My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S2: Ending dari segalanya



Arianna ketika menerima dokumen bukti dari Arkanza pun seketika terdiam sejenak, lalu saat mulai membacanya iapun tidak berkata sedikitpun. Ia justru malah menintikan air matanya dan mulai menatap wajah tampan Arkanza.


"Walaupun kau memberikanku bukti ini, tapi kau masih terlambat. Kedua orang tuaku sudah ingin menikahkan diriku dengan pria lain" Lirih Arianna dengan tersenyum kecil.


"Tidak! mereka sudah membatalkan nya, aku sudah bertemu mereka terlebih dahulu sebelum aku menemui dirimu. Mereka mengatakan padaku bahwa mereka telah memberikan ku satu kesempatan lagi" Elak cepat Arkanza.


"....."


...Grepppp...


"Tolong maafkan aku.... Aria aku bersumpah demi tuhan bahwa aku tidak ingin kau pergi dariku, aku mencintaimu selayaknya aku mencintai ibu ku. Aku mohon berikan aku satu kesempatan, lagi! kali ini untuk kesekian kalinya" Pinta Arkanza dengan menangis tanpa suara dan hanya air matanya saja yang keluar dari pelupuk matanya.


"Hikssss... Aku juga mencintaimu, tapi aku hanya takut hikssss... hikssss... takut bahwa apa yang aku harapkan kembali akan mengecewakan lagi" Isak Arianna kecil dengan membalas pelukan yang diberikan oleh Arkanza untuk nya.


"Tidak akan"


"Itu tidak akan, selagi kau ingin kembali berjuang sayang. Perbaiki! aku ingin kita kembali memperbaikinya, kau mau kan?" Ujar Arkanza dengan bertanya kepada Arianna.


"Emmmm"


"Hikssss... aku mau" Jawab Arianna dengan mengangguk'kan kepalanya pelan.


"Terimakasih"


"Terimakasih sayang, terimakasih"


"I love you"


"I love you too"


...*****...


...Beberapa hari kemudian.......


...Mansion Dirgantara...


"Kau tidak ingin ikut ke mansion?" Tanya Arianna kepada Arkanza yang mana baru saja mengantarnya kembali ke mansion utama setelah beberapa hari di mansion tengah hutan.


"Tentu saja aku akan ikut, kejutan dariku harus ada diriku juga" Jawab Arkanza dengan tersenyum manis kepada Arianna.


"Kejutan?"


"Iya sayang kejutan, tidak usah menunggu waktu lagi. Sebaiknya kita masuk karena hari ini adalah hari yang tidak akan pernah kita lupakan" Kata Arkanza yang kembali membuat Arianna kebingungan.


Arianna seketika terkejut dengan pemandangan yang ada didepannya, ketika dirinya baru saja masuk kedalam wilayah mansion utama dirinya dibuat melongo dengan pemandangan yang sangat indah tersebut.


Dimana pemandangan yang indah tersebut adalah pemandangan dimana Alkenzie serta Liora berada diatas panggung kecil yang lucu, dengan balutan gaun pengantin yang indah serta jas putih melekat yang indah pula di tubuh kekar sang kakak yaitu Alkenzie.


Seluruh taman besar kediaman keluarga dirgantara dipenuhi dengan bunga-bunga cantik yang berserakan dibawah serta para tamu dari kalangan atas pada hadir. Begitu juga dengan para keluarga yang hadir didalam acara.


"Ini....? acara pernikahan ka Alkenzie?" Tanya Arianna dengan tersenyum bahagia.


"Mari kita turun" Ajak Arkanza.


"Baiklah"


Arianna ketika baru saja hendak menginjakkan kakinya ke karpet berwarna merah tersebut sudah lebih dahulu sambut dan di buka'kan pintu mobilnya oleh para anak buah Dirga Grup, lalu kemudian di susul lah oleh anak buah Tara Grup yang tiba-tiba saja membawa Arianna pergi yang entah kemana.


Arianna yang dibawa pergi secara tiba-tiba saja'pun kebingungan dan hendak bertanya, tapi salah satu dari anak buah Tara Grup sudah lebih dulu membuka mulutnya dan berkata.


