My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S1: Ungkapan cinta



...Mansion Williams...



"Mah, pah" Panggil Sesillia.


"Iyaa sayang" Jawab keduanya bersamaan.


"Aku ingin bertanya pada kalian! Tapi kalian harus menjawab pertanyaanku dengan jujur" Pinta Sesillia yang mana mampu membuat Silsila dan Gani kebingungan.


"Kami tidak akan pernah berbohong padamu" Balas Gani yang di setujui oleh Istrinya yaitu Silsila.


"Apakah kalian benar-benar menyukai Ka Queena?" Tanya Sesillia penasaran.


"Mengapa kau Bertanya seperti itu?" Tanya balik Gani dengan raut wajah yang tak bisa diartikan.


"Jawab saja pah"


"Sesillia, dengarkan papah! Papah sangat menyukai nakk Queena, karena papah sudah menganggapnya sebagai putri papah juga. Bagaimanapun juga nakk Queena adalah orang yang sudah merawatmu dan membesarkan dirimu dengan baik, bisa dikatakan nakk Queena adalah orang penting bagi keluarga Williams" Ujar Gani dengan tersenyum kecil.


"Jadi sekarang, jawab pertanyaan papah"


"Tidak! Aku hanya ingin memastikan bahwa Papah dan Mamah benar-benar menyukai Ka Queena saja. Tidak ada maksud lain" Terang Sesillia yang diangguki Silsila dan Gani.


"Putriku, apa kau meragukan kami?" Tanya Silsila.


"Bukan begitu Mah, hanya saja aku tidak ingin kalian--"


"Kami menyukai nakk Queena" Potong keduanya dengan tersenyum manis.


"Terimakasih" Balas Sesillia lalu memeluk kedua orang tuanya dengan erat.


...*****...


...Mansion Kusuma...



"Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Alvaro pada Queena.


"Hmmm?, Aku hanya sedang menghitung tanggal saja" Jawab Queena tersenyum manis.


"Tanggal apa?"


"Kontrak pernikahan yang sudah kau kasih padaku, aku sedang menghitungnya saja. Karena aku tidak ingin melewati harinya nanti jika kontrak pernikahan ini sudah habis waktunya" Jelas Queena dengan membolak-balikkan kertas kontrak pernikahan dirinya dengan Alvaro tersebut, sambil menunjukkan senyuman manisnya pada Alvaro.


"Berikan itu padaku" Pinta Alvaro.


"Hmmm? Untuk apa?" Tanya Queena dengan kebingungan.


"Cepat berikan padaku?" Tegas Alvaro dengan meminta, hingga membuat Queena kebingungan dengan tingkah suaminya itu saat ini.


"Nih" Ujar Queena dengan memberikan kertas kontrak pernikahan yang pernah di kasih oleh Alvaro pada dirinya, walau ia kebingungan ia tetap memberikan kertas itu pada Alvaro.


Queena tidak berfikir bahwa surat kontrak pernikahan yang ia berikan pda Alvaro nantinya akan di robekkan oleh Alvaro.


...Srekkk...


...Srekkk...


...Srekkk...


Queena dibuat melongo oleh Alvaro karena tingkahnya, bagaimana tidak melongo setelah dikasih kertas kontrak pernikahannya. Alvaro langsung saja merobeknya hingga menjadi bagian-bagian kecil. Bahkan jika ingin ditempel kembali pun tidak akan pernah bisa.


"Al apa yang kau lakukan!!" Teriak Queena lalu berjongkok dengan mengambil kembali kertas kontrak pernikahan yang sudah dirobek-robek oleh Alvaro itu, bisa dikatakan Queena memungut kembali setiap bagian-bagian kertas itu saat ini.


"Bagun Queena" Titah Alvaro dengan menarik lengan Queena untuk berdiri.


"Al, tapi--"


...Deggggg...


Queena yang mendengar ucapan Alvaro barusan pun kini menjadi diam membisu, lalu tak lama kemudian iapun langsung menoleh kearah Alvaro dan menatapnya dengan dalam! Karena ia tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.


