Alessandra

Alessandra
Novel : Alessandra Si Gadis Culun 22



"Sayang, Mereka menyapa Kita duluan karena itu kita harus menyapa mereka kembali, kalau tidak ada mereka bagaimana perusahaan ini bisa berjalan." Ucap Alessandra menjelaskan.


Michael sangat kagum dan semakin mencintai istrinya yang menghargai orang lain sedangkan Mike kagum mendengar ucapan Alessandra yang tidak sombong. Hal itu membuat ke dua pria tampan mulai belajar untuk tersenyum dan menghargai orang lain.


Sampai di ruang rapat mereka duduk di kursi yang sudah disediakan. Moko sangat terkejut melihat Alessandra yang semakin cantik tapi karena pengaruh dari kekasihnya yang bernama Valen Kamprat membuat Moko memandang sinis ke arah Alessandra.


Daddy David berdiri memberi sambutan ke bagian pemegang saham setelah beberapa lama Daddy David memperkenalkan CEO baru pengganti dirinya.


"Mohon perhatiannya, karena Saya ingin menikmati masa tua Saya maka Saya memperkenalkan menantu Saya bernama Michael sebagai CEO baru dan putri kandung Saya Alessandra Michael sebagai wakil CEO." ucap Daddy David.


Alessandra yang sudah menikah dengan Michael namanya berubah menjadi Alessandra Michael yang artinya Alessandra sudah memiliki suami yang bernama Michael.


Daddy David yang menyebutkan nama Michael dan Alessandra membuat Michael dan Alessandra berdiri dan menundukkan kepalanya sebentar lalu berdiri dengan tegak sambil tersenyum kemudian duduk kembali.


Mereka yang ada di ruang rapat sangat terkejut dan tidak menyangka kalau putri dari David sangat cantik dan seksi terlebih Moko lebih terkejut dan sangat menyesal karena terlalu percaya dengan kebohongan istrinya, terlebih terlihat suaminya Alessandra bahagia dan selalu memandangi istrinya.


"Putri Saya tidak ingin menjadi CEO karena itu Saya mempercayakan ke menantu Saya untuk mengurus perusahaan ini." sambung Daddy David.


Michael dan Alessandra langsung berdiri untuk berpidato di depan para pemegang saham.


"Saya Michael, sebagai CEO baru ingin mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya yang selama ini di pimpin oleh Ayah mertua Saya. Semoga dengan kepemimpinan Saya yang baru semakin lama perusahaan ini semakin berkembang seperti perusahaan Saya di PT. Michael Corp dan sebentar lagi akan berubah namanya menjadi Alessandra Michael gabungan nama istriku dan namaku." ucap Michael penuh wibawa sambil memeluk pinggang istrinya.


Mereka bertambah terkejut karena baru kali ini bisa melihat pemilik perusahaan PT. Michael Corp karena pemiliknya susah untuk ditemui. Mereka hanya bertemu dengan asistennya saja yang bernama Mike.


Moko bertambah terkejut ternyata suaminya Alessandra lebih kaya darinya. Penyesalan demi penyesalan menghampiri dirinya seandainya dia dulu tidak menghina Alessandra pasti bahagia melihat Alessandra yang sekarang sangat cantik dan seksi terlebih Alessandra sangat kaya tentunya kekayaannya semakin bertambah melimpah ruah.


Moko langsung mempunyai rencana jahat di mana dirinya akan berusaha mencari cara agar bisa merebut Alessandra dari suaminya bagaimanapun caranya.


Saat ini Moko hanya bisa menggenggam tangannya menahan amarahnya. Moko tidak menyadari kalau ada dua pasang mata yang memperhatikannya.


Dia adalah Mike asistennya Michael. Hal utu membuat Mike akan lebih berhati - hati untuk menjaga Michael dan Alessandra. Mike bisa membaca raut muka seseorang mana yang tulus dan mana yang pura - pura tulus. Selain Mike, Alessandra melihat sekilas ke arah Moko sambil tersenyum jahat.


Waktu Mendadak Berhenti


"Nona, pria itulah yang membuat pemilik tubuh hatinya sangat terluka."


