Alessandra

Alessandra
Novel : Alessandra Si Gadis Culun 7



Jam lima sore Michael sudah bangun, Michael senyum - senyum sendiri mengingat kejadian demi kejadian yang dialami bersama Alessandra walau berpenampilan culun dan memakai baju yang tidak modis tapi terpancar kecantikan dari dalam.


"Kenapa Aku ingin sekali mencium bibir Alessandra?Apa rasanya sama atau beda rasanya sama Valen? Aduh kenapa Aku jadi mesum sih." ucap Michael.


Michael berusaha menggerakkan jari - jari kakinya setelah agak lama jari jemari kaki Michael bisa digerakkan.


Michael mulai lelah dan berusaha bangkit tapi sulit akhirnya memencet bel, pelayan datang sambil membawa makanan karena waktunya makan selesai makan pelayan itu membantu Michael untuk berbaring.


******


Pagi yang cerah Alessandra terbangun membersihkan diri. Selesai mandi seperti biasa memakai pakaian yang serba lebar dan ketika memakai kacamatanya membuat Alessandra mencarinya tapi tidak ada.


"Kacamatanya tidak ada? Lebih baik tidak usah pakai kacamata." Ucap Alessandra.


"Di laci ada kacamata cadangan, pakailah."


"Aish Aku malas pakai kacamata besar itu apalagi memakai pakaian karung." Keluh Alessandra yang lebih menyukai menampilkan tubuhnya yang seksi sambil mengambil kacamata cadangan di laci.


"Pada saatnya nanti Nona tidak akan memakai pakaian karung dan tidak menggunakan kacamata."


Alessandra hanya diam setelah selesai memakai kacamata Alessandra pergi ke dapur dan memasak untuk dibawa ke rumah Michael. Selesai memasak Alessandra memasukkan ke tempat makanan.


"Buat Daddy tidak ada nih." goda Daddy David


"Aduh Daddy bikin kaget saja." ucap Alessandra mengusap berulang - ulang dadanya saking seriusnya menata makanan yang akan dibawanya sedangkan Daddy David tiba - tiba datang dan menggodanya.


"Pfftttt..."


Daddy David tertawa betapa lucunya putri kesayangannya terkejut. Sebenarnya Alessandra sudah tahu ketika Daddy David datang tapi Alessandra pura-pura terkejut.


'Hanya ini yang bisa Aku lakukan untuk membahagiakan Ayah pemilik tubuh yaitu tertawa.' Ucap Alessandra dalam hati.


Waktu Berhenti


"Selama ini Tuan David selalu sibuk dengan pekerjaannya di tambah memikirkan putrinya yang selalu sedih karena sering di bully."


"Karena itulah Aku sengaja melakukannya dengan pura-pura terkejut dan lihatlah Tuan David tertawa dengan lepas." Ucap Alessandra.


"Betul sekali, Nona sangat baik."


"Memangnya dulu Aku tidak baik?" Tanya Alessandra dengan nada kesal.


"Hehehehe."


Waktu Berjalan Seperti Biasanya


"Ada kok buat Daddy itu dimeja makan." jawab Alessandra sambil menunjuk makanan di meja.


"Terima kasih sayang, makan bareng yuk." pinta Daddy David.


"Baik Dad, habis makan Alessandra pergi ya Dad." pinta Alessandra.


"Ok." jawab Daddy David singkat.


Merekapun makan menikmati sarapan buatan Alessandra. Daddy David sangat bahagia melihat putrinya sudah mulai tersenyum lagi.


Selesai makan Alessandra berpamitan mengecup punggung tangan Daddy David kemudian pergi ke rumah Michael.


Singkat cerita, Alessandra sudah sampai karena sudah kenal Alessandra membuat Alessandra langsung dipersilahkan masuk ke mansion.


Alessandra memberikan kotak makanan ke kepala pelayan untuk di letakkan di atas meja makan kemudian Alessandra berjalan ke arah lift menuju ke kamar Michael.


Sampai di depan pintu, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Alessandra membuka pintu kamar Michael. Di mana Michael masih tertidur dengan pulas dan Alessandra pun mulai membuka tirainya. Cahaya matahari mulai masuk ke kamar Michael.


Michael mulai terusik dan Alessandra menutupi tubuhnya agar cahaya matahari tidak terkena wajah Michael karena tidak bangun Alessandra mulai iseng, tubuh Alessandra menyamping sehingga cahaya matahari menyilaukan wajah Michael.


Hal itu tentu saja membuat Michael mulai terusik kembali. Alessandra menutupi tubuhnya begitu terus sampai berulang - ulang Alessandra melakukannya karena tidak tahan Alessandra tertawa.


"Hahahahahha..." tawa lepas Alessandra.


