Alessandra

Alessandra
Batu Giok dan Pangeran Kesembilan Bagian Ke 24



"Apakah ke dua anak kita dan Mommy Elisabeth bersedia ikut misi denganku?" Tanya Alesandra sambil menatap wajah tampan suaminya.


"Pasti Mereka mau." Jawab Michael dengan nada sangat yakin.


"Baiklah akan aku coba tanyakan tapi sebelumnya kita mandi dulu." Ucap Alesandra sambil bersiap turun dari ranjang namun tubuhnya langsung di peluk oleh suaminya dari arah belakang.


"Satu ronde lagi." Ucap Michael sambil menarik tangan Alesandra.


"Tadikan sudah." Ucap Alesandra.


"Masih kurang." jawab Michael.


Alesandra dengan pasrah memenuhi permintaan suaminya kemudian merekapun kembali melakukan hubungan suami istri hingga setengah jam kemudian mereka sudah selesai melakukan hubungan suami istri.


"Sayang gendong." Pinta Alesandra dengan nada manja.


"Istriku manja banget." Ucap Michael sambil menggendong Alesandra ala bridal style.


"Manja sama suamiku boleh dong." Ucap Alesandra sambil mengalungkan ke dua tangannya ke leher suaminya.


"Harus sama Aku." Jawab Michael dengan nada posesif.


Alesandra hanya tersenyum kemudian Michael berjalan dengan santai menuju ke kamar mandi sambil menggendong Alesandra untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.


Hingga tiga puluh menit kemudian Michael dan Alesandra sudah selesai mandi dengan wajah berbeda. Di mana wajah Michael sangat segar dan berseri sedangkan wajah Alesandra terlihat sangat lelah seperti tidak bertulang membuat Michael kembali menggendongnya.


"Aku sangat mengantuk dan ingin tidur Sayang." Ucap Alesandra sambil mengalungkan ke dua tangannya.


Alesandra menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya sambil memejamkan matanya.


"Sayangku tidak ingin bertemu dengan ke dua anak Kita dan Mommy? Mereka sangat merindukanmu." Ucap Michael.


"Aku ingin sekali tapi tubuhku sangat lelah jadi tunggu badanku fit dulu baru menemui Mommy dan ke dua anak Kita." Jawab Alesandra tanpa membuka matanya.


'Kenapa tubuhku sangat lelah dan ingin tidur?' Tanya Alesandra dalam hati.


'Karena sebagian ilmu yang dimiliki Nona mulai berkurang karena sudah diberikan ke pemilik tubuh. Selain itu Nona juga tidak bisa menghentikan waktu seperti saat ini jadi kita hanya bisa bicara lewat telepati.'


Ketika Alesandra ingin menjawab tiba - tiba Alesandra mendengar suara suaminya memanggil dirinya.


"Sayang, Aku pakaikan pakaianmu setelah itu Kamu tidurlah." Ucap Michael sambil membaringkan tubuh istrinya dengan lembut di atas ranjang.


"Tapi tubuhku sangat lelah sayang jika melakukan itu lagi." Ucap Alesandra sambil membuka matanya.


Michael langsung menyentil kening istrinya membuat Alesandra mengaduh kesakitan sambil mengusap keningnya.


"Suamiku tega banget istri yang cantik ini di sentil." Ucap Alesandra dengan bibir di bawahnya dimajukan.


"Maaf, habis kesannya suami tampanmu ini mesum banget." Ucap Michael dengan narsis sama seperti istrinya yang juga narsis.


"Bukannya memang benar? Hari ini saja Kita sudah melakukan tiga kali dua kali di ranjang ini dan satu kali di kamar mandi. Mirip minum obat sehari tiga kali tapi tidak tahu juga kalau suamiku mau minta lagi." Jawab Alesandra.


"Hehehehe... Maaf Sayang habis tubuhmu membuatku menjadi candu." Ucap Michael dengan wajah merasa bersalah karena belum bisa mengontrol ha x sratnya yang lumayan tinggi.


"Tidak apa - apa sayang." Jawab Alesandra sambil tersenyum.


Michael ikut tersenyum kemudian Michael turun dari ranjang dan berjalan ke arah lemari lalu mengambil satu stell pakaian milik istrinya. Michael membalikkan badannya dan berjalan ke arah ranjang sambil membawa satu stell pakaian milik istrinya.


Michael melihat istrinya sudah tertidur dengan lelap dan terdengar jelas dengkuran halus tanda memang Alesandra sangat lelah membuat Michael merasa bersalah.


'Biasanya Kami melakukan beberapa kali hubungan suami istri tapi istriku tidak pernah lelah sedikitpun. Apa karena melakukan perjalanan misi makanya tubuhnya lelah? Lain kali Aku akan mengurangi hubungan suami istri walau berat tapi aku akan berusaha menahannya.' ucap Michael yang tidak tega melihat wajah lelah istrinya.


Michael memakaikan pakaian milik istrinya ke tubuh Alesandra di mana Alesandra hanya terdiam dan membiarkan suaminya melakukan apapun pada tubuhnya sambil dirinya berbicara dengan sistem.


