
...Dirgantara hospital...
...Ruangan vvip 02...
...Tittttt.... tittttt.... tittttt.......
"Hay, maafkan aku. Aku baru datang menjenguk mu saat ini. Karena hari ini aku sibuk urusan perusahaan tiba-tiba sangat padat, jadi makanya aku baru bisa menjenguk dirimu. Maafkan aku" Bisik Alkenzo pelan dengan pengusap pelan tangan Zanitha.
"Apa kau tidak lelah? Bangunlah" Tanya Alkenzo pelan.
"Huuffff, yasudah jika kau masih ingin tidur aku akan menurutimu. Sambil menunggu kau sadar aku akan melanjutkan pekerjaan kantor ku disini" Ujar Alkenzo pelan.
'Zanitha? Bukankah wanita ini adalah salah satu karyawan milik Kusuma Grup yang pernah aku oper nama nya ke perusahaan Kusuma Grup? Aku mengoper dirinya kesana karena pada saat itu Kusuma Grup sedang membutuhkan karyawan yang seperti dirinya. Tapi... Mengapa tuan Alkenzo bisa mengenal wanita ini' Batin Dion.
"Jangan merasa aneh, dia adalah kekasih ku yang pernah aku ceritakan padamu. Hanya saja ia tidak bisa mengingatku dan ia baru saja selesai melakukan operasi saat ini" Jelas Alkenzo dengan cepat kepada Dion yang kini tengah merasa bingung.
"Saya baru mengerti tuan, tuan... Apakah nona Anitha koma" Tanya Dion dengan hati-hati.
"Hmmmm, seperti yang kau lihat! Sudahlah. Mari lanjutkan pekerjaan kita saja" Tutur Alkenzo yang diangguki oleh Dion kecil.
"Baik tuan" Balas Dion dengan memulai kembali pekerjaan-nya bersama dengan Alkenzo didalam ruangan Zanitha.
...*****...
...Alam bawah sadar........
"Dimana ini? Mengapa... Mengapa tempat ini sangat sepi dan tidak ada satu orang pun selain diriku?" Tanya seseorang dengan kebingungan yang mana orang tersebut adalah Zanitha.
"Apa ada orang? Siapapun tolong jawab diriku!" Teriak Zanitha dengan sekuat tenaganya.
"Apa orang? Siapapun tolong jawab aku..." Lirih Zanitha pelan.
..."Cepatlah sadar! Aku sangat sedih jika harus melihat mu seperti ini, yang mana alat-alat jelek itu terus saja menempel ditubuh cantik mu"...
..."Harusnya kau tidak usah mengingat kembali masa lalu kita, biarkan saja kau melupakan semuanya! Aku tidak akan mempermasalahkan hal itu kepada mu. Tapi mengapa kau malah berusaha untuk kembali mengingat nya? Mengapa Anitha"...
..."Aku mohon cepatlah buka matamu. Apa kau tidak lelah terus berbaring seperti ini?"...
..."Anitha... Aku sangat berharap sebelum hari pernikahan aunty Lauren kau sudah sadar"...
"Si--siapa itu? Suara siapa itu... Mengapa, mengapa tidak ada orang nya?" Tanya Zanitha kepada dirinya sendiri yang mana kini dirinya tengah ketakutan.
"Kenzo! Kenzo apa itu kau? Kenzo dimana kau... Hikssss... Aku takut disini, Kenzo" Isak Zanitha kecil dengan mencari-cari keberadaan Alkenzo.
..."Hay, maafkan aku. Aku baru datang menjenguk mu saat ini. Karena hari ini aku sibuk urusan perusahaan tiba-tiba sangat padat, jadi makanya aku baru bisa menjenguk dirimu. Maafkan aku"...
"Kenzooo!! Hikssss... Kau dimana? hikssss... hikssss.... Aku takut" Tangis Zanitha dengan mundar mandir tidak jelas diruangan yang mana berwarna putih semua dan tidak ada apa-apanya selain dirinya.
"Hikssss... Siapapun tolong bawa aku pergi dari sini, Aku takut! hikssss... Kenzo dimana kau?" Lirih Zanitha pelan yang pada akhirnya terduduk dibawah dengan memeluk kedua lututnya sambil menatap sekitarnya yang terasa kosong dan hampa.
"Kau ingin pulang?" Tanya seseorang yang datang dengan langsung mengulurkan tangan nya kepada Zanitha.
