
...Kusuma Grup...
"Haissshhh, menapa semakin hari semakin banyak saja kertas-kertas ini" Gerutu Queena yang sedari tadi tengah mengerjakan dokumen-dokumen miliknya yang mana tak ada habis-habisnya.
"Mau uncle bantu Queena?" Tanya Zayyann yang entah kapan datang.
"Uncle? Hmmmm... boleh, uncle kau bisa membantu'ku" Jawab Queena tersenyum manis lalu Zayyann'pun langsung saja duduk dan mulai membantu Queena mengejarkan dokumen-dokumen kantornya milik'nya itu.
"Queena" Panggil Zayyann.
"Iyaa, uncle?" Jawab Queena dengan mengangkat satu alisnya menatap wajah sang uncle.
"Uncle mau kau jujur, apa kau benar-benar mencintai Alvaro?" Tanya Zayyann yang membuat Queena berhenti seketika dari aktivitasnya, lalu kemudian mulai menatap Zayyann.
"Tentu saja uncle... Uncle tau kan bahwa Alvaro adalah cinta masa kecilku? jadi sudah kelas jawabnya adalah, aku benar-benar mencintainya" Jawab Queena tanpa berbohong mengenai cintanya tapi perihal pernikahan'nya ia sudah pasti berbohong.
"Hmmmm" Dehem Zayyann.
"Yasudah, kalo begitu kita lanjutkan saja pekerjaan kita atau nanti tumpukan kertas yang berharga ini akan semakin beranak" Ujar Zayyann yang di setujui oleh Queena.
"Kaaa! apa kau butuh bantuan'ku juga?" Tanya seseorang yang baru saja datang yang mana orang tersebut yang tak lain adalah Sesillia.
"Sesillia?"
"Sesillia, mengapa kau datang ke kantor? Bukankah kakak sudah mengatakan padamu untuk menghabiskan waktu bertiga dengan uncle Gani dan aunty Silsila sajaaa..." Tanya Queena yang sedikit terkejut dengan kehadiran Sesillia, sebenarnya bukan hanya Sesillia saja yang datang melainkan Silsila dan Gani juga ikut serta datang ke kantornya saat ini.
"Nakk Queena, bolehkan kami berbicara denganmu sebentar?" Tanya Gani dengan nada serius.
"Tentu saja uncle" Jawab cepat Queena lalu menyuruh mereka semua untuk duduk di sofa yang berada diruang kerjanya, begitu'pun juga Zayyann yang ikut serta di dalamnya.
"Katakan saja uncle, apa yang kau ingin katakan" Tutur Queena.
"Papa, apa yang ingin kau katakan?" Tanya Sesillia yang kebingungan karena ia juga tidak tau apa yang akan di bicarakan oleh papanya itu.
"Begini nakkk Queena, kau tau bukan bahwa Sesillia adalah putri dari keluarga Williams? Jadi sudah seharusnya Sesillia meneruskan perusahaan Williams Grup... dan tidak lagi bekerja bersama'mu! Tapi Uncle disini meminta persetujuan dari'mu untuk melepaskan Sesillia, agar Sesillia bisa meneruskan perusahaan Williams Grup" Jelas Gani yang membuat Sesillia terkejut sedangkan untuk Queena dan Zayyann justru ia malah tersenyum manis.
"Papa apa yang kau katakan?" Kata Sesillia yang terkejut dengan ucapan Gani karena Gani tidak memberitahukan kepadanya perihal tadi.
"Uncle, kau tau aku sangat bahagia ketika mendengar bahwa Sesillia akan meneruskan perusahaan Williams Grup. Kau tau mengapa aku merasa bahagia uncle? Karena impian Sesillia yang ingin menjadi seperti diriku sekarang sudah terwujud, tidak masalah Sesillia tidak membantu'ku lagi tapi yang terpenting aku bisa melihat Sesillia bahagia, itu sudah membuatku cukup... Uncle tidak perlu meminta persetujuan dari'ku karena bagaimana'pun juga Sesillia adalah putri kalian. Putri dari keluarga besar Williams" Jawab Queena tersenyum bahagia karena mulai sekarang. Sesillia akan menjadi pemimpin perusahaan Williams Grup, impian yang selama ini Sesillia inginkan.
"Nakkk, kami sangat beruntung bisa mengenalmu mulai sekarang dan seterusnya kau sudah kami anggap sebagai putri kami juga sama seperti Sesillia, putri dari keluarga Williams juga" Kata Silsila lalu memeluk Queena.
"Mama, apa kau tau kenapa aku bisa bersama ka Queena?" Tanya Sesillia.
"Menapa?" Tanya Silsila yang penasaran.
