
"Apa Aria nya ada? Bi Lin" Tanya seorang pria tampan dengan bertanya tentang keberadaan Arianna kepada Bi Lin.
Dan pria yang bertanya tersebut adalah Arkanza. Pria tampan yang memiliki perusahaan besar bernama Smith Entertainment.
"Tuan Kanza, bibi tidak berbohong bibi sudah berulang kali mengatakan kepada tuan Kanza bahwa nona muda Aria tidak berada di mansion. Karena nona muda Aria sudah pergi beberapa jam yang lalu bersama dengan tuan besar dan nyonya besar" Jelas Bi Lin kembali kepada Arkanza yang sedari tadi tidak mempercayai ucapan maupun perkataan'nya.
"Beri tahu diriku kemana mereka semua pergi?" Tanya Arkanza kembali.
"Bibi tidak tau tuan Kanza" Balas Bi Lin lagi dan lagi.
"Ada apa ini?" Celetuk seseorang dengan bertanya perihal tentang Bi Lin Dan Arkanza saat ini yang mana tengah menghalangi jalan masuk ke mansion dirgantara.
"Nona muda Bria" Panggil Bi Lin dengan hormat.
"Brianna?" Ucap Arkanza dengan langsung saja menghampiri sang kembaran kekasih-nya itu.
Memang benar, Arkanza dan Arianna sebenarnya sudah berpacaran dan meresmikan hubungan antara keduanya dengan bertunangan. Hanya saja... Saat ini mereka tengah terdapat sebuah masalah dalam hubungan percintaan nya itu.
"Kakak Kanza? Ada apa? Mengapa kau terlihat seperti sedang mencemaskan sesuatu" Tanya Brianna dengan mengerukan keningnya kecil.
"Aku ingin bertemu dengan Aria, hanya saja kata Bi Lin ia tidak ada di dalam saat ini. Katanya Aria pergi bersama dengan mommy dan daddy dari beberapa jam yang lalu! Huuffff" Jawab Arkanza dengan menghembuskan nafasnya secara kasar.
"Kenapa? Apa kau dan kakak ku sedang dalam masalah?!" Tanya Brianna kembali.
"Hmmmm, kalau begitu aku pamit aku ingin mencari keberadaan Aria sekarang" Pamit Arkanza kepada Brianna dan itupun dibalas dengan anggukan kecil oleh Brianna.
"Berhati-hatilah"
"Baik"
Setelah memastikan bahwa Arkanza benar-benar telah pergi, Brianna pun langsung saja bertanya tentang sang kakak ketiga nya itu kepada Bi Lin.
"Bibi, apa kau benar-benar tidak tau kemana mommy, Daddy serta kakak Aria pergi?" Tanya Brianna dengan memastikan kembali.
"Benar nona muda, sumpah demi tuhan bahwa bibi benar-benar tidak mengetahui kemana perginya tuan besar, nyonya besar serta nona muda Arianna" Jawab Bi Lin dengan bersumpah karena dirinya benar-benar memang tidak tau mengenai kepergiannya Arianna, Queena serta Alvaro.
"Hmmmm, baiklah terimakasih bibi" Balas Brianna lalu setelah itu iapun pergi kedalam mansion.
...*****...
...Mansion dirgantara...
...(Tengah hutan)...
...Dretttt... Dretttt......
"Siapa mommy?" Tanya Arianna dengan mengangkat satu alisnya.
"Adik mu Brianna" Jawab Queena dengan meletakkan kembali hendphone miliknya diatas meja ruang tamu begitu saja tanpa berniat mengangkat telpon dari sang putri.
"Hmmmm, aku tau itu" Dehem Queena pelan.
"Mommy, daddy! Terimakasih untuk semua hal yang kalian berdua lakukan saat ini. Aku sangat-sangat beruntung bisa memiliki kalian sebagai orang tuaku" Tutur Arianna dengan tersenyum manis kepada kedua orang tuanya itu.
"Jangan berterima kasih sayang, karena ini sudah menjadi kewajiban kita untuk selalu menjagamu selama kau masih bersama kami" Terang Queena dengan mengelus pelan rambut sang putri.
