
"Apa yang kalian lakukan terhadap orang tuaku hah!" Teriak dokter Karen sambil xmenatap ke arah ke sepuluh orang yang berada di situ.
Salah satu pria tampan yang mendengar teriakan dokter Karen, menatap sinis ke arah dokter Karen dan juga ke arah ke dua sahabat dokter Karen.
bugh
bugh
bugh
bugh
Dokter Karen, dokter Sandra dan dokter Alesandra memukul para bodyguard milik pria tampan tersebut hingga pada akhirnya ....
"Jika sekali lagi memukul anak buahku maka ke dua orang tuamu akan aku tembak." ancam pria tampan tersebut.
Dokter Karen, dokter Sandra dan dokter Alesandra langsung menghentikan tangannya untuk memukul para penjahat. Dokter Karen menatap ke arah pria tampan tersebut dengan tatapan sendu. Dokter Karen terpaksa membuang kemarahannya karena tidak ingin ke dua orang tuanya di tembak.
"Apa salah orang tuaku Tuan? Kenapa Tuan melukai orang tuaku?" tanya dokter Karen dengan nada lirih.
"Orang tuamu telah merebut semua harta milik orang tuaku, menyiksanya bahkan membunuhnya dengan cara yang sangat kejam." ucap pria tampan itu dengan nada dingin.
"Itu tidak mungkin. Mommy dan Daddy bukan orang seperti itu." ucap dokter Karen dengan nada tidak percaya.
"Tanyalah pada mereka." Jawab pria tampan tersebut.
"Mommy dan daddy apakah benar apa yang dikatakannya?" tanya dokter Karen sambil menahan air matanya agar tidak keluar.
"Maafkan kami sayang, itu benar." ucap Mommynya dokter Karen dengan nada lirih.
Dokter Karen yang mendengar jawaban ibunya langsung berlutut di depan orang tuanya dengan tatapan tidak percaya.
"Kenapa Mommy dan Daddy melakukan itu?" tanya dokter Karen berusaha agar air matanya tidak keluar.
Orang tuanya hanya terdiam dan dalam hati Mereka yang terdalam sangat menyesali kejahatan di masa lalunya. Sedangkan dokter Karen berdiri dan menatap sendu ke pria tampan tersebut.
"Apa yang mesti aku lakukan untuk membalas dendam tuan?" tanya dokter Karen dengan tatapan sendu.
Pria tampan tersebut menatap sinis ke arah dokter Karen sambil memikirkan rencana jahatnya.
"Menikahlah denganku dan tanda tangani perjanjian pernikahan." Jawab pria tampan tersebut.
"Tuan jangan lakukan itu, kami bersedia di hukum mati tapi kami mohon jangan menikahi putri kami." Mohon ke dua orang tua dokter Karen dengan serempak.
"Kamu ada dua pilihan menikah denganku dengan menandatangani perjanjian atau ke dua orang tuamu mati." ucap pria tampan tersebut memberikan dua pilihan.
Dokter Karen menatap sendu ke arah ke dua orang tuanya dan kemudian pria tampan tersebut. Dokter Karen memejamkan ke dua matanya sambil mengatur nafasnya yang terasa sesak karena bagi dokter Karen pernikahan adalah sangat sakral dan bukan pernikahan main - main.
Di mana dirinya ingin menikah sekali seumur hidup membuat dokter Karen bingung untuk menjawabnya. Apalagi di saat ini dirinya belum ada keinginan untuk menikah terlebih menikah dengan pria yang tidak dikenalnya dan terlihat sangat kejam. Perlahan dokter Karen membuka matanya sambil menatap pria tampan tersebut.
"Aku bersedia menikah dengan Tuan, asalkan Tuan jangan membunuh ke dua orang tuaku." ucap dokter Karen dengan nada pasrah.
"Keputusan yang sangat tepat." ucap pria tampan tersebut sambil tersenyum devil.
"Michael." panggil pria tampan tersebut.
"Baik Tuan." jawab Michael.
