My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S2: Setengah ingatan



...Ruang medis (Kusuma Grup)...


...Ceklekkkk...


Tania, Zaza dan Liora yang mendengar suara gagang pintu dibuka, langsung saja memalingkan pandangan wajahnya menuju pintu. Memang benar! Tania dan Zaza sudah melihat dan berada diruang medis Zanitha beberapa menit yang lalu jadi jangan heran ketika Tania dan Zaza sudah berada disana.


Alkenzo? Yaapss, Alkenzo lah yang membuka gagang pintu ruang medis Kusuma Grup. Melihat wajah tampan yang datar dan dingin itu, Tania, Zaza maupun Liora pun dibuat merinding akan kehadiran dari Alkenzo.


'Apakah dia tuan Alkenzie?' Batin Tania.


'Apakah yang berada didepan saat ini... Tuan Alkenzo?' Batin Liora.


'Matanya bewarna hitam, Jadi... Yang saat ini tengah berada di depan pintu adalah tuan Alkenzo! Tapi... Mengapa tuan Alkenzo tiba-tiba bisa berada disini' Batin Zaza.


"Tu--tuan" Panggil ketiganya secara bersamaan, Siapa lagi jika bukan Tania, Zaza dan Liora.


"Mohon kalian bertiga ceritakan pada saya, apa yang telah terjadi kepada Anitha?" Tanya Alkenzo dingin hingga membuat ketiganya menjadi merinding dibuatnya.


"It-itu..."


"Saya tidak tau yang jelas tuan, tapi ketika saya ingin mengajak nya pergi makan siang. Tiba-tiba saja ia pingsan dan tidak sadarkan diri begitu saja" Jawab Liora dengan sebisa mungkin tidak gugup ketika menjawab pertanyaan dari Alkenzo.


"Emmm, aku mengerti! Kalian bertiga keluarlah terlebih dahulu. Biarkan saya disini sebentar" Pinta Alkenzo dengan datar wajah ketiganya.


"Bai--baik tuan"


"Baik tuan"


"Ba--baik tuan"


Mendengar permintaan dari Alkenzo, ketiganya pun langsung saja pergi keluar dengan terburu-buru karena mereka bertiga kini sudah merasakan atmosfer ruangan yang berbeda. Maka nya dengan cepat ketiganya langsung saja pergi dengan terburu-buru.


"Mengapa tuan Alkenzo bisa datang dengan menjenguk Zea? Dan... Mengapa ia memanggil Zea dengan nama Anitha" Bisik pelan Tania dengan bertanya kepada Zaza dan Liora.


"Tidak tau yang jelas, mungkinkah keduanya sudah saling kenal sejak lama?" Bisik Liora dengan menjawab.


"Shuuutttt.... Diamlah nanti saja jika kita sudah benar-benar berada diluar, bagaimana jika tuan Alkenzo mendengar bisikan kita?" Tutur Zaza pelan.


"Emm baiklah"


Setelah melihat ketiganya benar-benar pergi, Alkenzo pun perlahan duduk dipinggir tempat tidur Zanitha saat ini. Dengan perlahan Alkenzo memegang tangan milik Zanitha sambil menatap lirih wajah Zanitha yang kini masih setia menutup kedua matanya. Entah mengapa, entah karena apa tiba-tiba saja Zanitha bisa pingsan dan tidak sadarkan diri dengan begitu lama-nya.


"Da--ddy to-tolong" Ucap Anitha dengan terbata-bata.


"Daddy akan menolong-mu! Tapi kau harus bisa melewati ini semua. Jika kau benar-benar mencintai putra daddy dan ingin hidup bersama putra daddy, Kau harus bisa melewati ini semua" Jawab Alvaro.


"J-jika ak--aku tidak bis-bisa me-lewati semua i--ini, Tol-long kata--kan pad-pada kenzo d--dan samp-aikan padanya ba---hwa aku sang-sangat mencintai-nya dan sam-samp--aikan juga permin---taan maaf-ku bah-wa ak--aku tid--daak bis-bisa menepa--ti jan-janjiku untuk te--tap bers--saman-nya. Tap--tapi ji--jika aku bis--bisa mel-lewati in--ini sem--mua tolong da--ddy sembu--nyikan tent---tang diri--ku" Pinta Anitha dengan terbata-bata karena menahan sakit yang begitu amat luar biasa disetiap bagian tubuhnya terutama kepalanya.


"Siapa? Si... Siapa?" Lirih Zanitha pelan dengan bergumam tidak jelas, Hingga membuat Alkenzo kalang kabut dibuatnya.


