Alessandra

Alessandra
Bagian Ke 76



"Alessandra awas!" teriak Michael.


Ternyata Michael mengetahuinya dengan tatapan elangnya membuat Michael memeluk dokter Alessandra agar tidak tertembak.


dor


"Akhhhh ....!" Teriak Michael kesakitan.


"Kak Michael!!" teriak dokter Alessandra sambil tangan kirinya menahan tubuh Michael agar tidak terjatuh.


Dokter Alessandra yang awalnya ingin melempar kartu domino tidak jadi karena Michael memeluk dirinya. Dokter Alesandra yang melihat Michael terkena luka tembak langsung melempar dua kartu domino ke arah yang menembak Michael dan ke arah pria yang bersiap menembak dirinya.


Ke dua orang itu pun mati seketika terkena senjata domino dokter Alessandra bertepatan kedatangan tuan Aliando beserta anak buahnya.


"Tuan Michael." panggil Tuan Aliando sambil membantu menahan tubuh Michael yang berat.


"Kak Michael tertembak tolong bawa ke dalam mobil." pinta dokter Alessandra.


Tuan Aliando menatap wajah tuan Michael dan tampak tuan Michael mengedipkan matanya dan Tuan Aliando tahu arti kedipan matanya. Tanpa sepengetahuan mereka kalau dokter Alessandra mengetahui hal itu namun dokter Alessandra pura - pura tidak melihatnya.


"Baik." jawab Aliando dengan singkat.


Aliando pun membantu membawa Tuan Michael berjalan ke arah mobil. Dokter Alesandra membuka pintu mobil dengan lebar agar Michael bisa duduk di samping pengemudi.


"Tolong urus mayat - mayat mereka, Aku akan membawa Kak Michael ke apartemenku." Ucap dokter Alessandra.


Tuan Aliando bingung dengan ucapan dokter Alessandra. Dokter Alessandra yang mengerti tatapan bingung Tuan Aliando membuat dokter Alessandra berbicara kembali.


"Tenang saja, Aku seorang dokter bedah dan Aku bisa melakukannya di apartemen ku karena jaraknya tidak begitu jauh dari apartemen ku." Ucap dokter Alessandra.


"Jangan salah paham Aku melakukan ini karena jarak rumah sakit terlalu jauh sedangkan Kak Michael harus segera ditangani." ucap dokter Alessandra yang melihat Tuan Aliando masih menatap ke arah Michael.


Hal itu dikarenakan Michael di mata anak buahnya dan orang kepercayaannya sangat membenci wanita dan tidak pernah dekat dengan wanita. Karena itulah dirinya sangat terkejut begitu pula dengan anak buahnya ketika melihat Michael dekat dengan dokter Alessandra.


"Saya mengerti Nona." Jawab Tuan Aliando.


"Ok. Maaf Aku tinggal karena kak Michael sedang tertembak." Pamit dokter Alessandra.


"Baik, hati - hati Nona." jawab Tuan Aliando.


"Ok." Jawab dokter Alessandra dengan singkat.


Dokter Alessandra mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai sambil tangan kirinya tidak pernah lepas menggengam tangan Michael.


"Kak Michael yang kuat ya." ucap dokter Alessandra.


Michael hanya memejamkan mata dan diam tidak menjawab ucapan dokter Alessandra membuat dokter Alessandra panik.


Dokter Alessandra mempercepat mobilnya dan tidak membutuhkan waktu lama dokter Alessandra sudah sampai di apartemennya.


Dokter Alessandra membuka pintu mobil milik Michael kemudian turun dari mobil.


"Kak Michael bertahanlah, Aku ingin membuka pintu apartemen dulu." ucap dokter Alessandra sambil menutup pintu mobil.


Dokter Alessandra langsung berjalan dengan cepat menuju ke depan pintu apartemen dan memasukkan nomer pin apartemen setelah terbuka dokter Alessandra mendorong pintu apartemennya agar terbuka dengan lebar.


Setelah selesai dokter Alessandra membalikkan badannya dan berjalan ke arah mobil untuk membuka pintu mobil samping pengemudi.


