My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S2: Marahnya Arianna



...Ruangan vvip 02...


...Tittt.... Tittt... Tittt......


Suara monitor rumah sakit, serta alat-alat medis kini tengah terpasang rapih di seluruh tubuh milik Zanitha! Alkenzo? Yaa, Alkenzo kini tengah berada di dalam ruang rawat tempat Zanitha berada. Tatapan lirih serta isakan kecil kini Alkenzo tengah alami.


Ingin menangis, tapi tidak mampu karena air matanya sudah tidak dapat lagi keluar. Yang bisa ia lakukan hanyalah diam sambil menatap sendu wajah sang kekasih.


"Cepatlah sadar. Aku sangat sedih jika harus melihat mu seperti ini, yang mana alat-alat jelek itu terus saja menempel ditubuh cantik mu" Lirih Alkenzo pelan.


"Harusnya kau tidak usah mengingat kembali masa lalu kita, biarkan saja kau melupakan semuanya! Aku tidak akan mempermasalahkan hal itu kepada mu. Tapi mengapa kau malah berusaha untuk kembali mengingat nya? Mengapa Anitha" Gumam Alkenzo pelan.


"Aku mohon cepatlah buka matamu. Apa kau tidak lelah terus berbaring seperti ini?" Tanya Alkenzo.


"Anitha! Aku sangat berharap sebelum hari pernikahan aunty Lauren kau sudah sadar" Kata Alkenzo kembali.


...*****...


...Taman Dirgantara hospital...


"Kau sangat kelelahan! Bagaimana jika kau istirahat? Aku akan mengantarmu pulang" Tawar seorang pria tampan kepada seorang wanita cantik yang menggunakan baju dokter nya.


Dua orang tersebut yang tak lain adalah Austin dan Brianna, ya itu adalah mereka berdua yang mana kini tengah duduk ditaman rumah sakit untuk mencari angin segar malam saat ini.


"Terimakasih. Tapi kemungkinan daddy ku yang akan membawaku pulang bersama dengan nya. Karena saat ini, daddy, mommy, para aunty serta para uncle ku berada disini" Tolak halus Brianna kepada Austin sambil tersenyum kecil.


"Baiklah, aku tidak akan memaksa mu. Ohh yaa kau pasti merasa haus. Minumlah air ini, jangan takut aku tidak menaruh apa-apa kedalam nya jika kau tidak percaya kau bisa menguji nya padaku" Ucap Austin dengan memberikan satu botol air minum kepada Brianna.


"Terimakasih, kali ini aku percaya! Karena kau tidak akan berbuat yang tidak-tidak di negara ku. Hahahaha jika kau berbuat sesuatu padaku mungkin saja kau tidak akan bisa kembali ke negara mu" Tawa Brianna kecil.


"Tertawa lah seperti ini terus, aku bahagia jika melihatmu seperti ini" Gumam Austin pelan tapi samar-samar tidak sengaja di dengar oleh Brianna.


"Kau mengatakan sesuatu?" Tanya Brianna dengan menaikkan satu alisnya kepada Austin.


"Ahh, tidak! Mungkin kau salah dengar aku tidak mengatakan sesuatu" Balas Austin dengan cepat menggelengkan kepalanya.


"Owhh, aku kira ka--"


"Brianna" Panggil seseorang dengan wajah datar dan dingin memanggil nama Brianna.


"D-daddy, m--momny?" Ucap Brianna pelan dengan gugup hingga ia sampai berdiri dari duduk nya.


"Perlukah daddy kembali ingatkan kepada mu Bria? Sudah lupa kah apa yang daddy pernah katakan padamu?" Tanya Alvaro dengan menatap tajam wajah Austin.


"Ma--maaf daddy, tapi aku hanya---"


"Pulang" Kata Alvaro lalu pergi begitu saja dengan pandangan yang tidak bisa diartikan.


"Daddy!!" Teriak Brianna dengan memanggil sang daddy.


"Pulanglah nak, angin malam tidak baik untuk mu. Daddy mu menyuruh kau pulang untuk beristirahat karena daddy mu yakin bahwa kau saat ini sangat lelah bukan?" Ujar Queena dengan lembut sambil tersenyum kecil kepada sang putri.


"Baik mommy" Jawab Brianna dengan lirih lalu perlahan mulai berjalan pergi bersama dengan Queena tapi sebelum itu Brianna terlebih dahulu membalikkan tubuhnya dan memberi anggukan kecil kepada Austin.