"Baiklah"
"Penjagaan disini sudah sangat ketat karena daddy sudah mengaturnya sendiri, semua kebutuhan dan fasilitas manusia ini sudah terpenuhi oleh daddy bahkan apapun yang kau butuhkan sudah tersedia disini. Jadi... Daddy dan mommy akan kembali ke mansion utama sekarang karena Alan sebentar lagi akan pulang. Jadi mommy mu harus menjemputnya" Jelas Alvaro yang diangguki oleh sang putri.
"Terimakasih daddy, aku mengerti dan aku sudah paham. Kalian sudah boleh langsung kembali pulang ke mansion utama dan aku juga akan segera beristirahat saat ini juga" Balas Arianna dengan tersenyum kecil.
"Mommy harap kau betah dimansion ini, jangan khawatir sayang. Mansion ini hanya daddy dan mommy ketahui saja dan juga kau khusunya tidak dengan yang lain baik seluruh keluarga maupun kedua kakak kembar mu itu" Terang Queena juga kepada sang mommy.
"Iyah mommy sayang, aku sudah mengerti. Jadi sekarang kalian berdua cepatlah kembali ke manison utama karena Alan adik bontot ku akan segara pulang saat ini" Ucap Arianna.
"Ya-ya! Mommy harap kau bisa cepat kembali pulang ke mansion utama dan tidak seperti ini terus menerus. Cepatlah cari jalan mengenai masalah yang tengah menimpa mu saat ini" Kata Queena.
"Baik! Itu pasti dan aku akan memikirkan nya" Jawab Arianna kembali.
"Hmmmm"
...*****...
"Kau akan ke mansion utama suamiku? Aku akan ikut karena aku juga merindukan mommy dan juga daddy bahkan yang lebih aku rindukan adalah Alan saat ini" Tanya seseorang wanita cantik kepada seorang pria tampan yang ada dihadapannya saat ini.
Kedua pasangan itu yang tak lain adalah Alkenzo dan Zanitha, yang mana kini keduanya tengah ingin pergi menuju ke mansion utama dirgantara.
"Boleh saja, asalkan kau bahagia aku pasti akan menuruti permintaan dirimu" Balas Alkenzo dengan tersenyum manis sambil mengecup pelan puncak kepala sang istri kecilnya itu yang amat sangat ia cintai.
"Sebelum kita ke mansion utama, tolong bawa aku ketempat mainan dan tempat kue kering yang mommy sukai. Karena aku ingin membelikan mereka hadiah kesukaan mereka" Pinta Zanitha kembali kepada sang suami.
"Baiklah-baiklah! Aku akan menuruti permintaan dirimu semuanya hari ini. Tapi kau tetap harus ingat akan perkataanku" Jawab Alkenzo kembali.
"Aku ingat" Balas Zanitha.
"Apaa?"
"Pertama, aku tidak boleh berkontak mata terlalu lama kepada pria lain selain diri mu. Kedua, aku tidak boleh terlalu berdekatan dengan pria lain selain diri mu. Ketiga, aku tidak boleh--"
"Sudah cukup! Aku sudah puas akan jawaban mu, Sebaiknya sekarang kita bergegas pergi menuju mansion utama karena ada sesuatu yang mana aku harus segera urus dan menyelesaikan nya disana" Tutur Alkenzo dengan menghentikan ucapan sang istri yang lama semakin lama seperti sang mommy yaitu cerewet.
"Kau ini, aku bahkan belum menyelesaikan ucapan ku! Tapi justru kau sudah lebih dulu menghentikan ucapan ku" Kata Zanitha dengan cemberut sambil menatap kesal wajah sang suami.
"Akhir-akhir ini kau berbeda, kau lama kelamaan bertingkah menjadi seperti mommy! Entah apa yang membuatmu tiba-tiba seperti ini. Tapi yang jelas bagiku ini tidak wajar dan aku akan meminta Bria untuk memeriksa mu nanti disana" Jelas Alkenzo dengan kebingungan.
"Apanya yang tidak wajar? Dan... Untuk apa kau ingin memeriksa ku kepada Bria? Aku saja bahkan baik-baik saja dan tidak kenapa-kenapa" Tanya Zanitha dengan nada mengambek terhadap sang suami.
"Sudah cukup! Sebaiknya mari kita pergi ke mansion utama" Ajak Alkenzo dengan langsung menarik pergelangan tangan sang istri.