Alessandra

Alessandra
Bagian Ke 41



"Tidak boleh." ucap seorang pria tampan yang tiba - tiba datang kemudian memeluk pinggang dokter Alesandra.


Dokter Alesandra membiarkan pria tampan tersebut memeluk dirinya karena dirinya tahu siapa pria tampan tersebut, siapa lagi kalau bukan Michael.


"Apakah Tuan mengenal wanita cantik ini?" Tanya Felix dengan wajah kecewa karena ternyata dokter Alesandra sudah ada pemiliknya terlebih pemiliknya adalah rekan bisnisnya.


"Tentu saja kenal. Dia adalah kekasihku dan sedikit nakal jadi harus di peluk agar tidak nakal. Benar begitu Sayang?" Tanya Michael sambil menarik dagu dokter Alesandra agar menatap dirinya.


'Oh mau bersandiwara? Baik akan Aku ikuti sandiwaramu.' ucap dokter Alesandra dalam hati.


Dokter Alesandra sangat kesal di sebut sedikit nakal membuat dokter Alesandra bersandiwara di mana hal itu tidak bisa dilupakan oleh Michael.


"Tentu saja benar sayang, maafkan kekasihmu yang nakal ini." Ucap dokter Alesandra kemudian mencium bibir Michael dengan singkat.


Tubuh Michael membatu ketika untuk pertama kalinya dirinya di cium oleh seseorang sedangkan dokter Alesandra menjilati bibirnya membuat Michael memalingkan wajahnya dengan wajah memerah.


"Sangat manis seperti biasanya." Ucap dokter Alesandra.


'Dulu kita sering melakukannya bahkan lebih dari sekedar ciuman.' Sambung dokter Alesandra dalam hati.


Felix yang melihatnya langsung memalingkan wajahnya kemudian pergi bersama ke dua wanita tersebut untuk melakukan cinta satu malam. Dokter Alesandra menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian berjalan meninggalkan Michael namun tangannya di tahan oleh Michael.


"Apakah kamu tidak mau bertanggung jawab?" Tanya Michael dengan nada kesal.


"Bertanggung jawab? Maksudnya?" Tanya ulang dokter Alesandra sambil membalikkan badannya dan menatap wajah tampan Michael.


"Kamu sudah menciumku sedangkan itu ciuman pertamaku." jawab Michael.


"Sama dong jadi kita sama dan Aku tidak perlu bertanggung jawab." Ucap dokter Alesandra dengan nada santai.


"Satu lagi temani Tuan Muda David karena sebentar lagi ada seseorang yang ingin berbuat jahat dengan cara memasukkan obat perang sang dosis tinggi ke dalam minuman Tuan Muda David." Sambung dokter Alesandra sambil menarik tangannya dengan paksa.


Dokter Alesandra langsung berjalan ketika tangan yang dipegang Michael terlepas sedangkan Michael melihat kepergiaan dokter Alesandra. Namun baru beberapa langkah dokter Alesandra membalikkan badannya untuk menatap Michael membuat Michael menaikkan salah satu alis matamya.


"Oh ya setelah ini kita tidak akan bertemu lagi karena Aku akan pergi keluar negri jadi Tuan Muda Michael tenang saja, wanita yang tidak punya malu dan sedikit nakal ini tidak lagi mengganggu Tuan Muda Michael." Ucap dokter Alesandra sambil berjalan mundur.


Dokter Alesandra kembali membalikkan badannya dan pergi meninggalkan Michael di mana Michael mencerna apa yang dikatakan dokter Alesandra.


"Aduh bodoh kenapa Aku tadi tidak meminta maaf? Aku tidak percaya kalau kita tidak akan bertemu lagi." Ucap Michael sambil membalikkan badannya dan berjalan ke arah David.


'Kenapa Aku sangat tidak nyaman ketika Alesandra memanggilku dengan sebutan Tuan Muda Michael? Besok Aku akan menemui Alesandra dan meminta jangan pergi keluar negri sekaligus meminta maaf atas semua perkataanku yang menyakitkan.' sambung Michael dalam hati yang tidak ingin dokter Alesandra pergi dari kehidupannya.


Michael memegangi bibirnya dimana bibirnya untuk pertama kalinya di cium oleh seorang wanita dan wanita itu adalah dokter Alesandra. Michael melihat David masih mengobrol dengan Ferguson beserta istri dan putri semata wayangnya yang bernama Stefanie.


"Tuan David, Saya ada rencana mau buat proyek baru. Apakah Tuan David bersedia melakukan kerja sama?" tanya Ferguson penuh harap.