Austin yang melihat itu pun dengan cepat, membalas anggukan kecil kepala dari Brianna dengan cara tersenyum manis. Sedangkan Arianna? Ia justru tidak ikut pergi pulang bersama sang mommy, sang daddy serta sang adik karena ada yang ingin ia katakan terlebih dahulu kepada Austin entah menyangkut hal apa tapi yang jelas sepertinya sangat serius.


"Ingin menyakiti adik ku lagi? Hmmmm, dengan cara busuk yang pernah kau lakukan dulu kepada nya" Tanya Arianna dengan menatap benci wajah Austin.


Arianna membenci Austin karena bagaimana pun juga Austin adalah pria yang telah berniat jahat terhadap saudari nya itu. Arianna ingin sekali menampar wajah pria yang berada di hadapan nya saat ini tapi ia tahan karena pada dasarnya ia adalah wanita terhormat jadi ia tidak bisa sembarang menampar seseorang.


"Kali ini aku tulus dengan Bria, beberapa tahun yang lalu hanyalah sebuah kesalah pahaman saja. Bria bahkan sudah mengetahui fakta nya sendiri" Jawab Austin dengan nada sedikit datar.


"Hanya sebuah kesalah pahaman? Hanya? Kau bilang hanya sebuah kesalah pahaman? Hahahaha"


"Apa kau tau... Hanya sebuah kesalah pahaman yang kau bilang itu hampir saja menghancurkan hidup adik ku Brianna. Memang, pada saat itu kau belum mengenal adik ku tapi setelah mengenal jati diri adik ku, mengapa kau langsung berubah pikiran? Hmmmm" Marah Arianna dengan tertawa hambar menatap wajah tampan Austin.


"Saat ini aku benar-benar tulus kepada nya, bukan karena adanya sebuah identitas jelas miliknya ataupun apa tapi aku kali ini memang benar-benar tulus. Tulus menginginkan cintanya bukan menginginkan hal yang lain darinya" Balas Austin dengan cepat.


"Bukankah kau dari keluarga bangsawan yang terhormat? Hmmmm, mengapa hanya mencari sebuah informasi tentang seorang wanita kau tidak bisa?! Seharusnya ketika kau ingin berbalas dendam kau lebih dahulu mencari informasi yang jelas mengenai kematian adik perempuan mu. Bukan justru malah langsung mengambil tindakan untuk membalas dendam kepada seseorang yang tidak tau menahu tentang kematian adik mu" Terang Arianna.


"Selama ini kau hanya berpura-pura mencintai adik ku, kau hanya menjadikan nya sebuah dadu bukan sebuah kekasih pada umum nya. Kau tidak mencintai nya! Kau hanya penasaran dengan nya" Geram Arianna.


"Aku benar-benar mencintainya kali ini! Tanpa aku sadari sedari dulu aku memang sudah mencintai nya. Kau boleh marah kepadaku mengenai beberapa tahun yang lalu.... Karena pada dasarnya aku memang salah dan aku mengakui nya" Kata Austin kepada Arianna.


"Baguslah jika kau mengakui nya, perlu kau ingat ini baik-baik! Kau harus tau bahwa "Brianna" adalah wanita yang memiliki kondisi fisik lemah sejak lahir. Diantara kami semua "Brianna" lah yang memiliki fisik sangat lemah sendiri. Dan itu sudah bawa an sejak ia lahir, jika kau ingin kembali menyakiti nya maka langkahi dulu diriku, kedua kakak ku serta seluruh keluarga ku. Jika kau berhasil maka aku akan membuat sebuah pesta besar-besaran untuk mu" Tegas Arianna kembali berkata kepada Austin dengan menekan setiap nama sang adik di setiap katanya itu.


"Jadilah pria sejati dan jangan menjadi pria "Pengecut" yang pernah aku temui, langkahi kami terlebih dahulu jika kau ingin menyakiti adik ku kembali, tapi sebalik nya jika kau benar-benar tulus menginginkan nya maka berusahalah dapatkan hati kami semua terutama untuk daddy ku" Jelas Arianna kembali lalu setelah itu pergi begitu saja meninggalkan Austin sendiri.


"Itu pasti dan aku akan berusaha mendapatkan hati seluruh keluarga mu. Dan yang paling utama adalah tuan besar Alvaro Kenan Dirgantara" Gumam Austin.