
...Ruang meeting...
"Meeting hari ini selesai" Kata Alvaro datar lalu pergi begitu saja dari ruang meeting.
Yaapss... Setelah Alkenzo dibawa pulang oleh Ray dan Rey, Alvaro pun langsung saja pergi menangani meeting penting yang telah dijadwalkan hari ini. Bersama Dion dan Arkanza memang sebenarnya Arkanza datang ke perusahaan Dirgantara Company karena ingin menghadiri meeting yang ada! Tapi sebelum meeting dimulai ia terlebih dahulu pergi menemui Alkenzo.
Tapi sekarang meeting penting itu telah berakhir, dan Alvaro yang tadi tengah sibuk melakukan meeting tidak sempat membuka hendphone nya kini akhirnya membuka hendphone nya! Saat ketika Alvaro membuka hendphone nya iapun dibuat terkejut dengan puluhan kali notip telpon masuk dari istrinya. Dengan cepat Alvaro pun menelpon balik nomor sang istri.
"Uncle kau kenapa?" Tanya Arkanza dengan menaikkan satu alisnya.
"Sebentar" Kata Alvaro.
...Dretttt... Dretttt......
"Kenapa Anna berbalik tidak mengangkat telpon ku?" Gumam Alvaro dengan khawatir.
...Dretttt... Dretttt.......
...Dretttt... Dretttt.......
...Callon...
^^^Alvaro: Akhirnya, sayang maafkan aku! Aku baru saja selesai meeting jadi tidak sempat menjawab panggilan telpo--^^^
My wife 📞: Hikssss... hikssss... Suamiku! Alzo ia... Hikssss...
^^^Alvaro: Sayang, kau... Kau kenapa? Mengapa kau menangis? Ada apa dengan Alzo^^^
My wife 📞: Datanglah ke rumah sakit hiksss... Saat ini hikssss... Putra kita sedang dirumah sakit! Hikssss... hikssss... Demam nya tiba-tiba lebih tinggi dari semalam hiksss...
^^^Alvaro: Alzo dirumah sakit? Baik, kau jangan khawatir aku akan segera kesana^^^
My wife 📞: Aku mohon cepatlah suamiku hikssss... hikssss... Aku. Aku tidak atau harus berbuat apa sekarang hiksss...
^^^Alvaro: Baik! Aku sekarang kesana, Kau tenanglah.^^^
My wife 📞: Hmmmm.
Tut.
"Alkenzo sekarang sedang dirumah sakit! Uncle akan kesana sekarang. Apa kau mau ikut?" Tanya Alvaro datar kepada Arkanza.
"Aku akan ikut bersamamu uncle" Jawab cepat Arkanza dengan mengangguk kecil.
"Biarkan saya ikut anda tuan" Celetuk Dion.
"Hmmmm" Dehem Alvaro lalu setelah itu berlari pergi keluar untuk segera pergi menuju ke rumah sakit dengan diikuti Arkanza, Dion dan Bara dibelakangnya.
...*****...
...Australia...
"Kalian! Cepat siapkan jet pribadi milik saya, karena saya akan pergi hari ini ke los angeles. Sekarang!" Titah seseorang yang tak lain adalah Zayyann yang kini tengah panik dan kalang kabut setelah mendengar kabar dari putranya yang berada di los angeles.
Putranya siapa lagi jika bukan Aldo? Yaa. Aldo telah memberikan kabar kepada Zayyann mengenai kondisi Alkenzo saat ini. Dan Zayyann yang mendengar kabar tentang Alkenzo pun langsung saja menelpon dokter pribadi keluarga atmadja dari beberapa negara, tidak lupa ia juga memerintahkan kepada para anak buah At-dja Grup untuk menyiapkan jet pribadi karena dirinya akan pergi ke negara los angeles bersama dengan sang istri yaitu Alea.
"Suamiku, mengapa... Mengapa kau seperti terlebih panik? Ada apa" Tanya Alea dengan menatap bingung wajah sang suami.
"Alkenzo drop kembali, saat ini ia berada dirumah sakit! Aku tidak tau apa yang terjadi dengannya saat ini. Tapi yang jelas kita harus bersiap untuk pergi ke negara los angeles" Jawab cepat Zayyann.
"Alzo kecil ku drop lagi? Yasudah sebaiknya kita langsung saja pergi ke los angeles. Mengenai yang lain itu urusan belakangan. Sekarang yang terpenting adalah Alzo" Cemas Alea.
"Baik, mari kita pergi sekarang" Balas Zayyann lalu setelah itu pergi dengan terburu-buru.
...Los angeles...
...Dirgantara hospital...
"Aria, bagaimana ini... Mommy! Mommy Hikssss... hikssss... Mommy sangat takut terjadi apa-apa dengan kakak mu" Tangis Queena dengan memeluk tubuh Arianna.
