
"Tuan David" Sapa resepsionis tersebut dengan menunduk hormat.
"Ada apa?" Tanya David kembali.
"Tuan David, nona Ini ingin bertemu dengan tuan presdir... Tapi nona ini belum membuat janji" Jawab resepsionis tersebut.
"Bolehkan saya tau, siapa anda nona?" Tanya David kepada Lauren.
"Pertama-tama perkenalkan nama saya Lauren Adilla Putri Kusuma, saya adalah adik angkat dari Queena Angelina Kusuma! Kedatangan saya kemari untuk mempertemukan mereka berempat kepada daddy mereka" Jawab Lauren dengan memperkenalkan dirinya hingga membuat David terkejut setengah mati ketika mendengar nama Queena yang disebut bahkan marga Queena ia sebut juga dalam namanya.
"Kusuma? Maksudmu... Kakak iparku?" Bingung David dengan mengerutkan keningnya.
"Benar" Balas Lauren.
"Apa kau uncle David? Yang pernah diceritakan oleh mommy kepada kami?" Tanya Alkenzie dengan menaikkan satu alisnya.
...Deggggg...
"Wajah ini..." Gumam pelan David, lalu dirinya pun mulai berjongkok untuk menyeimbangi tinggi keempatnya.
"Benar, aku adalah David... Siapa namamu?" Jawab David dengan pelan sambil menatap lekat wajah keempatnya.
"Alkenzie Keano Putra Dirgantara. Itu namaku..." Balas Alkenzie.
"Jangan bilang bahwa kalian adalah..." Kata David yang terpotong.
"Kami putra dan putri dari tuan Alvaro Kenan Dirgantara" Celetuk Alkenzo dengan dingin.
"Nada bicara dan tingkah laku ini... Benar-benar mirip Alvaro" Ujar David dengan terkejut.
"Bisakah kami bertemu dengan daddy kami uncle?" Tanya Arianna dengan wajah imutnya bertanya sambil menatap wajah David.
"Alvaro versi perempuan... Ahhh... Tentu saja sayang, kalian bisa bertemu dengan daddy kalian! Kalau begitu mari ikut uncle keruangan uncle" Ajak David dengan tersadar dari lamunannya.
..."Baiklah" Jawab keempatnya secara bersamaan....
...-Heii, lihat-lihat...
...-Wajah keempat anak-anak mungil itu sangat mirip tuan presdir bukan?...
...-Kamu benar, apa jangan-jangan itu adalah Nona muda dan tuan muda kita?...
...-Sepertinya begitu, lihat saja wajahnya yang imut itu.....
...Bukankah sangat mirip dengan wajah tuan presdir kita saat kecil?...
...-Yang Kau katakan benar...
...-Manisnya...
...-Aaa mereka terlalu imut...
...Ruangan David...
"Mengapa kau membawaku keruangan busukmu?" Ketus Alvaro.
"Diamlah! Dan ikut aku masuk kedalam... Jika kau tidak ingin masuk kedalam kau pasti akan menyesal nanti" Kesal David lagi-lagi dibuat Alvaro.
"Ck! Menyusahkan" Gerutu Alvaro lalu dengan terpaksa masuk kedalam ruangan milik David.
...Ceklekkkk...
...Deggggg...
Baru saja David membuka pintu ruangannya, Alvaro langsung saja masuk terlebih dahulu dari pada David. Lalu ketika baru saja masuk, Alvaro di kejutkan dengan adanya keempat anak-anaknya. Wajah yang sama persis dengannya, tingkah dan nada pandang mereka. Itu semua adalah ciri khas nya.
"Wajah itu" Gumam pelan Alvaro yang melihat keempat wajah anak-anaknya yang kini tengah menatapnya dengan tatapan yang penuh dengan keterharuan dan kerinduan yang mendalam.
"Mereka berempat adalah anak-anakmu dengan kakak ipat" Ujar David dengan mata berkaca-kaca.
...Grepppp...
"Apa kau benar-benar putriku?" Tanya Alvaro dengan berlari dan berjongkok didepan Brianna sambil memeluk Brianna dan Arianna secara bersamaan.
"Daddy" Lirih keduanya dengan membalas pelukan dari Alvaro.
