
Flash Back On
Alesandra yang melihat dan mendengarkan percakapan Pangeran Ke 9 dengan pemilik tubuh tidak tega dengan pemilik tubuh terlebih setelah misi selesai maka pemilik tubuh akan pergi dari kehidupan Pangeran Ke 9.
"Bukankah mereka seharusnya menikah dan mempunyai anak?" Tanya Alesandra dengan wajah bingung sambil menatap ke arah sistem.
"Memang benar."
"Tapi kenapa Pangeran Ke 9 menyukaiku dan saat ini perasaannya masih bimbang? Di mana Pangeran Ke 9 masih ragu dengan perasaannya antara menyukaiku atau menyukai pemilik tubuh." Ucap Alesandra.
"Hal itu dikarenakan Nona datang dengan cara masuk ke dalam pemilik tubuh dan Pangeran Ke 9 sangat kagum dengan Nona karena itulah saat ini dirinya bimbang."
"Apa ada cara lain agar perasaan Pangeran Ke 9 hanya untuk pemilik tubuh tanpa perlu Aku masuk ke dalam tubuh dari pemilik tubuh? Tanya Alesandra.
"Kenapa Nona sangat perduli?"
"Karena Aku ingin sekali mereka menikah dan mempunyai anak." Jawab Alesandra.
"Jadi apakah ada cara lain?" Tanya Alesandra penuh harap.
"Ada."
"Apa itu?" Tanya Alesandra penasaran.
"Nona memberikan sebagian ilmu Nona ke pemilik tubuh agar pemilik tubuh bisa membantu Pangeran Ke 9 melawan Kaisar, Putra Mahkota dan monster."
"Tidak masalah. Apa ada hal lainnya?" Tanya Alesandra yang merasa ada sambungannya.
"Jika tenaga Nona pulih maka Nona tidak perlu masuk ke dalam tubuh dari pemilik tubuh. Kecuali Nona akan masuk jika seandainya pemilik tubuh atau Pangeran Ke 9 dalam bahaya."
"Tidak masalah. Justru Aku sangat senang dengan seringnya Mereka bertemu lama - lama Mereka akan jatuh cinta." Ucap Alesandra tidak mempermasalahkan hal itu.
"Hanya saja Nona akan menjalani misi baru lagi jika Nona mempunyai keinginan seperti itu lagi."
"Apa misi baru lagi?' Tanya Alesandra dengan wajah terkejut.
"Yup."
"Apakah misi baru itu adalah misi terakhir?" Tanya Alesandra.
"Tergantung, jika Nona bisa menyelesaikan misi sesuai keinginan pemilik tubuh maka misi itu adalah misi terakhir."
Alesandra terdiam beberapa saat kemudian menatap ke arah dua layar di mana layar pertama suami, ke dua anak kembarnya dan Ibu mertuanya menikmati liburan. Walau mereka tersenyum bahagia namun terlihat jelas di wajah suaminya dan ke dua anak kembarnya sedih memikirkan dirinya.
Di layar ke dua Alesandra melihat pemilik tubuh menatap pemandangan bunga yang tumbuh di halaman istana milik Pangeran Ke 9 namun terlihat jelas wajahnya yang sangat sedih. Hal itu membuat Alesandra menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap ke arah sistem.
"Dua hari lagi di mana Pangeran Ke 7 akan melakukan penyerangan istana. Jadi bolehkah selama aku libur dua hari pergi ke dimensi lain di mana suami dan ke dua anak kembarku tinggal?" Tanya Alesandra penuh harap.
"Tubuh Nona, masih lemas jadi istirahatlah di sini."
"Tubuhku sudah tidak lemas lagi dan Aku merasa baik - baik saja." Jawab Alesandra.
"Baiklah selama satu hari setengah Nona boleh tinggal di tempat di mana suami dan ke dua anak kembar Nona berada.
Alesandra tersenyum bahagia kemudian berdiri dan berjalan ke arah sistem. Alesandra memeluk kucing tersebut dengan erat membuat kucing tersebut memberontak karena Alesandra memeluknya dengan erat.
"Nona lepaskan, Aku tidak bisa bernafas."
"Hehehe .... Maaf karena Aku sangat senang sampai memelukmu dengan erat." Jawab Alesandra sambil terkekeh geli melihat bulu - bulu milik kucing tersebut berantakan.
"Bulu - buluku yang sangat cantik jadi berantakan gara - gara Nona."
"Hehehehe... Sekarang Aku pindah ke dimensi suamiku." Ucap Alesandra sambil merentangkan ke dua tangannya ke arah samping sambil memejamkan matanya.
Whushhhhhhhhhhhhh
Alesandra tiba - tiba menghilang dan muncul di kamar suaminya yang masih bermain dengan ke dua anak kembarnya bersama Mommy Elisabeth.
"Aku akan membersihkan tubuhku dan ingin tampil cantik di depan suamiku." Ucap Alesandra sambil berjalan ke arah kamar mandi.
Alesandra melepaskan satu persatu pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian memasukkan pakaiannya yang kotor ke dalam keranjang khusus pakaian kotor setelah itu barulah Alesandra berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.
