Alessandra

Alessandra
Novel : Suamiku Seorang Psycophath 29



"Akhhhhhhhhhhh..." teriak pria tersebut.


Tiba-tiba datang empat orang kemudian salah satu menembak pria tersebut membuat pria tersebut berteriak kesakitan ketika dadanya terkena luka tembak.


"Anda siapa?" tanya salah satu pria sambil mengarahkan pistolnya ke arah Alessandra.


'Menghilang dan mereka tidak mengingat kalau Aku ada di sini termasuk orang yang melihat ku.' ucap Alessandra dalam hati.


Whushh


Tiba-tiba Alessandra menghilang dari hadapan mereka dan kini Alessandra berada di dalam kamar mandi.


Ctak


Alessandra menjentikkan jarinya kemudian pakaiannya yang tadi menggunakan pakaian ninja kini berganti memakai dress yang semula di pakainya.


Tok Tok Tok


"Alessandra .... Alessandra..." Panggil Leon sambil mengetuk pintu kamar mandi.


Ceklek


Alessandra membuka pintu kamar mandi dan melihat wajah Leon yang terlihat sangat kuatir.


Grep


"Maaf la ..." Ucapan Alessandra terputus karena tiba-tiba Leon memeluk dirinya.


"Syukurlah, Kamu tidak apa-apa. Aku sangat takut terjadi sesuatu denganmu." Ucap Leon dengan nada lirih sambil masih memeluk Alessandra.


"Akukan hanya ke kamar mandi." Ucap Alessandra sambil membalas pelukan Leon.


"Aku tahu, tapi Aku takut Kamu terluka." Ucap Leon.


Alessandra melepaskan pelukan nya kemudian tersenyum menatap Leon yang masih terlihat jelas wajah kuatirnya.


Grep


"Aku tidak apa-apa apalagi Aku bisa bela diri jadi orang tidak akan bisa melukai diriku." Ucap Alessandra sambil menggenggam pipi Leon.


"Tapi tetap saja kuatir." Ucap Leon sambil membalas menggenggam tangan Alessandra.


"Maaf kalau membuat suami tampan ku kuatir." Ucap Alessandra merasa bersalah.


'Apakah ini perasaan pemilik tubuh di mana pemilik tubuh merasa bersalah karena telah membuat Tuan Leon kuatir sekaligus merasa terharu karena Tuan Leon sangat perduli dengan pemilik tubuh.' sambung Alessandra dalam hati.


"Oh ya, apakah sudah di tangkap?" Tanya Alessandra mengalihkan pembicaraan.


"Sudah, sekarang Kita bisa keluar dari butik ini." Jawab Leon.


Dua puluh lima menit kemudian mereka sudah sampai di mansion dan kini mereka menaiki anak tangga satu demi satu menuju ke kamar mereka.


"Alessandra." Panggil Leon sambil memeluk pinggang Alessandra.


"Ya." Jawab Alessandra singkat sambil menyandarkan kepalanya di bahu Leon.


"Aku sudah menghubungi pengacara untuk datang besok." Ucap Leon.


"Datang ke mansion?" Tanya Alessandra memastikan.


"Ya." Jawab Leon singkat.


"Untuk apa?" Tanya Alessandra.


"Untuk merubah surat perjanjian pernikahan Kita." Jawab Leon.


"Kenapa di rubah?" Tanya Alessandra pura-pura tidak tahu.


"Karena Aku sangat mencintaimu oleh sebab itu Aku ingin merubah surat perjanjian Kita kalau semua aset milikku akan Aku berikan untuk istriku dan juga anak Kita nantinya." Jawab Leon.


"Lebih baik untuk anak Kita saja." Ucap Alessandra.


"Kenapa? Biasanya wanita akan senang diberikan harta sebanyak itu." Ucap Leon sambil menghentikan langkahnya tepat di depan pintu kamarnya.


Ceklek


"Itu untuk wanita dil uaran sana dan tidak berlaku untuk diriku. Aku mempunyai suami tampan dan mencintaiku dengan tulus itu sudah lebih dari cukup karena Aku tidak ingin serakah.'' Jawab Alessandra sambil masuk ke dalam kamar dan diikuti oleh Leon.


Grep


Leon tersenyum mendengar ucapan Alessandra kemudian Leon memeluk tubuh Alessandra dari arah depan.


'I Love You.' Bisik Leon tepat di telinga Alessandra.


"I Love You Too." Jawab Alessandra.


'Sistem ganti dengan pemilik tubuh.' Ucap Alessandra dalam hati.


Hening


Hening


'Aduh gawat, masa Aku melakukan hubungan suami istri dengan Tuan Leon.' Ucap Alessandra dalam hati.


'Apa yang harus Aku lakukan?' Tanya Alessandra dalam hati.