
"Lepaskan ikatan talinya yang berada di tangannya." perintah ayahnya dokter Karen ke bodyguardnya.
Dua orang bodyguard itupun membuka ikatan talinya dan salah satu orang bodyguard lagi menahan tangan daddynya David agar tidak memberontak setelah selesai dua orang bodyguard itu berdiri di belakang ayahnya dokter Karen.
"Tanda tangani dokumen ini!" perintah ayahnya dokter Karen.
Ayahnya dokter Karen memberikan kode dengan menggunakan lirikan mata ke salah satu bodyguard untuk memberikan dokumen tersebut.
Bodyguard yang memegang tangan daddynya David melepaskan tangannya karena tangan daddynya David menerima dokumen tersebut dan mulai membaca isi dokumen itu.
"Kamu gila ya! Semua aset hartaku termasuk mansion dan perusahaanku atas nama kalian berdua." bentak daddynya David dengan nada kesal.
"Kamu menolaknya?" tanya ayahnya dokter Karen sambil tersenyum devil.
"Ya, Aku menolaknya." ucap daddynya David dengan nada tegas.
"Pengawal" teriak ayahnya dokter Karen.
dor
"Akhhhhhhhhhhhhhhh..." Teriak ibunya David.
" Mommy!!!" teriak daddynya David dan David kecil dengan serempak.
Salah satu bodyguard menembak mommynya David di keningnya membuat Mommynya David berteriak dan langsung mati di tempat.
"Bagaimana masih tidak mau menandatanganinya?" tanya ayahnya dokter Karen sambil tersenyum menyeringai.
Daddynya David menatap tajam dan tidak terasa air matanya keluar karena istri yang dicintainya meninggalkan mereka berdua.
"Kau iblis!!!" teriak daddynya David dengan mata memerah.
"Iya aku memang iblis dan sekarang tanda tangani atau anak kesayanganmu mati di tembak pengawalku." ucap ayahnya dokter Karen sambil menatap tajam ke arah daddynya David dengan nada mengancam.
Daddynya David ingin marah tapi demi putra kesayangannya, daddynya David terpaksa menandatangani dokumen tersebut dan memberikan ke salah satu bodyguardnya.
"Bagus, kalian semua siksa pria ini hingga mati dan buang mayat keduanya di sungai." ucap ayahnya dokter Karen sambil berjalan menuju ke arah istrinya.
Mereka berdua tertawa melihat daddynya David di siksa sedangkan David kecil menatap sendu daddynya begitu pula dengan daddynya David menatap sendu anak kesayangannya.
David kecil ingin membantu tapi tubuh mungilnya tidak bisa karena tenaganya kalah jauh dari bodyguard tersebut. David kecil hanya bisa menatap tajam, menahan amarah dan penuh dendam terhadap orang tua dokter Karen.
'Suatu saat Aku akan membunuh kalian berdua.' Ucap David kecil dalam hati sambil menahan amarahnya.
Karena tidak tahan akhirnya daddynya David menghembuskan nafas terakhirnya. Para bodyguard yang memukuli Daddy nya David merasa tidak ada perlawanan merekapun menghentikannya dan melepaskan ikatan kakinya.
Kemudian ke empat orang bodyguard menggotong mommy nya David dan daddynya David menuju ke arah mobil.
"Bawa anak ini dan buang ke sungai juga bersama mayat ke dua orang tuanya!" perintah ayahnya dokter Karen tanpa punya rasa empati sedikitpun.
David kecil tidak bisa memberontak hanya bisa pasrah tubuhnya di tarik paksa oleh mereka.
"Mommy... hiks... hiks... Daddy... hiks... hiks... Kenapa ninggalin David sendiri. Ayo Mommy, Daddy bangun hiks... hiks..." isak David kecil sambil mengecup kening ke dua orang tuanya secara bergantian.
Para bodyguard itu hanya tersenyum menyeringai sambil menatap tajam. David kecil hanya bisa mengepalkan tangannya dengan kencang hingga buku - buku jarinya memutih. Dirinya berjanji untuk balas dendam ke orang tua dokter Karen. Terutama para bodyguard orang tua dokter Karen yang telah menyiksa dan membunuh orang tuanya.
