My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S1: Adegan mata



"Nyonya" Panggil seseorang yang tak lain adalah bi Lin yang datang dengan membawa nampan berisi vitamin dan makanan untuk Queena sama seperti yang Alvaro tadi katakan.


"Bibi" Panggil Queena dengan lirih.


"Mohon, nyonya jangan terlalu banyak bergerak! Atau nanti tuan akan marah" Pinta bi Lin yang meminta Queena untuk tidak banyak bergerak, karena Alvaro telah memerintahkan-nya untuk tidak membiarkan Queena terlalu banyak bergerak.


"Baiklah bi" Balas Queena dengan patuh.


"Nyonya, makanlah... Dan setelah itu nyonya bisa meminum vitamin nyonya" Titah bi Lin yang duduk disamping Queena untuk menyuapi Queena makan.


"Hmmm, terimakasih bi" Ucap Queena dengan mengangguk kecil lalu memakan makanan yang bi Lin berikan padanya, yaa... Queena kini tengah di suapi oleh bi Lin.


"Bibi" Panggil Queena.


"Iyaa nyonya" Jawab Bi Lin dengan menatap wajah pucat Queena.


"Bibi, bisa bibi ceritakan tentang kejadian barusan... kejadian hari ini! Aku yakin bibi pasti mengetahuinya bukan" Pinta Queena kepada bi Lin.


"Mohon maaf nyonya, bibi memang tau tentang kejadian hari ini! Tapi bibi tidak berani untuk menceritakannya nyonya... Mungkin nyonya muda bisa bertanya kepada yang lainnya saja. Tapi kalau dengan bibi... Bibi tidak berani" Balas Bi Lin.


"Hmmm, tidak apa bi! Terimakasih" Jawab Queena dengan pelan.


"Nyonya ini... Minumlah vitamin anda" Kata bi Lin dengan memberikan vitamin milik Queena kedalam mulut Queena, lalu setelah itu bi Lin memberikan minum untuk Queena.


"Sudah selesai nyonya, kalau begitu bibi pamit... Karena pekerjaaan didapur masih banyak" Pamit bi Lin yang diangguki oleh Queena.


"Pergilah bi, terimakasih" Ucap Queena.


"Sama-sama nyonya" Balas bi Lin.


...*****...


...Beberapa hari kemudian.......


Setelah beberapa hari didalam ruang medis kini Queena sudah kembali sembuh seperti sedia kala, bahkan kini Queena sudah diperbolehkan oleh Alvaro untuk keluar dari ruang medis, berbeda dengan beberapa hari yang lalu ketika Queena meminta kepada Alvaro untuk keluar dari ruang medis, Alvaro justru tidak mengizinkannya. Tapi kali ini setelah dirinya benar-benar pulih Alvaro mengizinkannya untuk keluar dari ruang medis.


Dan perihal Alvaro... Kini ia masih tidak ingin terlalu banyak berbicara kepada Queena! Alvaro berbicara kepada Queena hanya menyangkut kesehatannya saja... Alvaro memang masih marah kepada Queena hingga membuatnya tidak ingin terlalu lama didekat Queena, bahkan ketika Queena berbicara dengannya ia hanya akan membalas 'Hmmm' 'Yaa' 'Baiklah' dan yang lainnya selebihnya tidak.


Alvaro marah kepada Queena agar Queena sadar dengan apa yang telah ia lakukan kepada anak-anaknya, Alvaro mendiamkan Queena karena Alvaro ingin tau Apakah Queena akan merasa bersalah atau tidak! Terhadapnya maupun terhadap anak-anaknya.


Bahkan ketika malam, Alvaro lebih memilih untuk tidur di sofa dari pada tidur satu ranjang dengan Queena, lalu ketika sarapan atau makan malam pun. Alvaro lebih memilih makan belakangan dari pada harus bersama dengan Queena. Alvaro melakukan semua itu kepada Queena hanya untuk membuat Queena sadar dengan apa yang telah ia lakukan, dan membuat Queena tidak akan pernah mengulangi kesalahannya kembali.


...Dirgantara Company...



Kini Alvaro tengah sibuk dengan perusahaan miliknya, bukan perusahaan kusuma grup karena sekarang perusahaan kusuma grup tengah di pimpin oleh Zayyann untuk beberapa hari, selebihnya Alvaro.


Alvaro tidak sadar dengan kedatangan seseorang yang entah siapa itu, karena dirinya yang terlalu fokus kepada tumpukan kertas berharga miliknya yang telah ia tinggalkan beberapa hari lalu.


Perlahan orang itupun, mendekat kearah Alvaro dengan membuka satu persatu baju miliknya hingga menyisakan baju dalamnya dan ****** ******** saja, Lalu... Orang itupun mulai berjalan kebelakang Alvaro dan... Dengan tiba-tiba orang itupun memeluk erat leher Alvaro hingga membuat Alvaro terkejut dibuatnya.


"Siapa kau!"


"Lepaskan tanganmu" Tanya Alvaro dengan datar lalu berbalik untuk melihat siapa yang datang dengan diam-diam sambil memeluknya.


