
"Sudah-sudah kalian ini" Relai Maura dengan menggelengkan kepalanya karena melihat tingkah mereka bertiga.
"David kemarilah aku ingin membisikkan sesuatu kepadamu" Titah Queena pada David dan David pun langsung saja duduk disebelah Queena.
"Katakan kakak ipar" Kata David.
Saat hendak membisikkan sesuatu kepada David, Queena tiba-tiba saja menutup mulutnya dengan kedua tangannya lalu berlari pergi begitu saja menuju dapur.
"Sayanggg" Teriak Alvaro yang memanggil Queena dengan mengejar juga.
"Ada apa dengan kakak ipar?" Tanya David yang kebingungan melihat tingkah Queena.
"Ada apa dengan Queena?" Tanya Maura lalu pergi menyusul Queena dan Alvaro dan di ikuti David dibelakangnya.
...Dapur...
"Huekkk"
"Huwekkk"
"Kau kenapa?" Tanya Alvaro dengan membantu memijat belakang leher jenjang Queena agar Queena lebih mudah untuk mengeluarkan isi perutnya yang tidak enak.
"Perutku tiba-tiba terasa tidak enak saat aku mencium bau badan David" Jawab Queena dengan membasuh mulutnya.
"Nakk! Kau kenapa? apa kau baik-baik saja" Tanya Maura yang baru saja datang bersamaan dengan David.
"Kakak ipar ada apa?" Tanya David dengan raut wajah kebingungan.
"Hmmm, David sebaiknya kau jangan mendekat! Karena aku--"
"Huwekkk"
"David menjauhlah" Titah Alvaro yang diangguki oleh David walaupun ia tidak mengerti sebenarnya ada apa dengan Queena.
"David apa kau sudah mandi?" Tanya Queena yang membuat David menjadi lebih kebingungan dengan pertanyaan yang diberikan olehnya padahal jelas-jelas ia pasti sudah mandi.
"Jelas sudah kakak ipar, memangnya kenapa?"
"Kenapa kau sangat bau?" Tanya Queena dengan menutup hidungnya.
"Ha? Bau? Tidak... Aku tidak bau justru aku sangat wangi" Kata David yang melongo mendengar jawaban dari Queena yang mengatakan dirinya bau.
"Kau bau"
"Nakk! David tidak bau. Mommy malah menciumnya sangat wangi, parfum yang ia pakai sama Seperti biasanya" Tutur Maura yang memang tidak mencium bau ditubuh David.
"David tidak bau sayang" Sahut Alvaro dengan memberitahukan kepada Queena juga bahwa David memang tidak bau malahan David justru sangat wangi.
"David bau mommy" Tegas Queena dengan menutup hidungnya.
"Sudah cukup! sudah beberapa minggu ini kau sangatlah aneh sayang... Jadi sekarang ikutlah denganku" Relai Alvaro lalu menarik pelan pergelangan tangan Queena entah ia ingin membawa Queena kemana.
"Al, kau ingin membawa istrimu kemana nak?" Tanya Maura dengan ikut mengejar putranya bersamaan dengan David dibelakangnya.
"Al, kau ingin membawa kakak ipar kemana?" Tanya David juga yang mengikuti dengan mereka.
"Ikut saja, kalian nanti akan tau" Jawab Alvaro dengan sedikit berteriak.
"Kita akan pergi kemana suamiku?" Tanya Queena yang juga ingin tau dan pasrah ketika Alvaro menariknya.
"Diam dan patuhlah" Kata Alvaro.
"Baiklah"
'Sebenarnya Alvaro ingin membawaku kemana? Jika aku bertanya kembali aku takut ia akan memarahiku! Yasudahlah aku menurut saja' Batin Queena.
...Skippppp......
...Hospital Dirgantara...
"?"
"Tidak" Tegas Alvaro lalu menarik kembali lengan Queena, kali ini Queena tidak menurut ia justru malah memberontak meminta untuk di lepaskan
"Tidak! Aku tidak mau, aku tidak sakit suamiku" Berontak Queena dengan melepas paksa tangan Alvaro lalu berlari masuk kedalam mobil.
"Nakk! Sebenarnya kenapa kau malah membawa istrimu kemari?" Tanya Maura yang tidak mengerti apa-apa sebenarnya begitu juga dengan David.
"Mommy aku kesini hanya ingin memeriksa kondisi Anna saja! Karena sudah beberapa minggu ini tingkah Anna menjadi sangat Aneh" Tutur Alvaro.