'Akan Aku ingat wajah kalian karena kalian akan mati di tanganku bersama sepasang suami istri yang sudah membunuh ke dua orang tuaku.' Ucap David kecil dalam hati.
Tidak terasa mereka sudah sampai di sungai yang beraliran deras. Dua mobil berhenti kemudian semua bodyguard yang berjumlah 6 orang keluar dari mobil dan menggotong ke dua jasad dan David kecil ke sungai. Mereka di lempar di sungai beraliran deras. Tubuh mereka bertiga langsung hanyut terbawa arus.
David kecil memeluk ke dua mayat orangtuanya sambil berteriak meminta pertolongan tapi tidak ada yang mendengarnya kecuali tawa jahat dari para bodyguard orang tua Karen. Karena tubuhnya masih kecil membuat pelukannya terlepas.
xxxx
"Mommy... daddy...!!!" teriak David kemudian terbangun dari mimpinya. David terbangun dengan keringat bercucuran di tubuh dan wajahnya.
"Kenapa mimpi ini muncul lagi? kenapa kemarin malam memeluk Karen aku bisa tidak bermimpi" gumam David bingung.
"Tidak... tidak... aku tidak boleh lemah... Karen, kamu harus bertanggung jawab karena orang tuamu telah menyiksa dan membunuh ke dua orang tuaku dan aku setiap malam selalu bermimpi seperti ini." ucap David dengan tatapan nyalang.
David turun dari ranjang menuju ke ruang icu di mana dokter Karen di rawat. Sampai di ruang icu David melihat dua anak buahnya sedang tertidur pulas di luar.
"Bangunlah." perintah David dengan nada dingin.
Dua anak buahnya langsung membuka matanya, mereka sangat terkejut melihat bosnya tiba - tiba datang.
"Maaf Tuan Muda kami ketiduran." ucap anak buahnya sambil ketakutan.
"Pulanglah dan biarkan wanita itu tidak di jaga." ucap David dengan nada dingin.
"Baik Tuan Muda." ucap anak buahnya dengan serempak.
Kini tinggallah David sendiri dan berjalan menuju ke kamar icu dengan sepasang matanya berwarna merah.
ceklek
David membuka pintu ruangan icu dan melihat dokter Karen membuka matanya menatap David dengan tatapan sendu.
"Sudah sadar." ucap David dengan nada dingin.
"Ya." jawab dokter Karen dengan singkat.
David mendekati dokter Karen dan mengarahkan kedua tangannya ke arah leher dokter Karen.
"Kamu harus mati Karen karena ulah ke dua orang tuamu orangtuku meninggal." ucap David dengan mata menggelap dengan nada suara dingin.
"La..kukan...lah ... A..ku re...la... ma...ti a...sal Tu..an ... Mu ... du .. pu..as." ucap dokter Karen dengan terbata - bata karena kurangnya pasokan oksigen sambil menatap wajah suaminya yang sangat menyeramkan kemudian tersenyum.
Dengan tangan gemetar dokter Karen mengarahkan tangannya ke arah wajah David dan membelainya sambil berusaha menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya dan kurangnya pasokan oksigen.
"Ja ... ga ... di ... ri ...mu ... ba ... ik .... ba ... ik." ucap dokter Karen dengan suara terbata - bata tanpa melakukan perlawanan.
Tidak berapa lama dokter Karen memejamkan matanya bersamaan jatuhnya tangan dokter Karen yang tadi membelai wajah David.
deg
Jantung David berdetak kencang dan melepaskan ke dua tangannya yang berada di leher dokter Karen. David memencet tombol darurat dan tidak berapa lama seorang dokter dan seorang perawat datang.
David pun keluar meninggalkan mereka untuk menyelamatkan dokter Karen. David melihat asistennya yang bernama Michael sedang duduk sambil menatap tuannya.
"Apa tuan mimpi buruk dan ingin menyiksa nona Karen?" tebak Michael.
"Benar." Jawab David.
"Michael, Aku bingung." sambung David dengan nada lirih.
"Apa yang membuat Tuan Muda bingung?" tanya Michael.