"Aku tahu karena waktu Aku menikah dengan Kak Michael, pria sampah itu datang bersama wanita sampah. Aku akan membalaskan dendam untuk pemilik tubuh terlebih ke orang-orang yang telah membully pemilik tubuh." Ucap Alessandra sambil menatap Moko dengan tatapan kebencian.


"Aku setuju, Mereka harus mendapatkan balasan yang setimpal karena Mereka sangat jahat terhadap pemilik tubuh."


Alessandra hanya mengangguk kepalanya tanda setuju kemudian waktu berjalan kembali. Setelah selesai rapat mereka keluar dari ruangan meeting.


Alessandra pamit untuk pergi ke toilet dan yang lainnya ada yang kembali ke perusahaan dan ada juga yang masih mengobrol.


Michael bertemu dengan teman - teman bisnisnya diantara mereka juga ada Moko yang sedang mengobrol dengan rekan bisnisnya.


"Hai bro, bagaimana sudah bobol belum malam pertamanya? Atau jangan - jangan sudah bolong lagi." Ucap temannya.


Moko yang mendengarnya langsung menajamkan telinganya bersama teman bisnis yang lainnya karena penasaran. Maklum mereka kalau bicara suka asal tanpa di saring terlebih dahulu.


Apalagi kebanyakan dari mereka dapat wanita yang sudah tidak menjaga kehormatannya karena jarang yang masih virgin.


"Sudah tidak perawan lagi." Jawab Michael usil.


"Wah ternyata nasibmu sama donk kayak Aku." ucap temannya bersamaan.


Moko kecewa ternyata Alessandra memang bukan gadis baik sedangkan yang lainnya membicarakan mantannya dan istrinya yang sudah tidak menjaga kehormatannya.


"Enak saja, beda kali." Jawab Michael sambil tersenyum.


"Maksudmu Bro?" tanya mereka bersamaan.


"Virginnya sekarang sudah hilang karena malam pertama pernikahan Kami sudah Aku bobol duluan ... hahahaha.." ucap Michael sambil tertawa senang karena berhasil ngerjain teman - temannya.


"Maksudmu istrimu masih virgin?" tanya temannya bersamaan seakan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Ya iyalah. Tahu tidak ternyata enak banget dapat virgin walau kasihan juga sih istriku sampai nangis - nangis nahan perih." Ucap Michael dengan perasaan bangga.


"Apalagi masakannya mantap bro, sebelum mengenal Alessandra aku malas makan di rumah tapi ketika Dia hadir dalam kehidupanku aku langsung suka masakan istriku." ucap Michael dengan perasaan bangga.


"Wah hebat donk." puji temannya yang pertama.


"Sudah pasti donk. Sejak menikah rasanya lebih enak karena makan sudah tersedia, selesai mandi semua keperluan kantor sudah disiapkan. Selain itu jika Aku ingin bercinta istriku selalu siap sedia tidak pernah menolak walaupun aku minta berkali - kali." ucap Michael dengan perasaan bangga.


"Wih mantap." puji teman yang ke dua.


"Iya donk." jawab Michael sambil tersenyum bahagia.


"Oh ya, Aku dengar waktu itu Tuan Michael kecelakaan dan mengalami wajah rusak dan lumpuh tapi Aku lihat muka Tuan Michael biasa saja dan Tuan Michael tidak lumpuh." Ucap teman Michael yang ke tiga penasaran begitu pula dengan yang lainnya.


"Iya memang benar, aku lumpuh dan wajahku cacat." jawab Michael jujur.


"Lalu kenapa sekarang tidak?" tanya Moko tiba - tiba karena penasaran.


"Ini semua berkat Alessandra yang selalu memberikan semangat dan perhatian. Waktu itu Aku sangat terpuruk tidak mau makan dan malas melakukan apapun bahkan sering marah - marah tanpa jelas. Tapi dengan perhatian dan kesabarannya membuatku menjadi berubah. Alessandra selalu memasak makanan enak membuat tubuhku yang kurus menjadi gemuk." ucap Michael sambil tersenyum bahagia sambil membayangkan apa yang dulu Alessandra lakukan untuknya.


"Alessandra selalu berusaha membujukku untuk mengoperasi wajahku dan menemaniku hingga akhirnya aku mau di operasi. Sekarang kalian bisa melihat wajahku bukan." ucap Michael.


"Iya, tidak ada kelihatan bekas operasi." jawab teman yang ke tiga sambil memandangi wajah Michael mulus tanpa cacat.