"Putriku? Kalian benar-benar putriku" Lirih Alvaro dengan mata berkaca-kaca menatap bergantian kedua putrinya, lalu setelah itu iapun menatap wajah kedua putranya.
"Apakah kalian benar-benar putraku?" Tanya Alvaro kepada Alkenzo dan Alkenzie.
"Menurutmu?" Tanya balik Alkenzo dengan sedikit datar.
...Grepppp...
"Hahahaha hikssss... Kalian putraku" Kata Alvaro dengan memeluk keduanya dengan sangat erat dan itupun dibalas dengan keduanya.
Lalu... Alvaro pun mulai menarik keempat anak-anak secara bersamaan kedalam pelukannya, tangis bahagia yang keluar dari mulut Alvaro pun dibalas dengan senyuman bahagia dari keempatnya.
'Kakak, andai saja kau bisa melihat adegan ini... Aku yakin pasti kau juga akan menangis sepertiku' Batin Lauren yang memang ikut menangis sama seperti David karena terharu dengan adegan didepannya.
Dimana seorang daddy yang baru bisa bertemu dengan keempat Anaknya setelah lima tahun lamanya. Bagaimana bisa tidak menangis ketika telah berjumpa dengan buah hatinya.
"Di-dimana mommy kalian?" Tanya Alvaro dengan menghapus air matanya karena dirinya mulai tersadar dengan sekitarnya.
"Kakakku tidak ikut kemari" Sahut Lauren yang ikut menghapus air matanya juga sama seperti David pula.
"Siapa kau?" Tanya Alvaro dengan Mengerutkan Keningnya.
"Aku adalah adik angkat dari Queena Angelina Kusuma. Namaku Lauren Adilla Putri Kusuma... Kakak ipar" Jelas Lauren yang kembali mengenalkan dirinya.
"Dimana istriku sekarang?" Tanya Alvaro kepada Lauren.
"Aku... Aku tidak bisa memberimu kakak ipar. Karena aku tidak berani melawan perkataan kakakku yang tidak memperolehkan ku untuk memberitahu keberadaanya saat ini! Maafkan aku..." Jawab Lauren.
"Masih seperti itu" Ucap pelan Alvaro.
"Daddy" Panggil Brianna.
"Mommy berada di--" Ucap Brianna tapi terpotong karena tiba-tiba saja dirinya pingsan hingga mampu membuat semua orang khawatir dibuatnya secara tiba-tiba.
...Bruuukkkk...
"Brianna!!" Teriak Lauren.
"Sayang..."
"Hei bangunlah nakk, ada apa denganmu" Tanya Alvaro dengan nada khawatir sekaligus terkejut dengan apa yang terjadi kepada putrinya itu.
"David! Telpon dokter sekarang" Titah Alvaro kepada David dengan tegas.
"Tidak perlu kakak ipar. Karena aku adalah seorang dokter" Ujar Lauren dengan perlahan mengecek kondisi tubuh Brianna saat ini.
"Ada apa dengan putriku sebenarnya... Mengapa wajahnya sangat pucat? seperti tidak ada darah yang mengalir dari tubuhnya" Tanya Alvaro dengan khawatir dan cemas akan kondisi putrinya yang baru ia temui saat ini.
Untuk pertama kalinya ia bertemu dengan putrinya, tapi mengapa ketika baru pertama kali ia sudah dibuat khawatir dan terkejut akan kondisi putrinya itu. Apa yang terjadi selama lima tahun terakhir ini, apa yang Alvaro tidak tahu? bagaimana bisa terjadi.
"Aku akan menceritakannya nanti kepadamu kakak ipar. Tapi... Bisakah kakak ipar membawa Brianna kerumah sakit terlebih dahulu" Ujar Lauren yang diangguki cepat oleh Alvaro.
"Baik, David cepat siapkan mobil sekarang... Kita akan kerumah sakit" Titah Alvaro.
"Baik" Balas David dengan cepat berlari keluar dan diikuti oleh Lauren, Alkenzo, Alkenzie beserta Arianna dibelakangnya. Sedangkan Brianna, kini ia tengah berada didalam gendongan Alvaro.
'Ada apa denganmu nakk' Batin Alvaro yang khawatir terhadap kondisi putrinya itu.
...Disisi lain......
...PRANGGGG...
...Deggggg...