"Boleh saja." jawab David.


"Bagus. Saya sangat senang melakukan kerja sama dengan Tuan David tapi karena fisik Saya yang sudah tua dan tidak muda lagi maka Saya menyerahkan putri kesayangan kami untuk menggantikan ku." ucap Ferguson yang sengaja mendekatkan putrinya dengan David.


"Tidak masalah bukan kalau putriku yang menggantikan pekerjaanku?" tanya Ferguson.


"Tidak masalah buatku." Jawab David yang mulai merasakan tubuhnya panas dan sangat tidak nyaman.


"Kalau begitu, Tuan David silahkan berbicara dengan putri kesayangan ku untuk membicarakan tentang proyek barunya." pinta tuan Ferguson.


"Ok." jawab David dengan singkat.


"Mari Tuan kita bicarakan tentang proyek baru yang akan kita kerjakan di kamarku karena semua datanya ada di kamarku." ucap Stefanie sambil tersenyum bahagia karena reaksi obatnya sudah mulai bereaksi.


Stefanie menarik tangan David sedangkan David yang merasakan tubuhnya semakin panas mencari Michael sambil menepis tangan Stefanie.


David melihat Michael yang sedang menatap dirinya membuat David memberikan kode ke arah Michael dan Michael langsung mengerti, Michael berjalan dengan cepat mendekati mereka berdua.


"Nona Stefanie, maaf besok saja bicaranya. Saya ingin istirahat dulu, Michael antarkan aku ke kamarku." pinta David sambil berjalan meninggalkan pesta tersebut.


"Saya antar ke kamar tuan David." ucap Stefanie menawarkan diri sambil berjalan mengikuti langkah David.


"Tidak, terima kasih. Ayo Michael." pinta David sambil menahan hasratnya yang sudah mulai meninggi dan butuh pelampiasan.


"Baik Tuan. Maaf Nona." jawab Michael sambil membantu David berjalan menuju ke kamar David yang kebetulan bersebelahan dengan kamarnya.


'Si*l ... Aku akan menyusulnya karena obat perang**ng itu sangat tinggi dan bisa dipastikan Tuan David pasti butuh pelampiasan." ucap Stefanie dalam hati sambil memandangi mereka berdua berjalan menuju ke arah pintu lift.


"Michael ada yang memberikan obat perangsang, sepertinya minuman alkohol yang Aku minum mengandung obat perangsang yang sangat tinggi. Kamu selidiki siapa yang berani memasukkan obat itu dan kamu kunci pintu kamarku agar siapapun tidak ada yang bisa masuk ke kamarku." pinta David sambil menggigit bibirnya hingga berdarah.


"Baik Tuan Muda." jawab Michael dengan wajah terkejut pasalnya dirinya tiba - tiba ingat dengan apa yang dikatakan oleh dokter Alesandra.


"Satu lagi temani Tuan Muda David karena sebentar lagi ada seseorang yang ingin berbuat jahat dengan cara memasukkan obat perang sang dosis tinggi ke dalam minuman Tuan Muda David."


'Kenapa perkataan Alesandra tepat? Siapa pelakunya? Kenapa Alesandra bisa tahu apa yang terjadi di masa depan?' Tanya Michael beruntun dalam hati.


Pintu lift terbuka kemudian mereka berdua keluar dari kotak persegi empat tersebut. David dan Michael berjalan dengan langkah cepat hingga mereka berhenti tepat di depan pintu kamar David kemudian Michael membuka pintu kamar David tapi terkunci dari dalam.


"Nyonya Karen." panggil Michael sambil mengetuk pintu.


Walau dokter Karen tertidur dengan pulas tapi jika mendengar suara langsung terbangun. Dokter Karen menurunkan ke dua kakinya sambil menahan rasa kantuknya.


Dokter Karen membuka pintu kamarnya dan David langsung berjalan dengan langkah cepat hingga menabrak bahu dokter Karen. Dokter Karen hampir saja terjatuh jika saja Michael tidak menarik tangan dokter Karen agar tidak terjatuh.


Setelah dokter Karen berdiri dengan tegak sempurna barulah Michael melepaskan tangannya. Dokter Karen melihat David berjalan dengan langkah lebar menuju ke arah kamar mandi untuk berendam di bathtub dengan air dingin sambil melepaskan seluruh pakaiannya.


"Michael ada apa dengan suamiku?" tanya Michael dengan wajah kuatir.


"Ada seorang yang memberikan obat perang x sang, kalau Nyonya sangat mencintai Tuan David lakukanlah." ucap Michael.