"Maaf nona muda, kami hanya menjalankan perintah. Menurut dan patuh lah agar kami tidak terkena masalah, mohon kerjasamanya nona muda" Ucap salah satu anak buah Tara Grup kepada Arianna.


"Emmmm"


...*****...


"Liora Fouzia Alison, aku mengambil engkau menjadi seorang istriku, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus" Ucap Alkenzie dengan lantang tanpa ada rasa gugup sedikitpun dari hati-nya, yang mana dirinya kini kembali mengucap sumpah janji pernikahan untuk kedua kalinya.


Untuk kedua kalinya pula Liora juga mengucap sumpah janji pernikahan dirinya yang mana kini dihadiri oleh seluruh dunia, tidak seperti sebelumnya yang hanya di hadiri oleh para anak buah Tara Grup dan Dirga Grup serta pendeta yang ada.


"Alkenzie Keano Putra Dirgantara, aku mengambil engkau menjadi seorang suamiku, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus" Balas Liora yang tak kalah lantang dari sang suami yaitu Alkenzie.


"Cincin ini bulat, tanpa awal dan tanpa akhir, sebagai lambang kasih kristus yang tanpa awal dan tanpa akhir. Atas dasar itu cincin ini menyatukan bagi saudara berdua, untuk meniru kasih Kristus dalam kehidupan rumah tangga; Dan mengasihi pasangan tanpa awal juga tanpa akhir" Kata pendeta.


"Liora Fouzia Alison, cincin ini aku berikan kepadamu sebagai lambang cinta dan kasih kesetiaan'ku" Kata Alkenzie dengan memasangkan sebuah cincin cantik di jari manis Liora.


"Alkenzie Keano Putra Dirgantara, cincin ini aku berikan kepadamu sebagai lambang cinta dan kasih kesetiaan'ku" Jawab Liora kembali yang juga ikut membalas memasangkan cincin di jari manis sang suami.


Setelah sepasang cincin yang tak ternilai harganya terpasang cantik di kedua jari manis Liora dan Alkenzie, kini suara tepuk tangan'pun didapatkan dari pada tamu dan keluarga yang hadir.


Saat hentakan tangan bertepuk selesai, tiba-tiba saja dilanjutkan dengan ucap janji pernikahan Arkanza kepada Arianna. Yaps Arkanza hari ini juga ikut serta menikahi Arianna, dan itu semua memang sudah direncanakan dari beberapa hari yang lalu ketika Arkanza menemui Arianna di mansion tengah hutan.


Arianna'pun dibuat terkejut akan rencana dari Arkanza serta keluarganya yang ikut mendukung, Arianna bahkan dibuat terharu oleh kejadian hari ini yang mana status hidupnya dibuat berbeda dari sebelumnya.


"Arianna Angelina Putri Dirgantara, aku mengambil engkau menjadi seorang istriku, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, Pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus" Ucap Arkanza dengan lantang dihadapan seluruh para tamu dan keluarga untuk Arianna.


"Arkanza Gevano Smith, aku mengambil engkau menjadi seorang suamiku, Untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus" Jawab Arianna dengan lantangnya juga diiringi dengan air mata.


"Cincin ini Bulat, tanpa awal dan tanpa akhir, sebagai lambang kasih kristus yang tanpa awal dan tanpa akhir. Atas dasar itu cincin ini menyatukan bagi saudara berdua, untuk meniru kasih Kristus dalam kehidupan rumah tangga; Dan mengasihi pasangan tanpa awal juga tanpa akhir." Kata si pendeta kembali.


"Arianna Angelina Putri Dirgantara, cincin ini aku berikan kepadamu sebagai lambang cinta dan kasih kesetiaan-ku" Kata Arkanza lalu mulai memasangkan sebuah cincin cantik di jari manis Arianna pula seperti hal nya Alkenzie kepada Liora dan itupun dilanjutkan kembali oleh Arianna juga tentunya.


