
Setengah jam kemudian Federick dan dokter Sandra sudah sampai di rumah sakit. Sampai di rumah sakit Federick mulai memeriksa piring dan gelas yang tadi digunakan oleh dokter Karen sedangkan dokter Sandra berjalan ke arah ruanganya untuk memakai pakaian oprasi.
Setelah setengah jam, Federick menghembuskan nafasnya dengan kasar dan menatap sahabatnya dan berganti menatap ke arah David.
"Sisa bubur di mangkok ini dan gelas mengandung racun yang sangat berbahaya." ucap Federick sambil melepaskan sarung tangannya dan membuangnya di tong sampah.
"Apa?? siapa yang ingin membunuhku?" ucap David dengan wajah terkejut.
"Maksud tuan?" tanya Michael dengan wajah bingung.
"Sebenarnya bubur dan minuman itu untukku tapi istri ku yang memakannya karena aku sudah makan bubur buatannya." Jawab David menjelaskan apa yang terjadi secara singkat.
"Coba aku cek apakah ada racun di tubuh Tuan Muda David." ucap Federick.
"Silahkan." jawab David dengan singkat.
'Aku juga penasaran apakah istriku meracuniku atau tidak. Jika benar istriku meracuniku berarti dia kena karma nya." ucap David dalam hati yang selalu berprasangka buruk terhadap dokter Karen.
Federick mengambil sample darah David namun sebelumnya Federick mengambil sarung tangan yang baru yang selalu dibawanya dan di simpan di dalam tas kemudian mengeceknya dengan alat canggihnya hanya menunggu kurang dari lima menit sudah diketahui hasilnya.
"Tidak ada racun di tubuh Tuan David tapi Tuan David kurangi makannya karena bisa mengakibatkan..." ucap Federick yang menggantung kalimatnya.
"Mengakibatkan apa?" tanya David penasaran begitu pula dengan Michael.
"Maaf Tuan David bisa mengakibatkan kegemukan." Jawab Federick sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Waktu itu dokter bilang Aku di suruh makan pas Aku makan banyak yang ada di komplain yang benar yang mana sich!" omel David dengan nada satu oktaf.
"Waktu itu Tuan Muda David jarang makan dan kalau makan hanya sedikit tapi semenjak Tuan Muda David menikah dan Nyonya Karen memasak buat Tuan Muda David, Tuan Muda David makan seperti orang tidak pernah makan." celetuk Michael.
"Habis apapun masakannya semua enak jadi aku ingin nambah dan nambah makan." ucap David menjelaskan dan intonasi suaranya tidak setinggi tadi.
"Iya sampai saya dan sahabat Tuan Muda David juga minta tidak di kasih padahal ada dua rantang." celetuk Michael lagi.
"Michael, kamu mau gajimu di potong?" tanya David sambil menatap tajam ke arah Michael.
"Tenang Michael, kerja sama aku saja." ucap Federick dengan nada santai.
"Aish tidak bisa, Aku hanya pura - pura mengancamnya. Oh iya kita belum kenalan, namaku David." ucap David memperkenalkan dirinya
"Aku Federick." ucap Federick ikut memperkenalkan dirinya.
"Tuan Federick aku ingin bertanya apakah jenis racun di tubuh istriku berbahaya dan mengancam nyawanya?" tanya David dengan wajah kuatir.
"Panggil saja Federick, setiap racun di tubuh seseorang mengalami reaksi yang berbeda - beda. Aku harus mengecek sample darahnya terlebih dahulu." Jawab Federick.
"Kalau begitu kita ke tempat istriku dan Michael retas cctv siapa orang yang telah berani meracuniku." ucap David dengan nada dingin.
"Baik Tuan Muda David." jawab Michael.
David dan Federick berjalan menuju ke tempat dokter Karen diperiksa dan diobati. Sedangkan di tempat yang sama namun berbeda ruangan di mana dokter Alesandra mengetahui kalau dokter Sandra sebentar lagi datang begitu pula dengan David dan Federick.
Dokter Alesandra langsung meminta bantuan sistem agar dirinya, dokter Karen dan perawat berada di ruang operasi. Setelah berada di ruang operasi bersamaan perawat tersebut tersadar dan meminta perawat memanggil dokter Sandra untuk datang bersama dokter - dokter dan dua perawat lainnya yang bertugas di ruang operasi.