"Kak Michael, apakah masih kuat berjalan?" tanya dokter Alessandra sambil mendekatkan tubuhnya ke tubuh Michael untuk melepaskan sabuk pengaman.


Bau harum wangi campur keringat membuat tubuh Michael bereaksi hal itu membuat wortel import milik Michael perlahan menegang.


'Si*l, kenapa tubuhku bereaksi seperti ini bila dekat dengan Alessandra? Padahal Dia tidak menggodaku sedangkan wanita lain yang sengaja menggodaku kenapa biasa saja?" Tanya Michael dalam hati.


Michael membuka matanya menatap dokter Alessandra membuat ke dua jantung mereka berdetak kencang karena jarak mereka sangat dekat.


"Kak Michael, maaf Aku bantu jalan." ucap Dokter Alessandra memalingkan wajahnya sambil menetralkan jantung nya yang berdetak kencang.


Dokter Alessandra memeluk pinggang Michael dari arah samping kemudian Michael perlahan keluar dari pintu mobil. Dokter Alessandra menutup pintu mobil kemudian mereka berjalan menuju ke pintu apartemen sambil menetralkan jantung mereka.


Sampai di dalam apartemen dokter Alessandra membawa Michael masuk ke dalam kamarnya dan meletakkan perlahan tubuh Michael di ranjangnya dengan posisi miring.


"Kak Michael Aku mau mengunci mobil dan apartemen dulu ya? Setelah itu Aku baru ke sini lagi." ucap dokter Alessandra.


Michael hanya menganggukkan kepalanya dan dokter Alessandra langsung berjalan dengan cepat menuruni anak tangga untuk mengunci pintu mobil dan apartemen.


Setelah selesai dokter Alessandra berjalan menuju dapur mengambil lap dan baskom kemudian mengisinya dengan air hangat setelah selesai dokter Alessandra menaiki anak tangga menuju ke kamarnya.


Dokter Alessandra masuk ke dalam kamarnya kemudian meletakkan baskom ke atas meja dekat ranjangnya. Kemudian dokter Alessandra berjalan ke arah meja dekat sofa untuk mengambil tas dokter yang berisi bermacam-macam peralatan dokter.


Setelah selesai dokter Alessandra duduk di samping Michael sambil meletakkan tas dokter dekat ranjangnya.


"Kak Michael, maaf Aku buka pakaian milik Kak Michael." ucap dokter Alessandra sambil mendudukkan Michael.


Michael hanya menganggukkan kepalanya dengan perlahan membuat dokter Alessandra merasa bersalah. Dokter Alessandra perlahan membuka kancing jasnya kemudahan kemeja Michael.


"Maaf seharusnya Aku yang terluka bukan kak Michael." ucap dokter Alessandra dengan nada lirih.


Walau dokter Alessandra sudah tahu jalan ceritanya namun ketika melihat suami yang sangat dicintainya terluka.


"Apa maksudmu, Alessandra?" tanya Michael dengan wajah terkejut.


"Jika seandainya kak Michael tidak menolongku Kak Michael tidak terluka seperti ini. Maafkan Aku, Kak?" Ucap dokter Alessandra sambil melepaskan kancing kemeja satu demi satu milik Michael.


"Kamu berhutang padaku." ucap Michael sambil menahan hasratnya karena dokter Alessandra memeluk dirinya ketika membuka pakaiannya.


"Iya Aku tahu. Aku akan melakukan apapun untuk membalas kebaikan kak Michael." ucap dokter Alessandra yang merasa bersalah.


'Aku bersedia melakukannya karena Kamu adalah suamiku.' Sambung dokter Alessandra.


"Sungguh kamu akan melakukan apapun untukku?" tanya Michael sambil tersenyum menyeringai.


Dokter Alessandra tahu kalau Michael tersenyum menyeringai tapi dirinya pura - pura tidak melihat sambil pura - pura konsentrasi melepaskan kemejanya.


"Iya Aku janji. Apapun yang Kak Michael inginkan akan Aku lakukan. Hmmm.. sudah selesai buka kemejanya dan sekarang Aku ambil peluru di punggung kak Michael tapi sebelumnya Aku suntik obat biusnya biar tidak sakit." ucap dokter Alessandra menjelaskan ke Michael.


