
...Ruangan Alvaro...
"Anna" Panggil Alvaro dengan kecil, karena dirinya yang tidak mendengar kembali suara isak-kan atau tangisan dari Queena.
"Maafkan aku, aku akan membuktikannya kepadamu nanti" Bisik Alvaro dengan menggendong tubuh Queena ala bridal style karena saat ini Queena tertidur didalam pelukannya. Karena merasa lelah akibat terus manangis.
Alvaro-pun langsung saja membawa pulang Queena untuk pulang ke mansion Alqueen, karena kejadian tadi membuatnya harus terus bersama dengan Queena!! Ia hanya takut Queena akan berbuat nekat nantinya ketika ia tidak sedang bersama istrinya itu.
Ketika Alvaro melewati lobby kantornya, Alvaro seketika menjadi marah kembali ketika melihat Amanda yang masih berada didalam perusahaannya!Yaa, memang Amanda masih tidak ingin pergi jika belum bertemu dengan Alvaro maka dari itu Amanda masih berada di lobby kantor miliknya.
...-Lihat-lihat itu Tuan Alvaro...
...-Heyyy tundukkan kepalamu...
...-Suhuuttttt... Jangan berisik...
...-Ada apa dengan nyonya muda Queena?...
...-Apakah nyonya muda habis menangis? Lihat... Wajahnya merah seperti habis menangis...
...-Sepertinya nyonya Queena memang habis menangis, lalu tertidur...
...-Kasihan sekali nyonya Queena...
...-Iyaa benar! Nyonya Queena pasti nangis karena Nona Amanda...
...-Sepertinya begitu...
...-Diam-diam tuan Alvaro sepertinya ingin marah...
...-Benar, lihatlah wajah tuan Alvaro yang tampan itu... Tapi! menakutkan...
...-Sebaiknya kita diam...
"Kenapa kalian bertiga tidak bisa menangani satu wanita gila itu, HAHHH!! Usir wanita gila itu keluar sekarangggg!!" Bentak Alvaro kepada Ray, Rey dan David hingga membuat ketiganya menjadi terkejut setengah Mati.
Begitu juga dengan seluruh karyawan dirgantara company yang tengah menyaksikan adegan tersebut, Ketika Alvaro membentak ketiganya justru mereka malah ikut terkejut dan ketakutan oleh kemarahan Alvaro.
"Emmmmmm"
"Shutttt.... Tenanglah, tidak apa! pejamkan matamu kembali" Bisik Alvaro dengan lembut kepada Queena, karena Queena ikut terkejut dengan suara bentakan-nya. Hingga membuat Queena ingin membuka kedua matanya tapi setelah mendengar bisikan dari Alvaro iapun mulai kembali menutup matanya.
"Cepat seret wanita gila itu" Ucap pelan Alvaro kepada oetiga Anak buahnya itu, walau Alvaro berucap pelan tapi dalam setiap katanya sangatlah menakutkan bagi seluruh orang-orang yang ada disitu saat ini.
"Tidak!! Lepaskan akuuuu!!"
"Kau tidak bisa seperti ini kepadaku Al! Aku adalah kekasihmu" Teriak Amanda dengan terus-menerus memberontak karena dirinya yang kini tengah dipaksa keluar oleh Ray, Rey dan David secara kasar.
"Keluar Amanda" Bentak David dengan berusaha payah mendorong Amanda keluar dari Pintu perusahaan dirgantara company.
"Tidak! Lepaskan akuuuu" Berontak Amanda kembali.
...Plaaakkkk...
"Keluuarrrrr!!" Bentak Ray dengan menampar pipi Amanda dengan kerasnya karena dirinya yang sudah muak dengan qajah dan tingkah Amanda yang sangat keras kepala.
Sedangkan Alvaro, ia justru malah duduk sambil memangku Queena yang tertidur dengan lelapnya walau disekitarnya tengah ribut, Alvaro duduk karena ingin menutup kedua telinga Queena dengan tangannya karena tidak ingin Queena mendengar teriakkan dari anak buahnya dan Amanda. Hingga mengusik tidurnya.
...-Hai lihat...
...-Lihat-lihat banyak wartawan yang datang ...
...-Woowwww banyak sekali wartawan...
...-Itu sih, bukan banyak-banyak lag...
...-Setiap stasiun TV datang untuk mewawancarai kejadian ini kah?...
...-Sepertinya begitu...
"Tutup seluruh pintu dan jendelaaaa" Teriak David yang nenggelegar jeseluruh lobby perusahaan, lalu... dengan cepat pintu dan jendela perusahaan dirgantara company-pun menutup secara otomatis dengan rapat. Agar ketika Amanda ingin masuk kembali ia tidak akan bisa.
