
Ririn pun mulai menceritakan dimana dia bekerja sebagai bodyguard.
FLASHBACK ON
Ibu Ririn sudah meninggal karena itu Ririn tinggal dengan bapaknya dan beberapa tahun kemudian bapaknya menikah lagi dengan seorang janda beranak satu bernama Bianca.
Ibu tirinya sangat baik terhadap Ririn dan tidak membeda - bedakan anak kandungnya dengan anak tirinya begitu juga dengan Bianca yang selisih hanya satu tahun dengan Ririn.
Mereka hidup sangat bahagia tidak ada percekcokan membuat Bapaknya Valen dan putrinya yang bernama Valen sangat bahagia dan menerima kehadiran mereka berdua.
Kebahagiaan mereka hanya sesaat dikarenakan bapaknya Ririn dan ibu tirinya mengalami kecelakaan. Ibu tirinya meninggal di lokasi kejadian sedangkan bapaknya Ririn kritis.
Di rumah sakit tepatnya di ugd Ririn dan Bianca di panggil oleh dokter. Mereka berdua masuk ke dalam dan melihat bapaknya yang terbaring lemah. Ririn dan Bianca mendekati ranjang bapaknya.
Bapaknya menatap satu persatu Ririn dan Bianca dua gadis yang sangat disayangi karena mereka berdua anak yang penurut dan tidak pernah membantah perkataan orangtuanya.
"Ririn, Bapak ingin jujur padamu dan maafkan bapak karena baru bilang sekarang." ucap bapaknya dengan nada lirih.
"Bapak, Ririn ingin Bapak lekas sembuh." ucap Ririn sambil memegang tangan bapaknya
"Umur Bapak sudah tidak lama lagi Rin." ucap Bapaknya Ririn dan Bianca dengan suara lirih
"Bapak jangan ngomong seperti itu." pinta Ririn sambil menangis diikuti oleh Bianca ikut menangis.
"Ririn dengarkan bapak sebenarnya kamu bukan anak kandung bapak, waktu kamu masih bayi orangtuamu dibunuh oleh perampok. Waktu itu bapak bekerja sebagai kepala pelayan di rumah orangtuamu." ucap bapaknya Ririn dan Bianca.
"Perampok itu tidak membunuhmu dan menyuruh bapak untuk membawamu keluar dari rumah besar itu." sambung bapaknya Ririn dan Bianca.
"Bapakpun pergi ke rumah bapak karena istri bapak tidak mempunyai anak maka kami mengangkatmu sebagai anak." sambung bapaknya Ririn dan Bianca.
"Selang beberapa tahun kemudian bapak kembali ke rumah itu dan ternyata rumah itu sudah dibeli oleh orang lain. Bapak tidak tahu siapa yang menjualnya dan sejak saat itu bapak dan ibu merawatmu sampai sekarang, maafkan bapak." ucap bapaknya Ririn dan Bianca.
"Tidak pak, Ririn tidak menyalahkan bapak dan terima kasih atas rahasia yang selama ini di simpan dengan rapat karena Ririn mengerti dan Ririn mengucapkan terima kasih bapak dan Ibu merawat Valen sejak bayi." ucap Valen dengan nada tulus.
Bapaknya Ririn sangat bersyukur karena Ririn tidak marah padanya.
"Ririn dan Bianca walau kalian tidak ada hubungan saudara tapi bapak minta agar kalian saling membantu." ucap bapak Ririn dan Bianca sambil memegang tangan Valen dan Bianca kemudian disatukan.
tittttttttttt
"Bapak!!!" teriak Ririn dan Bianca bersamaan.
Bapaknya Ririn dan Bianca meninggal sambil tersenyum bahagia.
Sejak itu mereka tinggal berdua hingga Ririn lulus SMA, Ririn melamar bekerja menjadi bodyguard karena dulu waktu sd hingga sma Ririn belajar ilmu bela diri begitupula dengan Bianca belajar bela diri dari sd sampai smp sekarang Bianca masuk sekolah sma.
Hari pertama bekerja sebagai bodyguard Ririn bekerja dengan bos seorang wanita dan sangat cocok dengan Ririn.
Ririn diajarkan cara menembak dan dikuliahkan oleh bosnya begitupula dengan Bianca ikut dibayarkan oleh bosnya Ririn.
Bosnya sangat baik tapi sayang kekasihnya mengkhianatinya dengan cara berselingkuh dengan wanita lain dan semua harta bendanya di kuras. Bosnya di tembak mati oleh kekasihnya membuat Ririn marah dan membalas perbuatan kekasih bosnya.
Kekasih bosnya dan pacarnya mati di tembak Ririn kemudian Ririn pulang ke rumah untuk membawa adiknya pindah ke kota lain dengan uang pemberian terakhir bosnya sebelum meninggal dunia.
Ririn tinggal di kota lain membeli rumah kecil tapi nyaman, Ririn tinggal bersama adiknya yang bernama Bianca. Ririn mencoba melamar bekerja menjadi bodyguard lagi. Kuliahnya tidak dilanjutkan lagi sedangkan Bianca pindah sekolah dengan sisa uang pemberian bosnya.
Ririn di terima bekerja mengawal seorang gadis anak dari CEO. Gadis itu sangat cantik dan seksi tapi sifatnya berbanding terbalik sikapnya yang sombong, manja, judes dan memerintah dengan seenaknya.
