My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S1: Wedding day (Alvaro and Queena)



...Dua hari kemudian.......


Dua hari telah berlalu, kini sekarang adalah acara yang ditunggu-tunggu yang akhirnya akan dilangsungkan dihari bahagia ini dengan begitu mewah dan elegan, Yuupss... Sekarang adalah hari dimana pernikahan Queena dan Alvaro akan dilangsungkan.. Tidak lupa juga mereka mengundang seluruh kolagen bisnisnya, wartawan, saudara-saudara terdekat atau tetangga'nya yang ikut menghadiri acara pernikahan Alvaro dan Queena yang selama ini di tunggu-tunggu.


...Di tempat Alvaro......


"Al, hari ini kau sangatlah tampan dengan memakai jas pengantin ini" Puji David yang tengah berdiri disamping Alvaro.


"Ckk! Apa setiap hari aku tidak tampan?" Tanya Alvaro berbisik dengan nada kesalnya.


"Tentu saja tampan, tapi kali ini kau jauh lebih tampan dari niasanya" Jawab David yang salah tingkah karena mendapatkan bisikan maut dari Alvaro.


"Apa kau gugup?" Tanya David.


"Berisik!!" Ketus Alvaro membuat David senyum-senyum sendiri tapi lain dihatinya.


'Tidak tau sampai kapan aku bisa menjaga Queena dari rencana jahatnya Amanda dan kau Alvaro, tapi yang jelas aku akan selalu menjaga Queena dengan sekuat tenagaku! Karena entah mengapa aku ingin melindungi Queena. Aku sendiri bahkan juga tidak mengerti mengapa aku seperti ini.' Batin David tersenyum kecut.


...Disisi Queena......


"Nona kau sangatlah cantik... bahkan sebelum anda kami rias anda sudah sangat cantik dan setelah kami selesai merias anda jauh lebih dari kata cantik, saya kagum dengan kecantikan yang anda miliki nona. Saya yakin pasti calon suami anda akan sangat takjub ketika melihat anda nantinya" Ucap MUA itu yang mendandani Queena.


"Terlalu berlebihan" Jawab Queena dengan tersenyum kecil.


"Saya tidak berbohong nona, jika anda tidak percaya anda bisa bertanya pada bocah kecil yang imut itu" Tunjuk MUA tersebut pada Aldo yang setia menemani Queena sedari tadi.


"Kenapa wanita ini sangat cerewet!" Kesal Aldo yang sedari tadi memang hanya mendengarkan ucapan MUA tersebut.


"Al, tidak baik berbicara seperti itu dengan orang yang lebih tua darimuuu..." Kata Queena dengan menasehati Aldo.


"Maaf aunty dan maaf untuk aunty MUA juga" Kata Aldo.


"Aunty kau sangat cantik" Puji Aldo yang juga ikut memuji kecantikan Queena saat ini.


"Terimakasih Al, kau hari ini juga sangatlah tampan" Balas Queena tersenyum.


"Aku memang sudah tampan sedari kecil" Kata Aldo dengan narsisnya hingga membuat Queena dan dua orang MUA itu tertawa kecil secara bersamaan.


...Ceklekkkk...


"Ka, acaranya akan dimulai" Panggil seseorang yang sangat cantik dengan memakai dres yang tak kalah cantik juga dari gaun pernikahan milik Queena.


"Aunty centil, dengan memakai gaun pesta ini kau sangat cantik rupanya" Celetuk Aldo dengan memuji ke cantikan Sesillia juga.


"Ckk. Apa kau baru tau Al?" Ketus Sesillia.


"Hmmmm" Dehem Queena.


"Ahhhhh, sudahlah sebaiknya kita pergi ke aula atau..." Ucap Sesillia terpotong oleh Queena.


"Mari kita pergi" Potong Queena.


...Skippppp......


...Visual Aula Pernikahan:...







...Tak...


...Tak...


...Tak...


Suara hentakan hils'pun kini menggema keseluruh aula yang mama mampu membuat semua orang yang berada di dalamnya langsung saja mencari asal suara, lalu kemudian semua orang'pun mulai tertuju dan mulai melihat kearah tepat dimana Queena tengah berdiri saat ini. Para wartawan yang ikut serta didalam acara'pun mulai menyoroti masing-masing kamera mereka ke arah Queena karena kagum akan kecantikan Queena saat ini.


..."Lihat-lihat, nona Queena sangat cantik yaa"...


..."Aaaaa, rasanya aku sangat iri dengan kecantikan nona Queena"...


..."Andai, aku yang menikah dengan nona Queena mungkin aku akan sangat beruntung"...