"Kalau lumpuhnya?" tanya teman yang ke dua


"Alessandra melakukan terapi pada kakiku dengan menekan titik - titik saraf kakiku agar bisa digerakkan." Jawab Michael.


"Alessandra setiap hari rajin datang ke rumahku sambil membawa makanan. Terkadang memasak di rumahku dan melatih agar aku bisa berjalan dengan normal. Sungguh istriku itu bagaikan malaikat tanpa Sayap dan Aku sangat bahagia menikah dengannya." Sambung Michael tersenyum bahagia dan matanya berkaca-kaca karena Alessandra sangat baik padanya.


"Wih mau donk dapat istri kayak gitu, ada lagi tidak kayak istrimu?" tanya teman yang ke tiga penuh harap.


"Aku kurang tahu mungkin ada." jawab Michael sambil tersenyum.


"Ehemm.." Alessandra berdehem sambil berjalan ke arah suaminya.


Mereka berlima kompak menengok ke arah samping. Tampak Alessandra tersenyum menatap suaminya Michael. Mereka berlima menatap tanpa berkedip, Michael yang melihatnya langsung menghampiri istrinya untuk mengajaknya pergi.


"Maaf aku pergi dulu ya? lain kali sambung lagi." ucap Michael sambil memeluk istrinya dari arah samping dengan posesifnya.


"Mau kemana?" Tanya Mereka bersamaan.


"Menyewa hotel." Jawab Michael.


"Buat apa Menyewa hotel?" Tanya Mereka bersamaan sekaligus penasaran.


"Pastinya melakukan yang enak-enak." Jawab Michael.


"Sayang." Panggil Alessandra sambil memukul bahu suaminya kemudian menyembunyikan wajahnya di dada kekar suaminya.


"Hehehehe..." Tawa Michael sambil mengusap rambut istrinya dengan lembut.


"Bye." pamit Michael.


"Bye." ucap mereka berempat.


Mereka bertiga membicarakan Michael yang sangat beruntung mendapatkan Alessandra. Alessandra merupakan istri yang sangat cantik, seksi, pintar masak dan pintar melayani suami.


Sungguh beruntung sekali Michael karena dulu mantan kekasih Michael adalah gadis matre tapi dapat penggantinya berkali - kali lipat lebih sempurna.


Moko hanya diam tidak berkomentar tapi hatinya penuh dengan penyesalan kenapa dulu terlalu percaya sama kekasihnya yang sekarang menjadi istrinya Valen Kamprat. Hal itu membuat Moko akan memberi perhitungan dengan istrinya.


'Aku akan menceraikan istriku lalu Aku akan meminta Alessandra untuk menerima lamaran ku karena Aku sangat yakin Alessandra masih mencintaiku.' Ucap Moko penuh percaya diri.


Setelah beberapa saat Mereka berempat berpamitan dan pergi ke tempat perusahaan Mereka masing - masing.


xxxxx


Sore hari Moko pulang menuju rumahnya dan langsung mencari istrinya.


"Valen Kamprat.... Valen Kamprat." teriak Moko memanggil nama istrinya.


"Maaf Tuan, Nyonya Valen Kamprat sejak pagi belum pulang?" jawab pelayan tersebut.


"Kemana Dia?" tanya Moko dengan nada gusar.


"Maaf Tuan, katanya jalan - jalan sama teman - temannya." jawab pelayan tersebut.


"Saya lihat pak Sobri ada Bi? Lalu Valen Kamprat pergi sama siapa?" tanya Moko sambil menahan amarahnya.


"Maaf Tuan, Nyonya Valen Kamprat nyetir sendiri janjian sama teman - temannya di mall." jawab pelayan tersebut.


"Ya, sudah sana!" usir Moko dengan nada kesal.


"Baik Tuan, permisi." ucap pelayan tersebut yang mengerti kenapa Moko kesal.


"Hmm." Jawab Moko yang berupa deheman.


Moko duduk di sofa sambil memegang pelipisnya, rasa penyesalan yang teramat sangat karena ternyata gadis yang di hina habis - habisan ternyata lebih cantik dari istrinya terlebih ternyata sangat kaya melebihi kekayaannya.


