My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S1: Kepulangan Queena



...Buuugghhh...


...Buuugghhh...


"Cepat katakan" Teriak Alvaro dengan mencengkeram kuat kerah jas Bos penculik itu.


"Aku tidak akan mengatakan'nya" Jawab Bos penculik itu dengan tersenyum sinis.


...Buuugghhh...


"Masih tidak ingin mengatakan" Geram Alvaro lalu melayangkan kembali sebuah pukulan yang keras kepada Bos penculik itu hingga membuat Bos penculik tersebut'pun menjadi babak belur, dengan disertai darah yang mengalir dimana-mana dan membuatnya pingsan.


...BUUUUGGGGG...


Sedangkan David ia pergi menyelamatkan Queena dari genggaman kedua anak buah Penculik itu, tidak lupa juga sebelum berhasil membawa Queena pergi dari genggaman kedua anak buah penculik itu, David bahkan juga sempat memberikan pukulan mautnya hingga membuat kedua anak buah penculik itu pingsan di tempat sama seperti Alvaro tadi yang membuat Bos penculiknya babak belur dan pingsan.


"Sialan!!"


"Queenaaaaa!!" Teriak Alvaro lalu menghampiri David yang tengah merangkul Queena, yang mama Queena masih dalam keadaan tidak sadarkan diri karena pengaruh obat bius yang diberikan oleh penculik itu padanya.


"Berikan Istriku!" Pinta Alvaro lalu mengambil alih tubuh Queena dengan cara menggendong tubuh Queena dan membawanya pergi kedalam mobil miliknya.


"Kalian, bawa orang-orang tidak berguna itu ketempat biasa" Titah Alvaro pada anak buahnya yang baru saja sampai.


"Siap tuan"


"David bawa mobilku! Kita pulang sekarang" Titah kembali Alvaro.


...*****...


...Mansion Alqueen...



"Mommy, bagaimana ini? Apakah kakak Queena akan baik-baik saja?" Tanya Sesillia yang khawatir dengan Queena bahkan sedari tadi ia mundur-mandir tidak jelas.


"Nakk, tenanglah! Mommy yakin Queena akan baik-baik saja" Ujar Maura yang sedari tadi melihat Sesillia mundur-mandir dihadapan'nya.


"Mommy kau tau bukan, Ka Queena adalah duniaku jika ka Queena kenapa-kenapa maka aku pasti akan hancur. Ka Queena adalah segalanya bagiku jika ka Queena terluka maka aku akan lebih terluka" Lirih Sesillia dengan mata berkaca-kaca.


"Tenanglah"


Tak lama kemudian terdengarlah suara mesin mobil dari luar mansion Alqueen, entah itu siapa yang datang. Tapi Sesillia dan Maura percaya bahwa David dan Alvaro lah yang datang membawa Queena pulang.


"Mommy, itu suara mobil"


"Mungkinkah itu Alvaro, Queena dan David?" Tanya Maura.


"Kita lihat saja nanti mommy"


"Sesillia putriku, kau tak apa-apa kan nakk?" Tanya seseorang yang berlari memeluk Sesillia yang mana tak lain adalah Silsila dan Gani.


Ada rasa sedikit kecewa dari dalam hati Maura karena melihat bahwa yang datang bukanlah dua putra dan satu putrinya itu, seperti yang di harapkan'nya.


"Aku tidak apa-apa Mah! Tapi Ka Queena..."


"Jangan khawatir sayang, papah yakin nanti nakk Alvaro akan secepatnya membawa nakk Queena pulang dengan selamat" Ujar Gani dengan menenangkan Putrinya Sesillia.


"Kita berdoa saja agar tidak terjadi apa-apa pada mereka"


"Hmmmm"


...*****Brraaakkkk*****...


Ketika mereka semua tengah ingin berdoa tiba-tiba saja suara pintu mansion terdengar jelas di tendang oleh seseorang, yang tak lain adalah Alvaro yang mana tengah menggendong tubuh Queena yang masih terpengaruh oleh obat bius, dengan David yang berada dibelakang'nya serta dokter pribadi keluarga Dirgantara yang tak lain adalah Sarah di belakangnya pula.


"Ka Queenaaa" Teriak Sesillia yang melihat Queena tidak sadarkan diri.


