Alessandra

Alessandra
Batu Giok dan Pangeran Kesembilan Bagian Ke 6



"Kalau kamu adalah roh yang masuk ke dalam batu giok." Jawab Pangeran Ke 9 sambil berjalan ke arah istananya.


Pangeran Ke 9 menyentuh batu giok tersebut dengan menggunakan ke dua tangannya karena Pangeran Ke 9 masih ingin mengobrol dengan Alesandra namun Alesandra tidak keluar dari batu giok tersebut.


"Kamu bilang jika aku menyentuh batu gioknya dengan menggunakan ke dua tangannya maka Kamu akan berubah menjadi seorang gadis yang sangat cantik selama empat jam." ucap Pangeran Ke 9 dengan nada kesal.


"Benar, memang kenapa?" Tanya Alesandra.


"Kenapa batu giok ini tidak berubah?" Tanya Pangeran Ke 9 balik bertanya sambil duduk di sisi ranjang.


"Aku bisa berubah kembali menjadi gadis yang sangat cantik jika sudah satu jam kemudian.'' jawab Alesandra narsis.


"Kamu itu jelek dan gendut tapi ngaku - ngaku cantik." Ucap Pangeran Ke 9 yang berlawanan dengan kata hatinya.


"Kalau begitu rohku akan pindah ke batu giok milik salah satu Pangeran sampai aku merasa nyaman dengan salah satu dari mereka maka aku akan menetap di batu gioknya sekaligus membantunya dari orang yang berniat jahat khususnya Putra Mahkota." Ucap Alesandra dengan nada kesal karena dikatakan jelek dan gendut.


"Silahkan saja." Jawab Pangeran Ke 9 yang masih bertentangan dengan kata hatinya.


Hening


Hening


Alesandra dengan sengaja tidak menjawab ucapan Pangeran Ke 9 malah Alesandra kembali ke dunia virtual di mana dirinya bertemu dengan sistem.


"Cieeee ... Ada yang ngambek."


"Berisik." Ucap Alesandra dengan nada kesal sambil menatap ke layar yang berukuran besar.


Alesandra melihat Pangeran Ke 9 memanggil nama Alesandra dengan wajah kuatir membuat Alesandra tersenyum miring.


"Itu lihat, untuk pertama kalinya Pangeran Ke 9 meminta maaf."


"Biarin." Jawab Alesandra singkat dan dengan nada masih kesal.


"Nona kan memang jelek dan gendut, kenapa mesti marah?"


"Ulet bulu? Apakah Nona tidak takut jika badan Nona gatal - gatal karena terkena bulu - bulu yang bertebangan dari ulet bulu?"


"Sebelum bertebangan dan mengenaiku, Aku akan memakai pakaian seperti astronot lalu membakar semua koloni ulet bulu agar badanku dan badan orang yang tidak berdosa tidak gatal." Ucap Alesandra.


"Hais ... Bicara sama Nona, tidak bisa menang."


Alesandra hanya tersenyum miring membuat sistem menjulurkan lidahnya sambil memasang wajah imutnya. Alesandra hanya mengusap kepala sistem tersebut kemudian kembali masuk ke dalam batu giok yang dipegang oleh Pangeran Ke 9.


"Maafkan Aku, Aku janji tidak akan mengatakan jelek dan gendut asalkan kamu kembali masuk ke dalam batu giokku." Ucap Pangeran Ke 9 sambil berbaring di ranjang kemudian memeluk batu giok tersebut.


"Janji?' Tanya Alesandra.


"Janji dan terima kasih sudah masuk ke dalam batu giokku." ucap Pangeran Ke 9 kemudian mengarahkan batu gioknya ke arah mulutnya.


Cup


Whussssssssssshhhhhhhhhh


Pangeran Ke 9 mencium batu giok tersebut dengan lembut sambil memejamkan matanya bersamaan batu tersebut menghilang dan berganti Alesandra. Di mana Alesandra berada di atas tubuh Pangeran Ke 9 membuat mereka berdua terdiam beberapa saat.


Alesandra yang tersadar langsung turun dari ranjang dan bersiap ingin pergi dari kamar Pangeran Ke 9 namun tangannya di tahan oleh Pangeran Ke 9.


"Mau kemana?" Tanya Pangeran Ke 9 penasaran sekaligus tidak ingin jika Alesandra pergi.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Ayo dong Vote, like, hadiah, komentar dan tip agar author semangat menulisnya. 😚😚😍😍😘😘


Terima kasih yang sudah Vote, like, hadiah, komentar dan tip nya serta terima kasih juga buat para pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘


Salam Author,


Yayuk Triatmaja