My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S1: Orang tua Sesillia



...Keesokan harinya......


...Mansion Dirgantara...



"Mommy bisakah kau membatalkan pernikahan yang kau inginkan ini? kau tau bukan Mommy bahwa aku hanya ingin menikah dengan Angel saja? bukan dengan Queena" Kata Alvaro dengan memohon kepada Maura agar Maura membatalkan pernikahannya dengan Queena yang tiga hari lagi akan dilaksanakan.


"Itu tidak akan pernah terjadi Al! Kau tau bukan tiga hari lagi kau akan menikah?! jadi kau tidak akan bisa membatalkannya" Tutur Maura menatap manik mata tajam putra semata wayangnya itu.


"Kenapa kau tidak mengerti Mommy... Aku hanya ingin Angel yang menjadi istriku bukan orang lain seperti Queena..." Bentak Alvaro yang sedikit lepas kendali karena Maura tidak ingin menuruti perintahnya itu untuk pertama kalinya.


"Sadarlah!!"


"Alvaro sadarlah..., dia tidak mungkin kembali.. atau meskipun kau mampu membawanya kembali, mungkin hatinya bukan untukmu lagi" Marah Maura dengan sedikit berteriak pada Alvaro saking kesalnya dengan Alvaro karena Alvaro tiba-tiba lepas kendali.


'Kau tidak mengerti Al bahwa Queena adalah Angel!! Angel yang selama ini kau cari-cari nakk!!'' Batin Maura.


"Aku yakin Mommy!! pasti Angel masih mencintaiku... kau tau bukan Mommy... Cinta pertama itu sangat sudah untuk dilupakan jadi aku sangat yakin bahwa Angel masih mencintaiku" Tegas Alvaro yang menolak akan ucapan yang dilontarkan oleh Maura tadi.


"Alvaro! Mommy mohon sadarlah... Angel sudah pergi meninggalkan dirimu!! Mau seberapapun kau mencarinya Mommy yakin kau tidak akan pernah bisa menemukannya sekalipun Angel telah tiada" Bentak Maura kembali tanpa sadar kepada putranya itu untuk pertama kalinya sama seperti Alvaro tadi!. Karena selama ini keduanya memang tidak pernah berbicara dengan nada yang membentak apa lagi Maura kepada Alvaro.


"Mommy!!"


"Mommy..!! Apa yang kau katakan..?!" Teriak Alvaro alhasil membuat Maura terkejut sekaligus membuat Maura tersadar dengan apa yang ia katakan barusan.


"Aku selalu berusaha untuk menjadi apa yang kau mau Mommy.... menjadi seorang anak yang selalu patuh dengan perintahmu... Selalu berusaha untuk membanggakan'mu dengan seluruh perjuanganku dalam hal apapun. Tapi... Tapi kenapa disaat aku hanya ingin seseorang yang aku cintai menjadi istriku kau malah menjodohkan aku dengan orang lain yang tidak aku kenal sama sekali... bahkan tidak aku cintai... Padahal hanya satu permintaan yang'ku mau padamu Mommy. Hanya satu! yaitu dengan menjadikan Angel sebagai istriku hanya itu yang aku mau!! tapi mengapa kau--" Kata Alvaro dengan berhenti ketika ia menatap wajah sang Mommy.


"Tapi kau... Kau justru tidak menerima satu saja permintaan yang aku inginkan, begitu sulit kah dirimu untuk menerima satu permintaan kecil dariku Mommy... Hehhhh, kau tau Mommy? kali ini Aku kecewa padamu..." Lirih Alvaro lalu pergi begitu saja tanpa mau melihat Maura dengan perasaan yang bercampur aduk.


"Aku kecewa padamu"


"Kau tidak mengerti Al, apa yang sebenarnya Mommy inginkan... Andai kau tau bahwa Queena adalah Angel, Angel kecilmu yang selama ini kau nanti-nanti kehadirannya Al" Gumam Maura dengan menatap tubuh sang putra yaitu Alvaro yang kian semakin menjauh.


'Maafkan mommy Al...' Batin Maura.


...*****...


"Si kebo ini... sudah siang masih belum bangun? Sebenarnya apa yang ia mimpikan hingga tidak ingin bangun dari tidurnya..." Gumam Aldo yang kini tengah berniat membangunkan seseorang yang tak lain adalah Sesillia yang masih tertidur dengan lelapnya padahal hari sudah mulai siang.


