
"Cium aku" Pinta David dengan menunjuk kearah pipinya.
"Kemarilah" Ujar Sesillia lalu menyentuh wajah tampan David dan. Setelah itu menciumnya, bukan menciumnya di pipi Sesillia justru menciumnya tepat di bibir milik David, dan Davidpun tidak tinggal diam ia langsung menarik leher jenjang Sesillia dan membalas ciuman manis tersebut dan lama kelamaan ciuman itupun menjadi lumutan.
Setelah beberapa saat, akhirnya Sesillia dan Davidpun melepaskan ciuman panasnya karena mereka sudah kehabisan nafas terutama untuk Sesillia.
"Sudah lunas"
"Hmmm"
"Kalau begitu, mari kita bermain air lagi?" Ajak Sesillia dengan wajah imutnya.
"Sesuai ucapanmu. Jadi mari kita bermain air pantai" Balas David dengan menyetujui ajakan Sesillia.
"Tunggu! Bisakah kau memfotoku sayang?" Tanya Sesillia dengan mengeluarkan hendphone miliknya yang masih berada didalam kantong celananya dan untungnya hendphone milik Sesillia adalah Hendphone anti air begitu juga dengan David.
"Dengan senang hati" Jawab David lalu mengambil hendphone milik Sesillia dari tangan Sesillia.
"Baiklah, kita mulai sekarang" Kata David lalu mulai memfoto Sesillia yang berdiri dibelakang air pantai.
"Sudah?"
"Belum"
"Satu... Dua... Tiga..."
...Cekrek...
"Lagi"
"Satu... Dua... Tiga..."
...Cekkrekk...
"Berikan padaku, berikan padaku" Pinta Sesillia dengan antusias ingin melihat hasil jepretan David sang kekasih.
"Luar biasa, sekarang giliranmu" Terang Sesillia dengan memuji hasil jepretan yang diambil oleh David.
"Bersiaplah, Satu... Dua... Tiga..."
...Cekkrekk...
"Kau sangat tampan!, Sekali lagi!!... Satu... Dua... Tiga..."
...Cekkrekk...
"Lihatlah, ini sangat bagus bukan?" Tunjuk Sesillia dengan memberi lihat layar hendphone miliknya yang terdapat hasil jepretan dirinya pada David.
"Kiriman padaku nanti."
"Siap, sayang"
"Sekarang... bagian kita berdua berfoto bersama" Ujar David yang diangguki Sesillia, lalu mereka berdua pun berfoto bersama dengan kamera depan dan banyak pose-pose imut yang mereka foto bahkan ketika mereka berciuman pun Sesillia memotretnya.
"Duduklah, sebentar lagi matahari akan terbenam" Tutur David.
"Benarkah? Kalau begitu aku ingin melihatnya" Balas Sesillia dengan tersenyum lalu menyandarkan kepalanya di bahu milik David dan Davidpun sama halnya dengan Sesillia hanya saja David menyandarkan kepalanya diatas kepala Sesillia.
"Aku mencintaimu Sesillia"
"Aku juga mencintaimu David"
...*****...
...Mansion Alqueen...
Sedangkan di mansion Alqueen, Queena tidak henti-hentinya menggerutu kepada suaminya Alvaro, karena suaminya Alvaro tidak ingin kembali ke Mansion Kusuma padahal jelas-jelas dirinya masih ingin menginap disana untuk beberapa hari kedepan.
"Selalu saja melarang. Jika aku melanggar maka aku akan dihukum olehnya" Gerutu Queena dengan pelan yang duduk disofa ruang tamu sambil mengelus bulu halus milik Anva.
"Dikit-dikit menghukumku! Dikit-dikit menghukumku, kenapa dia sangat suka menghukumku" Gumam kecil Queena dengan nada kesalnya terhadap Alvaro.
"Jangan menggerutu! Aku bisa mendengarnya" Celetuk Alvaro dengan menatap sekilas wajah Queena yang tengah kesal terhadapnya lalu kembali fokus menatap layar laptop miliknya.
"Memangnya siapa yang mengatakan dirinya tuli?" Lirih pelan Queena dengan bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
"Jangan mengejekku"
"Siapa yang mengejekku?" Ketus Queena lalu membuang wajahnya kesembarang arah karena saking kesalnya terhadap Alvaro.
"Huuffff, bisakah kau tidak menggerutu sayang? Aku tidak bisa fokus jika aku terus saja menggerutu kepadaku" Pinta Alvaro dengan menghela nafasnya dengan berat.
"Kalau begitu, jangan dengarkan suaraku agar kau bisa fokus! Mudah bukan?" Tutur Queena dengan menatap sinis kearah Alvaro.
"Aku mempunyai telinga tentu saja aku bisa mendengar suaramu! Walau suaramu sangat kecil" Jawab Alvaro.