'Tadi Kamu bilang Aku lelah karena sebagian ilmu yang Aku miliki mulai berkurang karena sudah diberikan ke pemilik tubuh. Selain itu Aku juga tidak bisa menghentikan waktu seperti saat ini jadi kita hanya bisa bicara lewat telepati. Benar bukan?' Tanya Alesandra dalam hati mengulangi perkataan sistem.


'Apakah setelah pemilik tubuh menikah dan hidup bahagia, sebagian ilmu sihir milikku yang ada di pemilik tubuh akan hilang dan kembali lagi padaku?' Tanya Alesandra dalam hati.


Alesandra penasaran apa yang terjadi selanjutnya sedangkan mengenai dirinya tidak bisa menghentikan waktu Alesandra sama sekali tidak memperdulikan hal itu.


'Tidak, sebagian ilmu sihir dari pemilik tubuh akan hilang dan diberikan ke orang baru begitu pula dengan ilmu sihir yang ada di dalam tubuh Nona.'


'Lalu bagaimana Aku bisa menjalankan misiku jika ilmu sihirku hilang?' Tanya Alesandra dalam hati.


'Nona bisa menjalankan misi di mana melawan para penjahat dengan menggunakan bela diri yang tidak akan bisa hilang karena Nona akan bertugas menjalankan misi terakhirnya. Selain itu Nona masih bisa menggunakan senjata rahasia yang tersembunyi di telinga Nona.'


'Tidak masalah buatku asalkan Aku bisa melawan para penjahat." ucap Alesandra.


'Oh ya, suami dan ke dua anak kembarku dan Mommy Elisabeth bisakah ikut misi bersamaku?' Tanya Alesandra penuh harap.


'Bisa. Hanya saja suami Nona dan Ibu Mertua Nona akan di buat hilang ingatan di mana Mereka berdua tidak ingat siapa Nona.'


'Kenapa bisa begitu? Lalu ke dua anak kembar kami? Apakah tidak ikut bersama Kami?' Tanya Alesandra beruntun.


'Karena misi ini tentang sepasang kekasih yang melakukan hubungan suami istri namun kekasihnya tidak bertanggung jawab membuat pemilik tubuh pergi meninggalkan kekasihnya dengan kondisi hamil dan berakhir menikah dengan pria lain.'


'Tugas Nona adalah menyatukan mereka agar pemilik tubuh tidak menikah dengan pria lain. Mengenai ke dua anak Nona nanti mereka akan hadir ketika pemilik tubuh dan kekasihnya menikah hanya saja tidak kembar.'


'Aku mengerti berarti pemeran utama wanita adalah Aku dan pemeran pria adalah suamiku sedangkan ke dua anak kami nanti akan terlahir tapi tidak kembar.' ucap Alesandra yang bisa menebak jalan ceritanya.


'Tepat sekali.'


'Lalu Mommy Elisabeth?' Tanya Alesandra.


'Mengenai Ibu mertua, Nona harus bisa mengambil hati agar Ibu mertua setuju anaknya menikah dengan Nona.'


'Ibu mertuaku sudah setuju dengan hubungan kami jadi tidak masalah buatku.' jawab Alesandra dengan nada santai.


'Maaf Nona, ibu mertua Nona tidak setuju putranya menikah dengan Nona karena sudah ada calonnya.'


'Waduh.' Ucap Alensandra dengan wajah terkejut.


'Bukankah suamiku adalah pria yang bertanggung jawab?' Tanya Alesandra.


'Memang benar tapi sesuai apa yang aku katakan kalau mereka akan di buat hilang ingatan.'


'Kalau begitu Aku akan menolaknya jika pria tersebut ingin melakukan hubungan suami istri.' ucap Alesandra.


'Bukankah selama ini Nona tidak pernah menolaknya?'


'Memang benar tapi karena berperan pria tidak bertanggung jawab maka Aku akan menolaknya.' Jawab Alesandra dengan tegas.


'Sayang sekali saat Nona masuk ke dalam tubuh pemeran utama ketika Nona dan pemeran utama pria sudah melakukan hubungan suami istri.'


Alesandra menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil berpikir apakah mengajak keluarganya untuk mengikuti misi bersamanya atau tidak. Terlebih pemeran utama pria tidak bertanggung jawab ketika sudah melakukan hubungan suami istri.


'Bisakah Aku memberikan usulan?' Tanya Alesandra penuh harap.


'Usulan apa?'


'Usulku Aku bertemu dengan pria yang tidak bertanggung jawab lalu datang tokoh utama pria di mana pria itu adalah suamiku. Kami saling mengenal satu sama lain dan akhirnya kami menikah dan ibu dari suamiku menyetujui hubungan kami. Kami hidup bahagia bersama ke dua anak kami dan tidak ada musuh yang menyerang kami.' jawab Alesandra memberikan usulan.


'Kamu kan tahu Aku sangat membenci pria yang tidak bertanggung jawab.' sambung Alesandra.


'Maaf tidak bisa kalau Nona gagal lagi maka akan ada misi berikutnya.'


'Aku ingin misi ini di ambil tapi ...' ucap Alesandra menggantungkan kalimatnya.


'Nona harus bisa mengambil keputusan. Jadi apakah Nona tetap mengajak Mereka untuk ikut menjalankan misi bersama atau tidak?'