My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S2: Kepercayaan kembali



...Mansion dirgantara...


"Ada apa? Mengapa kita semua berkumpul disini?" Tanya Zanitha dengan pelan kepada sang suami.


"Kanza, ia ingin mengatakan sesuatu kepada kita! Dan kemungkinan ini menyangkut Arianna. Aku merasa bahwa mommy dan daddy tengah menyembunyikan sesuatu dariku jadi untuk apa dan mengapa Kanza tiba-tiba datang kemari kemungkinan ia ada sangkut pautnya" Jawab Alkenzo datar sambil menatap tajam wajah Arkanza yang mana kini tengah menunjukkan sebuah bukti kepada Alvaro dan Queena entah itu sebuah bukti apa.


"Aku juga merasa seperti itu, karena aku berfikir biasanya jika seluruh keluarga kita telah mendapat perintah untuk berkumpul. Maka semua akan berkumpul apapun kesibukannya mereka semua harus ada, Tapi kali ini.... Arianna tidak ikut sama sekali dalam perkumpulan keluarga baik dari permintaan Alkenzie maupun Arkanza" Balas Zanitha kembali sambil menganggukkan kepalanya kecil.


"Tebakanku sudah benar dan tidak salah, mereka berdua telah menyembunyikan sesuatu dariku! Dan itu menyangkut tentang Arianna adikku" Terang Alkenzo pelan.


"Kenzie, menurutmu apakah aku benar-benar harus berada di mari?" Bisik Liora pelan ditelinga Alkenzie.


"Kau istriku, apa yang tidak pantas dan apa yang pantas itu semua aku yang menentukan. Sekarang diam dan patuhlah atau perkumpulan keluarga ini tidak akan selesai" Ucap Alkenzie dengan menatap dalam wajah sang istri.


Bukannya menegur atau menasehati kedua putra dan kedua menantunya, Queena justru hanya bisa berpura-pura tidak mendengar apa yang ke empatnya tengah bicarakan. Karena kini dirinya mulai merasa sedikit tidak tenang akan sesuatu! Karen ia merasa bahwa saat ini akan terjadi sesuatu yang tidak di inginkannya.


Mungkin Arkanza tidak bersalah akan hal yang telah terjadi menimpa kisah hidupnya, Tapi.... Tetap saja!Putrinya adalah putrinya pendiriannya adalah pendiriannya tidak ada yang bisa menilai ataupun menebak isi kepala dari Arianna. Arianna mungkin akan berkata "A" tapi kemudian ia akan bisa berubah pikiran menjadi "B" jadi itulah sebabnya Queena kini melamun, Karena pada dasarnya putrinya itu adalah duplikat dari sang suami.


Kelima anak-anaknya semua adalah duplikat dari sang suami, tidak ada satupun yang menduplikati dirinya! Tapi bagi Queena itu adalah hal yang bagus. Karena ia tidak ingin ego dan keras kepala'nya itu tertanam didalam diri kelima anak-anaknya biarlah sifat dari sang suami saja yang diturunkan kepada kelima anak-anaknya tapi dirinya tidak.


"Kau bisa melihat dengan jelas daddy, aku tidak bersalah dan aku yakin kau sudah mengetahui tentang pernasalahku bersama Arianna" Ucap Arkanza dengan menatap dalam wajah Alvaro.


"Kami sudah tua, kami tidak bisa kembali membantu kalian! Kini yang bisa kau lakukan hanyalah pergi dan temui putri kami. Selesaikan masalah kalian berdua secara baik-baik dan ceritakan tentang kebenaran'nya kepada Arianna" Jelas Alvaro dengan nada sedikit datar kepada Arkanza.


"Nakk, kami tidak tau apa yang sebenarnya telah terjadi. Dan kami juga tidak tau mana yang benar mana yang salah tapi kami yakin bahwa kau bisa menyelesaikan ini semua! Sekarang.... Pergilah ketempat ini bawa kartu pengenal ini dan perlihatkan kepada anak buah Dirga Grup dan Tara Grup yang menjaga disana" Sahut Queena dengan tersenyum kecil.


"Ini.... Apakah ini lokasi keberadaan Arianna? Mommy, daddy apakah kalian masih mempercayai'ku" Tanya Arkanza dengan nada tak percaya menatap wajah Queena dan Alvaro.


"Benar"


"Pergilah sekarang juga dan temui Arianna. Bawa bukti ini dan perlihatkan kepada'nya kami yakin ia akan memaafkan dirimu nantinya" Ucap Alvaro kembali.