Tawa lepas Alessandra membuat Michael terbangun dan kesal karena Alessandra menganggu tidurnya.


Michael menarik tangan Alessandra karena tidak ada persiapan Alessandra jatuh dan menimpa tubuh Michael. Mereka berdiam saling memandang hingga Alessandra tersadar dan terbangun tapi ditahan tubuhnya menggunakan tangannya.


"Biarkan seperti ini, aku mohon." ucap Michael serak khas orang bangun tidur.


Alessandra terdiam dan merebahkan kepalanya di dada bidang Michael dan Michael membelai rambut Alessandra. Ada rasa kenyaman Alessandra dan Michael. Jantung Alessandra dan Michael berdebar kencang diantara keduanya tapi belum menyadarinya kalau mereka sebenarnya sudah mulai jatuh cinta.


Waktu Berhenti


"Makanya Nona jangan iseng."


"Hehehehe..." Tawa Alessandra.


"Kenapa Aku sangat nyaman bersamanya?" Tanya Alessandra.


"Mungkin Nona sudah mulai mulai menyukai pemeran utama pria."


"Tidak mungkin Aku menyukainya." Jawab Alessandra menolak perasaannya.


"Kita lihat nanti."


Waktu Berjalan Seperti Biasanya


Setelah berpelukan agak lama kemudian Michael melepaskan pelukannya dan Alessandra buru - buru berdiri. Mereka saling menatap dan diam memikirkan yang terjadi barusan. Michael menggeserkan tubuhnya dan berbaring di kepala ranjang.


"Hmmm... Kak Michael, Aku sudah bicara dengan pamanku, Kak Michael jadikan operasi wajah?" tanya Alessandra berusaha mengalihkan kecanggungan mereka berdua.


"Apakah teman pamanmu bisa mengoperasi wajahku dan wajahku kembali seperti semula?" tanya Michael penuh harap.


"Bisa kak, paman sangat pintar dan pasiennya banyak yang berhasil." jawab Alessandra berusaha menyakinkan Michael.


"Ok Aku bersedia." ucap Michael akhirnya.


"Oh ya kak Aku tadi sudah masak. Kakak mau makan sekarang?" tanya Alessandra.


"Boleh, mana makanannya?" tanya Michael sambil kepalanya mengarah ke kanan dan kiri mencari masakan Alessandra.


"Tapi ...." ucap Alessandra menggantungkan kalimatnya.


"Kakak tidak mandi? badannya bau .... hus hus hus!" usir Alessandra sambil menutup hidung dengan tangan kanannya dan tangan kirinya pura - pura mengusir anak ayam.


Michael menarik tangan Alessandra karena belum ada persiapan Alessandra jatuh di pangkuan Michael. Kemudian Michael melepaskan kacamata yang dikenakan oleh Alessandra.


"Beginikan cantik, jangan pakai kacamata ya." pinta Michael penuh harap.


"Baiklah." ucap Alessandra.


cup


Michael mengecup kening Alessandra sambil tersenyum manis melebihi gula.


"Ih kakak, badanku sudah wangi nanti ketularan jadi bau." omel Alessandra dengan nada kesal.


Michael hanya tersenyum mendengar omelan Alessandra.


"Biarin, bantu aku ke kursi roda." pinta Michael.


Tanpa menjawab Alessandra memapah Michael dengan memegang pinggang Michael membuat jantung Michael dan Alessandra berdetak dengan kencang.


Michael dan Alessandra berusaha untuk menepis perasaannya setelah Michael berada di kursi roda barulah Alessandra mendorong kursi roda Michael ke arah kamar mandi.


"Mandi dulu, Aku siapin makanan buat kak Michael." ucap Alessandra sambil berjalan keluar dari kamar mandi untuk mengambil makanannya.


Michael hanya tersenyum bahagia, Michael tidak mengerti kenapa di dekat Alessandra merasa nyaman dan sering tersenyum beda sama Valen mantan kekasihnya.


Michael memang mencintai Valen dan sangat senang bisa memanjakannya. Apa yang diinginkannya selalu berusaha dipenuhinya tapi dirinya tidak pernah merasa nyaman bila bersama Valen.


Michael bingung ingin selalu berdekatan dengan Alessandra dan tidak ingin berpisah dengan Alessandra. Mungkin hanya Alessandra yang sangat perduli padanya dan itu membuatnya merasa nyaman, itu yang ada dipikiran Michael.


Michael walau lumpuh tapi dia bisa mandi sendiri. Setelah selesai mandi Michael memakai handuk yang menutupi bagian bawahnya.


Michael keluar dari kamar mandi tampak Alessandra sedang duduk menunggu Michael selesai mandi.


"Alessandra bisa tolong kakak mengambil pakaian ganti kakak?" tanya Michael.