Tidak berapa lama pintu kamar tersebut terbuka dan seorang pemuda tampan masuk ke dalam kamarnya hingga dirinya sangat terkejut karena mencium aroma parfum istrinya.
"Apa karena Aku sangat merindukannya maka Aku mencium aroma istriku?" Tanya pria tampan tersebut yang tidak lain bernama Michael.
"Kenapa ada dress di keranjang khusus pakaian kotor? Mungkinkah istriku sudah kembali?" Tanya Michael penuh harap.
Tiba - tiba terdengar suara pintu kamar mandi terbuka membuat Michael membalikkan badannya dan melihat seorang wanita cantik yang selama ini dirindukannya memakai jubah handuk.
"Alesandra." panggil Michael sambil berjalan ke arah istrinya sambil tersenyum bahagia.
"Apa kabar sayang." Panggil Alesandra sambil ikut berjalan dan membalas senyuman suaminya.
Ketika Mereka berdiri saling berhadapan dan saling menatap penuh kerinduan hingga beberapa saat Mereka saling berpelukan.
"Aku sangat merindukanmu." Ucap Alesandra dan Michael bersamaan.
Alesandra dan Michael saling tersenyum hingga beberapa saat Mereka saling melepaskan ciumannya kemudian Michael menggendong Alesandra tanpa meminta ijin ke Alesandra membuat Alesandra mengalungkan ke dua tangannya ke leher Michael.
"Apa yang Kak Michael lakukan?" Tanya Alesandra.
"Melakukan yang enak - enak sekalian mengasah adik kecilku yang sudah karatan karena sudah lama tidak di asah." Jawab Michael.
Alesandra yang mendengar kalimat vulgar suaminya memukul bahu suaminya sedangkan suaminya hanya tersenyum tanpa merasakan sakit sedikitpun.
"Suamiku kenapa jadi mesum seperti ini?" Tanya Alesandra.
"Mesum sama istri sendiri." Jawab Michael sambil membaringkan istrinya ke ranjang dengan perlahan.
Merekapun melakukan hubungan suami istri hingga tiga puluh lima menit kemudian Mereka sudah selesai melakukan kegiatan suami istri. Alesandra meletakkan kepalanya di dada bidang suaminya sambil tangan kanannya memeluk suaminya dengan erat.
"Aku kangen banget." Ucap Alesandra.
"Aku juga. Apakah misinya sudah selesai?" Tanya Michael penuh harap sambil membalas pelukan istrinya.
"Belum." Jawab Alesandra singkat.
"Kenapa Kamu bisa ke sini?" Tanya Michael penasaran.
"Apakah suamiku tidak suka Aku datang?" Tanya Alesandra sambil mendongakkan kepalanya ke atas untuk menatap wajah tampan suaminya tanpa menjawab pertanyaannya.
"Tentu saja sangat suka dan kalau bisa setiap hari kita bertemu agar Aku tidak perlu memendam rindu setiap jam, menit dan detik." Jawab Michael.
Alesandra menatap mata suaminya dan tidak ada kebohongan di matanya membuat Alesandra tersenyum bahagia. Kemudian Alesandra menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup - tutupi sedangkan Michael mendengarkan dengan setia apa yang dikatakan Alesandra.
"Begitulah ceritanya." Ucap Alesandra mengakhiri ceritanya.
"Apakah Kamu tidak mencintai Pangeran Ke 9? Walau sedikit saja?" Tanya Michael dengan nada cemburu.
"Sudah tidak tempat untuk pria lain karena hatiku sudah penuh dengan nama suamiku yang paling tampan." Jawab Alesandra.
"Sejak kapan istriku jadi gombal seperti ini?" Tanya Michael sambil tersenyum bahagia karena mendengar ucapan istrinya.
"Istrimu tidak gombal Sayang. Dua rius malah." Jawab Alesandra sambil mengangkat ke dua jarinya yaitu jari telunjuk dan jari tengah.
"Pfftttttt ..." Tawa Michael.
Alesandra tersenyum kemudian kembali meletakkan kepalanya di dada bidang suaminya sedangkan suaminya membelai rambut istrinya dengan lembut.
"Berarti besok siang kamu akan pergi lagi?" Tanya Michael yang sebenarnya dirinya tidak rela jika Alesandra pergi lagi.
"Ya. Besok siang Aku akan pergi lagi." jawab Alesandra yang sebenarnya tidak ingin berpisah dengan suaminya.
"Bisakah Aku ikut?" Tanya Michael penuh harap.
"Maksudnya, Kak Michael ingin ikut misi bersamaku?" Tanya Alesandra memastikan.
"Tepat sekali. Agar kita tidak lagi berpisah." Jawab Michael.
"Aku akan coba tanyakan ke sistem apakah suamiku bisa ikut denganku atau tidak." Ucap Alesandra.
"Coba tanyakan sekarang." Pinta Michael.
"Sebentar, bagaimana dengan ke dua anak kita dan Mommy Elisabeth jika suamiku ikut misi denganku?" Tanya Alesandra.
Alesandra tidak ingin ke dua anak kembarnya dan Ibu mertuanya tidak ada yang menjaga dan melindungi dari orang jahat.
"Bagaimana kalau mereka semua juga ikut misi denganmu?" Tanya Michael memberikan usulan.