My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S1: Resepsi pernikahan (Alvaro and Queena)



"Cucuku, selamat ya sayang atas pernikahanmu... Grendma doakan semoga kalian di jauhkan dari orang-orang yang ingin berbuat jahat dengan kalian atau dengan rumah tangga kalian nantinya" Tutur Kiana dengan memberikan ucapan selamat sambil mencium jidat Queena karena bahagia atas pernikahan cucu pertamanya itu.


"Terimakasih, Grendma" Balas Queena dengan tersenyum manis.


"Sama-sama sayang" Jawab Kiana kembali.


"Aunty, selamat ya atas pernikahan'mu" Ucap Aldo tersenyum manis lalu memeluk tubuh Queena.


"Terima kasih, Al" Kata Queena dengan terkekeh geli lalu membalas pelukan yang diberikan Aldo kepadanya.


"Selamat atas pernikahan'mu Queena, uncle turut senang... Semoga pernikahan'mu selalu membawa kebahagiaan untukmu" Ujar Zayyann dengan memeluk Queena juga.


"Terimakasih, uncle"


"Ohh... Keponakan'nya auntyyy... akhirnya kau menikah juga aunty jadi turut ikut bahagia" Kata Alea dengan mengambil alih tubuh Queena lalu memeluk Queena serta mencium Queena.


"Ohh aunty sudahlah, dan terimakasih aunty" Balas Queena yang menyuruh Alea berhenti menciuminya karena sekarang mereka sedang dilihat oleh orang-orang dan wartawan yang setia mengambil foto-foto mereka.


"Ka Queenaaaaa... Akhirnya kakak menikah juga, selamat ka atas pernikahan'mu dengan kk ipar Alvaro" Ucap Sesillia yang sangat antusiasnya hingga ikut berhamburan memeluk Queena.


"Terimakasih, Sesillia"


"Selamat atas pernikahan'mu nakk!!" Ujar Gani dan Silsila bersamaan lalu memeluk Queena secara bergantian lalu diikuti Alvaro (hanya Gani yang memeluk Alvaro tidak dengan Silsila).


"Wah wah wah... Selamat ya Al, akhirnya kau menikah juga tidak disangka kau bilang tidak akan menikah tapi nyatanya sekarang... hahahaha" Celetuk David tersenyum lalu memeluk tubuh Alvaro.


"Hmmm, Terimakasih David" Balas Alvaro tersenyum kecil.


"Ka Queena, tolong berikan aku keponakan yang lucu-lucu yaaa... Aku ingin dua keponakan yang lucu dan imut dari'mu ka" Bisik Sesillia di telinga Queena dan Queena yang mendapatkan bisikan dari Sesillia tersebut'pun seketika membulatkan kedua matanya.


"Sesilliaaaa... Bisakah kau diam, jika kau ingin keponakan maka tunggulah saat kau sudah menikah!" Sarkas Queena yang asal berbicara.


"Kenapa harus menunggu aku menikah dulu ka?" Tanya Sesillia dengan cemberut.


"Tidak Tau" Ketus Queena.


"Cucuku, Sebaiknya sekarang kau bersiap dan gantilah pakaian'mu, karena nanti malam kita akan mengadakan resepsi atas pernikahan'mu" Tutur Kiana yang di angguki oleh Queena lalu setelah itu iapun langsung saja pergi untuk mengganti kembali gaun nya.


...Skippppp.......


...Malam h**arinya......


Kini sudah tiba waktunya untuk memulai resepsi atas pernikahan'nya Alvaro dan Queena, tentu saja ini sudah diatur oleh Maura dan juga keluarga atmadja tentunya. Sama seperti aula acara pernikahan Alvaro dan Queena tadi.


...Visual aula resepsi pernikahan:...






...Visual penampilan Queena:...



...Visual penampilan Alvaro:...



...Visual penampilan Zian, Zayyann, Aldo, David dan Gani:...



...Visual penampilan Kiana, Alea, Sesillia dan Silsila:...



"Ka" Panggil Sesillia.


"Hmmmm"


"Ada apa Sesillia?" Tanya Queena dengan menatap wajah Sesillia.


"Kau sangat cantik" Puji Sesillia yang tak henti-hentinya menatap wajah Queena. Saking kagumnya Sesillia terhadap wajah cantik Queena.


"Kau juga cantik dengan memakai gaun seperti ini Sesillia" Puji Queena kembali dengan tersenyum manis menatap gemas wajah Sesillia.


"Sesillia, kau mau ikut denganku?" Tanya David yang tiba-tiba saja datang entah dari mana.


"Kemana?" Tanya Sesillia dengan mengangkat satu alisnya.


"Baiklah, Ka aku izin pergi sebentar ya" Pamit Sesillia yang Izin kepada Queena terlebih dahulu.


"Baiklah, Sesillia berhati-hati" Ujar Queena.


"Siap, Ka" Balas Sesillia lalu pergi bersama dengan David menuju ke'teras.


Setelah Sesillia pergi dengan David tiba-tiba Alvaro mendekat kearah Queena dan berbisik hingga membuat Queena terdiam.