"Tidak peduli"
Suara panggilan masuk dari hendphone milik Alvaro yang begitu kencang mampu membuat Queena langsung menatap kearah Alvaro, sedangkan Alvaro ia justru malah diam sambil memegangi hendphone miliknya karena melihat nama yang tertera disana adalah 'Amanda'.
"Siapa?" Tanya Queena dengan penasaran.
"....."
...Callon...
'Halo' ucap diseberang sana dengan suara lemahnya.
'Ada apa? Manda' Jawab Alvaro dengan memandang wajah Queena yang sekarang tengah diam membalas tatapannya.
'Alvaro, bisakah besok kau menemaniku untuk berobat? Karena besok adalah jadwalku untuk pemeriksaan.'
'Hmmm, jam berapa?'
'Sehabis makan siang, apa kau bisa?'
'Baiklah'
'Terimakasih Al, maaf mengganggumu kalau begitu aku akan matikan teleponnya! Selamat Malam'
'Hmmm'
Tut.
"Ada apa?" Tanya Alvaro yang melihat Queena menjadi diam membisu dan tidak kembali melanjutkan gerutunya.
"Anva, ayok pergi! Sudah waktunya kau kembali kedalam kamarmu" Ajak Queena lalu pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaan dari Alvaro. Dengan diikuti Anva dari belakang.
"Percepat langkahmu Anva" Kesal Queena yang sebenarnya untuk Alvaro tapi ia justru melampiaskannya kepada Anva.
...Sedangkan disisi Alvaro......
"Huuffff"
"Melampiaskan ke kesalannya pada Anva? Sangat luar biasa" Gumam Alvaro yang mendengar ucapan kesal Queena tadi, jelas saja Alvaro mendengarnya karena Queena berucap nya sangat keras.
Alvaropun menggelengkan kepalanya melihat tingkah Queena yang sedang cemburu dengan Amanda, lalu iapun mengambil hendphonenya dan menekan nomor seseorang.
...Callon...
'Halo' Ucap Alvaro.
'Halo tuan' Jawab disebrang sana.
'Bagaimana?'
'Semuanya sudah beres Tuan! Tinggal menunggu tuan saja yang datang untuk melihatnya sendiri'
'Hmmmm, kerja bagus'
Tut.
"Kita akan tau nanti, Jangan bermain-main denganku! Jika kau tetap ingin bermain denganku maka berhati-hatilah dalam setiap langkah permainanmu" Kata Alvaro dengan tersenyum sinis lalu setelah itu iapaun pergi membereskan berkas-berkasnya dan juga laptopnya.
...Kamar Alqueen...
Setelah mengantar Anva, Queena'pun langsung saja mandi dan setelah selesai dengan aktifitas mandinya kini iapun mulai terduduk diatas ranjang dengan meminum air putih sambil memainkan hendphonenya dengan serius.
...Ceklekkk...
"Sayang" Pangil Alvaro yang ingin membujuk Queena yang tengah mengambek dengannya lalu berjalan mendekat kearah Queena dan duduk tepat didepan Queena.
Queena tentu saja tidak peduli akan kehadiran Alvaro yang ingin membujuk dirinya, ia justru malah sibuk dengan hendphonenya.
"Kau marah?"
'Sudah tau masih saja bertanya! Dasar pria, selalu saja seperti itu' Batin Queena.
"Katakan"
'Masa aku harus mengatakan bahwa aku sedang mengambek kan tidak lucu' Batin Queena.
"Putfffffffff"
"Jika kau tidak ingin bicara denganku maka tidak masalah, tapi bisakah kau tidak menyemburkan air yang sedang kau minum mu kepadaku?" Kesal Alvaro karena wajah tampannya disembur dengan air yang sedang diminum oleh Queena.
Sebenarnya Queena tidak sengaja melakukannya, ia hanya terkejut ketika melihat foto yang berada dilayar hendphonenya. Foto tersebut berisi Caption 'My handsome lover' disertai emot love bewarna merah, mengapa Queena terkejut hanya karena sebuah foto dengan caption seperti itu? Bukankah itu sudah biasa bagi pasangan yang tengah mabuk cinta?Jelas saja ia terkejut karena orang yang berada didalam goto itu adalah David dan Sesillia.
Yupsss, Queena tidak sengaja membuka akun dosmed miliknya dan betapa terkejutnya ia ketika melihat postingan fkto Sesillia dengan David yang berada dipantai dan parahnya foto yang di-posting dalam akun sosmed milik Sesillia dan David adalah ketika mereka sedang berciuman.
Sungguh membuat Queena terkejut setengah mati hingga Alvaro suaminya menjadi bahan pelampiasannya.
"Aa-al, maaf-maaf aku tidak sengaja. Aku hanya terkejut saja"