"Tenanglah, Sesillia ka Queena baik-baik saja. Sepertinya Ka Queena hanya terkena obat bius" Ujar David dengan memengagi lengan Sesillia.


"David tolong lepaskan tanganku! Aku ingin melihat Ka Queena" Pinta Sesillia dengan memberontak pada David.


"Tenanglah terlebih dahulu, biarkan dokter Sarah dan Alvaro merawat Ka Queena untuk saat ini. Sebaiknya kita tunggu diluar saja" Tutur David yang di angguki semuanya begitu juga dengan Sesillia yang mulai sedikit tenang.


...Kamar Alqueen...



"Bisakah, tuan menyingkir sebentar" Pinta Dokter Sarah.


"Baik"


Setelah Alvaro menyingkir, dokter keluarga dirgantara yang ber name tag Sarah'pun langsung saja memeriksa keadaan Queena yang tengah berbaring! Perlahan-lahan ia mengecek tubuh Queena dan memeriksa denyut nadi Queena.


"Tidak apa-apa! Nyonya Queena baik-baik saja ia hanya terkena obat bius! Kemungkinan sebentar lagi nyonya Queena akan sadar" Jelas dokter Sarah.


"Hmmm"


"Kalau begitu, saya permisi tuan" Pamit dokter Sarah pada Alvaro dan hanya di balas anggukan kecil saja oleh Alvaro.


"Silahkan" Balas Alvaro lalu berjalan mendekati Queena, dan dengan perlahan tangannya membenarkan anak rambut Queena yang sedikit menutupi wajah cantik Queena.


"Sadarlah" Lirih pelan Alvaro.


"....."


"Emmmm"


"Al" Lirih pelan Queena yang telah sadar dengan memegangi kepalanya yang sedikit terasa pusing pengaruh akibat obat bius yang diciumnya.


"Kau sudah sadar? Apakah ada yang sakit? Katakan padaku" Ujar Alvaro lalu mulai membantu Queena untuk duduk dan bersandar.


"Tidak ada"


"Mengapa kau tidak berteriak disana kau ingin dibekap?"


"Aku tidak bisa berteriak Al! Karena tiba-tiba saja orang itu datang dan langsung membiusku hingga aku tidak sempat untuk berteriak" Jawab Queena.


"Aku akan mencari dalang dibalik penculikan dirimu"


"Tidak perlu Al! Mungkin saja penculik itu hanya kebetulan menculikku untuk mendapatkan uang saja" Elak Queena.


'Maaf Al! Aku tidak ingin merepotkan dirimu, karena aku yakin dalang dibalik semua ini adalah Mira!' Batin Queena.


"Yaa"


"Ka Queena!!" Panggil Sesillia yang baru saja datang dengan yang lainnya, Sesillia yang melihat Queena sudah sadarkan diri langsung saja berhamburan memeluk tubuh Queena dengan sangat erat dan bahkan tak berniat ingin melepaskannya.


"Hikssss... Apa kau baik-baik saja? hikssss... Kau tidak terluka kan? Katakan padaku ka" Tangis Sesillia kembali.


"Sesillia, jangan menangis! Kakak tidak apa-apa, kakak baik-baik saja kau tenanglah, fan berhentilah menangis" Tutur Queena lalu menghapus air mata Sesillia yang keluar dari pelupuk matanya.


"Hmmm"


"Nakk! Apa kau benar baik-baik saja?" Tanya Silsila lalu memeluk tubuh Queena.


"Aku tidak apa-apa Aunty"


"Sudah berapa kali kami mengatakan padamu untuk tidak memanggil kami dengan sebutan Aunty atau Uncle! panggilah kami seperti Sesillia memanggil kami" Celetuk Gani dengan menasehati Queena kembali.


"Baik, Mama dan Papa"


"Itu lebih bagus"


"Sudah-sudah sebaiknya kau beristirahat nakk" Tutur Maura.


"Baik, Mommy"


"Sesillia, mari kita keluar nakk. Biarkan nakk Queena berdua bersama nakk Alvaro suaminya" Ajak Gani yang diangguki semua orang.


"Baik" Jawab Sesillia lalu pergi keluar dnegan diikuti yang lainnya dan tinggallah Alvaro dan Queena berdua.


"Berbaringlah"


"Al, aku tidak apa-apa. Aku--"


"Jangan membantah"


"Baiklah"