"Mommy jangan khawatir. Bukankah aunty Lauren, Brianna, Dokter Vito, Dokter Arlan dan para dokter yang lainnya tengah melakukan penanganan yang terbaik untuk kakak? Jadi kau tidak perlu cemas maupun khawatir sebaiknya kita berdoa saja agar kakak bisa kembali sembuh" Tutur Arianna dengan memeluk erat tubuh Queena.
"Mommy sangat takut! Mommy tidak ingin... Hikssss... hikssss...." Isak Queena.
"Shutttt... Shutttt... Mommy! Sudah jangan menangis atau aku akan ikut menangis juga" Lirih Arianna pelan dengan mata berkaca-kaca.
"Mommy!!" Panggil seseorang yang baru saja datang dengan langsung meneriaki Queena, Orang tersebut yang tak lain adalah Alkenzie yang baru saja datang bersama Zanitha.
"Alkenzie!!" Sahut Queena dengan melepaskan pelukannya dan berhamburan memeluk tubuh Alkenzie erat.
"Mommy kau tenanglah. Jangan menangis, aku yakin kakak pasti akan segera sembuh" Tutur Alkenzie pelan.
"Mommy, jangan menangis lagi! Kakak Alzo pasti baik-baik saja" Celetuk Alan dengan mendekat kearah Queena dan Alkenzie.
"Biarkan mommy memelukmu" Kata Queena dengan kembali melepaskan pelukannya dan berhamburan memeluk tubuh mungil Alan.
"Alzie, bukankah itu Anitha?" Bisik Shaka ditelinga Alkenzie sambil menatap dalam wajah Zanitha.
"Dia Zanitha! Bukan kakak Anitha" Balas Alkenzie dengan berbisik pelan.
"Mengapa wajahnya sangat amat mirip?" Tanya Shaka dengan menatap bingung Zanitha.
"Anitha?" Panggil Queena kepada Zanitha karena dirinya sempat mendengar percakapan antara Alkenzie dan Shaka lalu iapun langsung saja mencari keberadaan Zanitha.
"Anitha?" Gumam Zanitha dengan kebingungan.
"Maafkan saya nyonya, tapi... Nama saya Zanitha bukan Anitha" Ujar Zanitha dengan menggeleng pelan kepalanya.
"Tapi wajahnya..." Kata Queena.
"Hanya kebetulan saja, mungkin..." Balas Alkenzie.
"Sayang!!" Panggil Alvaro dengan berlari memeluk tubuh Queena.
"Suamiku" Lirih Queena pelan.
"Dimana Alzo? Bagaimana kondisinya" Tanya Alvaro dengan menatap dalam wajah sang istri yaitu Queena.
"Aku masih belum tau, sudah beberapa jam mereka semua masih belum keluar" Jawab Queena dengan lirih sambil menggeleng pelan kepalanya.
"Kau tenanglah! Putra kita pasti akan baik-baik saja" Terang Alvaro dengan menyemangati Queena.
"Permisi tuan" Ucap seseorang.
"Siapa?" Tanya Alvaro dingin.
"Kami berdua adalah dokter pribadi keluarga Atmadja, kami kemari karena di perintahkan oleh tuan Zayyann untuk membantu tuan muda Alkenzo. Kami--" Kata orang tersebut yang tak lain adalah salah satu dokter pribadi keluarga atmadja yang tadi telah di perintahkan oleh Zayyann untuk membantu menangani Alkenzo.
"Aku mengerti! Jangan banyak bicara lagi, cepat masuk dan bantu keadaan putraku" Potong Alvaro dengan langsung memerintahkan kepada dua dokter tersebut untuk membantu memeriksa kondisi Alkenzo saat ini.
"Baik tuan" Jawab keduanya lalu setelah itu keduanya-pun langsung saja masuk kedalam ruang rawat Alkenzo yang mana kini semua dokter masih didalam menangani kondisi Alkenzo.
"Anna!!"
"Anna!!"
"Aunty? Uncle" Panggil Queena lirih.
"Kemari!" Kata Zayyann dengan menarik pergelangan tangan Queena kedalam pelukannya.
"Jangan menangis" Lirih Zayyann pelan.
"Putraku uncle, Alzo ku... Ia sedari tadi belum keluar! Aku... Aku! Aku takut ia hikssss..." Isak Queena kecil.
"Kau tenanglah, uncle sudah memanggil dua dokter pribadi terbaik keluarga atmadja. Mereka pasti akan baik-baik saja, jangan khawatir" Tutur Zayyann dengan melepaskan pelukannya.
"Suamiku bahkan juga sudah memanggil tiga dokter terbaik diluar negeri, tapi tetap saja mereka masih tidak bisa menangani keadaan Alzo" Jawab Queena.
"Anna tenanglah! Jangan cemas Alzo pria kuat, ia pasti akan baik-baik saja" Sahut Alea dengan menyemangati Queena.