"Aku menyiksanya tapi ketika melihat mata sendunya dan senyumannya yang terlihat sangat pasrah ketika aku melakukannya, tanpa memberontak padahal dia bisa membela dirinya. Kenapa dia tidak melawanku dan diam saja ketika aku menyiksanya malah dia tersenyum?" Tanya David dengan nada lirih.
"Ketika Nyonya Karen memejamkan mata barulah Tuan Muda baru panik?" tanya Michael yang bisa menebak selanjutnya.
"Ya benar. Padahal Aku sangat membencinya tapi ketika matanya terpenjam aku sangat panik dan sangat takut kehilangan dirinya." Jawab David tanpa sadar.
"Apa tuan mulai mencintainya?" tanya Michael.
"Aku tidak tahu di satu sisi aku ingin melampiaskan dendamku ke Karen tapi di sisi lain ketika Karen memejamkan mata jantungku berdetak kencang sangat takut jika Karen mati." Jawav David dengan jujur.
"Tuan, kenapa tadi dokter Doddy sahabat tuan meminta rantang tidak boleh? Kan ada dua rantangnya? Apakah dua rantangnya habis?" tanya Michael beruntun karena dirinya penasaran.
"Aku tidak ingin masakan Karen di makan oleh siapapun termasuk sahabatku ataupun kamu atau siapapun juga. Mengenai dua rantang makanannya sudah habis tanpa sisa." Jawab David dengan jujur.
"Bukannya Tuan biasanya makan satu piring? Itupun terkadang sering tidak habis, tapi kenapa sekarang sampai nambah?" tanya Michael dengan wajah bingung.
David hanya terdiam dan tidak membalas ucapan Michael karena dirinya juga bingung dengan dirinya sendiri.
'Tuan Muda sebenarnya sudah mulai menyukai Nyonya Karen tapi tertutup karena dendam. Semoga saja Tuan Muda bisa melupakan dendam dan bahagia dengan Nyonya Karen karena aku sangat yakin kalau Nyonya Karen adalah wanita baik - baik.' ucap Michael dalam hati.
ceklek
Sahabatnya yang bernama dokter Doddy membuka pintu ruangan icu sedangkan David berjalan mendekati sahabatnya yang bernama dokter Doddy.
"Bagaimana keadaannya?" tanya David.
"Selamat dari kematian, sebenarnya kamu ingin Nyonya Karen mati atau hidup?" tanya dokter Doddy dengan nada kesal.
"Apa maksudmu Dod?" tanya David dengan nada kesal juga.
"Kamu sangat suka menyiksa tapi di saat bersamaan kamu takut kalau Nyonya Karen mati. Kalau ingin Nyonya Karen mati sudah tembak kepalanya dan selesai. Kasihan Nyonya Karen harus menerima siksaan terus menerus tapi kalau dia ingin hidup berhenti menyiksanya." ucap dokter Doddy dengan nada mulai kesal.
David menatapnya dengan tajam ke arah dokter Doddy namun dokter Doddy sama sekali tidak takut.
"Terserah kamulah, jika suatu saat nanti Nyonya Karen pergi meninggalkanmu jangan pernah menyesalinya." ucap dokter Doddy tidak perduli dan pergi meninggalkan ke dua pria itu.
"Dia tidak akan mungkin bisa meninggalkanku sampai aku merasa bosan." ucap David dengan nada santai.
"Maksudku meninggalkanmu selamanya dan tidak mungkin bisa kembali lagi dalam arti meninggal dunia. Apakah kamu sudah siap?." tanya dokter Doddy sambil membalikkan badannya dan menatap tajam ke arah sahabatnya.
deg
Jantung David berdetak kencang mendengar ucapan sahabatnya yang bernama dokter Doddy. Dirinya juga bimbang memilih antara dendam atau cinta. David hanya terdiam tanpa membalas ucapan sahabatnya dokter Doddy.
"Kalau dirimu tidak mencintainya untukku saja karena Aku akan menerima dirinya apa adanya walau Nyonya Karen sudah kehilangan mahkota berharganya sekalipun." sambung dokter Doddy sambil tersenyum.
David berjalan ke arah sahabatnya kemudian mencengkram krah baju dokter Doddy sambil menatap tajam.