Dokter Karen menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap ke arah Michael.


"Baiklah aku akan melakukannya." ucap dokter Karen.


"Nyonya Karen, kunci pintunya. Saya akan menjaga di depan pintu sambil menunggu orang yang mencurigakan." ucap Michael sambil membalikkan badannya dan meninggalkan dokter Karen berdua dengan David.


Dokter Karen mengunci pintunya kemudian membalikkan badannya menuju ke arah kamar mandi. Dokter Karen melihat suaminya bangun dari bathtub dan berjalan ke arah shower kemudian memutar kran shower sambil menekan ujung tombak saktinya yang sudah berdiri dengan tegak sempurna.


Dokter Karen melihat hal itu tidak tega membuat dokter Karen melepaskan pakaiannya satu persetu hingga polos tanpa sehelai benangpun.


Dokter Karen berjalan ke arah lemari yang ada di dalam kamar mandi untuk mengambil handuk kemudian berjalan ke arah suaminya.


"Honey." panggil dokter Karen sambil tangan kirinya memutar kran shower dan otomatis air shower berhenti mengalir.


Dokter Karen mengeringkan tubuh suaminya yang basah yang terkena air dingin hingga kering. Setelah kering dokter Karen melempar handuknya ke arah wastasfel kemudian tangan kanannya memeluk suaminya dari arah belakang dan tangan kirinya memegang wortel import milik suaminya.


"Kamu pergilah." ucap David sambil menahan hasratnya akibat pelukan dan memainkan wortel importnya yang dilakukan oleh dokter Karen.


"Honey, Aku tahu honey sangat tersiksa jadi lakukanlah denganku terlebih kita sudah resmi menikah." ucap dokter Karen sambil tangannya maju dan mundur ke wortel import milik suaminya.


"Ahhh.." Suara merdu David keluar karena tangan Karen memainkan tombak saktinya dengan lembut sambil maju dan mundur.


David yang sudah tidak bisa membendungnya akhirnya membalikkan badannya dan menggendong dokter Karen ala bridal style sambil berciu**n kemudian melum**nya menuju ke arah ranjang.


Sampai di ranjang David membaringkan tubuh dokter Karen dengan lembut kemudian menaikinya. Suara merdu keluar dari mulut dokter Karen membuat hasrat David tidak bisa di bendung lagi setelah di rasa cukup David menyatukan tubuhnya.


"Sttt sakittttt!" Teriak dokter Karen.


Dokter Karen memeluk David dengan kencang untuk mengurangi rasa sakit yang luar biasa karena bagian privasinya terasa perih hingga dokter Karen mengeluarkan air matanya.


"Nanti lama - lama enak sayang." bisik David yang merasakan nikmat tiada tara sampai ke ubun-ubun menikmati jepitan yang sangat sempit milik dokter Karen sambil menggoyangkan pinggulnya secara perlahan agar dokter Karen tidak merasakan terlalu sakit.


Dari rasa perih lama - lama terasa nikmat dan dokter Karen pun mulai mengeluarkan suara merdunya membuat David menggoyangkan pinggulnya dengan cepat hingga tidak berapa lama akhirnya wortel import milik David mengeluarkan laharnya ke dalam rahim milik dokter Karen.


David menarik tubuhnya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping dokter Karen lalu memeluknya.


"Terima kasih sayang, ternyata enak sekali." ucap David sambil tersenyum bahagia.


Dokter Karen hanya tersenyum dan membalas pelukan David sambil kepalanya bersandar di dada bidang suaminya. Namun satu jam kemudian wortel import milik David menegang kembali.


"Sayang lagi ya." pinta David sambil menaiki tubuh polos dokter Karen.


Dokter Karen hanya menganggukkan kepalanya hingga David menyatukan kembali tubuhnya. Hingga 3 kali barulah David berhenti dan selama melakukan itu David selalu memasukkan laharnya ke dalam rahim dokter Karen.


Hingga akhirnya mereka tertidur dengan sangat pulas sambil berpelukan dengan tubuh masih polos tanpa sehelai benangpun sambil memberikan kehangatan masing - masing.


Michael yang berjaga di depan pintu di lempar sesuatu oleh seseorang, Michael yang selalu waspada menangkap benda tersebut yang berupa kertas. Michael yang iseng merapikan kertas tersebut yang ternyata ada tulisan membuat Michael membacanya.


"Apa? Pelakunya wanita itu?" Tanya Michael dengan wajah terkejut sambil melihat sekeliling ruangan.