"Cantik" Gumam Alvaro tanpa sadar yang melihat Queena, tapi ia langsung tersadar kembali karena mendapatkan bisikan syaiton di telinganya.


"Al, lihatlah kakak ipar sangat cantik bukan?" Bisik David.


...Visual penampilan Queena:...



...Visual penampilan Alvaro:...



...Visual penampilan David, Zayyann, Zian, Aldo dan Gani:...



...Visual penampilan Sesillia, Kiana, Alea, Silsila:...



"Apa kalian sudah siap?" Tanya pendeta tersebut


kepada Queena dan Alvaro yang kini sudah berdiri berdampingan.


"Sudah" Jawab Queena dan Alvaro bersamaan.


Lalu pendeta itu pun mulai menyuruh Queena dan Alvaro untuk berdiri dan berpegang tangan setelah dilakukan beberapa liturgi atau tata cara membangkitkan.


"Queena Angelina Kusuma, aku mengambil engkau menjadi seorang istriku, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus" Ucap Alvaro dengan lantangnya tanpa ada rasa gugup sedikit'pun.


"Alvaro Kenan Dirgantara, aku mengambil engkau menjadi seorang suamiku, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus" Balas Queena juga yang tak kalah lantangnya dari Alvaro.


"Cincin ini bulat, tanpa awal dan tanpa akhir, sebagai lambang kasih kristus yang tanpa awal dan tanpa akhir. Atas dasar itu cincin ini menyatukan bagi saudara berdua, untuk meniru kasih Kristus dalam kehidupan rumah tangga; Dan mengasihi pasangan tanpa awal juga tanpa akhir" Ucap pendeta tersebut kembali.


"Queena Angelina Kusuma, cincin ini aku berikan kepadamu sebagai lambang cinta dan kasih kesetiaan'ku" Kata Alvaro lalu mulai memasangkan sebuah cincin di jari manis Queena dan itupun kembali dilanjutkan oleh Queena.


"Alvaro Kenan Dirgantara, cincin ini aku berikan kepadamu sebagai lambang cinta dan kasih kesetiaan'ku" Jawab Queena yang juga kini membalas memasangkan cincin di jari manis Alvaro.


...Visual cincin'nya:...



"Kini mulai sekarang kalian sudah SAH menjadi pasangan suami istri" Kata pendeta itu dengan tersenyum bahagia.


"Cium"


"Cium"


"Cium"


Teriak semua orang dengan bertepuk tangan, dan Alvaro yang mendengar itu hanya bisa pasrah lalu iapun langsung menarik Queena kedalam pelukannya dan...


...Cuuuppp......


"Yeeyyyyy" Teriak semua orang sambil bertepuk tangan dengan meriahnya.


...Prokkkkk...


...Prokkkkk...


...Prokkkkk...


Queena yang mendapatkan sebuah ciuman mendadak dari Alvaro, malah menjadi diam mematung karena saking terkejutnya di buat Alvaro.


"Kau boleh bahagia hari ini tapi tidak dengan hari-hari yang kau akan jalankan Queena" Bisik Alvaro dengan tersenyum devils kepada Queena.


"Menapa kau membenciku Al?" Bisik Queena sambil bertanya kepada Alvaro perihal mengapa Alvaro bisa sangat membenci dirinya.


"Karena kau sudah menghancurkan impianku untuk menikahi seseorang yang sangat berarti bagiku" Bisik kembali Alvaro dengan menekan setiap kata-katanya.


'Seseorang yang berarti bagimu? Apa itu aku yang sebagai Angel. Varooo?' Batin Queena.


"Akhirnya putraku menikah juga, selamat untuk kalian berdua nakk! Mommy menunggu cucu dari kalian" Kata Maura dengan memeluk dan mencium keduanya saking bahagianya secara bergantian.


"Jangan berharap untuk memiliki cucu dari Queena mommy, karena aku hanya ingin anak yang lahir dari rahim Angel. Wanita yang aku cintai bukan yang aku benci" Bisik Alvaro pada Maura tapi Maura tidak memperdulikan itu.


"Terimakasih, Mommy." Jawab Queena tersenyum manis tanpa Alvaro dan Maura tau bahwa Queena sebenarnya mendengar bisikan kecil Alvaro tadi.


'Sebegitu mencintai Angel kah kau Varo?' Batin Queena tersenyum kecut.


"Cucuku, akhirnya kau menikah dan mempunyai suami juga, selamat atas pernikahan'mu nakk. Dan selamat untukmu juga nakk Al" Ucap Zian dengan memberikan ucapan selamat sambil tersenyum manis kepada keduanya.


"Terimakasih, Grendpa" Balas Queena dan Alvaro secara bersamaan.