
"Baiklah-baiklah, aku tidak akan bergerak... Lalu? Bagaimana denganku? Apakah aku tetap harus seperti ini? Yang duduk diatas pangkuanmu dengan hanya diam" Ujar Queena yang seketika menjadi diam hingga membuat Alvaro menghela nafasnya.
"Salah siapa? Aku atau kau?" Tanya Alvaro dengan menatap wajah Queena yang kebingungan.
"Kau"
"Sepertinya..."
"....."
"Ohh, bukan-bukan tentu saja Aku! Memangnya siapa lagi" Ucap Queena dengan cengengesan karena melihat wajah Alvaro yang tidak berekspresi.
"Al! Aku ingin turun" Pinta Queena dengan menunjukan raut wajah yang imut.
"Tidak bisa"
"Al, aku ingin pipis" Kata Queena.
"Pipis tinggal pipis"
"Tapi... Aku tidak bisa turun"
"Maka pipis saja disini"
"Al!"
Queena'pun dibuat kesal oleh Alvaro karena jawaban yang diberikan oleh suaminya Alvaro itu tidak masuk akal, padahal jelas-jelas ia memang sudah kebelet ingin membuang air kecil.
'Tidak ada cara lain! Aku sudah sangat kebelet' Batin Queena.
Lalu Queena'pun menatap wajah Alvaro yang tengah menatapnya juga, dan seketika Queena'pun tersenyum manis dan...
"Maaf Al!" Teriak Queena dengan berlari memasuki ruangan pribadi milik Alvaro untuk menuju kedalam kamar mandi yang terdapat disana.
"Nakal, tapi aku menyukainya" Gumam Alvaro dengan terkekeh geli melihat tingkah Queena yang pergi berlari kedalam kamar pribadi miliknya yang terdapat didalam ruang kantornya itu.
...*****...
'Apa kau ada waktu luang?' Tanya seseorang yang tengah menelpon.
'Hmmmm, Sepertinya ada! Kenapa?' Jawab orang tersebut yang berada di sebrang sana.
'Datanglah ke Cafe,K. Aku menunggumu diruang VVIP no 2'
'Baiklah, aku akan kesana sekarang'
'Aku menunggumu'
'Hmmm, iya'
Tut.
Davidpun akhirnya memutuskan sambungan teleponnya kepada Sesillia, lalu menghela nafasnya dengan kasar. Yups jadi orang yang tengah menelpon itu adalah David si pria tampan yang masih berstatus lajang itu, David meminta Sesillia untuk datang ke Cafe,K karena dirinya yang ingin membahas sesuatu entah itu apa kepada Sesillia. Tapi points nya adalah penting.
"Apakah aku harus mengatakannya?
Tapi... Bagaimana jika ia tidak menyukainya" Tanyanya kepada dirinya sendiri.
"Ohh, ayolah David. Kau pasti bisa! Tetap tenang, agar tidak terlalu gugup dan semua akan berjalan dengan lancar nantinya" Gumam David dengan menyemangati dirinya sendiri untuk bersikap biasa dan tidak berlebihan.
Beberapa menit kemudian, akhirnya Sesilliapun sampai dan langsung mencari ruangan VVIP no 2 yang disebutkan oleh David tadi lewat telpon. Dan setelah sampai Sesillia langsung saja pergi duduk didekat David.
"Terimakasih"
"Ada apa? Tumben sekali kau mengundangku kesini? Biasanya aku yang mengundangmu?" Tanya Sesillia dengan keheranan, entahlah sepertinya hari ini Sesillia sedikit bersikap dewasa dan tidak seperti biasanya.
"Aku ingin bertanya sesuatu padamu? Tapi... Bisakah kau menjawabnya dengan jujur?" Pinta David dengan menatap serius wajah Sesillia.
"Baiklah, memangnya apa yang ingin kau tanyakan padaku?" Ucap Sesillia dengan membalas tatapan serius dari David.
...Deggg, deggg, deggg...
...Deggg, deggg, deggg...
'Sial! Kenapa jantungku berdetak sangat cepat?' Batin David.
'Jantung tenanglah, aku akan memeriksamu nanti kedokter ahli jantung jadi sekarang bisakah kau tidak berdetak dengan kencang! Bagaimana nanti jika David nendengarnya? Ohh tidak pasti aku sangat malu' Batin Sesillia.
"Tenanglah" Lirih pelan David.
"Apa kau sudah mempunyai kekasih?" Tanya David dengan tenang, padahal didalam hatinya jelas-jelas ia sedang tidak tenang.
"Ke-kekasih?, tentu saja tidak" Jawab Sesillia sedikit gugup karena dirinya menjadi salah tingkah ketika David mempertanyakan tentang kekasih.
"Owh"
"Kenapa?"
