
"Nakk! Tidak baik terus berteriak" Tutur Silsila dengan menasehati sang putri sambil menggelengkan kepalanya kecil karena tingkah putrinya.
"Empat? Kau sedang tidak bercanda denganku bukan kakak" Tanya Sesillia dengan menatap serius wajah Queena hingga mengabaikan nasihat dari Silsila sang mamah.
"Kakak ipar tidak bercanda sayang, bahkan aku sendiri mendengarnya ketika dokter memberi tahu bahwa kakak ipar tengah mengandung bayi kembar empat" Sahut David hingga membuat Sesillia, Silsila dan Gani menatapnya secara bersamaan.
"Apa itu benar?" Tanya mereka bertiga dengan kompak siapa lagi jika bukan Sesillia, Silsila dan Gani.
"Itu memang benar" Celetuk Alvaro dengan bangganya.
"Aaaaaa! senangnya" Kata Sesillia.
"Yasudah, kalau begitu kami mohon pamit untuk pulang, karena masih ada urusan yang harus kami segera selesaikan" Tutur Maura.
"Ahhh, ya silahkan nyonya" Jawab Gani dan Silsila bersamaan.
"Mari kami antar" Kata Gani dan Silsila kembali bersama.
"Terimakasih" Jawab Maura, Alvaro dan Gani bersamaan.
"Aku pamit! Kita akan bertemu lagi nanti" Ucap David yang berpamitan pada Sesillia.
"Hati-hati"
"Pasti"
...Diluar...
"David" Panggil Alvaro.
"Iya Al?"
"Tolong kau antar mommy pulang, aku dan Anna ada urusan sebentar" Titah Alvaro pada David dan itupun disetujui oleh David.
"Baiklah"
"Baiklah, Kalau begitu sekali lagi kami pamit tuan dan nyonya" Ucap kembali Maura lalu masuk kedalam mobil milik David.
"Hati-hati nyonya/nakk/kakak" Balas Gani, Silsila dan Gani bersamaan.
"Masuklah" Titah Alvaro pada Queena yang tengah diam entah sedang memikirkan apa.
"Tunggu suamiku" Kata Queena dengan menghentikan pergerakan Alvaro.
"Ada apa?"
"Aku menginginkan sesuatu" Ujat Queena tiba-tiba.
"Apa? Katakanlah" Tanya Alvaro.
Tanpa menjawab pertanyaan dari Alvaro, Queena langsung saja melangkahkan kakinya menuju tempat Silsila yang tengah berdiri.
"Ada apa nakk?" Tanya Silsila yang kebingungan.
"Aku ingin aunty menciumku" Pinta Queena dengan wajah imutnya hingga membuat Alvaro beserta Gani dan Sesillia menjadi kebingungan dibuatnya.
"Ha?"
"Bolehkan?" Tanya Queena.
"Hahaha, Tentu saja nakk. Kemarilah" Jawab Silsila dengan tertawa kecil, karena ia yakin saat ini bukan Queena yang meminta ingin ia cium tapi justru calon cucunya lah yang tengah ingin diciumnya. Maka tidak ada alasan untuk dirinya menolak, dengan senang hati dirinya akan memberikan apapun yang calon cucunya inginkan.
...Cuppppp...
"Manisnya"
"Sudah! Terimakasih aunty" Kata Queena dengan tersenyum lalu memeluk Silsila setelah itu iapun langsung masuk kedalam mobil.
...Skippppp......
...Dirgantara Mall...
"Turunlah" Titah Alvaro dengan membukakan pintu mobil untuk Queena.
"Terimakasih, suamiku" Ucap Queena dengan tersenyum manis.
...Dretttt... Dretttt......
"Siapa?" Tanya Queena pada Alvaro karena mendengar Suara deringan dari Hendphone milik Alvaro.
"Amanda?" Gumam Alvaro dengan kecil tapi masih bisa didengar oleh Queena tentunya.
Tut.
"Sudah! Mari kita masuk" Tutur Alvaro dengan menggandeng lengan Queena.
"Karena itu tidak penting! Yang terpenting sekarang adalah kita pergi berbelanja untuk kebutuhan calon anak-anak kita" Jawab Alvaro dengan tersenyum manis.
"Hmmm, baiklah"
...*****...
"Kenapa Alvaro tidak menjawab panggilan telepon dariku? Apakah ia sedang berdua dengan Queena?" Gumam Amanda dengan bertanya-tanya.
"Ckk, tidak boleh seperti ini! Alvaro harus bersamaku" Kesal Amanda dengan menggenggam hendphonenya dengan erat.
"Aku ada ide" Kata Amanda dengan tersenyum sinis.
...Dretttt... Dretttt......
...Callon...
'Ada apa?' Tanya Amanda.
'Kau dimana?' Tanya balik orang tersebut yang tak lain adalah Mira.
'Apartemen'
'Datanglah ke dirgantara mall'
'Untuk apa?'
