
"Akhirnya... Selesai jugaaa" Kata Queena dengan tersenyum lalu iapun langsung saja mulai pergi menuju keatas, lebih tepatnya ke kamarnya untuk membangunkan Alvaro yang entah sudah bangun atau masih tertidur.
...Ceklekkkk...
"Sudah sangat siang Alvaro belum juga membuka matanya?" Gumam Queena lalu mendekatkan dirinya kepada Alvaro dan terduduk di depan wajah Alvaro dan berkata.
"Jika kau sedang tertidur seperti ini... kau sangatlah tampan Al... Tapi jika kau sudah membuka matamu, kau sangatlah menakutkan sama halnya dengan gorila yang berada di taman hewan (Kebun binatang)" Lirih Queena pelan dengan mengelus kepala Alvaro tapi tiba-tiba pergerakannya terhenti karena tangannya tiba-tiba ditarik oleh Alvaro.
...Grepppp...
"Kau ingin membunuhku?" Tanya Alvaro datar dengan suara khas bangun tidur dan tak lupa tangannya yang masih setia mencekal pergelangan tangan Queena dengan sangat erat.
"A-Al... Kau sudah bangun?" Tanya Queena.
"Jawab pertanyaan kuu!!" Tegas Alvaro dengan mempererat genggaman tangannya kepada Queena hingga membuat Queena merintih kesakitan.
"Awww... Al! aku tidak ingin membunuh'mu, tapi aku ingin membangunkan'mu untuk ikut sarapan denganku saja Al... kumohon lepaskan lenganku, Ini sangatlah menyakitkan" Rintih Queena dengan memberontak agar lengannya mau dilepaskan oleh Alvaro.
"Aaawsss..."
"Pergilah, makan sendiri aku tidak sudi makan berdua bersama dengan'mu..." Ujar Alvaro yang melepaskan lengan Queena dengan sangat kasar.
"Tapi Al--!" Ucap Queena terpotong.
"Pergi atau aku bunuh kau!" Ancam Alvaro lalu pergi begitu saja meninggalkan Queena dan masuk kedalam kamar mandi.
'Aku tidak peduli seberapa kau ingin menyakiti'ku... Seberapa kau ingin mengancam'ku... atau melukaiku... aku tetap tidak akan pernah membalas setiap perbuatan'mu kepadaku Varo!! Karena bagaimana'pun juga kau sudah beberapa kali terluka karena aku' Batin Queena dengan memegangi lengannya yang merah akibat cengkraman Alvaro tadi yang begitu kasar terhadapnya.
...*****...
"Kau ingin kemana, Al?" Tanya Queena yang melihat Alvaro sangat rapih dan ingin pergi entah kemana.
"Bukan urusanmu" Ketus Alvaro dengan berjalan begitu saja.
"Itu urusanku Al! kemanapun kau ingin pergi kau harus memberitahu'ku karena aku adalah istrimu!" Tegas Queena dengan mendekat kearah Alvaro.
"Istri? Hehhhh... Bagi diriku kau hanyalah orang asing Queena!, Yang pantas menjadi istriku hanyalah gadis kecilku bukan dirimu. Campakkan itu Queena" Kata Alvaro dengan mengepalkan kedua tangannya karena dirinya kini lagi-lagi mulai tersulut emosi.
"Al... Tidak bisakah kau memberiku kesempatan untuk mendapatkan hatimu? Kau tau aku sangat--." Ucap Queena terpotong karena Alvaro tiba-tiba saja.
...Plaaakkkk...
...Bruuukkkk...
"Diaammm Queena... Sampai kapan'pun aku tidak akan pernah mencintai'muuu... Ataupun menyukaimu!! Ingat Itu Queena" Bentak Alvaro lalu pergi begitu saja tanpa ingin membantu Queena untuk berdiri akibat tamparan'nya yang ia berikan dengan keras hingga mengakibatkan Queena terjatuh kelantai dan keningnya berdarah.
"Alvaro... Dengarkan aku... Sampai kapan'pun Aku akan tetap mencintaimu... Aku tidak akan Pernah menyerah untuk mendapatkan hatimu, Alvaro" Teriak Queena dengan meneteskan air matanya dan menahan sakit akibat benturan yang terjadi karena ulah Alvaro yang menamparnya hingga membuat dirinya terjatuh dan terbentur lantai secara keras.
"Nona Queenaaa, mari bibi bantu" Ujar bi Lin yang membantu Queena untuk berdiri, karena dirinya tidak sengaja mendengar semua perkataan antara Alvaro dan Queena tadi.
"Hikssss...Terimakasih bibi" Balas Queena dengan berdiri.