"Aneh? Maksudmu bagaimana"
"Dia sangat aneh, dia selalu bangun siang dan tidak pernah mau makan. Setelah telah itu ia hanya ingin memakan makanan yang diluar saja, dan waktu itu ia menyuruhku memanjat pohon hanya untuk mengambil sebuah daun yang sangat cantik saja baginya! Bukan buahnya. Dan ketika akumengambil buahnya ia justru malah membuangnya ketempat sampah hingga membuatku kesal! Lalu iapun akhir-akhir ini selalu menangis hanya karena masalah kecil saja hingga membanting hendphonenya sampai hancur, Anna juga selalu ingin mengerjaiku tanpa alasan dan membuatku pusing dengan tingkahnya. Makanya aku membawanya kemari untuk memeriksa kondisinya" Jelas Alvaro dengan menceritakan kejadian aneh pada diri Queena.
"Putff, memanjat pohon hanya untuk mengambil sebuah daun yang sangat cantik menurut kakak ipar saja? Hahahaha, ini sangat lucu dimana-mana semua orang menyuruh pasangannya untuk mengambilkan nya buah, tapi kakak ipar justru berbeda dengan yang lainnya. Hahahaha mengambil daun? Hahahaha" Tawa David yang merasa sangat lucu ketika Alvaro menceritakan kejadian Aneh pada Queena.
"Diam" Kesal Alvaro, sebenarnya Alvaro juga tidak habis pikir dengan Queena bisa-bisanya Queena menyuruh dirinya memanjat pohon hanya untuk mengambil satu daun yang menurutnya sangat cantik.
"Jadi..."
"Keluar" Titah Alvaro dengan menarik lengan Queena agar Queena mau keluar.
"Tidak! Aku sudah bilang padamu suamiku bahwa aku tidak sakit. Kau tidak boleh memaksaku" Tolak Queena dengan bersusah payah melepas lengan Alvaro yang tengah memegangnya.
...Grepppp...
"Aaaaa! Alvaroooo!! Turunkan akuuuuuuuu" Teriak Queena karena dirinya diangkut seperti karung beras oleh Alvaro karena dirinya yang tidak mau menurut.
...Plaaakkk...
"Diam" Tegas Alvaro dengan memukul pelan bokong Queena agar Queena mau diam.
"Al, turunkan Queena nakk" Titah Maura tapi tidak dihiraukan oleh Alvaro.
Alvaropun langsung saja membawa masuk Queena kedalam rumah sakit tanpa memperdulikan Queena yang terus saja memberontak, Alvaro juga tidak menghiraukan tatapan semua orang yang berada dirumah sakit yang tengah menatapnya dengan tatapan aneh. Sedangkan dokter dan suster yang melihat pemilik rumah sakitnya datang langsung saja berlarian untuk menyambut Alvaro dan yang lainnya hingga membuat seluruh penghuni rumah sakit menjadi ramai.
"Suamiku kau membuat orang-orang menatap kita seperti sedang ada pertunjukan" Bisik Queena pelan.
"Maka dari itu kau diamlah" Jawab Alvaro dengan berbisik pula.
"Selamat malam tuan Alvaro, nyonya besar, nyonya muda Queena dan tuan David" Sambut seluruh suster dan dokter yang ada dengan berkumpul menyambut pemilik rumah sakit.
"Ada yang bisa kami bantu tuan?" Tanya salah satu dokter yang memberanikan diri untuk bertanya kepada Alvaro.
"Aku ingin salah satu dokter perempuan yang ada disini memeriksa kondisi istriku" Kata Alvaro dengan datar.
"Baik tuan, bisakah anda menuruni nyonya muda terlebih dahulu? Dan tolong tuan letakan nyonya muda di kursi roda ini saja" Jawab salah satu dokter perempuan yang bernama Vanessa.
"Hmmm"
"Suamiku kumohon aku sedang tidak sakit jadi kita pulang saja yaa" Pinta Queena dengan nada memohon agar Alvaro mau membawanya pulang.
"Jangan mengelak! Aku tau kau takut dengan obat makanya kau memohon padaku untuk segera pulang bukan?"
"Tapi--"
"Cepat periksa istriku" Tegas Alvaro dengan nada dinginnya dan tentunya itu membuat para dokter dan suster menjadi terburu-buru untuk memeriksa kondisi Queena.
...*****...
Akhirnya Queena'pun dibawa keruang pemeriksaan untuk memeriksa kondisinya, dan mau tidak mau Queena akhirnya menurut saja. Karena ia takut dengan tatapan suaminya yang tengah menatapnya dengan tatapan tajam saat ini.
'Ohh tidak! Semoga dokter Vanessa tidak memberiku obat, aku benci obat' Batin Queena.
'Bantulah aku tuhan! Kau pasti tau bukan bahwa aku ini tidak menyukai obat-obatan dan lebih menyukai aku disuntik saja, dari pada harus meminum obat-obatan yang aku benci itu' Batin Queena kembali.
Selama Ini Queena memang membenci obat-obatan menurutnya obat-obatan hanya mempercepat kematian saja! Lebih baik ia memilih suntikan dari pada harus meminum obat-obatan.
...*****...
...Jangan Lupa Like, karena Like Itu gratis 🥀🌹....