My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S1: Kekesalan Maura



...Kamar Alvaro...


...Ceklekkk...


"Kenapa kau kembali?" Tanya Queena yang melihat suaminya datang kembali, padahal baru saja suaminya itu pergi tapi sudah kembali lagi.


"Bukankah kau ingin pergi makan diluar? Kalau begitu ayokkkk" Ajak Alvaro yang melihat Queena tengah duduk diatas sofa sambil memakan cemilan dan bermain hendphonenya.


"Bukankah tadi kau melarangku?" Tanya balik Queena yang keheranan dengan tingkah suaminya.


"Aku berubah pikiran"


"Baiklah, kalau begitu mari kita pergi" Ujar Queena dengan tersenyum manis lalu pergi menghampiri Alvaro suaminya.


...Skippppp......


...Di mobil......


"Suamiku berhenti" Pinta Queena yang membuat Alvaro mau tidak mau menuruti perintahnya.


"Kenapa?"


"Aku ingin makan disini" Kata Queena dengan bersiap untuk pergi turun.


"Tidak boleh" Tegas Alvaro yang berhasil menghentikan pergerakan Queena yang ingin turun.


"Kenapa?"


"Aku tidak ingin kau pergi makan dipinggir jalan seperti ini! Ini tidak sehat" Ujar Alvaro yang tidak menyetujui permintaannya.


"Tapi aku ingin makan nasi goreng disini, suamiku" Kata Queena.


"Aku tidak mengizinkan"


"Tapi aku sudah lapar dan aku hanya ingin makan disini" Lirih pelan Queena hingg membuat Alvaro menghembuskan nafasnya dengan begitu berat, bukan karena permintaan Queena saja tapi ia justru juga mengingatkan perkataan sang mommy untuk terus menuruti permintaan yang Queena inginkan apapun itu.


"Baiklah"


"Terimakasih, suamiku" Ucap Queena dengan antusiasnya lalu pergi menuju tempat dimana tempat orang jual nasi goreng tersebut diikuti dengan Alvaro dibelakangnya.


...Sesampainya......


"Mas, saya pesan nasi goreng fua porsi keduanya sedang saja dan jangan terlalu pedas" Ucap Alvaro dengan memesan dua porsi nasi goreng untuk dirinya dan Queena.


Sebenarnya ia belum merasa lapar kembali tapi ia tidak ingin membiarkan Queena makan sendirian, jadi mau tidak mau iapun ikut memesan nasi goreng tersebut.


"Baik mas, masnya tunggu dulu ya"


"Hmmm"


"Suamiku kau sangat lucu jika dipanggil dengan sebutan 'Mas' Hahahah" Bisik pelan Queena dengan tertawa, berbeda dengan Alvaro yang tidak seperti biasanya jika biasanya ia sedang ditertawakan oleh Queena akan marah maka justru sekarang ia malah ikut bahagia.


"Sudah jangan tertawa lagi! Lihatlah pesanan kita sudah siap" Ujar Alvaro yang diangguki oleh Queena.


"Ini pesanan si mas'nya, dua porsi nasi goreng dengan rasa sedang" Kata tukang nasi goreng tersebut dengan memberikan kedua porsi nasi goreng yang diminta Alvaro.


"Hmmm, terimakasih"


"Sama-sama, mas" Balas tukang nasi goreng tersebut lalu pergi kembali.


"Makanlah" Kata Alvaro yang diangguki Queena.


"Baiklah" Jawab Queena.


Akhirnya tak lama kemudian Queena'pun selesai makan dengan nasi goreng miliknya, bahkan bukan hanya nasi goreng miliknya saja yang habis tapi juga milik Alvaro, karena saat nasi goreng miliknya habis ia mengatakan pada Alvaro bahwa dirinya masih lapar hingga membuat Alvaro langsung saja memberikkan nasi gorengnya tanpa berfikir panjang. Karena dari awal Alvaro memang tidak berniat untuk makan nasi goreng! Makanya Alvaro langsung saja memberikkan nasi goreng miliknya itu kepada istrinya Queena.


"Apa masih ingin makan?" Tanya Alvaro dengan menggelengkan kepalanya kecil karena melihat tingkah Queena yang menurutnya sangat lucu semakin hari.


"Tidak! Perutku sudah tidak bisa menampung lagi, bahkan mulutku sudah tidak bisa untuk mengunyah lagi" Tolak Queena dengan mengelus-elus perutnya karena terasa kenyang.


"Baiklah, kalau begitu mari kita pulang! Aku sudah membayar nasi goreng ini" Ajak Alvaro yang diangguki Queena.


"Baiklah"


"Suamiku, mengapa kau tidak ikut makan? Apa karenaku?" Tanya Queena.


