
"Untuk apa kau memperduliakan ku? Bukankah kita tidak saling mengenal? Kita ini orang asing! Mengapa kau sangat merasa akrab denganku" Tanya Mira dengan berkata bahwa dirinya itu tidak mengenal ibu kandungnya saat ini.
"Jangan berpura-pura tidak mengenalku, aku ini ibumu... Ibu kandungmu... Ibu yang sudah melahirkanmu" Ucap Mara dengan menitikkan air matanya.
"Ibuku sudah tiada ketika diriku berumur sepuluh tahun. Jadi kau jangan mengada-ada dengan mengatakan bahwa kau adalah ibuku... Ibu kandungku" Tutur Mira dengan diam-diam mengepalkan kedua tangannya.
"Mengapa kau tega dengan ibumu" Lirih Mara dengan bertanya.
"Kau bukan ibuku" Tegas Mira.
"Hikssss... Maafkan aku... Maafkan aku atas apa yang pernah aku lakukan terhadapmu, aku tau aku salah, Salah sebagai ibu yang mendidik putrinya dengan tidak benar! hikssss... Tapi pada saat itu, Itulah untuk kebaikanmu" Isak Mara dengan perlahan menghapus air matanya.
"Kebaikanku? Kebaikanku dari segi mana? Kau bahkan tidak menyekolahkan diriku ketika aku kecil!Lalu ketika aku ingin belajar kau bahkan tidak memperbolehkanku. Yang kau pikirkan adalah bagaimana caranya agar aku bisa sepertimu saat itu... Jadi... Apakah nama 'Ibu' itu pantas dipanggil untukmu?" Kesal Mira.
"Tidak! Itu tidak pantas bukan?! Karena ajaranmu hidupku menjadi kacau. Karena ajaranmu aku menjadi seorang wanita yang sudah membunuh kedua orang tua angkatku, karena ajaranmu aku menjadi wanita pendendam!! Dan karena ajaranmu.... Aku menjadi wanita buronan, Itu semua berkat ajaranmu yang telah kau ajarkan padaku" Tekan Mira dengan berteriak menekan setiap kata yang ia ucapkan kepada Mara.
"Hikssss... Maaf hikssss... Maafkan aku... Sebagai ibumu aku merasa sangat bersalah... hikssss... Maafkan aku" Tangis Mara dengan terduduk lemas tak berdaya ketika mendengar ucapan yang dilontarkan Mira putrinya itu kepada dirinya.
"Bertahun-tahun lamanya, hidupku menjadi hancur karenamu! Dan sekarang kau datang kepadaku dengan mencariku hanya untuk mengatakan kata maaf? Apa kau pikir dengan mengatakan kata maaf kau bisa memperbaiki semuanya? Katakan! Tidak bukan? Kata maaf mu itu tidak berarti sama sekali untuk memperbaiki semuanya... Hidupku sudah hancur... Tidak ada yang bisa diperbaiki seperti semula" Ujar Mira dengan mata berkaca-kaca.
"Hikssss... Apa yang bisa aku lakukan hikssss... Agar kau mau memaafkan diriku? Hikssss..." Tanya Mara dengan isak tangisnya.
"Tidak ada"
"Hikssss... Aku ini ibumu... Miraaaa, bagaimana bisa kau tidak mau memaafkan ibumu hikssss... Karena aku kau ada hikssss... Aku yang melahirkanmu hikssss... Kenapa kau tega terhadap ibumu sendiri" Isak Mara.
"Tega? Kau mengatakan aku ini tega terhadapmu?Bagaimana bisa kau berfikir seperti itu, seharusnya aku yang mengatakan kata tersebut kepadamu! Bukan malah dirimu yang mengatakannya... Jelas-jelas saat itu kau lah yang tega terhadap diriku! Dengan mengajarkan aku ajaran yang seharusnya tidak kau ajarkan! Jadi siapa yang tega terhadap siapa?" Geram Mira.
"Hikssss... Bagaimanapun juga aku adalah ibumu Mira hikssss..." Lirih Mara.
'Ibuku yang malang, aku merindukanmu. Tapi aku tau, rinduku ini tak sebanding dengan pengorbananmu. Pantaskah aku menuntut akan kasih sayang yang kau tinggalkan?' Batin Mira.
"Aku sudah berulang kali mengatakan bahwa kau bukanlah ibuku! Aku sudah mengatakan bahwa ibuku sudah lama tiada, jadi sekarang kau pergilah atau aku yang akan mengusirmu" Ancam Mira dengan mengepalkan kedua tangannya.
"Tidak bisakah kau memaafkan aku? Hikssss... Berulang kali aku sudah mengatakan maaf kepadamu hikssss... Mengapa kau masih tidak ingin memaafkan aku? hikssss..." Tanya Mara.