"Karena dulu saat aku ingin pergi bermain aku tiba-tiba saja diculik oleh sekelompok preman yang ingin menjual'ku keluar negeri... tapi rencana mereka di gagalkan karena ka Queena tiba-tiba saja datang menyelamatkan aku, Lalu... saat aku pulang kerumah panti anak-anak panti yang tidak suka denganku ingin memukulku saat itu entah menapa, tapi ka Queena malah melindungi'ku dan menghadang anak-anak panti itu yang mana berakibat ka Queena yang terkena pukulannya! Dan dari situ ka Queena memutuskan untuk mengadopsi'ku, dan memberikan semua apapun yang terbaik untuk diriku serta menjagaku dengan sebaik mungkin. Aku merasa bahagia bisa bertemu denganmu ka, aku sangat menyayangimu! Jangan lupakan aku" Terang Sesillia yang menceritakan kejadian dimana ia bisa bersama Queena, lalu iapun kemudian langsung saja memeluk Queena.
"Seorang kakak tidak akan meninggalkan adik'nya begitu saja" Balas Queena.
"Terimakasih naakk... karena sudah mau menjaga putri kami" Ujar Gani tersenyum manis karena ia merasa bahagia Queena menyetujui apa yang ia inginkan.
"Kau memang anak yang baik" Kata Silsila dan Gani bersamaan.
"Terimakasih"
...*****...
"Mommy" Panggil Aldo.
"...."
"Mommy" Panggil Aldo kembali.
"...."
"Mommyyy...." Teriak Aldo dengan keras karena sedari tadi dirinya memanggil sang mommy yaitu Alea sama sekali tidak ada respon.
"Aaaaaa... Al sayang, ada apa?" Jawab Alea yang sangat terkejut hingga ia berteriak secara refleks.
"Sedari tadi aku memanggilmu mommy... Tapi kau tidak mendengar makanya aku berteriak! maafkan aku" Ujar Aldo.
"Ada apa?" Tanya Alea dengan manarik nafasnya panjang karena tingkah putranya yang bikin ia gemas.
"Menapa kau melamun mommy? apa yang kau pikirkan" Tanya balik Aldo yang tidak menjawab pertanyaan Alea sang mommy.
"Tidak ada apa-apa... Mommy hanya memikirkan tentang pernikahan aunty'mu saja yang dua hari lagi akan dilangsungkan" Kata Alea dengan mengelus pelan kepalanya karena pusing memikirkan tentang pernikahan Queena.
"Tidak perlu di pikirkan mommy... aku yakin pasti aunty akan baik-baik saja" Tutur Aldo memeluk Alea sambil menciumi kedua pipi Alea.
"Kenapa anak mommy ini sangatlah manja, hmmm..." Tanya Alea yang gemes dengan tingkat Aldo.
"Apa tidak boleh?" Tanya balik Aldo dengan cemberut.
"Oh tentu saja boleh boyyy" Jawab Alea yang ikut membalas dengan menciumi pipi Aldo yang tembam itu.
...~~~...
'Aku tidak tau apakah Queena akan bahagia nantinya jika ia sudah menikah dengan Alvaro? Aku sangat yakin bahwa Alvaro kehilangan ingatannya untuk saat ini' Batin Seseorang.
...*****...
"Halo, Tuan Albert dan nyonya Zia" Sapa seseorang yang berada di kuburan Albert dan Zia.
"Tuan Albert, pasti sudah tau siapa saya tapi tidak dengan anda nyonya Zia, kalau begitu perkenalkan nama saya 'Maura Dirgantara' istri dari Alvan Kenan Dirgantara dan mommy dari Alvaro Kenan Dirgantara" Kata orang itu yang tak lain adalah Maura yang datang ke pemakaman Zia dan Albert sambil memperkenalkan dirinya.
"Kedatangan saya kemari untuk memberitahukan bahwa, Angel. Ahhhhh, maksud saya Queena akan segera menikah dengan putra saya, maaf karena saya baru bisa datang ke pemakaman kalian berdua sekarang"Kata Maura dengan memandang batu nisan keduanya.
"Saya mewakili putra saya ingin meminta restu dari kalian berdua, saya janji akan menjaga dan merawat putri anda dengan baik tapi mohon kalian berdua restukan pernikahan mereka berdua dari atas sana" Ucap Maura dengan menaburkan bunga mawar di atas gundukan tanah ke duanya.
"Pernikahan mereka berdua akan dilangsungkan dua hari lagi, jadi saya harap kalian berdua bisa memberikan restu untuk hubungan pernikahan mereka... Saya yakin anda berdua kini tengah melihat saya disini bukan? begitu juga kalian pasti sudah tau tentang pernikahan putri kalian dan putra saya, benar begitu?" Ujar Maura.
"Jadi saya mohon kepada kalian, agar kalian me restukan hubungan mereka berduaaa... Cukup sekian yang saya ingin sampaikan... kalau begitu saya mohon pamit" Kata Maura lalu pergi setelah menaburkan bunga mawar diatas gundukan keduanya.