Michael mengeluarkan dokumen dari dalam tasnya kemudian memberikan ke dokter Karen. Dokter Alesandra yang melihat kejadian tersebut hanya menatap Michael suaminya yang tidak mengenal dirinya. Ingin sekali rasanya dokter Alesandra melarang dokter Karen untuk menandatangani dokumen tapi karena sesuai naskah dan tidak bisa di ubah membuat dokter Alesandra menahan dirinya.
"Baca dan tanda tangani dokumen ini." ucap pria tampan itu dengan nada dingin.
Dokter Karen membaca isi dokumen tersebut dan matanya membulat sempurna ketika mengetahui isi dokumen itu yang tidak ada satupun menguntungkan dirinya.
...ISI PERJANJIAN SURAT NIKAH...
Jangan mencampuri urusan masing - masing.
Tidur Satu Kamar.
Menyiapkan semua kebutuhan suami.
Suami tidak akan pernah salah
Jika suami bersalah kembali ke peraturan ke empat
Tidak boleh membantah perintah suami.
Surat perjanjian nikah ini berlaku tiga puluh enam bulan atau 3 tahun setelah 3 tahun pernikahan akan berakhir.
Setelah berpisah pihak istri tidak mendapatkan sepeserpun harta milik suami karena milik suami akan diberikan oleh kekasihnya yang akan dinikahinya nanti.
Pihak Pertama
David Aliandro
Karen Triatmaja
Dokter Karen menatap ke dua orang tuanya secara bergantian kemudian ke pria tampan itu yang bernama David dengan tatapan sendu. Hingga beberapa saat dokter Karen menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Aku akan menambahkan 3 point saja." ucap dokter Karen.
"Apa itu? Jangan bilang kamu akan meminta hartaku karena aku tidak setuju." ucap David dengan nada tegas.
"Bukan." jawab Karen dengan singkat.
"Lalu apa?" Tanya David penasaran karena biasanya semua wanita suka dengan kemewahan.
"Pertama aku masih ingin bekerja, ke dua Tuan boleh menyiksaku tapi jangan pernah menyentuh apalagi sampai menyakiti ke dua orang tuaku jika sampai itu terjadi Aku akan pergi dari kehidupan Tuan dan yang ke tiga selama kita menikah jangan pernah membawa kekasih Tuan ke rumah, terserah Tuan mau ketemu dimana aku tidak perduli." Jawab dokter Karen dengan tegas.
"Dari mana kamu tahu kalau aku akan menyiksamu?" tanya David dengan wajah terkejut.
" Aku tahu karena Tuan menikah denganku karena benci dan dendam terhadap ke dua orang tuaku. Benar bukan?" tanya dokter Karen sambil menatap David tanpa ada rasa takut sedikitpun.
"Ternyata kamu pintar juga, Michael catat apa yang dikatakan gadis itu." ucap David dengan nada dingin.
"Baik tuan." Jawab Michael.
Michael menambahkan 3 point atas permintaan Karen dengan tulisan tangan dan dibubuhi tanda tangan untuk menyatakan kalau ke tiga tambahan itu termasuk ISI PERJANJIAN SURAT NIKAH.
"Oh ya jika seandainya Aku membunuh orang tuamu, jangan harap kamu bisa melarikan diri dariku karena kemanapun pergi maka Kamu dapat Aku temukan." Ucap David dengan nada dingin.
"Jika seandainya itu terjadi dan Aku tidak bisa pergi maka Aku akan menyusul ke dua orang tuaku." Jawab dokter Karen dengan nada tegas.
"Oh ya? Aku lihat nanti apakah kamu berani melakukan itu." Ucap David sambil tersenyum devil.
Dokter Karen memalingkan wajahnya ke arah samping bersamaan Michael menyodorkan dokumennya.
"Nona silahkan tanda tangan di sini." Ucap Michael setelah selesai menulis di lembar dokumen.
"Baik." Jawab dokter Karen sambil menerima dokumen tersebut untuk ditandatangani.
