
...Braaakkk...
"Tangkap mereka semua!!" Titah Seseorang yang baru saja datang bersama dengan anak buahnya dan orang tersebut yang tak lain adalah Gani.
"Farah...? kau..!!" Kata Gani yang terpotong.
"Nathan cepet tangkap wanita gila itu!!" Titah Gani kepada Nathan dan itupun di angguki oleh Nathan, lalu Nathan'pun langsung saja mengunci setiap pergerakan Farah agar Farah tidak bisa memberontak nantinya.
"Lepaskan aku..!! Nathan lepaskan akuuuu!!" Teriak Farah yang memberontak tapi tidak bisa karena tenaga Nathan lebih besar darinya.
"Sayang bangunlah, sayang kumohon buka matamu" Ucap Gani dengan melepaskan setiap tali yang mengikat tubuh Silsila lalu tanpa membuang waktu lagi Gani langsung saja membawa Silsila keluar terlebih dahulu.
"Bawa mereka semua... Dan cepat geledah seluruh tempat ini!! Cari dimana putriku berada!!" Tutur Gani lalu membawa Silsila yang pingsan keluar dengan segara.
...*****...
"Apa kalian sudah menemukan dimana putriku?!" Tanya Gani dengan menatap seluruh anak buahnya satu per satu.
"Maaf tuan, tapi... kami tidak dapat menemukan di mana nona muda kecil berada... Kami sudah menggeledah keseluruhan tempat itu tapi tidak satupun dari kami yang menemukan dimana keberadaan nona muda kecil berada" Jawab Nathan dan diangguki oleh seluruh anak buah Gani yang lainnya.
"Berengsekkk!!" Marah Gani kepada dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga putrinya dengan baik begitu juga dengan istrinya Silsila.
"Emmmmmm...."
"Sayang, akhirnya kau bangun juga! Maafkan aku yang terlambat datang untuk menyelamatkanmu" Kata Gani dengan membantu Silsila untuk bersandar di sofa.
"Hikssss... hikssss... Sayang, dimana putri kita?Apa kau sudah menemukannya?" Tanya Silsila dengan memeluk tubuh Gani begitu eratnya.
"Maafkan aku! Aku tidak bisa menemukan putri kita... Maafkan aku..." Jawab Gani dengan mempererat pelukannya.
"Tidaakkkk!! Pasti yang dikatakan oleh Farah bohongkan? Cepat katakan! Farah pasti berbohong'kan, dengan mengatakan bahwa putri Kita telah ia buang hikssss..." Tangis Silsila dengan menatap manik mata Gani untuk melihat ke bohongan yang Gani ucapakan tentang kenyataan putrinya
"Maaf" lirih Gani.
"Hikssss... Putriku!! Tidak mungkinnnn.... Putriku..." Histeris Silsila kembali hingga membuatnya kembali tidak sadarkan diri.
...Bruuukkkk...
"Sila bangun, Sayanggg!" Kata Gani dengan panik.
...Flashback off...
"Jadi seperti itulah kejadiannya mengapa bisa kau terpisah dari papa dan mamamu" Cerita Queena yang masih memeluk erat tubuh Sesillia.
"Hikssss... hikssss...." Isak Sesillia
"Karena kakak sangat penasaran jadi kakak mengajak kedua orang tua'mu untuk mengobrol sebentar... hingga kakak diceritakan kepada mereka mengapa putri mereka bisa terpisah dengan mereka. Jangan salahkan mereka Sesillia... Kau bukanlah dibuang oleh kedua orang tuamu, tapi kau dibuang oleh wanita yang terobsesi dengan papamu" Terang Queena dengan mengelus pelan rambut Sesillia karena Sesillia masih tidak ingin berhenti menangis hingga detik itu juga.
"Kau tau mengapa bunda panti menamai'mu Sesillia Putri saja? Karena saat bunda panti menemukan'mu didepan pintu panti asuhan, ada sebuah surat yang hanya tertulis nama Sesillia Putri saja, Yang mana terdapat hanya sebagian nama'mu saja... Bukankah selama ini kau ingin mendapatkan sebuah rasa kasih sayang dari orang tua Sesillia? Lalu... mengapa saat mereka ada di dekatmu dan bahkan berada di depanmu kau justru malah tidak ingin memeluknya dan malahan kau menghindari mereka?" Tanya Queena dengan mata berkaca-kaca karena ia kini dirinya juga ikut merindukan kehadiran kedua orang tuanya.
