--"


"Tidak ada tapi-tapian sayang... Sekarang tidurlah, kau pasti lelah karena abis melahirkan Sesillia putri kita" Tutur Gani yang memaksa Silsila sang istri untuk membaringkan tubuhnya dan kemudia Sesillia bayi di ambil alih olehnya.


"Tidurlah, aku akan menjaga kalian berdua disini" Titah Gani dengan menaruh Sesillia didalam box bayi miliknya dan tak lama kemudian Silsila'pun tertidur.


"Kenapa aku juga merasa akan ada sesuatu yang akan terjadi kepada kita dan Sesillia" gumam Gani.


...*****...


...Keesokan harinya.......


"Apa kau sudah siap?" Tanya Gani pada Silsila karena sekarang mereka akan pulang bersama sikecil Sesillia.


"Sudah sayang" jawab Silsila.


"Baiklah waktunya kita pulang" Ucap Gani dengan bersemangat.


Setelah itu mereka berdua'pun langsung saja mulai menaiki mobil miliknya, untuk menuju kediaman keluarga Williams. tapi saat di pertengah perjalanan tiba-tiba saja ada sekelompok orang yang menghalangi jalannya mereka dan itupun membuat Silsila ketakutan hingga menggendong Sesillia begitu eratnya.


"Suamiku"


"Sayang bagaimana ini? Aku takut" Kata Silsila dengan mempererat gendongan Sesillia.


"Jangan takut sayang... Kau diamlah disini dan jangan keluar, jaga putri kita dengan baik. Mengerti?" Tutur Gani diangguki Silsila tapi sebelum ia keluar untuk menangani sekelompok pembunuh itu ia terlebih dahulu mencium pipi mungil Sesillia dan Silsila secara bergantian.


"Paatuhlah, jaga putri kita dengan baik"


"Jangan takut" Kata Gani lalu mencium kening Silsila kembali setelah itu iapun keluar.