My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S2: Putri dirgantara



"Benar"


"Diam Elenaaaa!!" Bentak Austin kepada Elena.


"Apaa?"


"Kenapa? Kenapa kau melakukan ini kepadaku Austin hiksss... Aku telah menaruh kepercayaan terhadapmu tapi justru kau malah... hikssss... hiksss... Kau malah mengancurkanku! Kau telah merusak kepercayaanku. Dan kau telah merusak hubungan antara kita, hahahaha bodoh, aku bodoh karena telah masuk ke dalam jebakan seseorang yang sangat aku cintai... Seseorang yang telah aku tempatkan namanya di dalam hatiku... Seseorang yang telah mengajarkanku banyak hal... hikssss... Dan seseorang yang sangat aku percayai! Tapi justru sebenarnya..." Ucap Brianna dengan tertawa kecut.


"Brianna, jangan seperti ini... Aku mohon! Aku akan menjelaskannya semua kepadamu" Pinta Austin dengan menatap wajah Brianna berkaca-kaca.


"Tidak perlu"


"Hiksss... Karena semuanya sudah jelas hari ini, kau melakukan ini kepadaku karena kau ingin membalas kematian adikmu... Kau menganggap bahwa aku adalah wanita yang telah menyebabkan hilangnya nyawa adikmu hiksss... hiksss... Padahal jelas-jelas adikmu meninggal karena wanita yang ada disamping mu... Tapi justru kau malah menuduhku dan melampiaskan dendam mu kepadamu hiksss..." Ujar Brianna kembali dengan menatap wajah Austin penuh dengan kebencian.


"Kau tau Austin? Hari ini... Aku hampir saja per*kosa oleh pria-pria bayaran mu dan Elena. Tapi untung saja.... Aku bisa lari dari mereka, dan mengenai mengapa aku bisa tau mengapa kau berada disini, karena tadi saat aku sedang bersembunyi. Aku tidak sengaja melihatmu di lobby hotel ini bersama dengan Elena... Dan apa kau mau tau kelanjutannya Austin? Aku keluar dari tempat persembunyian ku dan pergi diam-diam mengikuti mu bersama Elena disni dan... Tanpa di duga, aku mendengar semua fakta ini. Hebat bukan? Hahahaha" Jelas Brianna dengan tersenyum kecut sambil menatap benci kepada Austin.


"Saat itu aku memang berniat untuk mengancurkan mu Bria, tapi... Aku sadar bahwa aku tanpa sengaja telah jatuh cinta kepadamu. Karena aku sudah jatuh cinta kepadamu aku pun mulai kembali menyelidiki kematiannya adikku! Dan setelah aku tau... Itu semua tidak ada sangkut pautnya denganmu, tapi justru Elena lah yang bersangkutan atas hilangnya nyawa adikku... Setelah aku mengetahui fakta tersebut aku pun mulai pergi untuk menemui Elena tepatnya disini... Karena untuk menanyakan di mana keberadaan mu... Karena saat itu Elena mengatakan bahwa rencana untuk mengancurkan mu telah selesai" Jelas Austin juga kepada Brianna secara jujur.


"Tapi kau harus tau Bria, mungkin aku telah membohongimu dengan begitu besar. Tapi tentang pengakuan cintaku padamu itu semua benar, tentang semua perhatianku untukmu dan semua rasa yang aku tunjukkan padamu itu semua benar adanya! Dan bukan bersandiwara... it's real Bria" Tutur Austin kembali.


"Hahahaha"


"Mungkin dulu aku begitu sangat percaya pada setiap perkataan mu Austin... Tapi kali ini aku tidak akan pernah mempercayai setiap kata yang keluar dari mulutmu lagi... Karena kau adalah seorang pembohong besar. Seorang pembohong besar tetaplah pembohong dan tidak akan pernah benar dalam perkataannya apapun itu" Balas Brianna dengan tertawa hambar.


"Hari ini semuanya sudah jelas Austin, semua yang aku dengar dan aku lihat hari ini adalah kebenarannya... Dan mulai sekarang aku akan memutuskan hubungan diantara kita... Kau tenang saja Austin, aku tidak akan pernah membalas atas semua yang telah tejadi hari ini. Karena aku akan menganggap ini adalah mimpi buruk ku! Jadi kau tenang saja" Tutur Brianna dengan lagi-lagi tersenyum kecut.


"Bria, dengarkan aku! Semua yang kau dengar dan kau lihat tidak seperti yang apa yang telah terjadi..." Kata Austin dengan berlari mengejar Brianna yang mulai berlari entah kemana.


"Lepaskan akuuu!!"


