
Didalam mobil...
"Cihh, memerintah'kan istrinya untuk tidak memakai pakaian yang terbuka tapi ia sendiri justru malah memakai pakaian yang atasnya tidak ia kancing'kan" gumam Queena yang masih bisa didengar oleh Alvaro karena Alvaro tepat disebelah Queena.
"Aku mendengar'nya sayang" Bisik Alvaro ditelinga Queena hingga membuat buluk kuduk Queena menjadi bangun seketika karena merasa panas atas bisikan dari sang suami.
"Mendengar apa?" Tanya Queena yang berpura-pura tidak tau.
"Aku yakin kau sudah tau jawabannya"
"Aneh"
"Aku Aneh karena'mu"
"Diamlah Al, fokuslah menyetir atau kita akan menabrak orang lain" Kesal Queena pada Alvaro.
"Baiklah-baiklah"
"Mengapa mobil David berhenti Al?" Tanya Queena dengan melihat kearah kaca spion mobilnya.
"Aku tidak tau! Sebaiknya kita turun dan tanyakan pada mereka apa yang terjadi" Ujar Alvaro yang diangguki Queena.
Lalu Alvaro'pun langsung saja ikut menepikan mobilnya dan turun dari mobilnya, di ikuti oleh Queena dibelakang'nya karena mereka melihat mobil yang di kendarai oleh David berhenti secara tiba-tiba.
"David ada apa?" Tanya Alvaro pada David yang tengah mengecek mesin mobilnya.
"Aku tidak tau mengapa tiba-tiba saja mobilku mogok, padahal baru kemarin aku servis dan inipun baru kembali ke tangan'ku lagi. Tapi entah mengapa mobil ini bisa mogok secara tiba-tiba seperti ini" Jawab David dengan kebingungan pasalnya ia baru saja men'servis mobilnya itu tapi tiba-tiba saja mobilnya mogok.
"Beli kembali yang baru" Ujar Alvaro dengan santainya.
"Al, kau kan tau mobil'ku ini belum lama aku beli masa aku harus mengganti mobilku kembali" Kesal David.
"Mana disini tidak ada bengkel lagi! dan lebih parahnya disini sangatlah sepi" Celetuk Sesillia dengan memegangi tangan Maura.
"Cepat kau telpon orang bengkel'mu, suruh mereka datang kemari dan kau David, Mommy dan Sesillia sebaiknya masuk saja kedalam mobilku" Titah Alvaro.
"Baiklah"
"Al, dimana Queena?" Tanya Maura yang tidak melihat Queena.
"Dia ada dibelakang'ku, Mom" Jawab Alvaro tanpa memalingkan wajahnya kebelakang.
"Tidak ada Al" Balas Maura khawatir.
"Apa sih Mommy, jelas-jelas Queena berada dibelak--" Ucap Alvaro yang mulai memalingkan pandangannya kearah belakang dan... yapss tidak melihat Queena.
"Bukankah tadi Queena berada dibelakang'ku? Ia tadi mengikutiku tepat dibelakang'ku, mungkinkah ia kembali kedalam mobil..." Gumam Alvaro yang bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
"Biar aku lihat" Sahut Sesillia yang diangguki semuanya, lalu Sesillia'pun berjalan menuju mobil Alvaro yang sedikit agak jauh dari nya dan setelah sampai Sesillia langsung saja mengecek apakah Queena berada didalam mobil atau tidak.
Ketika Sesillia mulai mengecek, tiba-tiba saja Sesillia membanting pintu mobil Alvaro dengan sangat keras. Dan mulai terlihat panik.
...Brraaakkkk...
"Tidak ada! Ka Queena dimana" Gumam Sesillia lalu melihat kearah sekeliling'nya dan saat pandangan'nya menuju kearah depan ia terkejut ketika melihat bahwa Queena tengah dibekap dan dimasuk'kan kedalam mobil entah mobil siapa oleh orang-orang yang berpakaian hitam putih.
"Ka Queenaaaa!!" Teriak Sesillia lalu berlari menuju mobil yang membawa Queena, tapi sialnya mobil tersebut sudah terlebih dahulu pergi dengan kecepatan tinggi membawa Queena.
"Ada apa Sesillia?" Tanya Alvaro yang berlari menghampiri Sesillia begitu'pun Maura dan David setelah mendengar Sesillia berteriak memanggil Queena.
"Ada apa, Nakk?"
"Hikssss..."
"Kakak ipar hikssss... Ka Queena, ia hikssss... dibawa pergi hikssss.. oleh orang-orang yang berpakaian hitam dan putih barusan hikssss... hikssss" Tangis Sesillia dengan menunjuk kearah mobil yang telah membawa Queena pergi tersebut.
"Kakak ipar Queena diculik?" Tanya David yang terkejut hingga berteriak.
"****!"
"Mommy, Sesillia kalian berdua tenanglah disini! aku akan mengejar mobil yang membawa Anna, sebentar lagi anak buah Dirga grup akan kemari untuk membawa kalian pulang" Titah Alvaro lalu terburu-buru menaiki mobilnya diikuti oleh David.
"Hati-hatilah nakk! bawa putriku pulang dengan selamat" Minta Maura dengan nada khawatir.
"Tentu Mommy"
"Hiksss... Mommy, Ka Queena hikssss...." Isak Sesillia dengan memeluk tubuh Maura dengan erat karena merasa takut akan keselamatan Queena saat ini.
Sesillia sangat menyayangi Queena, ia tidak mau dan tidak rela bila melihat Queena terluka. Sedikit'pun ia tidak rela, apalagi terluka karena orang lain maka sungguh Sesillia benar-benar tidak rela.