"Bukan begitu, aku hanya merasa tidak selera untuk makan saja jika sudah malam hari apalagi tengah malam seperti ini" Jawab Alvaro dengan membukakan pintu mobil miliknya buat Queena.


"Benarkah?" Tanya Queena memastikan kembali.


"Hmmmm"


...*****...


...Mansion Dirgantara...



...Kamar Alvaro...


"Tidurlah dengan baik! bermimpilah yang indah" Bisik Alvaro dengan menyelimuti tubuh Queena setelah itu iapun ikut membaringkan tubuhnya karena dirinya sudah benar-benar mengantuk kembali.


...Keesokan harinya......


Kini mansion dirgantara tengah sibuk mempersiapkan segalanya untuk acara lamaran, bahkan Queena juga dibuat sibuk oleh Alvaro untuk memilih pakaian yang benar! Tentu saja drama pakaian kembali terjadi karena Alvaro, hingga membuat Maura dan David dibuat kesal menunggu mereka berdua.


"Mommy" Panggil David.


"Iya nakk?"


"Mommy, sampai kapan kita akan menunggu Alvaro dan kakak ipar? Sudah setengah jam mereka masih berada didalam?" Gerutu David yang tidak sabar untuk pergi melamar Sesillia tapi ia malah dibuat menunggu lama oleh Alvaro dan juga Queena.


"Entahlah, mommy juga kesal dibuat menunggu seperti ini oleh Alvaro! Hufff padahal jelas-jelas Queena sudah siap sedari pagi. Tapi malah disuruh buat mengganti pakaiannya kembali" Kesal Maura terhadap putranya itu yang membuat dirinya juga ikut menunggu dirinya.


"Mommy"


"Tunggulah, mommy akan menyusul mereka keatas" Ujar Maura yang diangguki oleh David.


...Kamar Alvaro...


"Ganti" Titah Alvaro.


"Suamiku, berapa lama lagi kau akan membuat David dan mommy menunggu? Ini sudah sekian kalinya kau menyuruhku mengganti pakaianku! Tidak bisakah kita pergi sekarang?" Tutur Queena yang capek karena bulak-balik mengganti pakaiannya.


"Sebelum kau menemukan pakaian yang tepat untukmu! Aku tidak akan berhenti" Tegas Alvaro lalu berjalan menuju lemari baju untuk memilih pakaian yang tepat untuk Queena.


"Suamiku"


"Ini! Pakailah, kali ini sudah" Ucap Alvaro dengan memberikan sebuah gaun yang cantik untuk Queena kenakan.


Queena'pun tidak menjawab ucapan Alvaro ia justru langsung saja pergi menuju ruang ganti untuk mengganti pakaiannya kembali setelah sekian lamanya selesai memilih.


...Penampilan Queena:...



...Penampilan Alvaro:...



"Apa sudah?" Tanya Queena dengan nada sedikit kesal.


"Sudah" Jawab singkat Alvaro lalu menggandeng lengan Queena untuk pergi turun kebawah karena Maura dan David sudah menunggu mereka.


...Ceklekkkk...


"Mommy?" Panggil Queena dan Alvaro bersamaan lalu mereka berdua'pun seketika saling pandang, karena melihat Maura yang berada didepan pintu kamar mereka dengan posisi melipat kedua tangannya seperti sedang menatap mereka sebagai buronan.


"Apa sudah selesai?" Tanya Maura dengan wajah serius hingga membuat Queena dan Alvaro mengerutkan keningnya.


"Apa?"


"Drama pakaian" Kesal Maura lalu memijat pelipisnya karena terasa pusing akibat ulah Alvaro dan Queena yang membuatnya kesal.


"Sudah" Jawab Alvaro dan Queena bersamaan.


"Kalau begitu mari kita berangkat sekarang! David sudah menunggu lama kalian berdua dibawah" Kata Maura yang mendapatkan anggukkan kepala oleh Queena dan juga Alvaro.


"Baiklahh"


...Sesampainya dibawah......


"Mari kita berangkat" Ujar Alvaro yang diangguki semua.


"Kau membuatku menunggu terlalu lama Al! Bisa-bisa aku tumbuh jamur nanti" Kesal David dengan berjalan keluar sama seperti yang lainnya.


"Itu lebih bagus" Kata Alvaro yang semakin membuat David menjadi jauh lebih kesal.


"David jangan mendekat kearahku" Pinta Queena dengan memperingati David untuk tidak mendekat kearahnya.


"Kakak ipar, sampai kapan kau ingin menjauh dariku?" Tanya David.


"Tidak tau"


"Jangan mendekat kearah istriku!" Tegas Alvaro dengan tajam.


"Ohh, calon keponakan uncle bisakah kalian tidak membuat uncle menderita seperti ini? apa lagi dengan adanya daddy kalian di samping mommy kalian, menyeramkan" Gumam David.