"Amanda"


"Kau!"


"Apa yang kau lakukan... Cepat kenakan pakaianmu" Pinta Alvaro yang langsung berbalik kembali setelah melihat Amanda yang datang dengan diam-diam dan hanya memakai pakaian dalamnya saja.


"Al" Panggil Amanda.


"Menjauh dariku" Tegas Alvaro kepada Amanda tapi Amanda justru tidak menghiraukan ucapannya dan malah terduduk diatas pangkuan Alvaro hingga membuat Alvaro menjadi marah terhadap Amanda.


"Amanda!!"


"Menyingkirlahh dari pangkuanku" Bentak Alvaro kepada Amanda.


"Aku tidak ingin... Kau tau hari ini aku adalah milikmu. Milikmu" Kata Amanda dengan memeluk erat leher Alvaro agar Alvaro tidak bisa melepaskannya dan ia masih setia berada diatas pangkuan Alvaro.


"Jangan menjadi wanita gila!! Cepat turun Amandaaa" Marah Alvaro dengan bersusah payah melepaskan pelukan Amanda dari lehernya.


"Aku memang sudah gila Al. Gila karenamu... Gila karena cintamu Al" Ucap Amanda dengan bersusah payah juga untuk mempererat pelukannya.


"Amandaaa! Lepaskan tanganmu dari leherku dan menyingkirlahh dari pangkuanku" Tegas Alvaro dengan berteriak.


"Tidak Al"


"Aku tidak ingin... Aku menginginkanmu Al! Hari ini kau harus menjadi milikku Al... Sudah cukup aku bersabar denganmu hingga membuatku harus berpura-pura sakit di depanmu... Itu semua sudah cukup Al" Ujar Amanda.


"Wanita gila! Menyingkirlahh" Geram Alvaro.


...Ceklekkkk...


...Bruuukkkk...


...Brraaakkkk...


"Aa-Al... kauuu"


"Amanda? Kalian..." Ucap seseorang yang datang secara tiba-tiba, lalu dengan cepat menutup pintu ruangan Alvaro dengan keras karena melihat adegan didepannya. Dan agar orang lain tidak melihatnya juga, jadi Queena menutup pintu ruangan Alvaro dari dalam dengan begitu keras menutupnya.


"Tidak mungkin... mereka"


Seseorang tersebut yang datang tak lain adalah Queena... Queena Angelina Kusuma atau lebih tepatnya Queena Angelina Dirgantara. Wanita cantik yang berstatus nyonya muda dirgantara, seorang istri SAH dari Alvaro Kenan Dirgantara yang datang secara tiba-tiba. Hingga membuatnya harus melihat adegan didepannya, Adegan yang seharusnya tidak ia lihat... Dan orang lain lihat, makanya ketika Queena baru saja membuka Pintu dan melihat didepannya ia langsung saja menutup pintu ruang kerja Alvaro kembali dengan keras.


"Anna" Ucap pelan Alvaro yang terkejut akan kedatangan Queena.


"Queena" Panggil Amanda dengan tersenyum kecil.


"Apa yang kalian lakukan... Kalian! Kalian" Teriak Queena dengan mata berkaca-kaca.


"Anna, ini tidak seperti apa yang kau lihat... Aku bisa menjelaskan" Jelas Alvaro dengan cepat lalu dengan sekuat tenang mendorong tubuh Amanda hingga membuat Amanda terjatuh kelantai.


"Diammm!!"


"Jangan mendekat hikssss... Jangan coba-coba mendekat kearahku Alvaro" Bentak Queena dengan menaikkan satu tangannya untuk memperingatkan Alvaro agar tidak mendekat kearahnya.


...Deggggg...


"Alvaro" Gumam kecil Alvaro.


"Anna... Aku bisa menjalankan semua ini" Kata Alvaro yang berusaha untuk menjelaskan semuanya kepada Queena, dengan perlahan mendekat kearah Queena.


"Jangan mendekat kearah-ku Alvaro Kenan Dirgantara!!"


"Aku sudah mengatakan untuk kau tidak mendekat. Apa kau dengar! Kau dengan amanda... Jangan hikssss..." Teriak Queena dengan histeris.


"Baik, aku tidak akan mendekat... Tapi dengarkan dulu penjelasanku" Tutur Alvaro dengan berhenti mendekat kearah Queena.


"Hikssss... hikssss... Apa yang harus kau jelaskan? Semuanya sudah jelas bukan hikssss... Kau dan Amanda. Kau hikssss... hiksss" Tangis Queena yang tidak kuat untuk kembali berbicara.


"Anna"


...*****...


...Yaa, author kembali... Akhirnya setelah beberapa hari Author libur Author bisa up lagi....


...Sebenarnya Cerita Ini belum selesai Author Revisi tapi karena Author gatel tangannya pengen Up jadi Author Up dehh, Maaf Author gak bisa kasih Triple Up😭 cuma bisa Dua Up doang🥲 tapi sebisa mungkin Author akan up malam ini....


...Terimakasih yang sudah setiap menunggu Author, Author sayang banyak-banyak sama kalian....


...Love You All♡♡♡....