"Aku mencintaimu"


"Kau sudah berhasil mengambil hatiku yang sudah lama tiada! Kau berhasil Anna. Sekarang aku tidak membutuhkan surat kontrak itu lagi, karena aku... sudah mencintaimu. Aku... Sudah jatuh cinta denganmu" Kata Alvaro dengan membalas tatapan mata Queena yang sedang menatapnya dengan dalam.


"....."


"Katakan sesuatu padaku"


'Memang tidak sepantasnya aku pergi darimu Al! Walau kau tidak mengenal diriku yang sebagai Angel tapi... Hatimu tetap selalu memilihku' Batin Queena dengan mata berkaca-kaca.


'Aku Queena Angelina Kusuma, akan berhenti untuk memilih seseorang untuk menjadi pasangan Alvaro Kenan Dirgantara! Karena diriku akan kembali, aku akan kembali menjadi Angel yang dulu! Aku akan mengatakan pada Alvaro nanti bahwa aku adalah Angelnya' Batin Queena Kembali.


"Ak-ku... Aku tidak mencintaimu" Lirih Queena dengan mata berkaca-kaca.


"Kau berbohong! Mulutmu mengatakan tidak tapi aku yakin hatimu mengatakan 'iyaa' Katakan apa aku benar?" Kata Alvaro.


"Hiksss... Kau benar! Aku berbohong... hikssss... Sepertinya aku tidak pandai berbohong" Isak Queena, lalu memeluk tubuh Alvaro dengan erat sambil menangis didalam pelukan Alvaro.


"Berhenti menangis. Aku tidak mengizinkanmu untuk menangis" Tutur Alvaro dengan membalas pelukan hangat Queena.


"Hikssss.. Biarkan aku menangis sebentar hikssss... Aku terlalu bahagia mendengarnya. Hikssss... hikssss..." Ujar Queena kembali menangis.


"Hanya untuk hari ini! Tidak seterusnya" Tutur Alvaro yang mendapatkan anggukkan kecil ladi Queena.


"Bagaimana dengan Amanda? Bukankah Amanda masih menjadi kekasihmu?" Tanya Queena di tengah isakannya.


"Amanda bukanlah kekasihku, aku sudah memutuskannya" Ujar Alvaro.


'Aku berharap Amanda tidak akan pernah bekerjasama dengan Mira' Batin Queena.


"Apa sudah?"


"Apa?"


"Menangisnya, kalau sudah sekarang ikut denganku" Ajak Alvaro dengan menggenggam tangan Queena.


"Kemana?"


"Ikut saja"


"Hmmm, baiklah"


...*****...


"Al, mengapa kita keluar? Ini sudah malam sebaiknya kita masuk kedalam saja" Tanya Queena kebingungan yang mengikuti Alvaro.


"Tunggu dulu! Aku ingin mengambil sesuatu didalam mobil, kau... temani aku" Jawab Alvaro dengan menarik pelan lengan Queena.


Queena sebenarnya kebingungan dengan tingkah Suaminya Alvaro saat ini, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa menurut sambil diam karena jika dirinya menolak pastinya Alvaro akan menghukumnya. Entahlah Alvaro sangat suka menghukumnya hingga membuat dirinya mau tidak mau menuruti apapun permintaannya.


"Kau diam disini!" Titah Alvaro pada Queena yang jawab hanya anggukkan kecil saja.


Tanpa membuang waktu lagi, Alvaro langsung saja masuk kedalam mobilnya untuk mengambil sesuatu entah itu apa, hingga mengajak Queena untuk ikut pergi menemaninya. Dan tak lama kemudian Alvaropun keluar dengan membawa sesuatu ditangannya yang berbentuk kotak bewarna merah dan bewarna biru.


"Apa itu Al?" Tanya Queena penasaran dengan apa yang di pegang oleh Alvaro saat ini.


...*****...


Jangan lupa Like👍


Karena Like itu Gratis🥀