"Sama-sama nona! nona, mari bibi bantu bersihkan luka yang ada di kening nona" Jawab Bi Lin dengan menyuruh Queena duduk dan dirinya pergi menjadi kotak obat untuk merawat luka Queena.
...*****...
...Brraaakkkk...
"Sial! Sial! Sial!" Marah Alvaro.
"Aku membencimu Queenaaa!! Aku sangat-Sangat membencimu... Sampai kapan'pun aku akan selalu membenci'mu..." Teriak Alvaro dengan memukul keras stir mobil untuk melampiaskan amarahnya terhadap Queena.
"Mengapa... Mengapaaa!! Mengapa setiap kali aku menyakiti'mu aku juga akan merasakan rasa sakit yang sama seperti yang kau rasakan, Mengapa!! padahal Jelas-jelas kau bukanlah Angel'ku. Queenaaa!! Arghhhhhh...." Histeris Alvaro yang juga ikut menangis sama halnya seperti Queena tadi karena kini pikirannya mulai bercampur aduk.
Untuk teriakan Queena tadi yang mengatakan bahwa Queena akan tetap mencintainya dan juga akan terus berjuang untuk mendapatkan hatinya. Alvaro juga mendengar'nya karena Queena berucap seperti itu dengan berteriak dengan sangat keras.
Bahkan saat Alvaro mendorong Queena hingga terbentur kelantai dan menggakibat'kan Queena terluka. Alvaro'pun merasa sedikit iba terhadap Queena sebenarnya, tapi ia tidak ingin membantu Queena karena ia takut Queena akan berfikir yang tidak-tidak terhadapnya. Makanya iapun terburu-buru pergi dan masuk kedalam mobilnya.
...*****...
"Lohhh, Al? Kenapa kau datang ke apartemen'ku? Bukankah seharusnya kau bersiap untuk pergi bulan madu dengan kakak ipar Queena?" Tanya David yang keheranan dengan kedatangan Alvaro di apartemen miliknya, bahkan Alvaro datang dengan wajah yang terlihat sangat frustasi dan baju yang berantakan karena tadi ia sempat melampiaskan semua amarahnya di mobil sebelum datang ke apartemen milik David.
"Aku akan menginap disini untuk tiga hari kedepan, jangan beri tahu mommy tentang hal ini" Kata Alvaro tanpa menjawab pertanyaan David tadi, lalu pergi masuk begitu saja.
"Tapi Al--" Kata David yang terpotong dengan ucapan Alvaro.
"Aku sangat pusing, sebaiknya kau jangan dulu bertanya kepadaku David" Ucap Alvaro lalu pergi memasuki kamar David begitu saja.
"Apa yang sebenarnya telah terjadi antara Alvaro dan kakak ipar Queena?" Lirih pelan David dengan menatap punggung Alvaro yang telah masuk kedalam kamar miliknya.
'Sebaiknya aku mencari tahu tentang hal ini tanpa sepengetahuan Alvaro saja' Batin David lalu iapun mengambil kunci mobil milik'nya yang di berikan oleh Alvaro saat dirinya berulang tahun, setelah itu iapun langsung pergi menuju mansion Alqueen.
Jangan bertanya kepada David mengapa ia bisa tau mengenai mansion baru milik Alvaro dan Queena, karena sebenarnya David sendirilah yang memberikan ide kepada Maura dan keluarga Atmadja yang lainnya untuk memberikan sebuah mansion baru kepada Alvaro dan Queena. Makanya David sudah tau mengenai jalan atau lebih tepatnya lokasi mansion baru milik Alvaro dan Queena.
Dan kini David pergi menuju ke mansion Alqueen sebab ia ingin bertanya kepada Queena secara langsung apa yang sudah terjadi kepada dirinya dan Alvaro, hingga membuat Alvaro yang baru saja menikah dengan Queena justru malah tinggal bersama dengannya.
...*****...
..."Someone who looks tough is not the one who never feels sad. He behave like nothing is wrong, but his heart is hurt."...
...(Seseorang yang terlihat kuat bukanlah seseorang yang tidak pernah merasakan sedih. Ia bersikap seperti tidak ada yang salah walaupun hatinya terasa sakit/terluka)...
_Queena Angelina Kusuma/Dirgantara🌹.
..."Love can sometimes be magic but magic can Sometimes just be an ilusion."...
...(Terkadang cinta adalah sebuah keajaiban, Tetapi terkadang juga sebuah ilusi.)...
_Alvaro Kenan Dirgantara 🥀.
..."Kau yang dulu begitu periang dan penyayang...!! kini berubah menjadi seseorang yang dingin, tanpa senyuman maupun kasih sayang."...
_Maura Dirgantara 🥀.