"Karen ini pil tidur di mana untuk sementara kamu akan tidur selama empat atau lima jam tapi di sepuluh menit kemudian Kamu sadar sebentar lalu tertidur kembali agar suamimu dan yang lainnya tidak curiga kalau kamu sebenarnya tidak sadarkan diri." Ucap dokter Alesandra sambil memberikan plastik clip yang berisi satu tablet.
Dokter Karen tanpa curiga sedikitpun menerima obat tersebut kemudian menelannya sedangkan dokter Alesandra yang melihat dokter Karen menelan obat memberikan botol kecil yang berisi air mineral.
Dokter Alesandra juga menjelaskan apa yang harus dilakukan oleh dokter Karen sedangkan dokter Karen mendengarkan dengan seksama tanpa banyak komentar.
'Demi kebahagiaan kami, Aku rela melakukan segalanya dan semoga suamiku sifatnya bisa berubah.' Ucap dokter Karen dalam hati.
'Semoga rencana ini berjalan dengan lancar dan Aku bisa kembali ke dunia bersama keluargaku.' Ucap dokter Alesandra dalam hati yang tidak bisa mendengarkan suara hati dokter Karen.
Tiba - tiba pintu kamar oprasi terbuka dengan lebar membuat dokter Alesandra menatap ke arah pintu dan melihat dokter Sandra datang dan diikuti oleh dokter lainnya berserta perawat bersamaan dokter Karen tertidur dengan pulas,
Sepuluh menit kemudian David dan Federick membuka pintu ruang oprasi dan mereka melihat doker Karen sedang berbaring dengan berbagai alat bantuan. Sebenarnya David dan Federick dilarang masuk namun David memaksanya masuk sekaligus mengatakan hanya sebentar saja.
Dokter Sandra dan dokter Alesandra menengok ke arah pintu kemudian memalingkan wajahnya kembali ke arah dokter Karen. David dan Federick berjalan mendekati mereka, Federick menatap dokter Sandra tanpa berkedip. Jantungnya berdetak kencang terlebih melihat leher putih mulus milik dokter Sandra.
"Bagaimana keadaan istriku?" tanya David sambil berjalan mendekati istrinya yang terbaring dengan wajahnya sudah mulai putih seperti kapas.
Dokter Sandra menghembuskan nafasnya dengan kasar dan menatap wajah David.
"Keadaannya semakin kritis, detak jantungnya sudah mulai melemah." Jawab dokter Alesandra.
Tidak berapa lama dokter Karen perlahan membuka matanya dan menatap ke dua sahabatnya kemudian pandangan mata nya berpindah ke arah suaminya sambil menatapnya dengan tatapan sendu.
"Su...ami...ku...ma...af..kan... a..ku.. I... Love...You..." ucap dokter Karen terbata - bata sambil tangannya membelai wajah suaminya.
tittttttttttttttttttttt
Terdengar suara nyaring dari alat denyut jantung dokter Karen bersamaan jatuhnya tangan dokter Karen membuat dokter Sandra mengambil alat pengejut jantung tapi sudah keduluan dokter Alesandra. Di mana dokter Alesandra pura - pura menekan - nekan dada dokter Karen mengingat dokter Karen dalam kondisi tidur akibat obat pemberian dokter Alesandra.
Tanpa sadar David menangis hatinya terasa sakit ketika istrinya harus pergi meninggalkan dirinya. Federick mengambil suntikan untuk mengambil sampel dokter Karen kemudian mulai mengeceknya.
'Buat darah yang di ambill dari Karen berubah menjadi darah banyak racun berbahaya.' Ucap dokter Alesandra dalam hati.
"Pembelian suntikan yang berisi darah sudah berubah menjadi darah banyak racun berbahaya berhasil dan poin dikurangi seratus."
Federick mendeteksi racun yang dulu diberikannya dan racun dari makanan membuat kondisi dokter Karen langsung turun dratis. Federick memberikan penawarnya kemudian di suntik kan ke tubuh Karen. Awalnya dokter Sandra dan dokter Alesandra melarangnya tapi karena alat pengejut jantung juga tidak berfungsi membiarkan Federick melakukannya.
'Ubah suntikan itu menjadi cairan vitamin dan buat Karen kejang - kejang.' Ucap dokter Alesandra dalam hati.
Dokter Alesandra terpaksa melakukan hal itu karena pada dasarnya tubuh dokter Karen tidak ada racunnya. Dokter Alesandra tidak bisa melarang Federick karena bisa dipastikan curiga karena itu dokter Alesandra meminta bantuan sistem.