"Bagaimana jika ada seseorang yang tiba-tiba menembakmu? Untuk menjadi kekasihnya, apakah kau akan menolak atau justru menerimanya?" Tanya David kembali.
"Jika orang tersebut benar-benar tulus dan tidak bermain-main denganku, tentu saja aku akan menerimanya. Walaupun aku tidak mengenal siapa yang ingin menjadikanku kekasihnya! Karena tidak ada alasan untuk aku menolaknya" Balas Sesillia dengan santainya.
"Bagaimana jika aku mengatakan bahwa aku ingin kau menjadi kekasihku?" Terang David dengan menatap serius wajah Sesillia.
"Ha? Ma-maksudmu?" Tanya Sesillia dengan gugup. Davidpun akhirnya memutuskan untuk menggenggam tangan Sesillia dan berkata..
"Kau bangun istana cinta diatas setiaku, kau lindungi dindingnya dengan percayaku. Kau hiasi semuanya dengan keikhlasanku, kau rawat keteguhannya dengan ketulusanku. Dan kau ciptakan kedamaian dengan kasih sayangku"
"Andai takdir tak merenggutmu, andai aku bisa menjaga keabadian hidupmu. Aku bukan tuhan yang maha mampu mengendalikan semua apa yang ku mau! Aku juga bukan malaikat penjagamu yang selalu menemanimu sepanjang waktu.
"Aku hanya kasih dalam hatimu, cinta dalam hidupmu, rindu dalam nafasmu yang akan tetap hidup dalam sanubarimu! Teruntuk wanita yang kucintai Sesillia Arsyila Putri Williams maukah kau menjadi kekasihku?" Kata David dengan memandang wajah cantik Sesillia dan menggenggam erat tangan Sesillia yang kini tengah Menangis dalam diam.
"Entah harus dari mana harus ku mulai cerita ini, kabut sunyi perlahan mulai merayap di hati. Aku yang mencintaimu dalam diam! Menahan rindu yang kian tak teredam"
"Ingin rasanya aku bertemu denganmu tapi, menyapamu saja aku tak mampu! Lalu, apa dayaku? Bahkan angin pun membisu ketika aku mengadu tentang apa saja yang bertalian dengan dirimu"
"Mungkin bagiku cukup tuhan yang tahu tentang apa dan bagaimana perasaanku karena bahagiaku, masih bisa menyelipkan namamu dalam setiap doaku. Teruntuk pria yang kucintai dalam Diam! David Pradipta taukah kamu bahwa aku Sesillia sudah lama mencintaimu dalam diam? Hanya saja aku terlalu takut untuk mengungkapkannya. Tapi hari ini dan di tempat ini kau melamar ku untuk menjadi kekasihmu dan kau juga mengatakan isi hatimu, tidak ada sebuah alasan untuk tidak menerimamu! Maka jawabanku adalah Aku menerimamu untuk manjadi seorang kekasihku" Jawab Sesillia dengan bahagianya.
Mungkin selama ini Sesillia terlihat biasa ketika bertemu dengan David!, Tapi ketahuilah bahwa Sesillia selalu menyembunyikan rasa sukanya terhadap David. Kalian ingat? Saat Sesillia dan Aldo sedang bertengkar dijalan hanya karena sebuah motor yang tidak bisa dibawa oleh Sesillia, dan tanpa sengaja David datang dan menawarkan dirinya untuk mengemudi Motor tersebut.
Dan dari situ, entah Sesillia maupun David tiba-tiba saja jatuh cinta pada pandangan pertama! Tapi rasa suka mereka selama ini mereka pendam dalam dirinya masing-masing, mereka tidak bisa mengungkapkannya kepada satu sama lain saat ini. Hingga kini waktunya yang tepat untuk mereka mengungkapkan perasaan mereka masing-masing terhadap satu sama lain.
Cinta dalam diam? Mungkin ada sebagian orang yang mengatakan bahwa cinta dalam diam itu sangat menyakitkan! Tapi ketahuilah bahwa Cinta dalam diam itu tidak akan menyakitkan jika kalian berani mengungkapkan perasaan kalian terhadap seseorang yang kalian sukai!. Jika kalian di tolak? Maka kejarlah orang yang kalian sukai itu hingga kalian bisa mendapatkannya.
Lalu bagaimana jika kalian sudah lelah untuk mengejarnya? Maka itu pertanda bahwa orang yang kalian cintai bukanlah jodoh kalian yang sebenarnya. Jadi mundurlah.
...*****...
..."Berhentilah merasa hampa, berhentilah minta tolong untuk dilengkapi. Berhentilah berteriak-teriak ke sesuatu di luar sana. Berhentilah bertingkah seperti ikan didalam kolam yang malah mencari-cari air. Apa yang anda butuhkan semua sudah tersedia."...
..._Author 060....