My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S1: Kehamilan Queena



"Bagiamana? Apa otaknya baik-baik saja" Tanya Alvaro pada dokter Vanessa yang baru saja selesai memeriksa kondisi Queena, dokter Vanessa yang mendengar pertanyaan yang Alvaro lontarkan seketika mengerutkan keningnya.


"Otak?" Bingung dokter Vanessa karena pertanyaan Alvaro.


...Plakkk...


"Al! Jangan bicara seperti itu" Ujar Maura dengan memukul pelan lengan putranya karena mempertanyakan pertanyaan yang aneh.


"Sudah jangan dengarkan putra saya dokter, katakan saja bagaimana keadaan putri saya? apa ia baik-baik saja" Tanya Maura dengan wajah serius.


"Mari duduk terlebih dahulu nyonya" Kata Dr. Vanessa dengan mempersilahkan Maura duduk terlebih dahulu.


"Terimakasih"


"Jadi bagaimana kondisi putri saya?" Tanya kembali Maura.


"Pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat untuk tuan Alvaro dan nyonya muda Queena" Ujar dokter Vanessa yang membuat Alvaro kebingungan sekaligus kesal karena Vanessa memberikan informasi hanya setengah-setengah, berbeda dengan Maura yang malah tersenyum seperti sudah tau jawabannya.


"Selamat untuk apa?" Tanya David yang ikut penasaran.


"Selamat karena tuan dan nyonya muda akan segera menjadi orang tua" Jawab Dr. Vanessa dengan tersenyum bahagia.


...Duuuuarrrr...


Bak di sambar petir di siang bolong, semua orang pun terkejut ketika mendengar jawaban dari dokter Vanessa bahwa Alvaro dan Queena akan segera menjadi orang tua, yang mana artinya kini Queena tengah mengandung gadis keturunan keluarga dirgantara.


Maura yang mendengar itu tentu saja merasa sangat-sangat bahagia karena sebentar lagi ia akan menjadi seorang nenek, sama halnya dengan David yang merasa sangat bahagia akan kabar yang ia dengar bahwa sebentar lagi ia akan menjadi seorang uncle untuk calon keponakannya.


Lalu bagaimana dengan Alvaro? Tentu saja Alvaro merasa sangat senang akan berita tentang kehamilan Queena! Lebih dari Maura dan David. Karena selama ini berita inilah yang ia tunggu-tunggu, sungguh Alvaro saat ini bahkan tidak bisa berkata-kata lagi dan tak mampu menahan senyumannya mengenai berita kehamilan Queena saat ini.


"Aku akan menjadi seorang daddy?" Gumam Alvaro dengan terbengong sambil tersenyum bahagia.


"Selamat nakk! Kau akan menjadi seorang daddy" Ucap Maura dengan memeluk erat tubuh putranya Alvaro dengan secara tiba-tiba.


"Kau akan menjadi seorang nenek? Mommy" Lirih pelan Alvaro dengan membalas pelukan erat dari Maura.


"Benar, aku akan menjadi seorang nenek. Hahahaha" Tawa bahagia Maura dengan melepas pelukannya dan menghapus air mata bahaginya, karena saking bahagianya ia mendengar berita tentang kehamilan Queena tersebut pun membuat dirinya menangis.


"Al" Panggil David dengan memeluk tubuh Alvaro karena ikut merasa bahagia.


"Aku akan menjadi seorang daddy. David!! Apa kau dengar itu? Aku akan menjadi seorang daddy! Hahahaha" Kata Alvaro dengan tertawa bahagia lalu membalas pelukan dari David.


"Dan aku akan menjadi seorang uncle, hahahah" Tawa David dengan bahagianya pula melihat Alvaro bahagia.


"Ada satu kabar baik lagi tuan, nyonya" Sela Dr. Vanessa yang membuat ketiganya kembali menatap dirinya.


"Apa?" Tanya Alvaro dengan kembali datar setelah sadar bahwa dirinya masih berada di dalam ruangan dokter.


"Nyonya muda tengah hamil anak kembar, bukan two twins melainkan four twins. Ini anda bisa melihat hasil USG milik nyonya muda, tuan anda bisa melihatnya sendiri" Jelas dokter Vanessa dengan memberikan hasil gambar USG milik Queena tadi.


"Aku mengira akan ada satu keponakan yang lucu? Tapi... Duganku salah rupanya bukan satu melainkan empat? Wowww, ini... Sangat luar biasa hahaha" Kagum David dengan tersenyum bangga kepada Alvaro.


"Empat?"


"Ini... Hahahaha aku akan mempunyai empat cucu sekaligus" Tutur Maura dengan tertawa kecil.


"Aku sangat bahagia hingga tidak dapat berkata-kata" Lirih Alvaro dengan tersenyum bahagia karena membayangkan empat anak.


"Berapa usia kandungan putri saya saat ini dokter?" Tanya Maura yang di anggukkan kecil oleh Alvaro.


"4 Minggu nyonya. Anda bisa melihatnya sendiri" Ujar Dr. Vanessa dengan tersenyum manis.


"Apa jenis kelamin calon anak saya?" Tanya Alvaro dengan bodohnya hingga membuat Maura dan David melongo mendengarnya, jelas saja mereka berdua melongo karena pertanyaan yang Alvaro berikan, jelas-jelas usia kandungan Queena saja baru 4 minggu tentunya belum bisa memprediksi jenis kelaminnya bukan.


"Al! Kau ini memang sangat bodoh tentang pelajaran ipa" Tutur David dengan menggelengkan kepalanya.


"Makanya Al! Jangan suka bolos jika guru ipa-mu sedang mengajar, jadi beginilah hasilnya" Kesal Maura pada putranya yang satu ini.


