My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S2: What a moment



"Anitha?" Gumam Alkenzo pelan.


"Kakak Anitha?"


"Anitha?"


"Anitha?"


"Anitha?"


"Kakak Anitha?"


"Anitha kau sudah sadar? Ga-gaun itu... Bukankah itu..." Lirih Alkenzo pelan dengan langsung menghampiri Zanitha yang mana kini datang kedalam pesta pernikahan antara Karan dan Lauren.


Dengan wajah yang terhias makeup serta gaun yang sangat cantik melekat ditubuhnya membuat Zanitha kini menjadi pusat perhatian setempat setelah pemberitahuan nya tentang identitas si twins An yang tadi menjadi sorotan kini ketika sudah selesai berganti menjadi Zenitha yang tersorot.


...Visual gaun Zenitha...



Jika kalian ingin tau, gaun yang dikenakan Zenitha saat ini adalah gaun yang pernah dibelikan oleh Alkenzo kepada Zanitha. Entah sebenarnya Zenitha sudah kembali mengingat ingatannya atau tidak yang tau hanyalah Zanitha sendiri saat ini.


"Kau" Ucap pelan Alkenzo yang mana telah berada dihadapan wajah Zanitha saat ini.


"Kemarin kau tidak menjenguk ku dirumah sakit? Dan... Saat aku membuka mata bahkan kau tidak berada disampingku? Bahkan aku mendapat kabar tentang pernikahan aunty dari sahabatku. Dan kau lagi-lagi tidak memberitahuku" Ujar Zenitha kepada Alkenzo dengan menatap kesal wajah tampan Alkenzo.


"Kau...? K--kau..." Ucap Alkenzo terbata sambil menatap wajah cantik Zenitha dengan tatapan berkaca-kaca saat ini.


...Cuppppp...


"Kau amnesia kepadaku Kenzo? Ketika bertemu dengan ku kau tidak memberikan ku sebuah ciuman lagi seperti dulu. Kau benar-benar lupa atau kau amnesia Kenzo?" Kesal Zenitha dengan bertanya sambil memanyunkan bibirnya seperti dulu ketika Alkenzo lupa untuk memberikannya sebuah ciuman manis kepada Zenitha.


"Kau sudah ingat aku?" Tanya Alkenzo pelan dengan menintikan air matanya didepan semua orang saat ini untuk pertama kalinya.


"Kau jangan menjadi laki-laki lemah. Jangan menangis, aku tidak suka melihat air matamu bukankah kau juga selalu berkata seperti itu kepadaku?" Tutur Zenitha dengan menghapus air mata Alkenzo yang kini tengah keluar dari kedua pelupuk matanya.


...Grepppp...


"Apa kau benar-benar Anitha ku? Apakah Anitha ku benar-benar sudah kembali? Hikssss..." Tanya Alkenzo kembali dengan memeluk tubuh Zanitha secara cepat sambil berusaha menahan Isak tangis-nya.


"Aku sudah mengingat semuanya, dan aku sudah menepati ucapan ku untuk selalu mengingat mu dan tidak akan pernah melupakan mu. Mungkin bertahun-tahun lamanya aku pergi meninggalkan dirimu tapi kali ini.... Aku tidak akan lagi meninggalkan mu" Lirih Zenitha pelan dengan mengeratkan pelukannya.


"Hahhh, terimakasih karena kau masih tetap ingin bersamaku, taukah kau seberapa gila nya diriku ketika kau tidak bersama ku? Depresi, aku mengalami itu. Bahkan sampai saat ini aku masih belum bisa menghilangkan itu padahal jelas-jelas kau sudah berada didekat ku! Aku minta padamu jangan pernah mengulangi kesalahan mu kembali" Pinta Alkenzo.


"Kau tidak ingin kehilangan ku?" Tanya Zenitha dengan menaikkan satu alisnya.


"Tentu saja, karena duniaku sudah ada pada dirimu" Balas Alkenzo dengan cepat.


"Kalau begitu ikut denganku" Ajak Zenitha dengan pelan menarik pergelangan tangan Alkenzo dan membawa Alkenzo kehadapan Queena dan Alvaro.


Queena dan Alvaro yang sedari tadi hanya diam menyaksikan adegan antara putranya dan calon menantu yang sudah diakui olehnya begitu pun dengan yang lainnya, kening yang mengerut pun kini ter tampang jelas dikening Queena dan Alvaro yang melihat wajah cantik dari Zenitha.


"Mommy, daddy! Aku ingin meminta sesuatu padamu. Tapi... Bolehkah kalian menuruti permintaan dariku?" Tanya Zenitha dengan meminta sesuatu kepada Queena dan Alvaro.