"Pembelian untuk mengubah suntikan menjadi vitamin dan membuat Nona Karen berhasil dan poin dikurangi seratus lima puluh."
Setelah agak lama tubuh dokter Karen mulai kejang - kejang dan banyak mengeluarkan cairan dan busa dari mulutnya. Dokter Sandra membersihkan mulut dokter Karen menggunakan tissue dengan dibantu sahabatnya dokter Sandra yaitu dokter Alesandra.
"Kenapa cairan dan busa keluar terus dari mulut Karen?" tanya David.
"Itu racun sebagian sudah keluar." Jawab Federick yang tidak tahu kalau itu perbuatan sistem atas permintaan dokter Alesandra.
"Kenapa sebagian lagi tidak di keluarkan?" tanya David.
"Kemungkinan sebagian lagi sudah melekat di organ penting, aku akan mengecek sampai dimana racun itu mengendap dan mencari penawarnya." ucap Federick.
"Carilah obatnya dan Aku akan bayar berapapun harganya." ucap David
"Baik." jawab Federick.
"Nyonya Karen kondisinya sudah mulai stabil dan sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang perawatan." ucap dokter Alesandra yang tidak ingin dokter Karen di suntik dan diperiksa oleh Federick mengingat dokter Karen baik - baik saja.
"Kamu mengenalnya?" tanya David yang tidak memperhatikan wanita lain selain istrinya.
"Kami bertiga adalah sahabat yang terdiri dari Aku, Karen dan sebelahku dokter Alesandra." ucap dokter Sandra yang menjawab pertanyaan David.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya dokter Alesandra pura - pura tidak tahu.
"Makanan bubur dan minuman yang disediakan di rumah sakit di kasih racun. Sebenarnya bubur dan minuman itu untukku tapi di makan oleh Karen ." Jawab David menjelaskan.
"Apa?" teriak dokter Alesandra dan dokter Sandra dengan serempak sambil menampilkan ekspresi terkejut padahal mereka sudah tahu.
"Apa pelakunya sudah ditemukan?" tanya dokter Alesandra pura - pura tidak tahu.
"Belum." jawab David dengan singkat.
"Sayangnya Karen lagi sakit." ucap dokter Alesandra sambil pura - pura menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu memasang wajah sedih.
"Memangnya apa hubungannya?" tanya David dengan wajah bingung.
"Sahabatku sangat pintar it jadi bisa meretas siapa pelakunya." Jawab dokter Alesandra.
'Sebenarnya Aku juga bisa tapi tidak mungkin Aku mengatakannya.' Sambung dokter Alesandra dalam hati,
"Kalau begitu kami permisi dulu, sebentar lagi perawat akan datang membawa sahabatku dokter Karen." ucap dokter Sandra.
"Tunggu sebentar." ucap Federick
Dokter Sandra dan dokter Alesandra menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya menatap Federick.
"Aku ingin pinjam lab untuk mengecek kondisi Nyonya Karen." ucap Federick menjelaskan.
"Sandra kamu saja yang menemani Tuan Muda ...." Ucap dokter Alesandra menggantungkan kalimatnya sambil pura - pura berpikir.
"Federick." Jawab Federick yang mengetahui kalimat selanjutnya.
"Baik, Sandra kamu temani Tuan Muda Federick ke lab karena aku hari ini ada jadwal operasi dua jam lagi." ucap dokter Alesandra.
"Ok." jawab dokter Sandra dengan singkat.
Federick dan dokter Sandra berjalan berdampingan menuju ke arah laboratorium. Sedangkan dua perawat mendorong brankar di mana dokter Karen berbaring dengan diikuti oleh David dan dokter Alesandra.
Namun ketika David melihat ternyata dua perawat tersebut pria membuat David tidak mau brangkar di dorong oleh dua perawat pria yang masih muda karena itulah David yang mendorongnya menuju ke ruang perawatan.
'Buat hasil labarorium membuat David dan Federick terkejut.' Ucap dokter Alesandra dalam hati.
'Pembelian perubahan lab berhasil dan poin dikurangi dua ratus lima puluh poin,"
"Selamat rencana berhasil, Nona mendapatkan seribu lima ratus poin dan berlanjut ke rencana berikutnya."
'Rencana berikutnya apa?' Tanya Alesandra penasaran.