Michael hanya menganggukkan kepalanya dan dokter Alessandra menyuntikkan obat bius lalu mulai membedah tubuh Michael untuk mengambil peluru di punggung Michael.


cling


Dokter Alessandra berhasil mengeluarkan peluru di dalam punggung Michael kemudian menjahitnya setelah selesai dokter Alessandra memberikan perban.


"Sudah selesai kak, tubuh kak Michael mau Aku lap dulu ya." pinta dokter Alessandra.


Lagi - lagi Michael hanya menganggukkan kepalanya. Dokter Alessandra perlahan melap tubuh Michael membuat tubuh Michael terasa segar dan tangan lembut dokter Alessandra membuat tubuh Michael selalu bereaksi.


'Si*l kenapa reaksi tubuhku seperti ini? Adik kecilku semakin terasa sesak.' ucap Michael dalam hati.


"Sudah selesai Kak. Kakak mau makan?" tanya dokter Alessandra sambil melap tubuh Michael dengan handuk yang masih kering kemudian menyelimuti tubuh Michael.


"Boleh, kebetulan kakak sangat lapar." Jawab Michael.


"Masakan yang tadi Aku masak sudah dingin jadi Aku masak yang baru saja." ucap dokter Alessandra


"Terus yang dingin?" tanya Michael.


"Nanti Aku yang makan." Jawab dokter Alessandra.


"Tidak. Aku yang dingin saja dan tidak apa-apa karena Aku sudah sangat lapar." Ucap Michael yang tidak ingin dokter Alessandra makan yang sudah dingin.


"Hmmm... baiklah kalau kurang enak bilang ya kak." ucap dokter Alessandra.


"Hmmm." ucap Michael berupa deheman.


"Ok. Aku ambil dulu makanannya di meja makan." ucap dokter Alessandra.


Dokter Alessandra mengambil baskom bekas melap tubuh Michael kemudian keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga untuk membuang air yang di baskom di wastafel.


Dokter Alessandra membuka rantang kemudian memindahkan isi rantang tersebut ke dalam piring kemudian mengambil sendok dan diletakkan ke atas piring.


Singkat cerita kini dokter Alessandra berada di samping ranjang di mana Michael berbaring.


"Kak Michael, maaf saya cobain dulu ya kalau kurang enak Aku masak yang baru." ucap dokter Alessandra sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


"Masih enak kak Michael." ucap dokter Alessandra sambil mengganti sendok yang baru.


"Pakai sendok bekasmu saja." ucap Michael.


"Apakah kak Michael tidak jijik?" tanya dokter Alessandra.


"Jijik kenapa?" tanya Michael.


"Sendok inikan bekas mulutku." Jawab dokter Alessandra.


"Tidak masalah buatku." ucap Michael.


"Baiklah." jawab dokter Alessandra.


Dokter Alessandra mulai menyuapi Michael di suapan ke dua Michael menutup mulutnya dan tangan kanannya memegang tangan dokter Alessandra kemudian diarahkan ke mulut dokter Alessandra.


"Kamu juga makan." ucap Michael sambil tersenyum karena ini merupakan suapan pertama Michael dari seorang gadis yang tanpa di sadari oleh Michael kalau dokter Alessandra sudah masuk ke dalam hatinya yang terdalam.


"Tapi.." ucap dokter Alessandra terpotong oleh Michael.


"Apa kamu jijik karena sendoknya bekas mulutku?" tanya Michael dengan wajah kecewa.


"Tidak." Jawab dokter Alessandra sambil membuka mulutnya dan memasukkan sendoknya ke dalam mulutnya.


Akhirnya mereka makan saling bergantian hingga tidak terasa makanan itu habis.


"Kak Michael." Panggil dokter Alessandra sambil meletakkan piring yang kosong di atas meja dekat ranjang kemudian mengambil gelas yang berisi air mineral.


"Ya." Jawab Michael sambil menerima pemberian gelas dokter Alessandra kemudian meminumnya hingga menyisakan setengahnya.


Dokter Alessandra tanpa ada rasa jijik meminum bekas gelas Michel kemudian meletakkan gelas tersebut ke atas meja.


"Boleh Aku minta satu hal?" Tanya dokter Alessandra.