'Tidak udah bertanya! Datanglah kemari atau kau pasti akan menyesal'
'Ck, ya baiklah'
Tut.
"Sial! Berani sekali ia memerintahkan aku! Jika bukan karena dia menginginkan Queena, aku tidak akan mau menuruti perintahnya" Kata Amanda dengan nada kesal.
"Sia-sia aku membayar mahal dokter sialan itu! Kalau ia sendiri tidak becus dalam berbohong. Tapi tenang saja jika sampai dokter sialan itu mengatakan yang sebenarnya pada Alvaro aku pasti akan membunuhnya" Ucap Amanda dengan nada sinis.
Yups.. jadi Amanda memang berbohong pada Alvaro tentang penyakitnya, sebenarnya itu adalah rencana yang ia buat bersama dengan Mira untuk menjauhkan Alvaro dari Queena. Hingga membuat dirinya membayar seseorang yang tak lain adalah dokter yang bermama Yanto tersebut untuk memperlancar rencananya, tapi sepertinya Alvaro masih belum bisa mempercayai dirinya dengan sepenuh hati hingga membuat dirinya semakin kesal.
...*****...
"Suamiku! Aku tidak suka rasa coklat tapi aku suka Coklat" Kata Queena dengan menghentikan pergerakan tangan Alvaro yang tengah memegang susu untuk ibu hamil yang berasa coklat.
"Baiklah, apa ini sudah cukup?" Ucap Alvaro lalu menaruh kembali susu hamil tersebut ketempatnya.
"Sangat-sangat cukup! Bahkan sepertinya ini terlalu banyak suamiku, lihatlah kau mengambil semua varian rasa susu dan cemilan. Kau ingin membuatku menjadi gendut suamiku?" Kata Queena dengan tersenyum kecut.
"Ini bukan hanya untukmu saja sayang! Tapi untuk keempat calon anakku, jadi aku harus membeli ini semua" Ujar Alvaro dengan kembali mengambil beberapa cemilan.
'Lihatlah nakk! Daddy kalian sangat menyayangi kalian. Kalian bagaikan sebuah batu giok yang berharga dimatanya' Batin Queena dengan memegangi perutnya yang masih rata tersebut.
"Suamiku sudah! Sebaiknya kita cari yang lain" Tutur Queena dengan mendorong keranjang belanjanya tapi.
"Berikan padaku! Biar aku saja yang membawanya" Terang Alvaro dengan mengambil alih keranjang belanjaannya dari tangan Queena.
"Ini tidak berat suamiku! Biarkan aku saja, lagi pula ini bukan aku angkat tapi aku dorong" Tutur Queena dengan ingin mengambil alih kembali keranjang belanjaannya tapi Alvaro justru tidak menjawab ucapan dari Queena.
"Suamiku"
"Apa kau suka buah ini?" Tanya Alvaro dengan mengalihkan topik pembicaraan agar Queena tidak terus merengek untuk membawa keranjang belanjaannya.
"Alpukat? Tentu saja ini adalah buah favoritku" Jawab Queena dengan antusias sambil mengangguk-angguk kepalanya dengan kecil sebagai tanda bahwa ia menyukainya.
"Nanas ini sepertinya--"
"Tidak boleh! Mommy mengatakan padaku bahwa ibu hamil tidak boleh memakan buah nanas" Sentak Alvaro hingga membuat Queena terkejut setengah mati.
...Author: sedikit jelaskan ya...
Bahaya nanas bagi kehamilan umumnya dikaitkan dengan adanya kandungan enzim bromelain di buah tersebut. Enzim bromelain ini bersifat proteolitik yang dapat memecah protein di dalam tubuh. Selain itu, juga dapat memancing kontraksi, sehingga dikhawatirkan bisa menyebabkan perdarahan dan keguguran.
Makanya buah nanas tidak diperbolehkan dikonsumsi untuk ibu hamil! Karena dapat mengakibatkan keguguran. Bukan hanya buah nanas saja tapi ada juga yang lainnya seperti durian, pepaya mentah, nangka, asam jawa dan juga pisang mentah, dan khususnya alkohol itu tidaklah boleh.
"Aku tidak menyukai nanas suamiku. Aku hanya ingin bilang bahwa nanas Ini sangat bau, aku seperti ingin muntah" Kata Queena dengan menutup hidungnya dengan tangannya.
"Kalau begitu, mari kita pergi dari sini" Ajak Alvaro dengan menggandeng lengan Queena dan satu lengannya mendorong Keranjang belanjaan.
...*****...
..."Kebahagiaan dan keharmonisan rumah tangga tak selalu dari keturunan. Tapi jika kamu menginginkannya, percayalah kamu akan segera mendapatkannya dengan terus berdoa dan berusaha"...
_Author 060.
...Maaf yaa, Author baru bisa up karena Author lagi banyak tugas jadinya gak sempet buat up....
...Terimakasih, buat yang sudah menunggu Author up!! Author sayang kalian🌹🥀....