Karena melihat kondisi Zanitha yang kian tiba-tiba saja bertingkah aneh, padahal jelas-jelas kedua matanya masih tertutup dengan rapat. Tubuh yang berkeringat, dan perkataan yang tidak jelas. Membuat Alkenzo yang melihat itu semakin kalang kabut.


...Dretttt... Dretttt......


Unknown 📞: Ya Alzo ada apa, hmmm?


^^^Alkenzo: Aunty, bisakah kau datang ke perusahaan Kusuma Grup saat ini? Ini sangat penting, aunty aku harap kau bisa^^^


Lauren 📞: Apa yang terjadi? Kau baik-baik saja bukan? Saat ini aunty sedang berada dijalan dan tidak jauh dari perusahaan Kusuma Grup! Aunty akan kesana sekarang


^^^Alkenzo: Anitha, aku... Aku tidak tau apa yang telah terjadi dengannya! Aunty cepatlah. Aku khawatir dengannya saat ini aunty^^^


Lauren 📞: Jangan panik. Jangan membuat aunty malah kebingungan dan khawatir denganmu!Tunggu.... Anitha


^^^Alkenzo: Tidak ada waktu untuk menceritakannya. Cepatlah^^^


Lauren 📞: Aunty sudah berada diparkiran. Karena memang aunty tadi sedang tidak jauh dari area perusahaan Kusuma Grup, aunty akan segera sampai.


Tut.


"Tol--long berj--janji-lah kep--kepada-ku untuk menut--tupi semu--a tenta--ng diri--ku jik-a ak--aku bisa mel--lewati in--in semu--a" Kata Anitha kembali dan tanpa sadar kedua matanya pun kembali tertutup dengan rapat.


"Pasien kembali drop!! Tuan... Maaf" Panik lima dokter hebat itu yang mana telah dipanggil oleh Alvaro untuk membantu Anitha.


"Cepatlah!!" Titah Alvaro dengan panik pula.


"Siapa... Siapa kau... Si--siapa..." Gumam Zanitha pelan.


"Ada apa denganmu sebenarnya. Mengapa tiba-tiba kau seperti ini?" Lirih Alkenzo pelan.


"Kenzo? Siapa, kau siapa? Ken--" Lirih Zanitha pelan dengan memanggil nama "Kenzo" dihadapan Alkenzo saat ini hingga membuat Alkenzo mematung ditempat ketika mendengarnya.


"Panggil namaku kembali" Pinta Alkenzo dengan tersenyum kecil.


"Ken--zo"


"Siap--a kau?! Siapa..."


...Ceklekkkk...


"Zea"


"Zea"


"Zea"


"Alzo" Panggil Lauren dengan terburu-buru menghampiri Alkenzo.


"Aunty! Cepat periksa kondisi Anitha, Katakan padaku. Mengapa ia bisa seperti ini! Tiba-tiba saja ia memanggil namaku" Titah Alkenzo dengan cemas.


"Anitha? Sungguh Anitha" Gumam Lauren pelan dengan pandangan tak percaya menatap wajah Zanitha yang ketika tengah terpejam memang benar-benar mirip Anitha yang dulu.


Tapi ketika Zanitha sadar, Lauren sendiri tidak bisa percaya hingga menganggap Zanitha hanyalah wanita yang memang hanya mirip saja wajahnya dengan Anitha. Tapi ketika Zanitha menutup kedua matanya ia baru sadar bahwa Zanitha adalah Anitha.


Setelah tersadar kembali ketika mendengar panggilan dari Alkenzo, Lauren pun langsung saja terburu-buru memeriksa kondisi keadaan Zanitha dengan sangat cekatan dan serius. Tania dan Liora serta Zaza yang serta ikut masuk kedalam juga kini tengah merasakan perasaan yang cemas ketika melihat kondisi Zanitha saat ini atau yang biasa mereka panggil dengan nama "Zea".


"Jangan pergi! Hikssss... Jangan tinggalkan aku, hikssss... Aku mohon! Kembalilah" Pinta Alkenzo dengan lirih.


"Jangan seperti ini Kenzo... Aku mohon, jangan seperti ini. Tolong lupakan aku"


"Kenzo... Tolong katakan siapa kau? Siapa... Kau?" Ngigo kembali Zanitha dengan tubuh yang sudah benar-benar basah akan keringat.


"Kenzo awwaasss!!" Teriak Anitha.


...Brraaakkkk...


...Bruuukkkk...


"Aaaaaaa!!" Teriak Zanitha dengan terbangun dari pingsan-nya dengan nafas yang tersengal-sengal.


"Hu... huuuff... huuuff..."


"Kau sudah sadar? Apa kau baik-baik saja" Tanya Lauren kepada Zanitha.


"Kau...."


"?"


"Kau baik-baik saja?" Tanya Lauren kembali.


"Kenzo"