Moko mengambil ponselnya untuk menghubungi istrinya. Namun Moko sangat terkejut begitu banyak notifikasi chat dari kartu kredit tanpa limit milik Moko yang diberikan oleh istrinya.


No. Kartu Kredit        :52XXXXXXXXXX78


Jumlah Transaksi        :24,616,000,00 IDR


Tanggal/Waktu Transaksi :20xx-01-01 09:41:56


No. Kartu Kredit        :52XXXXXXXXXX78


Transaksi        : 21,600,320,00 IDR


Tanggal/Waktu Transaksi :20xx-01-01 12:00:56


No. Kartu Kredit        :52XXXXXXXXXX78


Transaksi        :32,600,378,00 IDR


Tanggal/Waktu Transaksi :20xx-01-01 13:41:56


Masih banyak lagi pengeluaran dari istrinya, membuat hatinya sangat kesal betapa borosnya sang istri. Akhirnya Moko menghubungi bank untuk memblokir kartu kredit yang di pegang oleh sang istri yang sebentar lagi akan diusirnya dan juga akan diceraikannya.


Selesai menghubungi bank, Moko kemudian berjalan ke arah kamarnya untuk membersihkan tubuhnya yang lengket. Selesai mandi Moko memakai pakaian santai kemudian berjalan menuju ke meja makan.


Moko sangat terkejut tidak ada makanan di atas meja hal itu tentu saja membuat Moko sangat marah dan memanggil pelayannya.


"Kenapa tidak ada makanan sama sekali di meja???" Tanya Moko dengan nada membentak.


"Maaf Tuan uang buat belanja bulanan di ambil semuanya oleh Nyonya Valen Kamprat." jawab pelayan dengan wajah ketakutan.


"Sial, berarti kalian belum makan?" tanya Moko dengan wajah terkejut sekaligus menahan amarahnya terhadap Valen Kamprat.


"Belum Tuan dari tadi siang." jawab pelayan dengan wajah ketakutan.


Moko tidak menjawabnya kemudian Moko mengambil ponselnya dan memesan makanannya. Sedangkan pelayannya menunggu majikannya yang sedang menahan amarahnya.


"Bibi, Aku sudah pesankan makanan untukku dan untuk penghuni mansion. Nanti bilang ke pak Bejo makanannya sudah dibayar. Terus Aku minta tolong ambil semua barang milik istriku dan masukkan ke koper dan taruh di depan pintu, minta bantuan sama pak Sobri." pinta Moko dengan suara yang tidak sekeras tadi.


"Baik Tuan." jawab pelayan tersebut.


Pak Bejo adalah satpam yang menjaga rumahnya sedangkan pak Sobri adalah tukang kebun sekaligus merangkap sebagai sopir.


Moko menunggu istrinya pulang sambil duduk di sofa dengan menahan amarah yang meluap - luap.


xxxxx


Valen Kamprat dan teman - temannya berjumlah 8 orang terdiri dari 4 wanita termasuk Valen Kamprat dan 5 pria mereka bersenang - senang menikmati makanan di restoran mewah.


"Valen Kamprat terima kasih ya atas traktiran nya dan tolong beliin tas buatku ya." pinta salah satu temannya.


"Aku juga ya sudah di traktir setelah makan tolong beliin gaun." ucap teman satunya lagi.


Semua teman - temannya mengucapkan terima kasih termasuk para cowonya hal itu tentu saja membuat Valen Kamprat hanya tersenyum bangga.


Tidak berapa lama kemudian makananpun datang mereka menikmati makanannya. Selesai makan merekapun masih asyik mengobrol sampai lupa waktu.


"Hai Valen Kamprat, kamu tidak di cari sama suamimu?" tanya temannya penasaran.


"Ah paling dia belum pulang?" jawab Valen Kamprat dengan nada santai.


"Tahu darimana?" tanya temannya lagi.


"Ya tahulah, tadi pagi cerita kalau hari ini sibuk banget ada beberapa meeting di kantornya sama di kantor milik temannya." jawab Valen Kamprat masih dengan nada santai.


"Kalau ternyata suamimu bukan meeting di kantor melainkan mijit yang penting - penting di hotel bagaimana?" Tanya temannya.


"Tidak mungkinlah, Moko kan cinta mati sama aku?" ucap Valen Kamprat dengan penuh percaya diri.