"Kamu ambil milikku maka kamu akan kubunuh walau dirimu sahabat baik sekalipun aku tidak perduli." ucap David sambil mendorong tubuh dokter Doddy dan melepaskan krah baju dokter sahabatnya.
David pergi meninggalkan mereka berdua dan berjalan menuju ke ruangan pribadinya.
"Aku merasa dia itu bingung memilih melanjutkan dendam atau tidak." ucap dokter Doddy.
"Aku merasa seperti itu. Aku hanya berharap Tuan Muda cepat menyadari kalau Tuan Muda mencintai Nyonya Karen sebelum terlambat." ucap Michael penuh harap.
"Aku harap seperti itu. Aku dengar dari ceritamu dan Aku merasa kalau Nyonya Karen adalah wanita baik tidak seperti orang tuanya." ucap dokter Doddy.
"Tapi sekarang orang tua Nyonya Karen sudah menyadari kesalahannya dan mau mengembalikan seluruh aset milik orang tua Tuan Muda David." ucap Michael.
"Aku rasa Nyonya Karen yang memberikan nasehat ke orang tuanya untuk meminta mengembalikan seluruh asetnya." tebak dokter Doddy.
"Aku rasa begitu." ucap Michael.
"Sudahlah kita istirahat saja, Aku mengantuk." ucap dokter Doddy.
"Iya betul, terus Nyonya Karen?" tanya Michael.
"Aku rasa masih tidur kalau bangun juga dia akan memencet bel." Jawab dokter Doddy dengan nada santai.
" Oklah kita istirahat saja, aku akan suruh salah satu anak buahku untuk berjaga di ruangan icu." ucap Michael yang dari tadi mulutnya menguap terus.
Dokter Doddy hanya menganggukkan kepalanya kemudian Mereka berdua pergi meninggalkan ruangan icu untuk beristirahat di ruangan dokter Doddy. Tanpa sepengetahuan Mereka kalau obrolan mereka di dengar oleh seseorang membuat orang tersebut tersenyum devil.
'Ini kesempatanku untuk membunuhnya.' ucap orang tersebut dalam hati.
Orang tersebut berjalan dengan cara mengendap - ngendap ke arah ruang ICU di mana dokter Karen berbaring di ranjang dengan tubuh masih lemah sambil membawa pisau lipat.
"Akhhhhhhh!" Teriak pria tersebut kesakitan ketika ingin masuk ke dalam ruangan icu.
"Siapa yang menyuruhmu?" Tanya seorang gadis cantik dengan suara agak nyaring setelah selesai memukul kepala pria tersebut dengan menggunakan tangannya.
Hal itu dilakukan agar semua penghuni rumah sakit ada yang mendengarnya dan benar saja David, Michael dan dokter Doddy keluar dari ruangannya dengan wajah bantal.
"Dokter Alesandra." Panggil David, Michael dan dokter Doddy dengan wajah terkejut karena melihat dokter Alesandra menggenggam tangan pria tersebut yang memegang pisau lipat.
Dokter Alesandra mendapatkan informasi dari sistem kalau dokter Karen sebentar lagi dalam bahaya membuat dokter Alesandra tinggal di ruangannya. Agar dirinya tidak bolak balik dari rumahnya menuju ke rumah sakit begitupula sebaliknya.
Ketika sistem mengatakan kalau dokter Karen dalam bahaya membuat dokter Alesandra keluar dari ruangannya menuju ke ruangan ICU di mana dokter Karen berbaring. Dokter Alesandra melihat seseorang berpakaian serba hitam berjalan dengan cara mengendap - ngendap ke arah ruang ICU.
Hal itu membuat dokter Alesandra langsung memukul kepala pria tersebut dengan menggunakan tangannya membuat pria tersebut berteriak kesakitan karena dokter Alesandra menggunakan sekuat tenaga.
"Siapa yang menyuruhmu untuk membunuh sahabatku?" Tanya dokter Alesandra dengan nada dingin tanpa memperdulikan panggilan dari David, Michael dan dokter Doddy.
"Aku tidak akan mengatakannya." Ucap pria tersebut sambil tangan satunya memegangi kepalanya yang masih pusing akibat di pukul oleh dokter Alesandra.