
"Sampai kapan kita akan begini?" Tanya orang itu dengan penasaran terhadap jawaban Mira.
"Sampai dia bisa menerimamu! Bukankah itu mau mu? Dan masalah dia biarkan aku saja yang menanganinya" Jawab Mira dengan santainya.
"Apa yang kau ingin lakukan padanya jika kau sudah mendapatkannya?" Tanya Orang itu kembali.
"Tentu saja membuat dirinya menderita sama sepertiku! Dia akan menerima semua rasa sakit yang pernah aku alami selama ini, dan aku akan pastikan dia tidak akan pernah kabur" Ujar Mira dengan mengepalkan kedua tangannya.
"Bagaimana jika ia dilindungi oleh keluarganya?"
"Dia tidak mempunyai keluarga selain kedua orang tuanya" Balas Mira.
"Owhh, baiklah kau jangan khawatir aku pasti bisa menjalankan rencana ini dengan baik! Kau tinggal tunggu dan diam saja"
"Yaaa"
...*****...
...Mansion Alqueen...
...Kamar Alqueen...
"Sudah dua jam lamanya kau masih tidak ingin membuka matamu? Apa mimpimu itu sangat indah? Hingga membuat dirimu tidak ingin membuka matamu lagi" Gumam Alvaro yang masih setia menemani Queena, dengan jailnya Alvaro terus saja mengusik Queena yang sedang tertidur dengan menoel-noel pipi Queena.
"Emmmm"
"Kau sangat menggemaskan jika seperti ini, hahaha" Tawa kecil Alvaro yang terus mengusik ketenangan tidur Queena.
"Jangan menggangguku Al" Kata Queena dengan nada seraknya.
"Bangunlah, kau sudah lama tidur apa kau tidak merasa pegal?" Ujar Alvaro.
"Tidak"
"Bangunlah, aku ingin mengajak kau ke suatu tempat" Tutur Alvaro, Queena yang mendengar itu langsung saja membuka mata cantiknya.
"Kemana?" Tanya Queena dengan suara khas bangun tidur.
"....." Bisik Alvaro ditelinga Queena dan Queena yang mendengar itu langsung saja bangun dengan wajah tersenyum.
"Benarkah?"
"Hmmm, jadi cepat mandi dan bersiap aku menunggumu" Terang Alvaro yang diangguki Queena.
"Yaa, baiklah" Jawab Queena dengan antusiasnya lalu berlari kecil masuk kedalam kamar mandi.
...30 menit kemudian......
...Visual penampilan Queena:...
...Visual penampilan Alvaro:...
"Anna"
"Izinkan aku memakai pakaian seperti ini kali ini saja ya" Mohon Queena dengan wajah memelasnya.
"Baiklah, hanya kali ini saja selebihnya tidak boleh" Ujar Alvaro dengan mengetujui permintaan Queena.
...Cuppppp...
"Terimakasih, suamiku" Ucap Queena dengan gembira hingga memeluk tubuh Alvaro lalu mencium pipi Alvaro.
"Kau mulai nakal" Kata Alvaro dengan manarik hidung Queena.
"Aww, hanya denganmu"
"Hahahaha"
"Hmmm, Al kau lihat hendphoneku?" Tanya Queena yang melupakan bahwa hendphone miliknya telah ia banting hingga hancur, bahkan Queena sedari tadi mencarinya ke setiap sudut kamarnya.
"Sudah dibuang" Jawab Alvaro dengan santainya.
"Apaa? Al mengapa kau buang" Teriak Queena karena terkejut mendengar jawaban dari Alvaro dan Alvaro yang mendengar teriakkan Queena malah mengerutkan keningnya.
"Kan sudah rusak! Lagi pula kau yang membuatnya rusak dengan cara membantingnya hingga hancur, lalu untuk apa lagi disimpan? Makanya aku buang" Jelas Alvaro dengan wajah datar, lalu Queena yang mendengarnyapun menjadi diam Seketika dengan mengingat-ingat kembali.
"Ohh, hehehehe maaf Al aku lupa" Kata Queena dengan cengengesan.
"Ambil ini" Titah Alvaro dengan memberikan sesuatu kepada Queena.
"Apa Ini?" Tanya Queena dengan wajah imutnya.
"Bukalah"
"Hmmm, baiklah" Jawab Queena lalu membuka isi yang berada didalam paper bag itu.
"Ini... Ini untukku?" Tanya Queena dengan wajah yang tidak dapat diartikan setelah melihat apa yang diberikan oleh Alvaro suaminya.
"Untuk siapa lagi jika bukan kau?" Tanya balik Alvaro dengan tersenyum kecil.