"Karena aku membenci pelajaran ipa, apa gunanya ipa. Aku lebih suka matematika dan bahasa inggris ketibang pelajaran ipa" Ketus Alvaro.


"Maaf tuan, kami belum bisa melihat jenis kelaminnya! Karena usia kandungan nyonya muda baru berusia 4 minggu jika tuan ingin tau jenis kelaminnya maka tuan bisa menunggunya nanti, sampai ketika usia kandungan nyonya muda sudah berusia 5 bulan" Tutur dokter Vanessa sambil menahan tawa karena pertanyaan Alvaro tadi.


Seorang pria tampan, pintar dan berkarisma yang sama sekali tidak mengetahui tentang ilmu ipa? Hanya karena tidak menyukai pelajaran ipa, Alvaro membuat dirinya selalu bolos ketika ada pelajaran ipa. Sungguh luar biasa.


^^^Author: Jangan dicontoh ya semua, Alvaro ini tidak baik.^^^


"Sudah! hmmm, dokter apa saya sudah bisa membawa pulang putri saya?" Relai Maura.


"Sudah nyonya, anda sudah bisa membawa nyonya muda pulang tapi tolong anda jaga kesehatan nyonya muda. Jangan sampai nyonya muda sampai lelah atau kecapean apalagi menyuruh nyonya muda mengangkat barang-barang yang berat, jika tidak ingin terjadi apa-apa nantinya pada nyonya muda dan kandungannya usahakan jangan sampai nyonya muda setress, dan usahakan untuk nyonya muda perbanyak isitirahat" Terang dokter Vanessa.


"Baik, dokter kalau begitu kami permisi" Balas Maura dengan tersenyum lalu pergi keluar setelah itu untuk menuju ruangan Queena yang tengah tiduran didalamnya.


"Sama-sama nyonya dan tuan" Balas dokter Vanesa dengan membalas senyuman manis Maura.


...*****...


...Ruangan VVIP...



Queena tidak menyadari akan kehadiran Alvaro, Maura dan David yang sudah berada didalam ruangannya karena ia terlalu fokus menonton TV sambil memakan buah-buahan yang ada ditangannya.


"Hahahaha, ini sangat lucu" Tawa Queena yang tengah asik menonton TV.


...Grepppp...


"Uhukkk"


"Uhukkk"


"Maaf sayang, ini... minumlah" Ujar Alvaro dengan memberikan Air minum kepada Queena yang tengah tersedak karena dirinya yang tiba-tiba saja menghampiri sang istri dan langsung memeluk sang istri dengan erat, hingga mengagetkan Queena yang tengah asik memakan buahnya sambil menonton TV terganggu.


"Al! Kau ini" Protes Maura karena melihat tingkah Alvaro yang membuat menantu kesayangan nya itu tersedak.


"Kau membuatku tersedak suamiku!" Kesal Queena dengan meletakkan gelas air minumnya diatas nakas samping tempat tidurnya.


"Maaf! Aku terlalu bahagia" Tutur Alvaro.


"Bahagia kenapa?" Tanya Queena dengan polosnya karena ia memang tidak tau apa-apa tentang kehamilannya saat ini.


"Kau akan menjadi mommy" Bisik Alvaro ditelinga Queena hingga membuat Queena yang mendengar bisikan Alvaro menjadi diam mematung.


Apa ia tidak salah dengar? Alvaro mengatakan bahwa dirinya akan menjadi mommy? Bukan berarti ia sekarang tengah mengandung garis keturunan keluarga nya dan dirgantara.


"Mommy" Lirih pelan Queena dengan penatap wajah tampan Alvaro yang tengah tersenyum bahagia akan berita kehamilannya saat ini dengan pandangan berkaca-kaca.


...Grepppp...


"Yaa, sayang kau akan menjadi seorang mommy" Ulang Alvaro dengan memeluk erat tubuh Queena yang menjadi diam seketika.


"Terimakasih"


"Terimakasih karena kau sudah memberikanku berita yang bahagia sayang, terimakasih juga karena kau sudah mau menjadi ibu dari anak-anakku" Lirih pelan Alvaro sambil menciumi puncak kepala Queena tapi Queena tidak merespon itu ia justru hanya diam dengan mata berkaca-kaca hingga membuat Alvaro melepaskan pelukannya.


"Kau kenapa? Apa kau tidak menyukai berita ini?" Tanya Alvaro dengan nada sedikit kecewa.


...Grepppp...


"Huwaaaaaaa"


"Hiksss... hikssss... Aku bahagia! Aku sangat bahagia! hikssss..." Tangis Queena dengan menarik Alvaro kembali kedalam pelukannya.


"Putriku!"


"Mommy ucapkan selamat untukmu karena sebentar lagi kau akan menjadi orang tua" Ucap Maura dengan mengambil alih tubuh Queena dari Alvaro hingga membuat Alvaro menjadi kesal.


"Hiksss... Terimakasih mommy" Tangis Queena dengan tersenyum manis lalu melepaskan pelukannya dari Maura.


"Kakak ipar selamat atas kehamilanmu--" Kata David tapi terpotong karen Alvaro menariknya ketika dirinya ingin memeluk tubuh Queena.


"Jangan macam-macam" Ancam Alvaro dengan menatap tajam David hingga membuat David kesal.


"Ck! Aku hanya ingin memeluk kakak ipar saja, memangnya apa yang salah?" Tanya David dengan ketus.


"Tentu saja kau salah bodoh! Dia istriku tidak ada yang boleh memeluknya selain diriku" Tegas Alvaro.


"Kalian ini"