"Dan aku sudah mengatakan bahwa kata maaf mu itu sama sekali tidak berarti bagiku! Ataupun kehidupanku, kata maafmu itu tidak bisa mengembalikan semuanya yang sudah hilang dari hidupku ataupun bisa memperbaiki segalanya yang sudah aku buat kacau! Kau dengar?! Jadi sekarang Pergilah dari hadapanku atau aku akan mengusirmu secara paksa dan kasar" Teriak Mira dengan sedikit membentak.
"Hikssss... Ku mohon maafkanlah ibumu ini hikssss... Dan kembalilah kepadaku" Pinta Mara.
...Brraaakkkk...
"Mengapa semuanya jadi seperti ini... hikssss... Tidakkah kau tau Mira? Bahwa ibu selalu mencarimu, ibu memang salah telah mengajarkan apa yang sepantasnya tidak ibu ajarkan kepadamu saat itu, hikssss... Tapi saat itu yang ibu pikiran hanyalah uang. Ibu menjadi wanita malam hanya untuk mencari uang, dan uang itu untukmu Mira... Hikssss... hikssss... Tapi mengapa kau malah pergi dari ibu saat itu? Ibu memang salah terhadapmu... Tapi tidak bisakah kau memaafkan dan memberikan satu kesempatan saja untuk ibu? Hikssss... hikssss..." Gumam Mara dengan menatap Mobil yang ditumpangi oleh Mira putrinya yang mulai sedikit menjauh.
"Ibu tidak akan menyerah Mira! Hikssss... Ibu akan berusaha semampu ibu agar kau mau memaafkan ibu... dan mau mengakui ibu sebagai ibumu... Ibu kandungmu" Lirih Mara lalu berdiri kembali dan menghapus air matanya dan setelah itu iapun pergi begitu saja.
...*****...
"Arghhhhhh!!"
"Aku membencimu! Aku sangat-sangat membencimu Maraaa!! Hikssss..." Histeris Mira dengan memukul stir mobilnya dengan sangat keras.
"Mengapa kau datang kembali kedalam kehidupanku, Hikssss... hikssss... Setelah apa yang sudah kau perbuat denganku, kau masih berani mencariku dan mengucapkan kata 'Maaf' mu yang tidak berguna itu padaku hikssss..." Teriak Mira dengan frustasi.
"Jika bukan karena ajaranmu saat itu... Mungkin hidupku tidak akan jadi seperti ini... Dimana aku harus membenci semua orang, membenci diri sendiri, bahkan membenci kau hikssss..."
"ARGHHHHHH"
"Kenapaa!! Kenapa semua ini terjadi padaku hikssss..." Histeris Mira kembali dengan menjambak rambutnya dengan kedua tangannya.
"Aku membencimu! Tidak peduli kau ibu kandungku atau bukan... Aku tetaplah membencimu hikssss... Aku membencimu" Tangis Mira dengan air mata yang tidak henti-hentinya keluar dari pelupuk matanya.
"Kadang aku ingin menyapamu, tapi aku terlalu takut untuk mendekatimu. Karena aku sudah terlanjur kecewa, terluka dan membencimu atas apa yang sudah kau perlakukan padaku" Ucap Mira dengan meredakan rasa kesalnya terhadap Mara.
"Ketika kecil... Aku selalu mendengar anak-anak lain mengatakan bahwa 'Ibuku adalah periku' Tapi... Kata itu malah berbanding balik kepadaku. Ketika usiaku tujuh tahun, aku selalu mengatakan padamu kata 'Ibu.. bisakah kau mencium ku?' Aku selalu mengatakan itu kepadamu dan habis itu kau akan membalasnya dengan ucapan 'Kemarilah... Ibu akan menciummu sampai kau meminta ibu untuk berhenti menciumimu' Kata-kata itu selalu terngiang-ngiang didalam pikiranku!"
"Ciuman yang kau berikan untukku dulu bahkan masih bisa aku rasakan... Tapi... Tapi mengapa kau malah membuatku membencimu? Mengapa setelah aku menginjak usia sembilan tahun kau malah mengajariku yang tidak semestinya kau ajarkan kepadaku? Kenapa... Aku dulu selalu mengucapkan kata 'Aku sangat mencintai ibu' tapi sekarang... sekarang justru aku mengatakan bahwa, bahwa aku membencimu!"
"Mengapa kau melakukan ini kepadaku... Kau mengubur rasa sayangku terhadapmu! Dan malah menumbuhkan rasa kebencian yang sangat dalam terhadapmu... Apa yang sebenarnya kau inginkan? Aku selalu berfikir bahwa aku ingin berdamai dengan Dirimu tapi... Tapi kenang-kenangan buruk itu selalu muncul didalam pikiranku hingga membuatku sangat susah untuk berdamai denganmu" Kata Mira.
...*****...
..."If you don't like me and still watch everything I do, then you are a fan"...
...(Jika anda tidak menyukai saya dan masih menonton semua yang saya lakukan, maka anda adalah seorang penggemar.)...
..._Mira Renataš„....