My First Love Is My Wife

My First Love Is My Wife
S1: Pembahasan lamaran



"Bagaimana jika nantinya Angel ingin mengambilmu kembali dariku?"


"Aku akan mengatakan padanya bahwa aku mencintaimu, aku menyayangimu dan aku akan bilang padanya bahwa dirinya sudah terlambat untuk kembali bersamaku. Dia tidak akan bisa menyalahkan aku atas apa yang terjadi! Karena awal mula ini terjadi karenanya. Yang pergi meninggalkan diriku hingga aku tidak bisa mencarinya! Dia yang memilih itu sendiri" Tutur Alvaro.


"Bisakah kau menepati ucapanmu?" Tanya Queena dengan wajah imutnya.


"Tentu saja" Balas Alvaro lalu manarik Queena kedalam pelukannya.


"Terimakasih"


"Hmmm"


"Al"


"Aku ingin mulai hari ini aku memanggilku dengan panggilan sayang atau suamiku" Pinta Alvaro.


"Baiklah suamik, hmmm. Bukankah kita ingin pergi ke mansion utama? Jangan membuat David menunggu ataupun mommy lagi suamiku, sebaiknya kita pergi sekarang atau hari akan semakin gelap" Ujar Queena dengan melepaskan diri dari pelukan Alvaro.


Jadi Alvaro membatalkan janjinya untuk pergi ke mansion utama dirgantara besok melainkan ia justru menyuruh David untuk pergi ke mansion utama dirgantara sekarang, entah apa yang ia ingin bahas.


"Yaa, baiklah istriku sayang"


...*****...


...Mansion Dirgantara...



"Nakk, apa kau sudah menelpon Alvaro?" Tanya Maura pada David yang setia menunggu Alvaro di mansion dirgantara sedari tadi.


"Sudah mommy, kakak ipar Queena bilang Alvaro dan dirinya lagi dijalan. Kakak ipar mengatakan bahwa jalan tengah macet sekarang, makanya mereka telat" Jawab David dengan tersenyum.


"Memangnya mereka abis kemana? Biasanya jalan menuju ke mansion tidak pernah macet" Tanya kembali Maura.


"Pergi berjalan-jalan mom, aku sendiri juga tidak tau kemana mereka jalan-jalan hingga membuat diriku menunggu mereka terlalu lama" Jelas David dengan tertawa kecil karena melihat wajah Muara yang sedang berfikir keras.


"Anak itu"


"Ini sudah jam delapan malam. Alvaro belum juga datang? Harusnya kau tidak datang lebih awal nakk! Seharusnya kau datang ketika mereka sudah datang saja" Kesal Maura kepada putra semata wayangnya itu karena telah membuat David menunggu dirinya terlalu lama, David sudah datang ketika jam lima sore tepat diaman Queena dan Alvaro sedang berjalan-jalan sedangkan mereka berdua baru saja sampai tepat di jam delapan malam.


"Biarkan saja mom. Lagi pula aku juga sedang tidak ada kegiatan makanya aku datang lebih awal" Balas David.


...Tinnn tinnn...


"Sepertinya itu mereka" Kata Maura yang disetujui oleh David.


"Sepertinya"


"Mommy, bagaimana kabarmu?" Tanya Queena yang baru saja datang dan langsung memeluk tubuh Maura karena ia merindukan Maura.


"Mommy baik sayang, bagaimana kabarmu? Apa kau baik juga" Jawab Maura dengan membalas pelukan hangat dari Queena.


"Tentu saja baik"


"Mom"


"Al, kenapa kau lama nakk? Kau tau nakk David sudah lama menunggumu! Sedari Sore ia menunggumu dan aku malah datang pada malam hari" Protes Maura kepada Alvaro putranya itu.


"Maaf mommy, aku tadi pergi mengajak Anna berjalan-jalan terlebih dahulu" Balas Alvaro yang diangguki Queena.


"Yaa mommy, itu benar" Sahut Queena.


"Yaa, sudahlah"


"Mengapa kau menyuruhku datang kemari Al?" Tanya David yang baru membuka suaranya.


"Untuk membicarakan tentang pernikahan" Jawab Alvaro dengan santai tanpa menjawabnya dengan detail hingga membuat semua orang kebingungan.


"Kau ingin menikah lagi?" Tanya David.


"Dengan siapa kau ingin menikah?" Tanya Queena.


"Siapa yang ingin menikah?" Tanya Maura bersamaan dengan David dan Queena.


"Bukan aku yang akan menikah" Kata Alvaro.


"Lalu?"


"Tentu saja dirimu dengan Sesillia, David. Memangnya siapa lagi? Masa iya mommy atau aku yang akan menikah lagi itu tidak mungkin" Kesal Alvaro karena David tidak mengerti apa yang ia ucapkan.


"Ohh"


"Tunggu... Apaa? Aku menikah? Tapi--"


"Bukan begitu hanya saja aku--"


"Aku sudah menyuruh orang untuk mempersiapkan semuanya, hanya tinggal pergi saja untuk melamar Sesillia dikediaman Williams dan tetapkan kapan tanggal kalian akan menikah, karena aku yang akan menanggung semua atas pernikahan'mu" Tutur Alvaro.