"Jangan pernah sekalipun kau datang kembali kehadapan ku karena aku membencimu" Tutur Brianna dengan mata berkaca-kaca sambil melepas paksa tangan Austin dari tangannya.


"Why do you suddenly hate me? Don't you know what really happened! I already told you to listen to my explanation first... Because what you saw today is nothing like what actually happened between us" Ujar Austin dengan mengerutkan keningnya kecil sambil menggelengkan kepalanya.


...(Mengapa kau tiba-tiba membenciku? bukankah kau tidak tau apa yang sebenarnya telah terjadi! Aku sudah mengatakannya padamu untuk mendengarkan terlebih dahulu penjelasanku... Karena apa yang kau lihat hari ini tidak seperti apa yang sebenarnya telah terjadi di antara kami)...


"What do you need to explain again? What I saw today is the truth! No matter how hard you want to tell the truth I will never trust you again... Because you are a big liar Austin!! A big liar" Teriak Brianna lalu pergi berlari meninggalkan Austin begitu saja.


...(Apa yang perlu kau jelaskan lagi? Apa yang aku lihat hari ini adalah kebenarannya! Tidak peduli seberapa kerasnya kau ingin mengatakan kebenarannya aku tidak akan pernah mempercayaimu kembali... Karena kau adalah seorang pembohong besar Austin! Seorang pembong besar)...


Dengan cepat Austin pun kembali berlari mengejar Brianna di ikuti oleh Elena di belakangnya dengan berlari pula. Dan ketika Brianna sudah berhasil keluar dari hotel dan berniat ingin menghentikan sebuah taksi, tiba-tiba saja dirinya di peluk dari belakang oleh Austin dengan begitu eratnya.


"Lepaskan akuuuu!"


"Austinnnn!! Lepaskan akuuuu" Berontak Brianna dengan berteriak.


"Tenanglah... Aku mohon tenang Bria" Lirih Austin pelan.


"AUSTIN!"


"Bria aku mohon"


"Aku BRIANNA ANGELINA PUTRI DIRGANTARA. Bersumpah jika kau AUSTIN EDZARD ANDERSON tidak mau melepaskanku maka aku putri dari keluarga dirgantara akan bersumpah membalas semua rasa sakit dan perbuatanmu kepadaku hari ini... AKU tidak akan pernah memaafkan mu atas semua perbuatan mu jika kau benar-benar tidak ingin melepaskan ku. Ini adalah sumpah dari seorang putri keluarga dirgantara" Teriak Brianna dengan menggelegar.


...Deggggg...


"Putri dirgantara?" Gumam Elena.


"Putri dirgantara?" Gumam Austin bersamaan dengan Elena, dan dengan itu juga Austin yang langsung saja melepaskan pelukannya.


Austin memang tidak tau bahwa Brianna adalah putri dari keluarga dirgantara, karena selama ini Brianna tidak memberikan kepada mengenai marga besarnya itu. Termasuk Arianna.


...Braaaaakkk...


Ketika Austin lengah dengan cepat Brianna pun masuk kedalam taksi yang memang tadi sempat terhenti di depannya! Dan dengan cepat pula Brianna memerintahkan kepada supir taksi tersebut untuk berjalan secepat mungkin dan pergi dari tempat ini juga.


"Briannaaaa!!" Teriak Austin yang mulai tersadar akan kepergian Brianna.


"Ternyata Brianna adalah salah satu bagian dari keluarga Dirgantara dan Kusuma" Gumam Elena dengan terkejut setengah mati ketika mendengar kenyataan tentang Brianna.


Memang selama ini Brianna dan Arianna tengah menyembunyikan jati dirinya kepada publik dan hanya Twins Al saja yang di perlihatkan di depan publik sebagai putra dari keluarga Dirgantara dan Kusuma. Tidak dengan Brianna dan Arianna... Karena mereka lebih ingin tidak ada yang mengetahui tentang jati diri mereka masing-masing... Queena dan Alvaro pun menyetujui akan hal itu. Tapi tetap saja Alvaro memberikan bocoran sedikit kepada seluruh dunia mengenai keberadaan kedua putrinya itu.


Dan sampai saat ini, seluruh dunia tengah menebak-nebak bagaimana rupa wajah dari kedua putri Dirgantara dan Kusuma tersebut. Maka jangan heran ketika Brianna mengatakan nama panjangnya di hadapan Elena dan Austin membuat keduanya terkejut.


"Kau... sudah salah dengan bermain api kepada salah satu keluarga Dirgantara! Dan kau juga salah karena sudah menebarkan bara api kepada keluarga Anderson. Elena... Tunggulah pembalasan dari ketiga keluarga ini" Kata Austin dengan menatap tajam wajah Elena.