"Tenanglah nakk!! Mommy yakin putri Mommy Queena pasti akan baik-baik saja" Ujar Maura dengan menghapus air matanya yang ikut keluar dari pelupuk matanya itu.
Sedangkan didalam mobil Alvaro. Alvaro kini tengah mengemudi mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata agar ia bisa mengejar mobil yang telah membawa istrinya Queena itu. Alvaro tidak takut dengan kilometer mobilnya yang melebihi batas tersebut, ia bahkan tidak memikirkan keselamatan'nya saat ini. Karena pemikiran'nya kini tertuju pada istrinya, apakah istrinya baik-baik saja atau tidak.
Jika sampai tidak, maka demi sang istri dan sang mommy Alvaro rela membalaskan kemarahannya pada sekelompok sampah yang menculik istirnya tersebut. Sekali'pun ia akan membunuh, ia tidak akan memperdulikan hal tersebut.
"Al, kurangi kecepatannya" Teriak David yang ketakutan karena Alvaro membawa mobilnya seperti mengajak'nya untuk berpindah alam bersama.
"Sedikit lagi"
...*****...
Disisi lain...
"Boss, sepertinya mereka mengejar kita!!" Lapor salah satu orang yang menculik Queena tersebut kepada bos'nya itu yang tengah menyetir mobil.
"Aku sudah tau! Mereka pasti tidak akan bisa mengejar kita" Jawab si boss yang menculik Queena itu.
"Bagaimana jika kita tertangkap, Boss? Sepertinya mereka memanggil anak buah'nya juga, sedangkan kita hanya bertiga saja. Bagaimana ini boss?" Celetuk salah satu penculik itu yang tengah memegangi Queena yang pingsan karena di bius olehnya.
"Diamm!!"
"Jangan membuatku tidak konsen!! Atau kita akan mati sekarang" Bentak si Bos penculik itu dengan geram karena mendengar ocehan para anak buahnya.
"Salah satu dari kalian cepat beritahu kepada Nona bos" Titah Bos penculik itu pada salah satu dari anak buahnya.
"Baik Boss"
...Callon...
'Halo, nona boss'
'Ada apa?' Sahut diseberang sana dengan melontarkan pertanyaan.
'Nona boss, sekarang kami sedang dikejar oleh orang-orang dari suami nona cantik yang kita culik ini. Apa yang harus kami lakukan nona boss? Bagaimana jika kami tertangkap oleh mereka, karena mereka telah mengepung kami saat ini nona boss'
'Bodoh! Kenapa kalian bisa ketahuan. Hanya tugas kecil saja kalian tidak becus, bodoh kalian! bodoh!'
'Kami juga tidak tau nona boss! Mungkin ini karena tadi salah satu dari mereka tidak sengaja melihat kami lalu ia'pun berteriak hingga membuat suami dari nona cantik ini mengejar kami! Sekarang kami tengah dikejar oleh mereka. Bantu kami nona boss'
'Dengar!'
'Dasar tidak bergunaaaa!! Jika kalian sampai tertangkap jangan pernah membawa-bawa namaku, ataupun kalian memberitahu'kan diriku pada mereka. Jika kalian berani memberitahu'kan kepada mereka maka akan ku pastikan keluarga kalian akan'ku bunuh dengan tanganku sendiri!!'
'Tapi bagaimana dengan kami sekarang nona boss'
'Aku tidak peduli'
'Nona boss! Anda tidak boleh seperti in--'
'Aku akan mentransfer sisa uang kalian! Jadi kalian jangan pernah membawa namaku ketika kalian tertangkap oleh mereka! ingatlah keluarga kalian'
'Tapi nona bos--'
Tut.
"Boss, apa kau tadi sudah mendengar'nya?"
"Wanita sialannnn! Badebahhh! Brengsekkkk!" Marah si boss penculik tersebut hingga memaki-maki dalang dibalik semua ini.
...Ciiiittttttttttttt...
"Boss, mengapa kau berhenti secara mendadak?" Tanya salah satu anak buah penculik itu yang merasa terkejut dengan berhenti'nya mobil mereka yang secara mendadak hingga membuat mereka yang berada di dalam terpental kedepan.
"Kita sudah tertangkap"
"Apaaaaaa... Boss bagaimana ini" Panik keduanya.
"Diammm! Daras bodoh!Dasar anak buah tidak bergunaaaa!!" Bentak Boss penculik itu.
...Braaakkk...
...Braaakkkk...
"Turun kalian" Bentak Alvaro dengan menodongkan pistolnya yang selama ini ia bawa-bawa didalam mobilnya untuk berjaga-jaga sambil mengebrak-ngebrak kaca mobil si penculik tersebut dengan keras.
"Kenapa dia punya pistol?"
...Buuugghh...
"Kubilang diam! Jika sekali lagi mulut kalian yang tidak berguna itu mengeluarkan suara kembali, maka aku akan membunuh kalian saat itu juga" Bentak Boss penculik itu.
...Bruuuugghhhh...
...Buuuughhhh...
...Buuugghhh...
"KATAKAN!"
"Siapa yang sudah menyuruh kalian untuk menculik istrikuuu!!" Bentak Alvaro yang menarik lengan Bos penculik itu secara paksa setelah berhasil membuka pintu mobil milik si penculik istirnya itu, lalu kemudian ia'pun memukulinya secara bertubi-tubi karena Alvaro dirinya itu kini benar-benar sudah tersulut emosi dan kemarahan.