"Jika bukan karena Mommy yang memintaku untuk membangunkan'mu mana mau aku tidak akan mau datang kesini... Sebenarnya ini kamar atau tempat pembuangan sampah? menapa banyak sampah dimana-mana? Dasar jorok" Kata Aldo yang bertanya-tanya kepada dirinya sendiri perihal kamar Sesillia yang terlihat seperti tempat pembuangan sampah karena didalam kamarnya banyak sampah snack yang bersekarkan dimana-mana.


"Hayyy... Manusia centil bangunlah!!" Ucap Aldo dengan mengguncang-guncangkan tubuh mungil Sesillia yang tertutup dengan selimut tebalnya hingga mirip seperti kepompong.


"Eeemmmm, diamlah Al... aku masih mengantuk" Sahut Sesillia dengan suara seraknya dan juga mata cantik yang masih setia tertutup.


"Bangunlah... Kenapa kau sangat susah sekali untuk bangun... Kau tau ini sudah siang!!" Geram Aldo yang masih setia menatap Sesillia yang seperti kepompong itu, karena Sesillia tidak mau bergerak sedikitpun.


"Bisakah kau tidak sekaget itu hingga berteriak dan membuatku terkejut?" Tanya Aldo yang kesal Kepada Sesillia karena tiba-tiba mengejutkannya.


"Hey bocah, menapa kau tidak membangunkan aku lebih awal? Kau tahukan aku ini seseorang yang sibuk!!" Kata Sesillia tanpa menjawab perkataan Aldo tadi.


"Ckckck, Kau bilang kau seseorang yang sibuk? Tapi menapa kau bangunnya siang? Cihh, kau tau aku juga terpaksa datang kekamar buluk'mu ini karena perintah dari Mommy'ku" Ketus Aldo dengan melipat kedua tangannya didepan dadanya.


"Kau tidak ikhlas membangunkanku? Tidak masalah karena sekarang aku sudah bangun maka kau boleh pergi dan turun kebawah aku nanti akan menyusulmu" Ujar Sesillia lalu pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya.


"Ohh, tentu saja aku Ikhlas, Ck! sudahlah aku ingin pergi saja dari tempat buluk'mu ini" Ucap Aldo lalu pergi untuk turun kebawah kembali.


...*****...


...Ruang Tamu...



"Siang grendpa! grendma! aunty, uncle, ka Queena, dan Aldo." Sapa Sesillia pada semuanya tadi disaat ia menyapa Aldo rasanya sedikit tidak rela.


"Hmmmm, Siang Juga Sesillia/naakk" Jawab Semuanya secara kompak.


"Sesillia, duduklah ada yang ingin kakak bicarakan kepadamu" Tutur Queena dengan menatap Sesillia untuk berbicara serius kepada Sesillia.


"Katakan saja ka!! Aku pasti akan mendengarkannya dengan sangat baik" Jawab Sesillia dengan tersenyum walau sebenarnya ia agak sedikit kebingungan dengan tingkah Queena.


"Sebenarnya ada yang ingin bertemu denganmu" Kata Queena yang berbicara setengah-setengah hingga membuat Sesillia kebingungan sekaligus penasaran dengan orang yang ingin bertemu dengannya.


"Bertemu denganku? Siapa...?" Tanya Sesillia yang dibuat semakin penasaran dengan arah pembicaraan saat ini.


"Masuklah!!" Panggil Queena pada seseorang yang ingin bertemu dengan Sesillia.


...Grepppp...


"Hikssss... Putriku hikssss.. hikssss..." Tangis seorang wanita cantik yang datang dengan tiba-tiba lalu langsung saja berlari memeluk tubuh Sesillia, hingga membuat Sesillia yang baru saja memalingkan pandangannya untuk melihat siapa yang ingin bertemu dengannya manjadi tersentak kaget.


"Apa benar dia putriku? hikssss..."


"Maaf Aunty... Aunty ini siapa yaa?" Tanya Sesillia dengan raut wajah kebingungan karena wanita tersebut manggil dirinya dengan sebutan putriku.


"Aku... Aku orang tua kandungmu hikssss... Aku Mama kandungmu hikssss..." Jawab wanita tersebut yang bernama Silsila Arsyila Williams istri dari Gani Williams pemilik perusahaan Williams Grup salah satu perusahaan terbesar juga.


"Aunty, pasti sedang bercanda.. dan salah mengenali orang... Aku bukan putrimu" Elak Sesillia dengan mata berkaca-kaca entah kenapa saat ini ia merasa ingin menangis dengan sangat kerasnya karena wanita yang didepannya tengah mengaku sebagai orang tua kandungnya.


"Kau Putri kami nakk!" Sahut seorang laki-laki yang bernama Gani sambil menatap wajah Sesillia dengan sendu.