Sebenarnya Ririn tidak betah bekerja menjadi bodyguard gadis itu tapi karena gajinya yang lumayan besar bisa membantu adik tirinya membayar sekolah terpaksa dibetah - betahin.
Tiga bulan kemudian gadis itu dijodohkan oleh keluarganya seorang ceo tampan. Ceo tersebut datang bersama keluarganya untuk acara perjodohan. Ririn dan ceo tersebut bertemu dan entah kenapa ke dua jantung mereka saling berdetak.
Ririn yang tahu akan statusnya berusaha untuk menghilangkan perasaan itu. Acara perjodohanpun selesai dan masing - masing setuju akan perjodohan ini sedangkan ke dua anaknya hanya menerima dan menuruti permintaan keluarganya.
Ririn selalu di bawa oleh nona mudanya itu kemanapun dirinya pergi selalu ada Ririn termasuk menemui kekasihnya.
Sepandai - pandainya melompat akhirnya ketahuan juga seperti terjadi dengan Ririn dengan kekasih majikan, Mereka yang saling mencintai akhirnya ketahuan oleh orangtua gadis itu.
Ririn di pecat menjadi bodyguard dan di usir tanpa uang pesangon sama sekali. Ririn dengan sedih keluar dari mansion tempat dia bekerja. Sedangkan kekasihnya ingin menikah tapi terhalang restu oleh orangtuanya karena orangtuanya sudah menyetujui perjodohannya.
Ririn dan adik angkatnya pindah ke luar kota kembali untuk menata hidup dan melupakan semua yang terjadi karena kabar yang di dengar Ririn kekasihnya meninggal dunia ketika pulang dari kantor.
FLASHBACK OFF
"Sabar ya Rin, suatu saat pasti kamu akan dipertemukan jodohmu yang baik dan keluargamu menyetujui hubungan kalian. Anggaplah aku temanmu dan ceritakan jika ada masalah padaku dan aku usahakan untuk membantumu begitupula denganmu Valen." ucap Alessandra sambil berdiri dan memeluknya.
Ririnpun ikut berdiri dan membalas pelukannya. Rasa pedih hatinya berkurang karena ada Alessandra untuk berbagi cerita. Ririn bahagia mempunyai majikan yang baik dan perduli padanya.
"Kalian berdua aku terima bekerja dan silahkan ikuti Aku. Aku akan tunjukkan kamar buat kalian berdua." ucap Alessandra sambil tersenyum.
Mereka berdua bahagia bisa di terima bekerja dengan majikan yang sangat cantik dan juga baik hati.
xxxxx
Tidak terasa hari sudah sore Michael pulang dari kantor di sambut oleh istrinya di depan pintu mansion. Mereka berjalan sambil berpelukan dan tersenyum bahagia.
Kamar Michael dan Alessandra pindah di lantai satu agar Alessandra tidak lelah. Alessandra dan Michael membuka pintu kamarnya dan masuk ke dalam kamar mereka.
Dua pasang mata memperhatikan Michael dan Alessandra yang sangat mesra penuh rasa iri hati dan dendam.
Pagi hari terasa cerah, seperti biasa Alessandra bangun jam 5 pagi, membasuh wajahnya kemudian sikat gigi. Alessandra berjalan keluar kamar untuk menuju dapur.
Alessandra memasak kesukaan suaminya dan menatanya di meja makan. Alessandra masuk kembali menuju kamarnya mengambil pakaian yang agak tertutup agar suaminya bisa mengurangi gejolak hasratnya yang tinggi.
Alessandra kini selesai mandi dan berpakaian rapih kemudian menyiapkan air hangat untuk suaminya mandi. Selesai menyiapkan air hangat Alessandra berjalan mendekati suaminya dan berusaha membangunkan suaminya secara perlahan.
"Sayang bangun donk." pinta Alessandra sambil menoel - noel pipi suaminya.
"Hmm... sayang masih ngantuk." ucap Michael dengan mata terpejam.
cup
Alessandra mengecup bibir suaminya agar terbangun dan benar saja Michael pun langsung terbangun dan duduk di ranjang.
"Sayang lihatlah ulahmu, adik keciku ikutan menegang." Adu Michael sambil menunjukkan adik kecilnya.
Alessandra hanya tersenyum memandangi suaminya yang sangat mesum.
" Sabar sayang tunggu aku lahiran." ucap Alessandra tersenyum nakal"
"Hah... lamanya? kasihan setiap malam main sabun terus." gerutu Michael.
"Jadi suamiku menyesal aku hamil ya?" tanya Alessandra dengan wajah pura-pura cemberut.
"Ah ngga sayang, suamimu ini sangat senang kok mempunyai anak jadinya mansion ini tidak sepi lagi karena akan terdengar suara bayi." jawab Michael.
"Oh kirain, ya sudah sana mandi sudah siang, aku sudah siapin air hangat takut nanti dingin lagi."pinta Alessandra.
"Iya sayang, Aku akan mandi." ucap Michael.
Michaelpun berjalan dan masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Alessandra menyiapkan pakaian kerja suaminya.
Alessandra keluar dari kamarnya dan menuju ke dapur untuk menyiapkan kopi dan diletakkan di atas meja makan sambil menunggu suaminya di meja makan bersama Mommy Elisabeth.
Tiba-tiba waktu berhenti.
"Apakah Nona sudah tahu?"