
...Author: Penjelasan mengenai penyakit Leukemia:...
Leukemia adalah kanker jaringan pembentuk darah, termasuk tulang sumsum. Ada banyak jenisnya, seperti leukemia limfoblastik akut, leukemia mieloid akut, dan leukemia limfositik kronis.
Banyak pasien dengan jenis leukimia yang lambat berkembang tidak memiliki gejala. Leukimia yang cepat berkembang dapat menyebabkan gejala yang termasuk kelelahan, penurunan berat badan, sering infeksi, dan mudah berdarah atau memar.
Leukimia atau lebih tepatnya leukemia adalah kanker darah akibat tubuh terlalu banyak memproduksi sel darah putih abnormal. Leukemia dapat terjadi pada orang dewasa dan anak-anak. Sel darah putih merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang diproduksi di dalam sumsum tulang. Ketika fungsi sumsum tulang terganggu, maka sel darah putih yang dihasilkan akan mengalami perubahan dan tidak lagi menjalani perannya secara efektif.
Leukemia sering kali sulit terdeteksi karena gejalanya menyerupai gejala penyakit lain. Deteksi dini perlu dilakukan agar leukemia dapat cepat ditangani.
Ciri-ciri dan gejala Leukimia:
Pada awalnya, leukemia sering kali tidak menimbulkan tanda-tanda. Gejala baru muncul ketika sel kanker sudah semakin banyak dan mulai menyerang sel tubuh. Gejala yang muncul pun bervariasi, tergantung jenis leukemia yang diderita. Namun, secara umum ciri-ciri penderita leukemia adalah:
-Demam dan menggigil
-Tubuh terasa lelah dan rasa lelah tidak hilang meski sudah beristirahat
-Berat badan turun drastis
-Gejala anemia
-Bintik merah pada kulit
-Mimisan
-Tubuh mudah memar
-Keringan berlebihan (terutama pada malam hari)
-Mudah terkena infeksi
-Muncul benjolan di leher akibat pembengkakan kelenjar getah bening
-Perut terasa tidak nyaman akibat organ hati dan limpa membengkak.
Gejala yang lebih berat dapat dialami penderita apabila sel kanker menyumbat pembuluh darah organ tertentu. Gejala yang dapat muncul meliputi:
-Sakit kepala hebat
-Mual dan muntah
-Otot hilang kendali
-Nyeri tulang
-Linglung
-Kejang.
Leukimia menjadi masih menjadi satu di antara penyakit mematikan di dunia. Leukemia, atau kanker sel darah, menyebabkan gejala halus dan mengejutkan di seluruh tubuh. Leukemia adalah kanker darah dan sumsum tulang, keganasan yang menyebabkan produksi abnormal sel-sel darah tertentu.
Oleh karena itu orang yang mengidap penyakit Leukimia sesegera mungkin harus cepat ditangani!Atau nantinya akan sangat fatal bila terus saja dibiarkan dan tidak diobati.
Dan satu-satunya cara untuk sembuh dari penyakit tersebut adalah, operasi sumsum tulang belakang!.
...*****...
...Ruang Rawat Queena...
"Kakak" Panggil Lauren yang melihat Queena kini sudah sadarkan diri dan kini Queena tengah terduduk dengan memandang kosong sekitarnya.
"Lauren, dimana putri kakak yang lainnya?" Tanya Queena dengan mata berkaca-kaca.
...Grepppp...
"Kakak" Lirih Lauren dengan berlari dan memeluk tubuh Queena dengan erat, karena kemungkinan Queena sudah tau mengenai kondisi putrinya yang bungsu itu.
"Putrimu saat ini sedang berada diruang rawat bayi, kakak" Jawab Lauren dengan perlahan melepaskan pelukannya.
"Apa yang terjadi dengannya" Tanya Queena kepada Lauren sambil menatap wajah Lauren dengan mata berkaca-kaca.
"Kakak, aku yakin kau pasti sudah mengetahui semuanya" Ucap pelan Lauren dengan menatap sendu wajah Queena.
"Benar, kakak sudah mengetahuinya. Lalu... Bagaimana cara agar kakak bisa menyelamatkan putri kakak dari kanker Leukemia ini? Katakan Lauren, kakak tau kau pasti mengetahui semuanya bukan" Tanya Queena..
