Alessandra

Alessandra
Novel : Alessandra Si Gadis Culun 11



Michael memotret Alessandra dari merentangkan tangan seperti menikmati semilir angin sambil memejamkan mata dan berlanjut memotret Alessandra ketika Alessandra melihat lurus arah jalan.


Setelah selesai memotret, Michael pun mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket. Selesai mandi Michael memilih pakaian santai dan keluar menuju kamar Mommy Elisabeth.


Di tempat yang sama hanya berbeda kamar di mana Alessandra sudah puas memandang di tambah dirinya tahu kalau Michael memotret dirinya.


Alessandra masuk ke dalam namun sebelumnya menutup pintu balkon kemudian berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket. Hingga lima belas menit kemudian Alessandra sudah selesai mandi dan memakai pakaian yang lebar, berkacamata dan rambut dikepang dua.


Mommy Elisabeth sedang mandi sedangkan Alessandra merias wajahnya untuk menutupi kulit wajahnya yang putih menjadi coklat.


tok


tok


tok


tok


ceklek


Alessandra membuka pintu dengan lebar kemudian Michael masuk ke dalam kamar Mommy Elisabeth sambil matanya memandangi seluruh ruangan kemudian menatap ke arah Alessandra.


"Ada apa kak?" Tanya Alessandra pura-pura tidak tahu.


"Apakah ini kamu?" Tanya Michael tanpa menjawab pertanyaan Alessandra.


Michael mengeluarkan ponsel dan menunjukan dua foto Alessandra. Alessandra pura-pura terkejut dan menutupinya .


"Cantik sekali Kak, Dia siapa? Tidak mungkin itu Aku? kekasih kakak ya?" Tanya Alessandra beruntun.


Michael hanya diam sambil memandangi wajah Alessandra ketika ingin mengatakan sesuatu bersamaan pintu kamar mandi terbuka.


"Ada apa Michael, Alessandra?" Tanya Mommy Elisabeth.


"Tidak ada apa-apa Mom, oh ya Aku sudah lapar Kita makan bersama yuk." Ajak Alessandra.


"Ok." Jawab Mommy Elisabeth dan Michael bersamaan.


Merekapun keluar dari kamar Mommy Elisabeth menuju ke ruang makan. Sampai di meja makan Mereka sarapan dengan pikiran masing - masing.


Selesai makan mereka mengobrol di ruang tamu hingga lima belas menit kemudian Michael meminta Alessandra untuk melakukan pengobatan.


Kini Mereka berada di taman belakang, Michael mulai belajar berjalan tanpa tongkat namun baru beberapa langkah Michael hendak terjatuh tapi buru - buru Alessandra menahan badannya dengan cara memeluknya.


deg


deg


deg


deg


Jantung mereka saling berdetak kencang, hal itu membuat Alessandra gugup kemudian melepaskannya. Michael mulai belajar jalan hingga beberapa saat Mereka berhenti karena sudah lelah.


Alessandra membuat makanan siang buat mereka setelah itu Alessandra pamit karena ingin pergi belanja.


"Kok buru - buru pulang? Kan Daddymu pulang besok?" tanya Mommy Elisabeth.


"Maaf tante, Alessandra mau belanja." Jawab Alessandra.


'Ah ternyata semua wanita itu sama, tukang belanja dan menghamburkan uang.' Ucap Michael dalam hati.


"Mau belanja apa?" Tanya Mommy Elisabeth yang tahu isi hati putranya begitu pula dengan Alessandra.


"Itu tadi bibi telephone katanya uang belanja sudah habis dan beberapa hari yang lalu Daddy lupa memberi uang bulanan untuk belanja jadi Aku saja yang belanjanya." Jawab Alessandra.


'Makanya jadi orang jangan suka berprasangka buruk.' Ucap Alessandra dalam hati.


"Michael kamu mau menemani Alessandra belanja?" Tanya Mommy Elisabeth.


"Kalau Alessandra tidak malu jalan sama orang lumpuh, Michael mau saja menemaninya." Jawab Michael.


"Kok Kak Michael ngomongnya begitu, apa tidak terbalik? Kak Michael tidak malu berjalan dengan Alessandra?" Tanya Alessandra.


"Tidak." jawab Michael singkat dan padat.


"Sama aku juga tidak malu ayo jalan." Ajak Alessandra.


Merekapun pergi ke supermarket dengan di antar sopir. Hingga dua puluh lima menit kemudian Mereka sudah sampai di mall, Mereka masuk ke dalam mall dan belanja. Michael semakin kagum dan mulai menyukai Alessandra karena Alessandra membeli kebutuhan belanja bukan belanja membeli barang-barang branded.


Banyak gadis dan wanita menatap lapar ke arah Michael namun Michael sama sekali tidak perduli. Banyak gadis dan para wanita menjelek-jelekkan Alessandra karena iri hati namun Alessandra tidak perduli.


Michael yang ingin memarahi Mereka tangannya di genggam oleh Alessandra membuat Michael hanya bisa menahannya.


Selesai berbelanja mereka pulang namun sebelumnya pulang ke rumah Michael karena mobil yang dibawa milik Alessandra ada di mansion milik orang tua Michael.


Sampai di mansion milik orang tua Michael, Mereka mengobrol hingga dua puluh lima menit kemudian Alessandra pulang menuju ke mansion.


xxxxxxxxxxxxxx


Seminggu Kemudian


Tidak terasa waktu berlalu dengan cepatnya Mommy Elisabeth dan Michael datang ke rumah Alessandra. Sampai disana mereka bertemu dengan Alessandra dan Daddy David. Mereka mengobrol hingga beberapa saat kemudian Mommy Elisabeth mengutarakan kedatangannya.


"Kak David, kedatangan kami ini, ingin melamar Alessandra putri Kakak dengan putraku Michael. Apakah Kak David setuju?" Tanya Mommy Elisabeth.


"Sebelum Aku menjawab, Aku ingin bertanya sama Michael. Apakah nak Michael mau menerima segala kekurangan putriku?" Tanya Daddy David dengan nada serius.


"Selama kebersamaan kami Aku mulai menyukainya tanpa memandang kekurangannya." Jawab Michael.


"Kalau Paman terserah putriku. Bagaimana Sayang, apakah kamu menerima lamaran nak Michael?" Tanya Daddy David.


"Bersedia Dad." jawab Alessandra sambil menunduk malu.


"Syukurlah." jawab mereka serempak.


"Mulai sekarang Alessandra memanggilku dengan sebutan Mommy." Ucap Mommy Elisabeth.


"Baik Mom." Jawab Alessandra.


"Michael juga mulai sekarang panggil dengan sebutan Daddy sama seperti Alessandra memanggilku." Ucap Daddy David.


"Baik Dad." Jawab Michael.


"Oh ya, Mommy membawa sepasang cincin dan anggap saja acara pertunangan kalian berdua." Ucap Mommy Elisabeth sambil memberikan kotak warna merah berbentuk hati.


"Michael pasangkan ke jari manis Alessandra." Ucap Mommy Elisabeth.


"Baik Mom." Jawab Michael sambil memasangkan ke jari manis Alessandra.


"Alessandra pasangkan ke jari manis Michael." Ucap Mommy Elisabeth.


"Baik Mom." Jawab Alessandra sambil memasangkan ke jari manis Michael.


Acara pertunangan yang sangat sederhana akhirnya sudah selesai dan kini tinggal menyusun acara pernikahan.


"Bagaimana kalau acara pernikahan kalian dua minggu lagi? Mengenai undangan, gedung dan lain sebagainya biar Mommy yang mengurus semuanya." Ucap Mommy Elisabeth.