"Hikssss... hikssss... hikssss... Apa aku masih bisa memeluknya? Setelah aku menyakiti hati mereka? Hikssss..." Isak Sesillia dengan bertanya kepada Queena.
"Hikssss... Apa mereka benar-benar sudah memastikan bahwa aku adalah putrinya? Mereka tidak akan salah mengenali putri mereka bukan? Hikssss... hikssss..." Tanya kembali Sesillia dengan kian semakin terisak.
"Sesillia dengarkan kakak, Sebenarnya setelah kakak tau bahwa mereka adalah orang tuamu, kakak'pun menyuruh mereka untuk melakukan tes dna terlebih dahulu terhadap'mu tanpa sepengetahuan dirimu dan itupun disetujui oleh mereka, diam-diam kakak mengambil stempel rambutmu saat kau sedang tertidur. Setelah itu kakak langsung saja memberikan stempel rambutmu untuk dilakukan uji tes dna, dan Apa kau ingin tau hasilnya? Hasilnya mengatakan 100% sama bahwa kau memanglah putri mereka. Putri dari keluarga Williams yang telah hilang sejak bertahun-tahun" Kata Queena lalu memberikan kertas hasil tes dna antara Sesillia dan kedua orang tuanya pada Sesillia.
"Hikssss... hikssss... hikssss..." Tangis Sesillia lalu berlari entah keluar dan itupun diikuti Queena dibelakangnya dengan terburu-buru.
"Sesillia...!!!" Teriak Queena dengan mengejar Sesillia yang berlarian entah kemana.
...*****...
"Aunty, hikssss...." Panggil Sesillia yang melihat Alea dan keluarga Atmadja masih berada dibawah.
"Aunty Sesillia, Mengapa kau menangis?" Tanya Aldo yang tak tega jika melihat Sesillia menangis, memang selama ini Sesillia dan Aldo sering bertengkar tapi sebenarnya mereka berdua saling menyayangi satu sama lain.
"Hikssss... hikssss.. Aunty dimana hikssss... Kedua orang itu tadi? hikssss..." Tanya Sesillia tanpa menghiraukan pertanyaan dari Aldo barusan.
"Sesillia, mengapa kau menangis nakk? Coba sini ceritakan kepada Aunty, mengapa kau menangis?" Tanya Alea tanpa menjawab pertanyaan dari Sesillia tadi karena ia juga tak tega dengan keadaan Sesillia saat ini.
"Hikssss... hikssss... Aku bertanya padamu Aunty!!Dimana kedua orang yang tadi?" Tanya Sesillia kembali dengan enggan mendekati siapa'pun karena saat ini ia hanya ingin pergi menemui kedua orang tuanya itu.
"Mereka berada di dalam kamar tamu" Celetuk Queena yang baru saja tiba dengan nafas yang terengah-engah, bagaimana tidak? Ia berlari dari kamar Sesillia yang berada di lantai atas hingga keruang tamu yang terdapat berada di lantai bawah karena mengejar Sesillia, ia hanya takut Sesillia terjadi apa-apa makanya ia berlari mengejar Sesillia yang turun kebawah.
Setelah mendapat jawaban dari Queena, tanpa aba-aba Sesillia'pun berlari kembali menuju kamar tamu! tempat dimana kedua orang tua'nya berada,dan Sesillia'pun di ikuti kembali oleh seluruh keluarga Atmadja dan juga Queena pastinya menuju kamar tamu.
...*****...
"Saat ini batinku sedang terluka.. Emosiku sedang hancur... Dan mental'ku sedang jatuh!! bahkan pikiranku tengah kacau..."
_Sesillia Arsyila Putri Williams 🥀.
"Tuhan aku ingin melapor padamu! Hari ini sayap yang aku bentangkan dengan penuh percaya diri, kembali patah... Luka yang sudah ku rawat dengan baik, harus kembali berdarah... Saya harus apa? Kaki saya sudah terlalu lelah dan jenuh untuk melangkah kembali."
_Queena Angelina Kusuma 🥀.
Jangan lupa like, Komen, and Fav bila suka!!
Karena like itu gratis...♡♡♡.