"Hanya ada satu cara kakak, agar putrimu bisa sembuh dari kanker Leukemia ini" Jawab Lauren.
"Katakan apa itu? Kakak pasti akan berusaha untuk menyembuhkan putri kakak. Apapun resikonya kakak pasti akan menuruti semua perkataanmu! Asalkan putri kakak bisa sembuh" Kata Queena dengan memegang tangan Lauren dan meminta Lauren untuk mengatakan cara untuk menyembuhkan putri bungsunya itu.
"Operasi, hanya dengan operasi sumsum tulang belakang... Maka putrimu bisa sembuh dengan cepat" Balas Lauren kembali.
"Operasi" Lirih Queena.
"Tapi... Dia masih kecil! Bagaimana bisa putriku harus merasakan meja operasi di usianya yang masih sangat muda?" Tutur Queena dengan menatap wajah Lauren, untuk meminta penjelasan.
"Tapi hanya itu yang bisa membuat putrimu cepat sembuh dari penyakit ini kakak. Dan mengenai untuk operasi... Kau bisa menunggunya sampai putrimu berumur dua atau tiga tahun... Dan cara untuk menyembuhkan saat ini hanyalah dengan rutin berobat saja" Jelas Lauren kembali kepada Queena.
"Kalau begitu, kakak akan mendonorkan sumsum tulang belakang kakak untuk putri kakak. Kau buatlah jadwal untuk operasi kakak dan putri kakak Lauren" Tutur Queena.
"Kau tidak bisa melakukan operasi ka" Balas Lauren.
"Mengapa tidak bisa Lauren?" Tanya Queena dengan kebingungan.
"Karena yang bisa mendonorkan sumsum tulang belakang hanyalah suamimu! Aku sudah mengecek sumsum tulang belakang putri tadi... Dan sumsum tulang belakangnya tidak cocok denganmu, kemungkinan sumsum tulang belakang suamimu lah yang cocok untuk putrimu..." Ujar Lauren dengan menjelaskan kembali kepada Queena.
"Bagiamana bisa kebetulan seperti ini" Gumam Queena dengan lirih.
"Kakak... Aku yakin kau pasti kuat, untuk soal putrimu aku pasti akan membantunya" Tutur Lauren yang mendapatkan sebuah pelukan dari Queena.
"Bisakah kau mengantar kakak menuju ruang bayi? Kakak ingin melihat anak-anak kakak" Pinta Queena yang diangguki oleh Lauren. Karen memang ketiga anak-anak Queena tadi sudah dipindahkan kembali ke dalam ruang bayi.
Lalu... Lauren-pun mulai membantu Queena untuk duduk diatas kursi roda... Tidak lupa dengan cairan infus yang masih harus dihabiskan olehnya. Dan setelahi itu... Lauren-pun mulai membantu Queena mendorong kursi roda tersebut menuju ruangan Bayi.
...Skippppp......
...Ruang Bayi...
"Anakku" Lirih pelan Queena dengan tersenyum sendu dan bahagia atas kelahiran anak-anaknya.
"Apa kau sudah mempunyai sebuah nama untuk mereka kakak?" Tanya Lauren pelan karena ia tidak bisa berkata keras di dalam ruangan bayi.
"Sudah" Jawab Queena singkat.
"Tolong beritahu aku" Pinta Lauren dengan tidak sabar.
"Untuk putra pertamaku... Kakak akan memberikan sebuah nama yaitu. Alkenzo Keano Putra Dirgantara dan untuk putra kedua kakak akan akan memberinya nama... Alkenzie Keano Putra Dirgantara" Ucap Queena dengan tersenyum manis.
"Nama yang sangat bagus. Lalu... untuk kedua putrimu kakak?" Puji Lauren dengan tersenyum manis.
"Untuk putri kakak yang ketiga, kakak akan memberinya nama... Arianna Angelina Putri Dirgantara dan untuk yang terakhir. Kakak akan memberinya nama Brianna Angelina Putri Dirgantara, sesuai yang sudah kakak sepakati dengan suami kakak" Ujar Queena dengan tersenyum kecil.
"Nama-nama yang sangat cantik... Aku sangat menyukainya..." Ujar Lauren dengan tersenyum bahagia.