Zanitha yang mendengar suara seseorang yang sangat amat tidak asing ditelinganya pun seketika menodongkan wajahnya dan menatap orang yang berbicara kepada nya itu, ketika ia melihat siapa yang berbicara kepada nya ia pun seketika langsung bangkit dari duduknya dan langsung memeluk orang tersebut dengan sangat erat.
"Kenzo" Panggil Zanitha dengan lirih.
"Kau sudah lelah? Kau ingin kembali" Tanya orang tersebut dengan tersenyum manis menatap wajah cantik Zanitha, dan orang tersebut adalah Alkenzo.
"Aku ingin pergi dari sini, aku takut hikssss... Aku tidak suka disini. Hikssss... hikssss... Bawa aku pergi sekarang" Pinta Zanitha yang kian semakin terisak.
"Ikuti aku" Ujar Alkenzo dengan menggandeng tangan Zanitha dan membawanya ke suatu tempat yang mana sangat bercahaya hingga menyilaukan mata Zanitha.
"Silau sekali" Gumam Zanitha pelan.
"Masuklah kedalam cahaya itu, maka kau akan pulang dan keluar dari sini" Tutur Alkenzo kepada Zenitha dengan tersenyum manis sambil mengusap pelan puncak kepala Zanitha.
"Tapi... Mengapa hanya aku? Mengapa kau tidak ingin ikut bersamaku keluar dari sini" Tanya Zanitha kebingungan hingga mengerutkan keningnya.
"Aku sudah menunggumu di dunia, tinggal kau lah yang pergi. Karena diriku yang sebenarnya sudah lebih dulu di dalam sana" Jelas Alkenzo.
"Apa maksud perkataan mu? Kau tidak ingin bersama ku lagi" Tanya Zanitha dengan mata berkaca-kaca.
"Pergilah kedalam sana segera, semua orang telah lama menunggu dirimu untuk kembali. khususnya diriku" Ujar Alkenzo dengan mendorong pelan tubuh Zanitha.
"Aku tidak mengerti" Gumam Zanitha dengan menggeleng-gelengkan kepalanya pelan sambil menundukkan wajahnya.
"Pergilah" Tutur Alkenzo dengan langsung saja mendorong tubuh Zanitha masuk kedalam sebuah cahaya yang sangat terang tersebut.
"Kenzooo"
"Maafkan aku, tapi semua orang tengah menunggu dirimu di dunia. Ini bukanlah tempat mu" Lirih pelan Alkenzo dengan tersenyum bahagia menatap kepergian-nya Zanitha.
...Kembali ke alam sadar.......
...*****...
...Beberapa hari kemudian.......
Kini pada akhirnya adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh semua orang, yang mana hari tersebut ini adalah hari pernikahan nya Karan dan Lauren. Sangat cepat? Yaa memang karena Karan sendiri yang telah mengatur hari pernikahan nya sendiri yang mana sudah mendapat persetujuan dari semua orang khususnya calon istri. Yaitu Lauren.
Pada hari yang berbahagia pula yaitu hari ini, si kembar Arianna dan Brianna akan mengekspos jati dirinya ke seluruh dunia. Yang mana itu adalah permintaan dari mereka berdua, karena mereka berdua sudah lelah dalam menutupi identitasnya masing-masing satu sama lain, jadi... Mereka berdua pada hari yang berbahagia ini akan mengungkap identitas mereka serta menampilkan wajah nya di hadapan publik.
Alvaro? Tentu saja, ua yang akan mengatakan kepada semua orang tentang kedua putrinya itu. Dan ia juga yang akan membuka acara pernikahan Karan dan Lauren serta pemberitahuan identitas kedua puti kembarnya itu. Karena sebelumnya ini semua sudah direncakan dari dua hari sebelumnya dan menyangkut tentang Queena dan Alvaro sebelumnya kini mereka berdua sudah kembali berbaikan dan sudah mau berbicara kembali satu sama lain.
Bahkan mengenai tentang Alkenzie yang sudah memprovokasi sang daddy, itu juga sudah diselesaikan dengan cara ia menjalankan tugas dari Alvaro selama satu hari penuh. apapun yang sang daddy yaitu Alvaro katakan Alkenzie akan menurutinya apapun permintaan itu selama seharian penuh tanpa harus ada kata mengeluh sedikit pun.
Hukuman itu bahkan disetujui oleh Queena sendiri, karena pada akhirnya Alvaro menjelaskan semuanya tentang provokasi dari sang putra jadi ketika mendengar cerita itu iapun menjadi kesal kepada sang putra dan pada akhirnya menyetujui perkataan sang suami untuk menghukum sang putra.