"Nakk! Ingatlah jangan pernah sungkan pada kami bukankah mommy pernah bilang bahwa kau juga adalah putra dirgantara?" Sahut Maura dengan tersenyum lembut kepada David.


"Kau harus cepat menikahi Sesillia adikku! Atau kau akan menangis nanti karena Sesillia akan menikah dengan orang lain jika kau tidak cepat-cepat menikahinya" Celetuk Queena dengan menyemangati David.


"Kau sudah dengar? Jadi bersiaplah besok kita akan pergi ke mansion Williams untuk melamar Sesillia" Kata Alvaro yang diangguki David.


...Grepppp...


"Terimakasih Al, terimakasih" Ucap David dengan memeluk tubuh Alvaro dengan erat karena terharu akan Alvaro.


"Jangan berterimakasih kepadaku! Aku tidak melakukan hal apapun" Tutur Alvaro dengan membalas pelukan David, biasanya Alvaro tidak ingin ada yang memeluk dirinya selain Queena tapi kali ini ia membiarkan David memeluknya.


"Jadi..."


"Besok aku akan melamarnya" Kata David dengan tersenyum bahagia sambil melepaskan pelukannya dari Alvaro.


"Ini" Tutur Alvaro memberikkan sesuatu kepada David.


"Apa ini?"


"Cincin untuk besok lamaran, yang kau butuhkan nanti hanyalah kata-kata manismu untuk melamarnya saja" Ujar Alvaro yang sudah menyiapkan cincin lamaran David dan Sesillia.


"Te-"


"Kau tidak dengar apa yang aku ucapkan? sepertinya kau sudah tuli" Potong Alvaro.


"Hmm, baiklah"


"Aku ingin menikah lagi" Gumam Queena yang didengar oleh semua orang dan mendapatkan gelak tawa dari Maura dan David, berbeda dengan Alvaro yang justru kesal ketika mendengar Queena berbicara seperti itu.


"Kau sudah menikah" Ketus Alvaro yang kesal terhadap istrinya itu.


"Aku ingin menikah lagi" Kata Queena tanpa sadar hingga membuat Alvaro semakin kesal dibuatnya.


"Anna!!"


"Ahh, tidak-tidak aku hanya bercanda saja. Hehehehe aku tidak benar-benar ingin menikah lagi. Tidak jadi" Ujar Queena yang tersadar akan ucapnya lalu iapun langsung saja meminta maaf kepada Alvaro.


"Menikah lagi juga tidak apa-apa, kakak ipar! Aku pasti akan mendukungmu apa lagi jika dengan Karan atau Andes aku pasti setuju" Tutur David yang memanas-manasi keadaan saat ini.


"Andes? Siapa yang memberitahumu tentang Andes?" Tanya Queena yang kebingungan pasalnya selama ini ia tidak pernah membahas tentang Andes sedikitpun.


'Ohh, sial matilah kau David' Batin David.


"Davidddd!!" Geram Alvaro dengan menatap tajam wajah David.


"Tidak ada kakak ipar, aku hanya salah bicara saja. Tanpa sengaja aku mengingat temanku yang bernama Andes" Elak David dengan berbohong dan Queena dengan bodohnya percaya ucapan yang keluar dari mulut manis David saat ini.


"Ohhh"


"Memangnya kau kenal dengan orang yang bernama Andes itu?" Tanya Alvaro yang memancing jawaban Queena.


"Iyaa"


"Heyy, beritahu mommy sebenernya ada apa? Siapa Andes? Dan siapa Karan" Celetuk Maura yang sedari tadi hanya menyimak saja dan tidak tau arah pembicaraan ketiganya.


"Karan hanya sahabatku saja mommy, dan untuk Andes juga sama halnya dengan Karan yang sebagai sahabatku, hanya saja saat itu Andes sempat menjadi mantan tunanganku tapi sekarang tidak lagi mommy. Karena saat itu aku menolaknya" Jelas Queena yang diangguki Maura dan David yaa tapi berbeda dengan Alvaro yang justru kesal mendengar ucapan dari Queena.


"Mengapa kau menolaknya" Tanya Alvaro dengan nada sedikit kesal.


'Tidak mungkinkan aku mengatakan bahwa aku menolak Andes hanya karena janji yang sudah kubuat saat kecil bersamamu? Hingga aku bisa menolak Andes saat itu' Batin Queena.


"Karena aku tidak menyukainya... Selama ini aku hanya menganggap dirinya hanyalah seorang sahabat sama seperti Karan, hanya itu tidak lebih" Jawab Queena dengan santainya berbohong.


"Kau yakin?"


"Tentu saja, jika kau tidak yakin mungkin aku bukanlah istrimu sekarang, melainkan aku pasti sekarang akan menjadi istrinya" Terang Queena.


"Jangan macam-macam denganku"


"Siapa yang berani denganmu?" Gumam kecil Queena yang masih bisa didengar oleh Alvaro tentunya.


"Itu lebih bagus"


"Apaaaa?"


"Tidak ada"