"Sebentar ya kak? jawab Alessandra sambil menatap tubuh Michael yang berotot, tegap dan roti sobeknya.


"Aku tahu kalau aku tampan dan tubuhku bagus. Awas nanti ilernya jatuh, jangan lupa di usap." ucap Michael usil.


"Aish siapa juga yang memandang." ucap Alessandra sambil memalingkan wajahnya dan mengambil pakaian ganti untuk Michael kemudian diberikan oleh Michael.


Michael tersenyum melihat Alessandra salah tingkah. Michael menerima pakaian pilihan dari Alessandra dan memakainya di depan Alessandra.


Hal itu tentu saja membuat Alessandra merasa malu dan memutar tubuhnya untuk tidak melihatnya.


"Kak Michael kan bisa memakai pakaian di kamar mandi kenapa di depanku?" tanya Alessandra dengan nada kesal.


"Inikan kamarku jadi terserah aku donk." ucap Michael yang entah kenapa sangat suka menggoda Alessandra yang sangat menggemaskan.


Michael sudah selesai memakai pakaian santai dan meletakkan handuk dengan asal.


"Sudah selesai." ucap Michael.


Alessandra membalikkan badannya, Alessandra melihat handuk teronggok di lantai membuat Alessandra menggelengkan kepalanya. Alessandra mengambilnya dan dimasukkan ke dalam keranjang khusus pakaian kotor.


"Pakaian yang tadi aku pakai kemana?" tanya Michael bingung karena Alessandra hanya mengambil handuknya.


"Sudah ku taruh di keranjang, maaf aku ambil tadi di depan pintu kamar mandi." ucap Alessandra menjelaskan.


"Kenapa minta maaf seharusnya aku minta maaf dan terima kasih telah menaruhnya di kerajang khusus pakaian kotor." ucap Michael.


Alessandra hanya tersenyum dan meminta Michael untuk mendekati meja dekat sofa.


"Kak Michael makan sendiri ya?" pinta Alessandra


"Kamu mau kemana?" tanya Michael yang tidak ingin jauh dari Alessandra.


"Mau membersihkan tempat tidur kak Michael." Jawab Alessandra.


Michael hanya membalas dengan senyuman kemudian Michael memakan makanan buatan Alessandra.


Michael sangat lahap memakan makanan buatan Alessandra tanpa sisa kemudian menaruhnya di meja setelah itu Michael mengambil gelas untuk meminum obat.


ceklek


Pintu terbuka Michael dan Alessandra melihat Mommy Elisabeth berdiri dan tersenyum bahagia anaknya sudah hidup normal kembali walau masih lumpuh dan wajahnya rusak. Rencana Mommy Elisabeth kalau wajah Michael sudah berhasil ingin melamar Alessandra.


"Tante silahkan duduk." ucap Alessandra dengan nada lembut.


"Oke." Jawab Mommy Elisabeth sambil berjalan ke arah putra semata wayangnya kemudian duduk dekat dengan Michael.


"Makan apa Nak sepertinya enak sampai piringnya kosong tanpa sisa?" tanya Mommy Elisabeth


"Ini Mom, Alessandra memasakkan makanan khusus untukku." jawab Michael sambil tersenyum.


"Alessandra terima kasih ya, lain kali Tante ingin merasakan masakanmu." ucap Mommy Elisabeth.


"Baik tante kapan - kapan aku bikin agak banyakan." jawab Alessandra dengan nada lembut.


Mereka bertiga mengobrol sambil sesekali tertawa bersama dan tidak berapa lama Mommy Elisabeth keluar dari kamar Michael agar mereka saling mengenal sifat masing - masing.


Tanpa terasa hari sudah siang ponsel milik Alessandra berbunyi, Alessandra membuka tasnya untuk mengambil ponselnya.


Alessandra berjalan agak jauh dari Michael kemudian menggeser tombol hijau dan ponselnya diletakkan di telinga Alessandra.


Handphonepun terputus kemudian Alessandra menyimpan ponselnya di tasnya kemudian Alessandra menghampiri Michael.


"Siapa yang telepon?" Tanya Michael dengan nada cemburu.


"Daddy, katanya di perusahaan ada masalah jadi nanti siang Aku mau pergi ke kantor menemani Daddy kerja." Jawab Alessandra.


"Oh." Jawab Michael singkat dengan wajah sedih.


Karena dulu dirinya selalu sibuk bekerja mengurus perusahaan tapi sejak dirinya lumpuh dan cacat membuat Michael tidak lagi mengurus perusahaan. Perusahaan kini di urus oleh Mommy Elisabeth dan orang kepercayaannya.


"Kak Michael." Panggil Alessandra yang tahu apa yang dipikirkan oleh Michael.