"Sayang, Daddy mohon jangan tanda tangani dokumen tersebut nanti kamu akan di siksa oleh pria itu. Sayang tidak mendengar kalau pria itu akan menyiksamu?" Tanya Ayahnya yang melarang putri kesayangannya menanda tangani dokumen tersebut.
"Benar kata Daddy, biarlah kami yang terkena hukuman asalkan kamu tidak tersiksa." sambung ibunya.
"Terserah putri kalian tanda tangani isi surat perjanjian atau ke dua orang tuanya mati." ucap David dengan nada mengancam.
"Aku akan menandatangani dokumen ini asalkan Mommy dan Daddy tidak terluka." ucap Karen yang tidak mempunyai pilihan.
Karen menandatangani dokumen tersebut walau ke dua orang tuanya berulang kali menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju karena mereka tahu anaknya akan menderita jika menikah dengan pria tersebut. Sedangkan Karen merelakan dirinya menderita asalkan ke dua orang tuanya tidak menderita.
"Sudah aku tanda tangani dokumennya." ucap Karen sambil memberikan dokumen tersebut ke Michael.
Michael kemudian menyerahkan dokumen tersebut ke David untuk menandatangani isi surat perjanjian pernikahan mereka. Setelah selesai David menyerahkan dokumen tersebut ke Michael untuk di simpan di dalam tas milik Michael.
"Besok pagi kita menikah dan hari ini terakhir dirimu menginap di rumah orang tuamu." ucap David dengan nada dingin.
"Baik tuan." Jawab dokter Karen dengan nada lembut walau dalam hatinya sangat terluka.
Tanpa menjawab David berjalan dengan angkuh meninggalkan mansion milik orang tua Karen diikuti oleh Michael dan beberapa bodyguardnya.
Kini tinggal ke dua orang tua dokter Karen, dokter Karen dan ke dua sahabatnya yang bernama dokter Sandra dan dokter Alesandra. Mereka berlima saling berpelukan untuk menguatkan dokter Karen yang sedang sedih karena besok akan menikah dengan pria yang tidak dicintainya sekaligus sangat kejam.
"Tante dan om. Kami berdua akan mengobati Tante dan Om." Ucap dokter Sandra dan dokter Alesandra bersamaan dengan nada lembut sambil melepaskan pelukannya.
Ke dua orang tua dokter Karen hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju kemudian dokter Sandra dan dokter Alesandra keluar mansion menuju garasi mobil milik orang tua dokter Karen.
Mereka mengambil tas yang berisi peralatan dokter yang ada di dalam mobil milik dokter Karen. Dokter Sandra mengobati ibunya dokter Karen sedangkan ayahnya dokter Karen di obati oleh dokter Alesandra.
"Kalian berdua menginap di sini ya? besok kan aku menikah." pinta Karen dengan tatapan sendu.
"Oke." jawab ke dua sahabatnya sambil tersenyum manis walau dalam hatinya sangat sedih.
Dokter Karen, dokter Sandra dan dokter Alesandra merapihkan mansion yang berantakan di bantu oleh para pelayan sedangkan ke dua orang tuanya beristirahat di kamarnya. Dokter Sandra dan dokter Alesandra tidur satu kamar dengan dokter Karen.
"Aku ke kamar orang tuaku ya? Ada yang ingin Aku tanyakan." ucap dokter Karen ketika ke dua sahabatnya berada di dalam kamarnya.
"Ok." jawab mereka dengan serempak.
Dokter Karen meninggalkan ke dua sahabatnya menuju ke kamar orang tuanya. Selama setengah jam lamanya dokter Karen mengobrol dengan ke dua orang tuanya.
Kini dokter Karen sudah berada di dalam kamarnya di mana dokter Sandra dan dokter Alesandra sedang berbaring di ranjang sambil menatap langit di kamar dokter Karen. Dokter Karen ikut berbaring di ranjang sambil menatap ke arah langit - langit kamarnya.
