My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S1: Ketidak sadaran'nya Alvaro



Malam harinya...


"Kenapa ia tidur disini?" Gumam Alvaro pelan yang mana melihat Queena tertidur di sofa.


"Entah mengapa saat melihatmu... Perasaanku mengatakan bahwa kau adalah Angel! Tapi... Itu tidak mungkin! Jika kau Angel pasti kau sudah mengingatkan diriku tentang dirimu tapi kau tidak! Jadi kau bukanlah Angel" Lirih pelan Alvaro lalu berdiri kembali dan ketika dirinya berdiri hendak memindahkan Queena, tanpa sengaja matanya melihat kearah meja rias yang terdapat hiasan bunga mawar biru yang dirancang oleh Queena, melihat itupun seketika Alvaro tersulut emosi melihatnya.


...Praaanggg...


...Praaanggg...


Alvaro'pun langsung saja membuang bunga mawar biru rancangan Queena, dua-duanya hingga membuat Queena terkejut dan bangun dari tidurnya akibat ulah Alvaro yang membanting keras rancangan bunga mawar biru itu.


...Bruuukkkk...


"Berani sekali kau memetik bunga mawar biru'kuuu!!" Marah Alvaro dengan mencekik leher Queena hingga bahkan menyudutkan Queena ke sisi tembok.


"A-al uhuukkk... A-l lee--paska-n, tang--anmu!! i-ni menya--akk-iiti-ku. Uhukkk... uhuukkk..." Ucap Queena terbata karena lehernya terasa sangat sakit akibat cekik'kan tangan Alvaro yang begitu kencang, bahkan rasanya saat ini ia seperti ingin mati.


'Jika aku memang di takdirkan untuk mati di tanganmu aku akan sangat ikhlas Varo... Asalkan kau tidak mengetahui siapa aku yang sebenarnya, tapi jika kau mengetahui bahwa aku adalah Angel dan kau merasa bersalah akan hal ini, maka aku tidaklah Ikhlas atas kematian-ku' Batin Queena dengan perlahan ingin menutup kedua matanya tapi tiba-tiba saja Alvaro melepaskan cengkraman tangannya dari leher dirinya.


...Bruuukkkk...


"Queena... Banguunnn!!" Kata Alvaro yang mulai tersadar dengan apa yang ia lakukan terhadap Queena hingga membuat Queena pingsan saat ini.


"Aku perintahkan kau untuk bangun!! atau aku akan menghukum'mu jika kau masih berpura-pura, bangun!!" Ancam Alvaro yang masih tidak di geming oleh Queena, karena Queena memang benar-benar pingsan dan tidak berpura-pura.


"Sial!"


"Ternyata dia memang benar-benar pingsan..." Gerutu Alvaro lalu mulai menggendong tubuh Queena ke dalam gendongannya dan mulai membaringkan tubuh Queena keatas tempat tidur, membaringkan'nya secara perlahan.


"Jika kau tidak memetik bunga mawar biruku... Maka aku tidak akan pernah melakukan hal tadi apalagi sampai harus mencekik dirimu Queena! tanpa sadar... tapi karena kau memetik'nya dan merancang'nya bahkan sampai memajangnya di dalam kamarku. Kau berhasil membuatku murka akan hal tersebut, hingga membuatku tersulut emosi ketika melihatnya... Apa kau tau mengapa aku bisa se-marah tadi denganmu? Itu karena kau sudah merusak bunga mawar biru kesukaan gadis kecil'ku!! dan kau sudah berani memetiknya tanpa seizin dariku...kau tau? Hanya Angel-lah yang boleh memetiknya tidak denganmu atau dengan siapapun termasuk mommy-ku" Jelas Alvaro dengan membenarkan posisi tidur Queena dan kian mulai menutupi tubuh Queena dengan selimut. Lalu iapun turun kebawah untuk mengambil air minum agar saat Queena terbangun Queena bisa meminumnya.


...Beberapa menit kemudian......


"Uhukkk...!! Uhukkk...!! Uhukkk...!!" Batuk Queena yang terbangun dari pingsannya sambil memegangi lehernya yang terasa sakit akibat cekiki'kan yang diberikan oleh Alvaro tadi.


"Minum" Titah Alvaro dengan datar sambil memberikan air minum kepada Queena.


"Uhukkk... Terima--kasih A--l" Ucap Queena lalu meminum air yang diberikan oleh Alvaro.


"Dengar Queena... Jika sekali lagi aku melihat kau memetik bunga mawar biru, maka aku tidak akan segan-segan lagi untuk membunuh'mu" Sarkas Alvaro dengan menatap tajam wajah Queena.


"Kenapa kau marah kepadaku hingga mencekik-ku hanya karena bunga mawar biru itu Al?" Tanya Queena dengan memandang manik mata Alvaro dalam.


"Karena yang boleh memetik bunga mawar biru hanyalah gadis kecilku. Siapapun tidak Boleh memetiknya selain gadis kecilku!! Kau mengerti itu Queena?" Tegas Alvaro.


'Jika kau tau bahwa aku adalah Angel, mungkinkah kau tidak akan pernah melarang'ku memetik'nya. Bahkan kau pasti tidak akan pernah mencekik-ku' Batin Queena.