Yaa, jadi akhirnya Ray, Rey dan David berhasil mengeluarkan kuman Ehh.. salah maksudnya Amanda dari perusahaan dirgantara company. Karena Saat Amanda lengah... Ketiganya-pun langsung saja mendorong tubuh Amanda secara bersamaan hingga membuat Amanda terjatuh dan terlempar jauh.
Wartawan yang berada didepan-pun langsung saja menyoroti Kameranya kepada Amanda, dan memberikan Amanda begitu banyak pertanyaan!Amanda-pun Akhirnya malu dan pergi berlari menuju mobilnya lalu pergi dengan kecepatan tinggi setelah itu.
Alvaro-pun yang melihat Amanda pergi langsung saja membawa pergi Queena untuk menuju pulang ke mansion Alqueen dengan di iringi Ray, Rey dan David! Tapi tiba-tiba saja datanglah beberapa anak buah dirga grup dan tara grup yang akan mengiringi mobil Alvaro menuju mansion Alqueen nantinya, dan itu semua atas perintah dari Alvaro tentunya.
"Beri tuan besar dan nyonya muda jalan" Teriak Ray dan Rey bersamaan kepada seluruh anak buah dirga Grup dan tara grup yang datang.
"Siapppp!!" Teriak Seluruh anak buah Dirga Grup dan Tara Grup secara bersamaan.
"Mohon kalian semua pergi dari sini" Ucap David kepada para wartawan yang tengah siap untuk mewawancarai Alvaro atas kejadian tadi.
...-Tuan...
...-Tuan! Mohon waktunya sedikit...
...-Tuan... Mohon anda luangkan waktu anda sebentar atas kejadian ini....
"Pergi" Kata Alvaro yang berhenti ditengah-tengah dengan menatap tajam seluruh wartawan yang ada.
...Glekkkk...
Seluruh wartawan yang ada disitu-pun langsung saja diam dan berhenti menyoroti kameranya kearah Alvaro yang tengah menggendong tubuh Queena. Karena mereka tiba-tiba menjadi takut dengan sorot mata tajam Alvaro yang diberikan oleh Alvaro kepada mereka.
Setelah itu, Alvaro-pun langsung saja nasuk kedalam mobilnya dengan David yang menjadi supir, lalu Ray dan Rey yang mengiring mobil Alvaro dari samping kanan dan Kiri, lalu... untuk anak buah dirga grup dan tara grup mereka mengiringi mobil Alvaro dari belakang.
"Jalan" Titah Alvaro kepada David.
"Baik" Jawab David lalu mulai menginjakkan gas mobilnya. Dan itupun diikuti oleh seluruh pasukannya Alvaro.
Kini Jalanan-pun menjadi ramai, karena Alvaro yang menjadi kini menjadi pusat perhatian seluruh jalanan, bahkan Alvaro dengan senang hati menyingkirkan seluruh Mobil yang menghalangi jalannya hingga lampu merah-pun ia lewati secara santainya karena bagaimanapun juga ia adalah orang yang sangat-sangat berpengaruh di negara los angeles itu. Bahkan hingga membuat polisi, tentara maupun yang lainnya tunduk kepada dirinya. Hebat bukan? Yaa, Karena dia adalah Alvaro.
...-Hey-hey lihat...
...-Bukankah itu pasukan tuan besar Alvaro? Pasukan dirga grup dan tara grup?...
...-Ada apa sebenarnya?...
...-Tidak tau...
...-Tidak biasanya anak buah dirga guup dan tara grup keluar? Bahkan mereka kini tengah mengiringi Mobil milik tuan Alvaro....
...-Apakah telah terjadi sesuatu?...
...-Sepertinya begitu...
...-Hey-hey... Coba kalian lihat berita hari ini...
...-Ada apa? Ada apa?...
...-Nona Amanda model nomor 1 itu?...
...-Benar! Ini nona Amanda...
...-Sangat tidak tau malu yaaa...
...-Benar, beraninya ingin naik keatas ranjang tuan Alvaro....
...-Reputasinya sebagai model papan atas nomor 1 akan menjadi hancur...
...-Kau Benar...
Seperi itulah bisik-bisik seluruh orang-orang yang tengah melihat iringan mobil Alvaro dan berita panas hari ini yang mengenai Amanda tadi. Yang berniat ingin naik keatas ranjang Alvaro... Kini sudah tersebar luas dengan begitu cepatnya ke seluruh dunia.
Entah siapa yang menyebarkan-nya... Mungkin saja para wartawan dan para karyawan dirgantara company yang tadi sempat menyoroti kameranya kepada Amanda tadi. Hingga mereka semua memposting vidio tersebut serta foto-foto yang mereka ambil tersebut kedalam media sosial mereka masing-masing, hingga membuat postingan merekapun menjadi berita panas dan trending topik pembicaraan saat ini.