Alessandra

Alessandra
Novel : Pembalasan Alessandra 9



"Hanya ada satu cara, jiwa Nona masuk ke dalam cincin ini di mana cincin ini tidak terdeteksi kemudian pemilik tubuh memakainya."


Alensandra menerima cincin tersebut kemudian mengamati cincin tersebut dengan seksama.


"Sehebat apapun ilmu sihirnya tidak ada yang mengetahui kalau Nona berada di dalam cincin itu."


"Baiklah kalau begitu nanti Aku akan masuk ke dalam cincin itu ketika rohku keluar dari pemilik tubuh." Ucap Alensandra sambil menyimpan cincin tersebut.


Sistem tersebut hanya menganggukkan kepalanya kemudian Alesandra keluar dari sistem tersebut dan kini berada di kamar milik pemilik tubuh. Tidak berapa roh Alensandra keluar dari pemilik tubuh kemudian Alensandra meminta pemilik tubuh untuk memakai cincin tersebut.


Walau bingung pemilik tubuh memakainya kemudian Alensandra menceritakan secara singkat dan sekaligus menjelaskan rencana untuk menjebak wanita jahat tersebut.


"Sangat menyeramkan, bagaimana kalau Aku mati di tangan wanita jahat itu ?" Tanya pemilik tubuh.


"Tenang saja, hal itu tidak akan terjadi." Jawab Alensandra.


"Tapi Aku sangat takut." Ucap pemilik tubuh.


"Bukankah waktu itu Kamu ingin mati? Kenapa sekarang takut mati?" Tanya Alesandra.


"Awalnya memang ingin mati tapi sejak Ayahku berubah menjadi baik membuatku tidak ingin cepat mati." Jawab pemilik tubuh.


"Apakah kamu tega melihat banyak korban yang tidak bersalah meninggal dunia akibat ulah wanita jahat itu?" Tanya Alesandra.


"Tentu saja tidak tega." Jawab pemilik tubuh.


"Jadi?' Tanya Alesandra.


"Aku bingung." Jawab pemilik tubuh.


Alensandra menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian mengarahkan tangannya ke arah pemilik tubuh.


"Kalau begitu lepaskan cincinya." Ucap Alensandra.


"Kenapa di lepas?" Tanya pemilik tubuh sambil memegang cincin tersebut.


"Aku akan mencari pemilik tubuh lain untuk menggantikan tugasmu karena itulah berikan cincin itu padaku." Jawab Alensandra.


"Setelah ini, Kita tidak akan bertemu lagi karena Aku selalu bersama pemilik tubuh yang baru sampai misiku selesai barulah Aku pergi lagi menuju ke misi berikutnya dan menempati pemilik baru." sambung Alensandra.


"Baiklah." jawab pemilik tubuh dengan nada pasrah.


Hal itu dikarenakan pemilik tubuh tidak tega melihat para korban yang tidak bersalah menjadi korban kejahatan wanita tersebut. Pemilik tubuh tidak memperdulikan nyawanya asalkan dirinya bisa berguna membantu orang - orang yang tidak bersalah.


"Kamu yakin?' Tanya Alesandra.


"Sangat yakin dan semoga saja Kita bisa bekerja sama untuk memusnahkan wanita jahat itu." ucap pemilik tubuh.


"Amin. Semoga saja." Jawab Alensandra.


"Sekarang Aku masuk ke dalam cincin setelah itu berangkatlah kuliah dan ingat ketika di culik jangan melawan. Biarkan mereka menangkapmu hingga akhirnya mereka membawamu ke dalam mansion barulah kita bertindak." ucap Alensandra.


"Baik." Jawab pemilik tubuh dengan singkat.


Alensandra memejamkan matanya dan tidak berapa Alensandra menghilang dari pandangan pemilik tubuh. Pemilik tubuh tiba - tiba melihat cahaya putih masuk ke dalam cincin tersebut hingga cahaya putih tersebut menghilang.


"Kini Aku sudah masuk ke dalam cincin yang Kamu kenakan dan ingat jangan pernah melepaskan cincinnya." Ucap Alesandra berusaha mengingatkan kembali agar pemilik tubuh tidak lupa.


"Tenang saja Aku tidak mungkin lupa." Ucap pemilik tubuh.


'Semoga lancar semuanya.' sambung pemilik tubuh dalam hati.


Pemilik tubuh pun keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ke arah tangga kemudian menuruni anak tangga satu demi satu. Pemilik tubuh melihat ayahnya sedang duduk di ruang keluarga sambil menatap ke arahnya.


"Berangkat sekarang?" Tanya ayahnya.


"Iya Dad." Jawab Alensandra.


Ayahnya hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka berjalan ke arah garasi mobil di mana dua orang bodyguard sejak tadi menunggunya.


"Daddy, Aku berangkat sendiri saja." Ucap putri semata wayangnya.


"Kenapa berangkat sendiri?" Tanya ayahnya penasaran.


'Apa yang harus Aku katakan? Tidak mungkin Aku berkata jujur." ucap pemilik tubuh tersebut.