"Arkanza Gevano Smith, cincin ini aku berikan kepadamu sebagai lambang cinta dan kasih kesetiaan ku" Balas Liora yang juga memasangkan cincin di jari manis Arkanza.


"Ini adalah awal atau ini adalah akhir?" Gumam Queena dengan perlahan menghapus air matanya yang hendak akan keluar dari pelupuk matanya itu.


"Ini adalah akhir sayang, saat itu adalah awal tapi saat ini adalah akhir! kisah kita sudah berakhir. Sampai di titik dimana ke empat anak kembar kita menikah" Jawab Alvaro yang mana tak sengaja mendengar gumaman sang istri.


"Lalu... bagaimana dengan Alan?" Tanya Queena lirih.


"Kita pasti berjuang sampai di titik ia menikah juga, kita harus kembali menyatu dan jangan sampai berpisah walaupun maut ingin menjemput kita. Terimakasih sudah kembali dan terimakasih sudah menjadi mommy dari kelima anak-anakku! Aku mencintaimu sampai maut menjemput diriku" Bisik Alvaro dengan tersenyum manis sambil mencium kening Queena dalam.


...Author: Ngomong-ngomong soal Brianna, ia juga sudah menikah dengan Austin tepat ketika mereka berdua sudah di restui kembali. Mereka menikah di negara filandia, karena bagaimana'pun Austin adalah keluarga bangsawan. Jadi pernikahan mereka tidak bisa di hadiri oleh orang-orang yang tidak memiliki keterikatan oleh para bangsawan, bahkan didalam acara pernikahan Brianna dan Austin tersebut tidak ada satupun wartawan yang hadir untuk mempublikasikan hasil dari pernikahan Brianna dan Austin. Jadi tidak heran resepsi dan janji suci mereka tidak ada yaa:) sengaja ko oleh author bukan author melupakan mereka. Dan lagi, intinya ke empat twins dirgantara kian sudah menikah dan hidup dalam dunia nya masing-masing yang membahagiakan begitu'pun yang lainnya....





...Alkenzie...



...Liora...



...Arkanza...



...Arianna:...



...🌷~🌷...


..."Cinta? Aku pernah mendengar hal itu dari berbagai novel yang aku baca, aku pikir dunia novel itu tak akan seindah di dunia kehidupan. Karena pada dasarnya cerita novel hanyalah cerita fiksi atau cerita karangan, tapi faktanya ini indah, cerita kehidupan ku sama dengan salah satu cerita novel yang aku baca. Sama-sama pernah tersakiti, sama-sama bahagia, sama-sama duka, sama-sama dalam segala hal. Aku tidak menyangka ini! Terimakasih kepada tuhan karena ia selalu memberikan jalan keluar untuk setiap masalah yang menimpa diriku maupun keluarga besar ku. Aku sangat berharap bahwa ini adalah akhir yang sesungguhnya, dariku Queena Angelina Kusuma"...


...~Queena Angelina Kusuma/Dirgantara🌷....


..."Tuhan. Pada dasarnya aku tidak pernah percaya akan takdir! tapi mulai saat ini aku percaya, bahwa takdir kehidupan itu ada dan nyata. Apa yang seharusnya kita lakukan itu sudah tercatat jelas di buku takdir, hanya saja kita tidak menyadarinya. Tanpa sesaat aku menjadi pribadi yang buruk hanya karena kehilangan satu duniaku lalu di susul oleh duniaku yang kedua serta yang ketiga. Padahal jelas-jelas jika ada pertemuan maka akan ada perpisahan, dan jika ada perpisahan maka akan ada pertemuan, mungkin dunia satu dan kedua ku sudah hancur tapi untuk dunia ketiga ku aku pastikan akan tetap utuh! sekali pun takdirku tercatat bahwa akan hancur kembali. Terimakasih sudah memberikan segalanya bagiku, segalanya yang sangat amat berharga. Dariku Alvaro Kenan Dirgantara"...


...~Alvaro Kenan Dirgantara 🌷....


...END...


...~TAMAT~...


...Salam perpisahan dari kami keluarga besar dirgantara, kusuma, atmadja serta yang lainnya. Mengucapkan "Terimakasih"...