"Baik daddy, terimakasih karena kalian masih mau mempercayai diriku" Balas Arkanza dengan secara tiba-tiba memeluk tubuh Alvaro.


...Grepppp...


"Hmmmm"


"Mommy, daddy kalau begitu Kanza pamit! Sekali lagi terimakasih" Pamit Arkanza dengan tersenyum manis menatap keduanya serta yang lainnya.


"Ya baiklahh"


"Aku juga pamit kepada kalian semua, terimakasih karena kalian repot-repot datang dan berkumpul kemari" Ujar Arkanza kepada semuanya sebelum ia pergi.


"Aku pamit"


"Berhati-hatilah" Ucap serempak seluruh keluarga kepada Arkanza.


"Mommy, daddy bisa kalian jelaskan kepada kami apa yang sebenarnya telah terjadi antara Arianna dan Arkanza?" Tanya Alkenzie dengan menaikkan satu alisnya sambil menatap wajah kedua orang tuanya itu.


"Kami akan menjelaskannya nanti, tapi sebelum itu kami ingin mengatakan sesuatu untuk adik kalian" Kata Queena dengan tersenyum kecil.


"Siapa? Alan atau... Bria?" Tanya Brianna dan Alan secara bersamaan.


"Kau sayang" Ujar Queena kepada sang putri.


"Bria?"


"Kembalilah kepada Austin jika kau masih mencintainya, kami berdua telah merestui hubungan kalian kembali. Ingat! Katakan padanya jangan bersembunyi-sembunyi jika ingin mengajakmu pergi, Jangan pikir kami tidak mengetahuinya" Terang Alvaro.


"Daddy?"


"Nakk!! Kami pernah kecewa terhadap Austin tapi itu dulu... Berbeda dengan sekarang. Sekarang kami telah memaafkan kesalahannya karena kau, kau pasti akan bertanya mengapa begitu bukan? Maka hanya satu jawabannya yaitu... Karena kami ingin yang terbaik untukmu, diluar sana tidak ada pria lagi yang kami percaya untuk menjagamu selain Austin. Kakak-kakak mu? Mereka tidak mungkin terus menerus harus menjagamu karena mereka berdua telah mempunyai keluarganya sendiri! Sedangkan kami berdua? Kami sudah tua kami sudah tidak bisa kembali menjagamu seperti dahulu" Cerita Queena dengan lirih.


"Austin mungkin telah melakukan kesalahan, tapi... Ia sudah sadar akan kesalahannya! Kami memberikan kembali sebuah kepercayaan terhadap'nya, jadi... Kami kembali merestui hubungan'mu bersama Austin" Terang Alvaro dengan tersenyum manis kepada Brianna yang mana kini tengah menatap tak percaya wajah kedua orang tuanya itu.


"Mengapa kalian tiba-tiba berkata seperti ini dan lagi... Mengapa kalian tiba-tiba memberikan kembali sebuah kepercayaan kepada Austin? Apa yang sebenarnya sedang kalian rencanakan?" Ujar Brianna dengan kebingungan.


"Tidak ada yang kami rencanakan sayang, semua baik-baik saja. Hanya saja memang sudah saatnya kau dan Austin untuk bersatu kembali. Hanya itu dan tidak lebih, tidak ada yang kami rencanakan atau yang kami tengah rencanakan" Balas Queena dengan lembut.


'Lagi dan lagi, mengapa aku merasa sangat aneh akan tingkah dan perilaku mereka. Apa yang sebenarnya mereka sedang tutupi dari kami' Batin Alkenzo.


'Sangat aneh, ini sangat aneh! Mengapa mommy dan daddy akhir-akhir ini bertingkah sangat aneh? Apa yang mereka tutupi dari kami semua sebenarnya?' Batin Brianna.


'Maafkan kami, kami tidak bisa memberitahukan tentang kami kepada kalian semua nak' Batin Queena.


'Maaf' Batin Alvaro.


"Zea sayang dan Liora, ikutlah dengan mommy ke kamar mommy. Ada yang mommy dan daddy ingin katakan kepada kalian" Pinta Queena yang di angguki oleh Alvaro.


"Baik mommy" Jawab keduanya secara kompak walau sebenarnya Liora dan Zenitha tengah merasa kebingungan dengan apa yang terjadi secara tiba-tiba.


"Mari"


"Ya mommy"