"Kau tidak bisa meninggalkan aku seperti ini baby... Bukankah kita bersama-sama melakukan kejahatan ini... Jadi... Bukan hanya aku tapi juga kau bukan yang akan menerima pembalasan dari dua keluarga terbesar itu?" Elak Elena dengan menggelangkan kepalanya kecil.


"Jangan membawa-bawa diriku! Kau merencanakan semuanya sendiri tanpa campur tangan dariku... Bahkan aku saja baru mengetahui semua kejahatan mu dan rencana mu hari ini...." Ucap Austin sinis.


"Baby... Tidak kau tidak boleh--" Ucap Elena dengan terpotong.


"Bawa dia pergi. Terserah apa yang kalian inginkan dengannya, lakukan apapun itu padanya... Aku memberikan semua tanggung jawab dia kepada kalian! Kalian mengerti" Titah Austin kepada anak buahnya yang baru saja datang.


"Baik tuan" Jawab Anak buah tersebut.


"Baby, kau tidak boleh seperti ini kepadaku" Tutur Elena dengan memberontak.


"Buat ia menderita! Lebih dari pada kematian adikku... Kalian paham" Tutur Austin kembali lalu pergi begitu saja setelah mengucapkan itu semua.


"Paham tuan" Balas kembali anak buah Austin.


'Briaaa, maafkan aku! Aku pasti akan meluruskan semua ini terhadapmu... Maafkan aku. Aku mencintaimu Briaaa' Batin Austin.


...Flashback off...


Setelah Brianna keluar, tanpa sadar jari-jari lentik milik Austin bergerak dengan perlahan. Dan kedua mola mata Austin dengan perlahan bergerak pula kesana kemari dalam keadaan mata yang masih tertutup! Lalu... tanpa sadar Austin pun mulai memanggil nama seseorang.


"Brianna" Lirih Austin pelan.


"Briaaa" Panggil Austin kembali dengan perlahan-lahan membuka kedua matanya tapi ketika kedua matanya akan membuka secara keseluruhan tiba-tiba saja Austin kembali menutup kedua matanya.


"Maafkan aku" Ucap Austin pelan yang kini kembali menutup kedua matanya dan menghentikan setiap pergerakannya.


...*****...


...Mansion Dirgantara...



"Ishhh menyebalkan" Gerutu seorang wanita cantik kini tengah keluar dari dalam mobil dengan memasang wajah kesalnya entah buat siapa dan karena siapa.


"Bagaimana bisa aku dibiarkan sendirian begitu saja di bandara! Ck. Mereka semua tidak menjemput ku" Kesal wanita cantik tersebut dengan berjalan memasuki mansion dirgantara.


"Mommyyyyy!!" Teriak wanita cantik tersebut yang menggelegar keseluruh sisi sudut mansion dirgantara.


"Awsss! Kupingku..." Ucap Queena dengan menutup kedua telinganya karena sedikit merasa sakit diarea telinganya itu.


Dengan terburu-buru Queena langsung saja keluar dari dapur dan pergi melihat ke aku aula mansionnya untuk melihat siapa yang tadi berteriak. Dengan begitu kerasnya.


"Mommyyyy"


"Mommy, mengapa kau tidak menjemput ku di bandara? Bahkan Daddy dan kakak-kakaku juga tidak menjemput ku... Brianna jugaa" Kesal wanita tersebut dengan cemberut.


"Aaaaaa! Aria nya mommy sudah pulang" Bahagia Queena dengan memeluk tubuh sang putri yaitu Arianna dengan sangat eratnya. Bahkan dengan sangat senangnya Queena terus saja menciumi setiap wajah cantik putrinya itu.


"Stop kissing me mommy" Pinta Arianna dengan mengehentikan pergerakan Queena.


...(Berhenti menciumiku mommy)...


"Ah mommy merindukanmu" Cemberut Queena.


"Aku ini sedang kesal dengan kalian loh mommy. Tidak ada satupun di antara kalian yang datang menyambut kepulangan ku di bandara tadi..." Ujar Arianna dengan menunjukan ekspresi kesalnya.


...Pletakk...


"Awsss"


"Daddyyy! Mengapa kau menyentil kening ku" Gerutu Arianna kepada Alvaro yang baru saja datang dan langsung menyentil keningnya.


"Kau lupa apa kemauan mu saat itu? Jika salah satu di antara kami dan kakak mu datang dengan menyambut kepulangan mu di bandara. Kemungkinan seluruh dunia akan tau bahwa kau adalah salah satu putri Dirgantara yang selama ini telah di sembunyikan" Jelas Alvaro dengan memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya.


"Ahhh aku lupa. Hehehehe...." Cengenges Arianna sambil mengusap pelan keningnya yang habis di berikan hadiah oleh sang daddy.