"Makasih Al! Aku sangat menyukainya, Tapi... Bukankah ini hendphone keluaran terbaru itu? Hendphone kapel yang hanya memiliki dua pasang di dunia? Kau membelinya untukku? Al aku tau bukan berapa harganya?" Kata Queena dengan memberikan banyak pertanyaan pada Alvaro.
"Aku tau, bagiku hendphone ini tidak ada harganya. Hanya lima miliyar bagiku tidak ada apa-apanya" Jawab Alvaro dengan santai.
'Lima miliyar tidak ada apa-apanya? Wowww aku memang kalah dari suamiku! Ckckck, Lima miliyar nilai yang kecil baginya sungguh luar biasa' Batin Queena.
"Kau memang pria terkaya di dunia Al! Suamiku si tuan miliarder" Tutur Queena dengan memberikan jempol tangannya.
"Uangku bukan miliarder tapi triliun" Ujar Alvaro dengan menggelengkan kepalanya karena melihat tingkah Queena yang sangat imut baginya.
"Ya-ya baiklah, kau memang pria terkaya didunia dengan urutan pertama, aku tau itu" Kata Queena.
"Yaa, itu adalah aku"
"Al" Panggil Queena.
"Hmmm"
"Apa hendphone ini--"
"Yaa, aku sudah memasukkan semua data-data yang ada di hendphone lamamu kedalam hendphone ini!" Potong Alvaro karena tau apa yang ingin ditanyakan oleh Queena.
"Ohhh, lalu dimana pasangannya? Bukankah ini hendphone Kapel? Apa kau hanya membeli satu saja Al?"
"Ini" Tunjuk Alvaro dengan mengeluarkan Hendphone miliknya yang sama dengan Queena.
"Kau mengganti hendphonemu dengan yang sama punyaku?"
"Tentu saja"
"Kau yang terbaik Al"
"Hmmm, aku tau"
"Sudah, sebaiknya kita berangkat sekarang" Tutur Alvaro yang diangguki Queena.
"Yaa, baiklah"
...*****...
...Visual mobil Alvaro:...
"Al, ini sangat menyenangkan" Bahagia Queena dengan berdiri sambil merentangkan kedua tangannya untuk merasakan angin yang sedang menerpa dirinya.
"Yaa, aku tau pemandangan disekitar pantai memang menyenangkan apalagi jika kita berkeliling dengan menggunakan mobil" Tutur Alvaro dengan tersenyum manis karena melihat Queena tersenyum bahagia.
"Al" Panggil Queena.
"Ada apa?" Tanya Alvaro yang kembali Fokus kearah jalan agar tidak menabrak siapapun.
"Mengapa kau mengajakku pergi jalan-jalan?" Tanya Queena yang masih setia berdiri.
"Kenapa kau bertanya seperti itu? Apa kau tidak suka aku mengajakmu pergi berjalan-jalan?" Tanya balik Alvaro.
"Haisss, bukan begitu! Hanya saja kau sudah berubah" Kata Queena dengan duduk kembali.
"Berubah?."
"Yaa! Kau berubah, Sekarang kau lebih perhatian padaku" Tutur Queena dengan tersenyum bahagia.
"Kau ini"
"Al, aku serius"
"Apaa?"
"Ishhhh, kau menyebalkan" Gerutu Queena dengan memanyunkan bibirnya.
"Kau terlihat imut jika seperti itu"
"Aku memang imut"
"Yaa, terserah kau"
"Al, bagaimana tentang Angel?" Tanya Queena dnegan hati-hati. Alvaro yang mendengar itu langsung saja menepikan mobilnya.
"Angel adalah masalalu ku. Jangan pernah membahas tentang Angel lagi sekarang, aku tidak ingin menyakitimu dengan nama Angel! Karena bagaimanapun juga kau adalah istriku, aku tidak ingin membuatmu terluka hanya karena sebuah masalalu" Jelas Alvaro sambil memegangi kedua bahu Queena.
'Andai kau tau bahwa Angel adalah aku, bagaimana reaksimu nanti?' Batin Queena.
"Lalu bagaimana jika nanti ia kembali datang kedalam kehidupanmu? Apa kau akan meninggalkanku kembali?" Tanya kembali Queena.
"Aku tidak akan meninggalkan dirimu! Apapun nantinya, jika Angel kembali aku akan berbicara baik-baik dengannya dan mengatakan padanya bahwa aku sudah menikah" Ujar Alvaro dengan meyakinkan Queena.
...*****...
..."Kedewasaan bukan dilihat dari usia, tapi dilihat dari sikap, tindakan dan tingkah laku"...
..._Author 060....
...Jangan lupa untuk like, karena Like itu gratis ❤️...
...Maaf ya Author baru bisa up....