"Sebenarnya siapa nama gadis kecilmu itu Al?" Tanya Queena yang berpura-pura tidak mengenal Angel lebih tepatnya dirinya sendiri_-!


...Author: Definisi menanyakan diri sendiri kepada orang lain_-...


"Angel" Jawab Alvaro singkat.


"Angel? Yang berarti, malaikat?" Kata Queena dengan memandang wajah Alvaro sambil terdiam.


"Ya, karena dia adalah malaikat! malaikat pemilik hatiku, tidak seorang'pun yang boleh memilikinya selain diriku" Ucap Alvaro.


"Egois" Lirih pelan Queena.


"Kau mengatakan sesuatu?" Tanya Alvaro yang samar-samar mendengar ucapan pelan Queena.


"Tidak! Aku tidak mengatakan sesuatu... Sepertinya kau salah dengar Al" Elak Queena yang melihat tanduk merah Alvaro seperti ingin kembali keluar.


"Jadi maksudmu aku ini tuli?" Kesal Alvaro yang bersiap-siap ingin menghukum Queena kembali.


"Tidak... Tidak... Bukan itu maksud'ku Al" Elak Queena dengan cepat menggelengkan kepalanya dan tidak lupa ia memberikan sebuah senyuman kecut.


"Lalu apa maksudmu?" Tanya Alvaro kembali.


"Maksudku? Itu... Maksudku..." Jawab Queena yang tengah memikir-mikir untuk menjawab pertanyaan dari Alvaro.


"Maksudmu apa?" Tanya kembali Alvaro.


...Dretttt... Dretttt......


...Callon...


'Iyaa, ada apa sesillia?' Tanya Queena yang mendapatkan telpon dari Sesillia malam-malam begini, tapi berkat Sesillia ia terselamatkan dari sebuah amukan Alvaro.


'Ka Queena... apakah besok kau ada waktu luang?' Tanya balik Sesillia tanpa mau menjawab pertanyaan yang telah di lontarkan oleh Queena.


'Iyaa, ada apa memangnya?'


'Aku merindukanmu!! Begitu juga mama dan papa, bisakah kau datang ke mansion Williams besok? Bersama dengan kakak ipar Alvaro?'


'Hmmm, kakak bisa datang tapi entahlah dengan kakak Ipar-mu... Tapi kakak akan berusaha untuk membawa kakak ipar'mu nanti'


'Baiklah ka... Kalau begitu selamat malam'


'Malam juga, Sesillia'


'Aku menunggu kehadiran'mu besok, Ka!'


'Hmmm, Nakal... sudah tidur'


'Jangan lupakan keponakan yang aku minta, ka'


'Ini sudah malam Sesillia... Sebaiknya kau tidur atau aunty Silsila dan Uncle Gani akan memarahi'mu'


'Hahaha.., baiklah ka'


'Selamat malam. Sesillia'


'Selamat malam juga, ka Queena'ku yang cantik'


Tut.


"Ck! Anak ini" Gumam Queena dengan menggelengkan kepalanya.


"Al" Panggil Queena.


"Hmmmm" Dehem Alvaro yang sedang menatap laptop'nya entah kapan ia mengambil'nya tiba-tiba saja ia sudah duduk dengan sebuah laptop di pangkuannya.


"Apa... Apa kau besok ada waktu luang?" Tanya Queena dengan berhati-hati entahlah saat ini dirinya takut dengan Alvaro.


"Tidak ada! Kenapa?" Jawab Alvaro dengan bertanya tapi tatapan'nya masih terfokus pada laptop'nya.


"Tidak jadi" Kata Queena yang tidak jadi ingin memberitahukan kepada Alvaro tentang undangan dari Sesillia tadi.


"Aneh" Ucap Alvaro menatap wajah Queena sebentar lalu menatap kembali layar laptop'nya.


"Al" Panggil kembali Queena.


"Ada apa, Queenaaa..." Kesal Alvaro dengan menatap wajah Queena.


"Itu...."


"Itu apa?" Tanya Alvaro dengan kesal.


"Kau tidurlah di sampingku... jangan tidur di sofa, kau tenang saja Al. Aku tidak akan menendang'mu karena aku akan memasang pembatas di tengah-tengah tempat tidur nanti agar aku tidak menendang'mu" Tutur Queena.


"Memangnya siapa yang ingin tidur di sofa?" Tanya Alvaro dengan menutup layar laptop'nya dan kian berjalan menuju kearah Queena hingga membuat jantung Queena ingin keluar dari tempatnya.


...Deg deg deg...


"Bukannya kau?" Kata Queena dengan menaikkan satu alisnya.


"Siapa bilang? Tentu saja aku akan tidur di kasurku... Jika kau ingin tidur di sofa silahkan saja, aku tidak akan melarang'mu" Kata Alvaro lalu membaringkan tubuhnya di samping Queena, tidak lupa Queena memberikan jarak antara dirinya dan Alvaro dengan menaruh sebuah bantal dan guling di tengah-tengah kasur mereka.


"Tidak... aku tidak ingin tidur di sofa" Tolak Queena dengan cepat lalu setelah itu ia terburu-buru membaringkan tubuhnya bersamaan dengan Alvaro diatas kasur. Setelah itu mereka berdua'pun mulai menyelimuti dirinya dan pergi untuk menuju alam mimpi.


"Dasar aneh" Gumam kecil Alvaro.