"Ada apa denganku!"
"Mengapa bingkai foto Bria bisa terjatuh secara tiba-tiba dan... Dan mengapa perasanku menjadi tidak enak? ada apa ini" Tanya Queena yang terbangun karena terkejut dengan suara jatuhnya foto bingkai putrinya itu dari atas meja.
"Apakah Bria sedang tidak baik-baik saja. Bagaimana kondisinya saat ini..." Khawatir Queena yang secara tiba-tiba.
"Apa yang harus aku lakukan? Perasaanku mengatakan telah terjadi sesuatu pada Putriku. Bagaimana ini" Panik Queena yang kini tengah mundar mandir tidak jelas karena dirinya sangat khawatir dengan kondisi fisik putrinya itu.
"Lauren... Yaa, benar Lauren! Aku harus menelponnya. Tapi... Aku sangat yakin bahwa sekarang ia tengah didekat Alvaro... Bagaimana ini" Bingung Queena.
"Ohh tuhan... Bagaimana ini... Apa yang harus aku lakukan saat ini" Lirih Queena.
"....."
"Bodoh Queena!!"
"Kau adalah mahluk terbodoh yang diciptakan tuhan... Bagiamana bisa kau terus mementingkan egomu!Padahal jelas-jelas putrimu sekarang tengah berjuang dengan hidupnya" Kutuk Queena kepada dirinya sendiri karena dirinya yang terlalu mementingkan ego nya dari pada keadaan putrinya saat ini!.
Padahal jika ia terus mementingkan ego nya mungkin saja akan terjadi sesuatu kepada putrinya. Karena Ego nya yang sangat besar itu iapun menjadi bodoh, kata itu yang ia ucapkan sendiri dari mulutnya untuk dirinya... Yaps.. dia mengatkan benar bahwa dia memang bodoh dengan ego besar dan keras kepalanya itu yang membuat dirinya bodoh.
Ingin sekali rasanya ia membunuh ego dan keras kepalanya itu tapi ia tidak bisa... Karena ego dan keras kepalanya sudah lahir sejak ia masih bayi diamana sifatnya itu turun dari sang ayah yaitu Albert. Huuuffff... Wanita terbodoh adalah Queena yang mampu menyia-nyiakan semua keberuntungan yang diberikan tuhan kepadanya. Dia adalah Queena wanita terbodoh sedunia.
...*****...
...Alkenzo Keano Putra Dirgantara...
Alkenzo Keano Putra Dirgantara yang biasa dipanggil Alzo atau Alkenzo adalah putra pertama dari Queena Angelina Kusuma dan Alvaro Kenan Dirgantara. Yang memiliki Sifat Datar, Dingin, Arogan dan Irit bicara sama seperti sifat sang Daddy.
...Visual Alkenzo:...
...*****...
...Alkenzie Keano Putra Dirgantara...
Alkenzie Keano Putra Dirgantara yang biasa dipanggil Alzie atau Alkenzie adalah putra kedua dari Queena Angelina Kusuma dan Alvaro Kenan Dirgantara yang memiliki sifat Ceria, Datar, dan Periang. Alzie memiliki sifat yang berbanding balik dengan Sang Kakak yaitu Alzo.
...Visual Alkenzie:...
...*****...
...Arianna Angelina Putri Dirgantara...
Arianna Angelina Putri Dirgantara yang biasa dipanggil Aria atau Arianna adalah anak ketiga dari Alvaro Kenan Dirgantara dan Queena Angelina Kusuma yang memiliki sifat Ceria, Periang, murah senyum, dan nakal sama seperti Sang Mommy.
...Visual Arianna:...
...*****...
...Brianna Angelina Putri Dirgantara...
Brianna Angelina Putri Dirgantara yang biasa dipanggil Bria atau Brianna adalah anak keempat atau lebih tepatnya anak terakhir dari Alvaro Kenan Dirgantara dan Queena Angelina Kusuma yang memiliki sifat Ceria, Periang, Baik, Murah senyum dan Nakal sama seperti sang Kakak Perempuan dan Sang Mommy.
...Visual Brianna:...
Brianna berbeda dengan ketiga kakaknya, yang memiliki fisik yang kuat. Sedangkan Brianna justru terlahir dengan kondisi fisik yang lemah.