"Karen, kamu serius menikah dengan pria angkuh, dingin dan kejam seperti itu." tanya dokter Sandra.
"Aku serius Sandra karena nyawa ke dua orang tuaku lebih penting dari segalanya. Walau Aku tahu orang tuaku sangat bersalah tapi mereka sudah menyesali akan kesalahannya dan mansion ini akan kami jual dan perusahaan kami akan dialihkan atas nama Tuan David karena semua ini milik ke dua orang tuanya." Jawab dokter Karen.
"Apakah kamu menyesal bersahabat dengan orang jahat sepertiku?" Tanya dokter Karen sambil memiringkan tubuhnya untuk menatap ke dua sahabat karibnya membuat ke dua sahabatnya ikut memiringkan tubuhnya.
"Kamu tidak jahat Karen, apalagi itu sudah masa lalu terlebih manusia juga pernah mengalami kesalahan. Orang tuamu sudah menyesali akan kesalahan di masa lalu dan ingin bertobat itu sudah lebih dari cukup." ucap dokter Alesandra dengan bijak.
"Tidak. Kenapa harus malu? Malah Aku salut banget sama kamu mau menikah dengan pria yang penuh rasa dendam. Jika kamu tidak kuat bilang ke kami nanti kami akan membantumu." sambung dokter Sandra.
"Terima kasih kalian berdua memang sahabat baikku." ucap dokter Karen sambil tangan kirinya menggenggam tangan dokter Sandra sedangkan tangan kanannya menggenggam tangan dokter Alesandra.
Dokter Sandra dan dokter Alesandra membalas genggaman dokter Karen agar dirinya kuat dalam menjalani hari - harinya dengan menikah pria arogant yang bernama David.
"Apa kamu tidak takut nanti di siksa oleh suamimu?" tanya dokter Sandra penasaran.
"Tidak. Jika memang takdirku harus mati di tangan Tuan David maka Aku rela karena setidak - tidaknya mengurangi dosa yang di perbuat oleh orang tuaku di masa lalu." Jawab Karen sambil berusaha untuk tersenyum.
"Mudah - mudah han suamimu bisa berubah menjadi baik dan tidak menyiksamu." ucap dokter Alesandra penuh harap.
"Amin. Doakan saja. Kita tidur yuk besokkan aku akan menikah." ucap dokter Karen.
"Oke... Semoga kamu bahagia Karen karena kamu gadis baik dan Aku sangat berharap agar pria itu bisa luluh akan kebaikanmu." ucap dokter Sandra dengan tulus.
"Semoga saja suamimu bisa melupakan dendamnya." sambung dokter Alesandra dengan tulus juga.
"Terima kasih atas doa kalian." ucap Karen sambil tersenyum bahagia karena ke dua sahabatnya mendoakan dirinya yang terbaik.
Merekapun berdoa bersama kemudian tidur menyambut hari esok yang lebih baik dari hari ini.
xxxx
Pagi hari seperti biasa ke tiga gadis cantik sudah bangun pagi, siapa lagi kalau bukan dokter Karen, dokter Sandra dan dokter Alesandra. Mereka sudah selesai mandi dan memakai pakaian santai kemudian Mereka berdua menuruni anak tangga menuju ke arah dapur untuk masak.
Selesai masak dokter Karen berjalan ke arah kamar orang tuanya untuk mengajaknya makan bersama sedangkan ke dua sahabatnya menunggu di meja makan. Namun baru beberapa langkah ke dua orang tua Karen berjalan ke arah dokter Karen dengan tatapan sendu.
Dokter Karen melihat dengan jelas lingkaran bola mata ke dua orang tuanya yang mirip mata panda tanda ke dua orang tuanya tidak tidur. Hal itu membuat dokter Karen tersenyum agar orang tuanya tidak merasa sedih dan bersalah.
"Mommy dan Daddy sudah bangun?" tanya dokter Karen dengan nada lembut sambil tersenyum dengan manis.