"Bersiaplah untuk hari-hari yang akan kau jalani sebagai 'istriku' Queena" Bisik Alvaro dengan menekan kata istriku ditelinga Queena.


"Aku tidak yakin jika kau akan sanggup untuk hidup bersamaku nantinyaaa..." Bisik kembali Alvaro dengan menatap manik mata Queena yang cantik dalam.


'Tidak peduli seberapa besar kau ingin menyakitikuuu... Melukaikuuu... atau membencikuuu... aku tetap akan mencintaimu! karena bagaimana'pun juga kau tidaklah tau siapa aku sebenarnya Varooo...' Batin Queena sambil tersenyum manis pada Alvaro.


"Aku mencintaimu" Gumam Queena kecil.


"Kau mengatakan sesuatu?" Tanya Alvaro yang samar-samar mendengar gumaman Queena.


"Tidak!" Elak Queena.


"Mommy, kapan ini akan berakhir?" Tanya Alvaro kecil tapi masih bisa didengar oleh Maura dan Queena.


"Sebentar lagi Al... Menapa kau sangat buru-buru sekali apa kau ingin--" Jawab Maura dengan tersenyum manis.


"Jangan pernah berfikir hal yang aneh-aneh Mommy... kau tau kan aku ini--" Kata Alvaro yang belum selesai berbicara tapi lebih dulu dipotong oleh Maura.


"Mommy tau, mommy tau kau memang sudah tidak sabar berduaan dengan Queena'kan?" Potong Maura yang tau akan kemana arah pembicaraan putranya itu. Makanya ia lebih dahulu memotong dan mengubah topik pembicaraan nya.


"Tunggulah sebentar lagi Al" Tutur Maura yang dibalas anggukan kecil oleh Alvaro karena Alvaro terlalu malas untuk membuka suaranya.


...15 menit kemudian......


Setelah percakapan antara Alvaro dan Maura akhirnya acara resepsi yang ditunggu-tunggu oleh Alvaro selesai juga.


"Queena, putriku" Panggil Maura pada Queena.


"Iyaa, Mommy ada apa?" Tanya Queena.


"Ini untukmu dari Mommy dan keluargamu" Ucap Maura dengan memberikan sebuah kunci entah itu kunci apa.


"Ini kunci apa?" Tanya Queena kebingungan.


"Ini kunci mansion baru yang kami berikan untukmu nakk!!" Sahut Zian dengan tersenyum manis.


"Tapi, bagaimana dengan mansion'ku?" Lirih Queena yang sedikit tidak rela untuk meningkatkan mansion kusuma, mansion keluarga'nya kembali yang mana tempat dimana ia tinggal bersama dengan kenangan kedua orang tuanya.


"Cucuku dengarkan kami, memang sudah seharusnya kau ikut bersama dengan suami'mu. Biarkan mansion'mu kami yang mengurusnya" Tutur Zian dengan meyakinkan Queena agar Queena mau pergi meninggalkan mansion miliknya dan ikut pergi Ke mansion barunya bersama suaminya.


"Baiklah" Kata Queena dengan pasrah karena yang dikatakan oleh Zian memang benar apa adanya.


"Sekarang pergilah ketempat suamimu" Celetuk Kiana dengan mencium kembali jidat Queena.


"Baik grendma, kalau begitu aku pergi dulu" Pamit Queena dengan tersenyum manis.


"Iya sayang"


...*****...


...Di dalam mobil......


"Menapa kau sangat lama, Ckk!" Kesal Alvaro lalu mulai menjalankan mobilnya menuju mansion barunya karena ia memang sudah diberi tau oleh yang lainnya lebih dahulu sebelum Queena.


"Apa kau sudah tau kita akan tinggal dimana?" Tanya Queena yang memecah keheningan di dalam Mobil.


"Hmmm" Dehem Alvaro.


"Menapa kau sangat dingin denganku Al?" Tanya Queena yang tidak mendapatkan jawaban dari Alvaro.


"Al" Panggil Queena.


"Alvaro" Panggil Queena kembali karena Alvaro masih tidak menjawabnya.


"Al, aku sedaa--" Ucap Queena tapi terpotong oleh bentakan Alvaro.


"Diaammm!! atau aku tabrak'kan mobil ini dengan mobil yang lainnn..." Bentak Alvaro pada Queena dengan keras dan itupun membuat Queena seketika menjadi diam.


"Kenapa kau membentak'ku Al? Aku hanya bertanya kepadamu sajaaa, kau bisa menjawab ku tampa membentak'ku bukan?" Lirih Queena yang tidak suka jika seseorang membentaknya, lalu Queena'pun mulai membuang wajahnya dan menatap keluar jendela dengan mata berkaca-kaca.


'Kenapa hatiku tiba-tiba menjadi sakit? saat aku membentak Queenaaa... Ada apa denganku?' Batin Alvaro yang bertanya-tanya di dalam hatinya.


'Menapa hatiku sangat sakit? Aku tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi dengankuuu... Hatiku seperti ditusuk-tusuk dengan jarum yang begitu tajam ketika melihat mata Queena berkaca-kacaaa. Sebenarnya ada apa dengan hatikuuu?! Aku tidak mengerti dengan diriku sendiri saat ini' Batin Alvaro kembali.