"Tapi... Kakak mohon padamu untuk sekarang kau tidak boleh memberitahukan kepada semua orang mengenai marga keponakanmu! Kau pasti mengerti bukan Lauren?" Kata Queena yang diangguki oleh Lauren.
"Tentu kakak, aku akan menyembunyikannya untuk saat ini" Balas Lauren dengan mengangguk kecil.
...Visual Alkenzo Keano Putra Dirgantara:...
...Visual Alkenzie Keano Putra Dirgantara:...
...Visual Arianna Angelina Putri Dirgantara:...
...Visual Brianna Angelina Putri Dirgantara:...
...Flashback Off...
"Apa yang harus aku lakukan saat ini... Apakah aku harus" Gumam Queena dengan duduk didepan pintu ruang rawat putrinya itu.
"Mommy, kau tidak boleh egois untuk saat ini... Ini mengenai kondisi adikku Brianna! Kau harus mengambil keputusan segera mungkin... Jika tidak, aku tidak tau apa yang akan terjadi dengan adikku nantinya" Kata Alkenzo dengan menasehati sang mommy.
"Huuuffff... Putraku benar. Aku terlalu Egois mengenai ini. Tapi... Akankah Varo mau menerima kehadiranku lagi" Tanya Queena kepada dirinya sendiri.
"Queena Angelina Kusuma. Itu margamu bukan mommy?" Tanya seseorang yang harus aja datang dan itu yang tak lain adalah Alkenzo, Alkenzie dan Arianna.
"Mommy!!" Panggil Arianna dengan berlalu menuju Queena.
...Haaappppp...
"Nakal!"
"Berulang kali kali mommy sudah mengatakan padamu untuk tidak berlari-lari seperti ini..." Kata Queena dengan mencubit pelan hidung putrinya itu.
"Ishhh mommyyy" Kesal Arianna dengan memanyunkan bibir mungilnya kedepan.
"Benar, itu memang marga mommy. Apa kau mencari tau latar belakang mommy Alzo?" Jawab Queena dengan bertanya kepada putra pertamanya itu. Tidak heran jika putra pertamanya itu tau mengenai dirinya tanpa ia sendiri yang mengatakannya.
Karena Queena tau jelas bahwa Alkenzo sangatlah berbeda dari ketiga anaknya yang lain, Alkenzo lebih cenderung memiliki sifat yang seperti Alvaro. Diam tapi mengetahui segalanya, pandai dalam mencari tau hal apapun.
"Benar" Jawab Alkenzo singkat.
"Dan marga kami adalah dirgantara bukan begitu mommy?" Tanya Alkenzie kepada Queena, karena memang selama ini Queena hanya mengatakan bahwa marga mereka adalah 'D' saja.
"Itu benar" Jawab kembali Queena.
"Karena kalian sudah mengetahui semuanya... Jadi kalian--" Ucap Queena yang terpotong oleh perkataan Alkenzo.
"Harus menutupinya? Sama seperti yang kau lakukan" Kata Alkenzo dengan memotong ucapan Queena.
"Tidak" Jawab Queena cepat.
"Lalu apa mommy?" Tanya Alkenzie.
"Mommy tidak akan mengatakannya sekarang" Ujar Queena.
"Selalu seperti itu" Ucap pelan Alkenzo.
"Maafkan mommy" Lirih Queena.
"Mommy, bagaimana kondisi adikku Brianna? Apa ia baik-baik saja" Tanya Arianna dengan khawatir.
"Adikmu pasti akan baik-baik saja... Mommy yakin itu" Jawab Queena dengan tersenyum manis untuk meyakinkan putrinya itu yang kini tengah mengkhawatirkan kondisi adiknya.
"Dimana aunty kalian?" Tanya Queena.
"Aunty sedang menangani pasien saat ini" Celetuk Alkenzie.
"Hmmmm... Baiklah apa kalian ingin masuk melihat adik kalian?" Ujar Queena dengan bertanya kepada ketiga anak-anaknya yang lain.
"Iyaa mommy, kami ingin melihat Brianna" Jawab Arianna dengan cepat.
"Baiklah, mari kita masuk" Balas Queena dengan menggendong tubuh mungil putrinya itu.