"Aunty" Panggil Queena dengan bersandar ditubuh Alea.
"Tenanglah"
...Ceklekkkk...
Ketika situasi di depan sudah baik-baik saja, kini terdengarlah suara pintu ruang rawat Alkenzo terbuka. Semua orang yang mendengar itu pun langsung saja berdiri dan berhamburan mendekati sembilan dokter yang menangani Alkenzo tersebut, tiga dokter pribadi keluarga dirgantara, dua dokter pribadi keluarga atmadja! Dokter Vito dan dokter Arlan lalu Lauren dan Brianna. Mereka semua akhirnya keluar dari ruangan Alkenzo dengan raut wajah yang tak bisa diartikan.
"Ba--bagaimna kondisi Alzo?" Tanya Queena dengan nada khawatir..
"Bria, Lauren. Bagaimana kondisi Alzo nak?" Tanya Alea dengan nada khawatir juga sambil bertanya kepada Brianna dan Lauren.
"Biar saya yang menjawab" Celatuk dokter Vito.
"Katakan" Kata Alvaro.
"Kondisi keadaan tuan muda sekarang sangatlah lemah, demam tuan muda Alzo saat ini terus saja meningkat! Kami khawatir tuan muda Alzo nantinya tidak akan sanggup menahan panas tubuhnya. Jadi kami menyarankan agar tuan muda dirawat dirumah sakit yang ada di london, karena rumah sakit disana bisa menangani kondisi tuan muda Alzo saat ini! Tapi kami perlu persetujuan dari keluarga untuk membawa tuan muda ke london" Jelas dokter Vito dengan raut wajah serius.
"Mengapa bisa seserius itu?" Gumam Alkenzie.
"Apakah kakak ku tidak bisa dikasih obat herbal lain? Apa memang sangat harus pergi ke london?" Tanya Alan dengan menatap para dokter dengan mata berkaca-kaca.
"Huuufff! Mungkin bila tuan muda Alzo rutin diberi obat-obatan demam nya akan cepat turun. Dan kondisinya mungkin akan kembali stabil tapi sayangnya tuan muda Alzo alergi terhadap obat-obatan rumah sakit" Jawab dokter Arlan dengan menghembuskan nafas berat.
"Memang benar, Alzo alergi terhadap obat obatan. Ray dan Rey mengatakan bahwa tadi Alzo sempat diberikan suntikan penurun panas. Tapi justru kondisinya malah semakin drop" Lirih pelan Queena dengan menatap lirih semua orang.
"Hmmm, maaf menyela semua" Ujar Zanitha.
Mendengar ucapan Zanitha! Kini semua orang memandang wajah Zanitha dengan kebingungan, dan sebagian terkejut ketika melihat wajah Zanitha yang mirip dengan wajah Anitha kekasih lama Alkenzo yang sudah pergi. Dan Zanitha yang kini menjadi pusat perhatian semua orang pun menjadi gugup seketika.
"Zanitha ada apa?" Tanya Alkenzie dengan memecah keheningan.
"Maaf Alzie, tapi aku hanya ingin menyarankan sesuatu kepada semua orang" Ucap Zanitha.
"Katakanlah nak" Tutur Zayyann.
"Jika tuan muda Alzo alergi terhadap obat-obatan dokter, apakah tuan muda Alzo alergi juga terhadap obat-obatan herbal? Maaf bila saya lancang bertanya" Kata Zanitha dengan bertanya.
"Tidak nak, dikeluarga kami tidak pernah ada yang alergi terhadap obat-obatan herbal tapi jika obat-obatan dokter itu pasti ada termasuk Alzo salah satunya yang alergi terhadap obat-obatan dokter" Jawab cepat Queena.
"Benarkah? Kalau begitu saya bisa menyarankan resep obat herbal penurun panas untuk tuan Alzo" Balas Zanitha dengan antusias.
"Kau yakin bisa?" Tanya Alvaro datar.
"Benar tuan, saya yakin bisa" Yakin Zanitha.
"Kalau begitu bantulah kami untuk membuat obat-obatan herbal itu! Jika kau bisa menyembuhkan Alzo kami pasti akan memberikan mu hadiah" Tutur Zayyann.
"Tidak perlu tuan. Saya akan menolong tuan Alzo dengan ikhlas. Karena saya sendiri mempunyai sebuah hutang kepada tuan Alzo jadi sepertinya itu tidak perlu" Tolak Zanitha cepat.
"Hmmmm baiklah"
"Kalau begitu saya permisi, saya ingin mencari bahan-bahan herbalnya terlebih dahulu! Setelah itu saya akan kemari lagi" Pamit Zanitha.
"Berhati-hatilah nak" Kata Queena dengan tersenyum kecil menatap wajah cantik Zanitha.
"Baik, terimakasih nyonya kalau begitu saya permisi" Balas Zanitha lalu setelah itu iapun pergi dengan berlari.