Mendengar permintaan dari Zenitha atau lebih tepatnya Anitha pun membuat Alvaro dan Queena kembali kebingungan dibuatnya, entah apa yang sebenarnya sedang diinginkan oleh Zenitha.


"Apapun itu kami akan menuruti permintaan dirimu" Jawab keduanya secara bersamaan sambil tersenyum manis.


"Mommy, daddy. Terimakasih" Balas Zenitha dengan membalas senyuman manis dari Queena dan Alvaro.


"Adik bolehkan kakak meminta sesuatu kepada kalian?" Tanya Zenitha kembali kepada Alkenzie, Arianna, Brianna.


"Apapun itu kami juga akan menurutimu kakak" Balas ketiganya secara bersamaan pula.


"Dan untuk yang lain, bolehkan aku juga meminta sesuatu kepada kalian?" Lagi dan lagi Zenitha bertanya untuk semua orang.


"Tentu saja" Jawab semua keluarga besar Atmadja, Dirgantara, Alexander, Kusuma maupun Pradipta atau lebih ke Williams.


"Terimakasih untuk kalian semua juga, terutama untuk mommy dan daddy dan juga three twins" Tutur Zenitha.


"Apa yang sebenarnya kau inginkan?" Tanya Alkenzo dengan kebingungan yang mana sedari tadi hanya bisa diam dan patuh akan Zenitha.


"Kau ingat ini?" Tunjuk Zenitha dengan menunjukan sebuah kotak berwarna hitam kepada Alkenzo.


"Kotak ini... Bukankah kotak yang berisi cincin pernikahan untuk kita menikah nanti? Dan kotak ini bukankah aku yang menyuruhmu untuk menyimpannya" Ujar Alkenzo kembali dibuat bingung oleh Zenitha lagi dan lagi.


"Benar, dan aku ingin kau memasangkan nya padaku. Aku ingin kau menikahi ku hari ini juga. Dan untuk permintaa ku kepada semua aku menginginkan restu dari kalian" Jelas Zenitha dengan menarik pergelangan tangan Alkenzo menuju keatas altar pernikahan.


"Ha?"


"Apaaa?"


"Menikah? Hari ini?"


"Apakah ini mimpi?"


"Kau, apa kau serius Anitha?" Tanya Alkenzo kembali memastikan.


"Aku serius. Aku takut aku tidak akan bisa kembali menepati ucapan ku, maka aku meminta kepadamu satukan aku dengan dirimu hari ini juga. Agar kedepannya aku tidak akan mengingkari perkataan, ucapan maupun janjiku" Terang Zenitha tersenyum lirih.


"Jika itu mau mu, aku tidak akan bisa menolak karena hatiku. Sudah terikat dengan dirimu" Ucap Alkenzo dengan tersenyum bahagia dengan apa yang ia dengar saat ini.


"Kami semua merestui kalian berdua, menikahlah hari ini agar kebahagiaan kembali datang secara dua kali lipat kepada semua keluarga kita" Sahut Lauren dengan tersenyum manis sambil mendekatkan dirinya kepada Zanitha dan Alkenzo begitu pun dengan yang lainnya.


"Benar, menikahlah hari ini! Dan ikat Zanitha dengan status nyonya muda kenzo dirgantara. Jangan biarkan ia kembali pergi" Celetuk Karan dengan tersenyum manis pula sambil merangkul tubuh sang istri.


"Baik"


"Pendeta" Panggil Alvaro.


"Baik tuan, untuk kalian berdua apa kalian benar-benar ingin menikah hari ini juga?" Balas pendeta tersebut dengan bertanya kepada Alkenzo dan Zenitha.


"Benar"


"Benar"


"Kalau begitu, ucapkan sumpah seperti apa yang sudah dilakukan kepada kedua pasangan ini" Ujar pendeta tersebut.


Tidak menjawab kembali, Alkenzo serta Zenitha pun hanya membalas dengan anggukan kepala saja dengan di-iringi senyuman manis dari bibir keduanya.


..."Cepat-cepat sorot mereka semua, ini suatu yang langkah"...


..."Satu hal yang langkah dan luar biasa"...


..."Ini seperti di dunia drama"...


..."Sangat langkah"...


..."Momen yang luar biasa, ini tidak boleh sampai dilewatkan satu pun"...


..."Ini akan menjadi berita yang luar biasa"...


..."Pasangan yang luar biasa"...


..."Cepatlah!! Aku tidak sabar mendengar sumpah dari mereka berdua. Pasangan yang sangat-sangat luar biasa"...